Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
115. Restu


__ADS_3

Mansion Brown di London 🏯


Cuitan burung menandakan matahari telah menampakkan sinarnya walau dengan malu-malu.


Wajah bahagia Sean nampak dari senyum yang tak habis-habis dari bibirnya, seperti biasa kini ia tengah menatap wajah cantik Emma yang masih tertidur di pelukannya.


Tangannya mulai usil mencoel pipi.. hidung dan berakhir di bibir sexy Emma. Sean sangat mengagumi bibir mungil itu...ia sampai sekarang masih bingung mengapa bibir yang semungil itu bisa menghasilkan rasa yang begitu luar biasa padanya.


Emma bergerak malas karena merasa terganggu, Ia ingin berbalik tapi Sean menahannya


" Jangan ganggu aku daddy, aku masih mengantuk " protesnya


" Katanya mau di pijit pagi ini... Ayo cepat bangun nanti aku harus pergi ke kantor " bisik Sean sambil menciumi wajah Emma


Akhirnya Emma pun membuka kedua matanya.. Ia tersenyum mengingat perjanjiannya semalam dengan Sean.


Flassback On


Emma tengah bersiap untuk tidur... Ia telah berebah cantik setelah memakai hand body dan cream malamnya. Tak lama si kucing garong mendekat berlahan dan mulai merayu Emma.


" Sayang... malam ini aku minta ya "


" Kan sudah kemaren daddy, masa minta lagi... aku kan lagi hamil Sayang " tolak Emma


" Sebentar aja ya... aku kangen sama twins "


" Ngak... kalo kangen elus dari luar saja..ngak usah di kasih vitamin terus Ntar semuanya mirip kamu... ngak ada yang mirip aku " tolaknya lagi


Sean pun masuk ke dalam selimut, Ia mulai menciumi tubuh Emma


" Sayang..... boleh ya, nanti besok pagi aku pijitin sebadanan... ya ya " kembali Sean merayu


" Janji.... "


" Ya... janji "


" Tapi plus besok aku keluar ya, mau belanja... Suprie kan mau balik ke Jakarta, aku mau berbelanja buat Billy " ucap Emma


Alis Sean langsung mengkerut mendengarnya... Ia tak senang Emma memperhatikan Billy


" Untuk apa kau perhatikan si anak tiri itu, tidak boleh !! " tolaknya


" Ya sudah kalau tidak boleh, herkules juga tidak boleh mendarat... bandara nya di tutup. " jawab Emma sambil memunggungi Sean


Setelah beberapa Saat.....


" Baiklah sayang... boleh, tapi aku boleh lamaan dikit ya he he " ucap Sean akhirnya


Flassback off


Emma kemudian duduk membelakangi Sean


" Ayo daddy pijit punggungnya " titahnya, si bucin pun menurut... dengan penuh perhatian ia mulai memijati bagian punggung Emma

__ADS_1


" Enak sekali daddy.... " ucap Emma sambil tersenyum senang


" Kalau enak... aku mau saja besok memijitmu lagi.. he he tapi kau tahukan syaratnya "


" Huuuu dasar kau, sama istri sendiri aja hitung-hitungan " keluh Emma


Tut... tut... tut... gawai Emma berbunyi, Emma mengambil hp nya dan melihat siapa yang menelfonnya


" Siapa sayang, pagi-pagi begini menelfon? " tanya Sean


" Ida... daddy pindah ke kaki pijitnya " titahnya lagi


" Hallo Ida... apa kabar? bagaimana liburanmu " sapanya


" Hallo Emma..aku baik-baik saja, terimakasih atas paket liburanku ya... ini aku masih Liburan... "


" Sama-sama sayang "


" Emma... Apakah kau sibuk? "


" Tidak... Ada apa? "


" Emma di Paris aku bertemu dengan Eric...mantanmu itu, anaknya dan anakku ternyata berteman "


" Kau bertemu Eric? lalu " mendengar nama Eric di sebut Sean langsung melotot... Ia langsung mendekat ikut menguping


" Lalu... akhitnya kami Liburan bersama selama 2 minggu ini, karena Raka tak mau berpisah dengan Richard "


" Jadi... apa yang ingin kau sampaikan? " tanya Emma


" Eric melamarmu? " tanya Emma dengan nada terkejut,


" Ya... jadi aku ingin bertanya padamu Emma... Apakah kau benar-benar sudah melupakannya dan memberi restu pada hubungan kami. Jika kau tak merestui...aku tak akan menerimanya " jelas Ida...Emma tersenyum mendengarnya


" Ida... sekarang aku sudah bahagia dengan Sean, Eric hanyalah masa laluku... terimalah Eric... dia pria yang baik.... awww daddy pelan-pelan sakit " jerit Emma... karena Sean reflek menekan kuat kaki Emma mendengar Emma memuji Eric, jiwanya langsung terasa terbakar


" Maaf Sayang " ucapnya kaget melihat paha Emma yang memerah


" Ida... kau adalah sahabat terbaikku , berbahagialah kalian... kalian patut mendapatkannya, OK "


" Kau sungguh tak keberatan? "


" Ya... Ida, sudah kau cerewet sekali.. lihatlah suamiku wajahnya sudah seperti kepiting rebus mendengar nama Eric di sebut-sebut " potong Emma


" Ha ha ha.. maafkan aku, aku lupa suamimu itu type pencemburu Dan posesif LB... "


" LB..? apa artinya..."


" Luar Binasa wkwkw "


" Wkwkw... ya sudahlah... aku tunggu undanganmu ya, apa Cece sudah tau? "


" Belum... setelah ini aku akan menelfon Cece... bye bye... I Love You muaah " pamit Ida

__ADS_1


" I Love you To.... muah muah " balas Emma, Emma kemudian meletakkan kembali hpnya di nakas tempat tidurnya.


" Astaga... daddy kau mengagetkanku " ucap Emma melihat Sean melotot ke arahnya


" Katakan ada apa dengan mantan terindahmu itu !!" ucap Sean dengan menekan intonasi.pada kata mantan


" Eric melamarnya Ida... sepertinya mereka berjodoh " sahut Emma santai


" Sepertinya ada udang di balik batu "


" Maksudnya? "


" Kurasa Eric mendekati Ida... agar Ia bisa lebih dekat denganmu , katakan pada Ida agar menolaknya "


" Apaa...? Sean jangan berburuk sangka , bukankah malah lebih bagus jika Eric menikah... Jadi dia tak akan menganggu kita "


" Apa kau yakin? "


" Iyaa... Sayang, kau tau Ida itu lebih cantik dariku... tak sulit bagi Eric untuk menyukainya. Sudah lanjutkan pijitanmu.... " titah Emma, Sean melanjutkan pijitannya tapi pikirannya kemana-mana. Ia takut Eric akan menganggu Emma Lagi, Ia tak mau kehilangannya Emma dampai kapanpun


" Aku tak boleh lengah sedikitpun... aku tak mau menyesal nanti jika sampai Eric bisa mendekati Emma " ucapnya dalam hati


👠👠👠👠


Emma sudah terlihat cantik saat Ini. Sean melotot tak senang melihatnya


" Mengapa kau berdandan begitu cantik? mau kemana " tanyanya dengan suara agak meninggi


" Apa kau lupa... aku akan pergi shopping dengan Suprie pagi Ini, setelah itu aku akan ke spa " Sahut Emma


" Pagi ikut denganku ke Kantor dulu.. aku ada rapat penting, setelah itu aku akan mengantarmu berbelanja "


" Tidak usah sayang... Lisa juga akan menemaniku " Sean menarik nafas berkali-kali... jika pagi ini bukan rapat yang sangat penting, Ia pasti tak akan datang


" Menurutlah Emma.... "


" Daddy..... kau sudah berjanji padaku, mengapa kini mengingkarinya.sih...?" protes Emma jengkel


" Aku tidak..... "


" Seannn.... pergilah bekerja, mam akan menemani Emma " potong Marsha melihat keduanya tak ada yang mau mengalah


" Baik mam... nanti setelah rapat aku akan menyusul kalian " Sean kemudian berangkat bekerja dengan Daniel setelah mencium keningnya dan pipi istrinya


" Sabar Emma... Sean memang seperti itu, sifatnya lebih parah daripada Daniel " ucap Marsha


" Ya Mam... terimakasih kau menemaniku, Kebetulan Lisa Baru mengabarkan dia tak bisa keluar karena ada ujian mendadak di kampusnya


Marsha dan Emma kemudian berangkat ke Mall, berbelanja menghabiskan uang Brown yang tak akan habis-habis.


See you next eps


Happy Reading

__ADS_1


Beautifull Emma



__ADS_2