Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
135. Cubitan gemez


__ADS_3

Setelah makan malam... Billy segera mengantar Zahra pulang, Karena malam ini juga ia harus berangkat ke London. Zahra merasa sedih karena ia mungkin tak akan bertemu lagi dengan Billy padahal Billy ada bos yang sangat baik.


" Kenapa kok kayaknya sedih Zahra? Karena mau berpisah sama bos mu yang baik dan cakep ini ya he he "


pertanyaan Billy membuat Zahra terdiam, sebenarnya Zahra memiliki rasa suka terhadap Billy namun Ia tak berani meneruskannya karena ia tau mereka berbeda agama dan kasta.


" Ia tuan... karena tuan memang bos yang baik, jagalah kesehatan anda di sana tuan Jangan lupa minum vitamin nya selalu... obat mah nya jangan lupa di minum rutin... makan tepat waktu " Zahra menasihati Billy sepanjang jalan membuat Billy tersenyum senang


" Ia Zahra bening... terimakasih aku akan mengingat semuanya pesan-pesanmu ini, hubungi aku jika kau berubah pikiran... Emma pasti senang jika kau mau bekerja di London " ucap Billy... akhirnya mereka sampai kembali di koskosan Emma... Zahra mendadah ke arah Billy sampai mobil Billy menghilang dari pandangan.


Air matanya menetes membasahi pipi putihnya....


" Selamat tinggal tuan Billy semoga kau selamat sampai tujuan " desisnya sambil menghapus air matanya, Zahra berjalan tertunduk memasuki ruang tamu


" Sudah pulang... kenapa nangis di putusin sama pacarmu? makanya masih kecil ngak usah pacar-pacaran " suara sangar Romi mengagetkan Zahra terlebih Rangga juga ada di sana duduk sambil bermain hp


" Apaan sih mas Romi... siapa juga yang pacaran , Zahra sedih karena bos Zahra malam ini akan berangkat ke London dan ngak akan kembali lagi. Tuan Billy adalah boss yang baik... makanya Zahra sedih " jawabnya dengan bibir yang dimonyongkan karena marah pada Romi yang menuduhnya pacaran


Jawaban Zahra membuat Rangga tersenyum Seketika... hatinya lega sekali mendengarnya.


" Oh Jadi Billy itu bukan pacarmu, jadi siapa pacarmu ? " selidik Romi


" Kepo.... " sahut Zahra


" Ya mas kepo... karena orang tuamu menitipkanmu pada kami... maka kami wajib menjagamu " alasan Romi


" Zahra jomlo... J-o-m-l-ooo..... puas?? " jawab Zahra sambil melangkah masuk ke kamarnya

__ADS_1


" Sangat puas..... anak pintar " jawab Romi senang sambil melirik ke arah Rangga


" Nah bos... kesempatanmu terbuka lebar selebar jalan tol bebas hambatan, Jangan sia-siakan usahaku selama ini " ucap Romi membuat Rangga terkejut


" Usahamu? "


" Iya... Kau pikir siapa yang ngembosin ban motornya Zahra selama ini haa?? kalau ngak gitu ngak bisa wara-wiri lah bos sama dia "


" Apa...? jadi kamu pelakunya....aku bingung gimana kamu bisa Jadi polisi sih... otakmu isinya kriminal gitu "


" Bos -bos makanya jadi Polisi itu jangan bisanya nangkap penjahat aja, kita harus bisa mempelajari kelebihan penjahat.. bagaimana otaknya bekerja untuk mencapai tujuannya.... itu penting bos he he "


" Pletak.... dasar Polisi sinting... makanya wajar kami kena karma, Di perkasa si bunga bangkai ha ha ha " olok Rangga... Ia tertawa lepas karena hatinya sangat plong setelah tadi sempat spot jantung melihat Zahra bersama Billy


Ke esokan paginya.....


" Bu boleh Zahra terima vc di meja makan? " tanyanya pada buah Ami


" Tentu saja cantik " jawab bu Ami


Zahra kemudian menekan tombol hijau... terlihat wajah sang kakak di layar HP nya


" Kakak....!! bagaimana kabarnya? " tanya Zahra senang


" Kakak baik de.... kakak tadi malam lahiran, kamu dapat ponakan perempuan nih liat.... cantik seperti kamu " ucap Zainab membuat Zahra menangis seketika


" Selamat ya kak.... pengen banget Zahra ke sana liat ponakan Zahra, tapi ngak bisa hik hik hik " ucapnya sambil menghapus air matanya

__ADS_1


" Udah.. ngak papa, sudah besar kok masih cengeng... gimana kamu betah di kos-kosanmu de? "


" Iya kak... semuanya baik di sini.... Zahra betah "


" Ya sudahlah kakak ngabarin itu aja, Jaga diri baik-baik ya " pesan Zainab... Zahra hanya bisa mengangguk karena air matanya terus mengalir membanjiri pipi putihnya


Bu Ami mengambil Tissu dan menghapus air mata Zahra


" udah berhenti nangisnya... cup cup " rayu bu Ami


" Kamu mau ke Bandung ketemu kakak kamu? " tanya Roni... Zahra mengangguk


" Kalau begitu ikut aja sama kapten Rangga, bos mau ke Bandung ngambil barangnya yang masih tertinggal " ucap Romi membuat mata Zahra langsung membulat senang


" Bener mas Rangga mau ke Bandung Hari ini? " tanyanya dengan mata berbinar.... Rangga jadi bingung sendiri


" Itu.... Sebenarnya..... " Romi segera menginjak kaki Rangga dan bu Ami mencubit pahanya


" Aaaa... aaa iya... iya.... " jawabnya kaget campur kesakitan


" Ya udah Zahra sekarang ganti bajunya ya... yang cantik nanti Rangga akan mengantarmu ke rumah kakakmu " ucap bu Ami... Zahra langsung berdiri dan berlari ke kamarnya, Sepeninggal Zahra


" Aduh... bu sakit paha Rangga, kamu juga Rom pake nginjak2 kakiku " omelnya


" Habis boss loadingnya lambat bener.... Pentium berapa sih nih otak... ampunn ampunn, bu dulu ngidam apaan sih waktu ngandung bos Rangga... gimana mau punya istri kalo begini ampunn tobat dah.... " Romi malah mengomel lebih kencang


See you next eps

__ADS_1


Di tunggu vote kalian sista


__ADS_2