Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
72. Dia kekasihku


__ADS_3

" Bagaimana Bruce..... ada kabar? " tanya pria tersebut


" Belum tuan, anak buah kita telah mencarinya ke Indonesia dan kehilangan jejaknya di Jakarta " jawab Bruce


" Bagaimana mereka bekerja? mencari 1 wanita saja tak becus... berapa lama sudah aku menunggu "


Tiba-tiba masuklah seorang pria ke ruangan tersebut


" Permisi tuan ada berita tentang wanita itu " lapornya


" Kau menemukannya... hebat, akan ada bonus untukmu "


" Saya baru saja membuka medsos tuan, apakah benar Emma yang di dalam berita ini.. kekasih tuan? tetapi malam ini Ia bertunangan tuan Eric " lapornya sambil menyerahkan hp nya


Dengan gusar Eric mengambil hp dari tangan anak buahnya dan membaca judul berita tersebut


" Terkuak sudah wanita.. kekasih dari penerus keluarga Brown ...Emma Watson "


" Apaaa.....? selama ini Emma berada di sini? bagaimana mungkin dan malam ini Ia bertunangan... tidak.. tidak mereka harus membatalkannya, Bruce apakah kau tau ada acara ini? " tanya Eric panik


" Ya tuan... anda mendapat undangan dari mereka, namun anda tak mau hadir... bukankah kemarin saya sudah menanyakannya pada anda. Namun keterangan undangannya kemarin hanya undangannya ulang tahun tuan bukan pertunangan " jawab Bruce, Eric segera berdiri


" Bawa semua pasukanku kita ke sana... aku yakin acara masih berlangsung " titahnya


" Tapi tuan.... apakah tidak sebaiknya kita selesaikanlah dengan diam-diam, bagaimana jika terendus media "


" Tidak.... aku harus secepatnya membawa Emma kembali ke pelukanku, kau tau sendiri Bruce sudah 10 tahun aku bersabar "


" Tapi tuan.... kini ia wanita yang sudah bertunangan "


" Aku tak perduli... ayo berangkat sekarang !! " titah Eric tak mau di tolak


Waktu sudah menunjukkan hampir jam 10 malam, sebagian besar tamu sudah pulang. Yang tinggal hanya beberapa teman Sean dan juga kerabat. Sean dan Emma bersiap untuk berpamitan pada para tamu.


Seorang pelayan berlari tergopoh-gopoh mengabarkan berita


" Tuan besar.. nyonya... Ada tamu dari keluarga kerajaan baru saja datang " lapornya


" Siapa? "


" Tuan Eric Mayor "


" Baik.. beritahukan Sean dan Emma untuk menyambutnya, Ayo Marsha kita duluan " ajak Daniel pada Istrinya


Keduanya lalu bergegas menyambut Eric Mayor , nampak Erik keluar dari mobilnya dengan tergesa-gesa

__ADS_1


" Selamat malam Tuan Eric Mayor senang sekali anda menyempatkan diri menghadiri acara kami " sambut Daniel senang


" Selamat malam Tuan Daniel.. nyonya... maaf kan saya jam segini baru saya bisa datang, dimana anak anda? " tanya Eric tak sabar.. matanya sudah ke saja ke mari


" Sean ada di dalam.. Mari. silahkan masuk..." Daniel mengajak Eric masuk ke taman Mansion.


Sesampainya di taman, Sean nampak mengandeng Emma hendak menyambut Erik


" Selamat datang tuan Eric... saya tak menyangka anda berkencan menghadiri acara saya " sambut Sean seraya mengulurkan tangannya, Eric menyambutnya tanpa suara... matanya hanya menatap Emma tanpa berkedip


" Perkenalkan ini tunangan Sean.. namanya.... " belum selesai lagi Daniel bersuara


" Emma.... akhirnya aku menemukanmu " Erik menjabat tangan Emma lalu menariknya ke pelukannya... Emma yang tak menduganya.. sangat kaget, Ia pun tertarik ke pelukan Eric Mayor


Semua yang melihat sangat kaget... tak menduga orang sekelas Eric Mayor mengenal Emma. Emma mendorong Eric hendak melepaskan diri namun Eric tak bergeming


" Tuan... lepaskan saya, mengapa anda memelukku begitu erat? " tanya Emma, Eric memegang ke dua bahu Emma


" Lihat baik-baik Emma.... ini aku... Eric... Ericmu... " ucapnya . Emma menatap Eric tak percaya


" Aa... apa yang kau lakukan di sini ? " tanya Emma bingung, Sean melepas tangan Eric dari bahu Emma dan menarik Emma dalam pelukannya


" Sopanlah sedikit tuan Erik, dia kekasihku! kami baru saja bertunangan " tegur Sean dengan nada mulai meninggi


" Apaaa....?? " semua kaget mendengarnya


" Apa hak mu menyuruh kami membatalkan pertunangan kami? " tanya Sean


" Karena Emma adalah kekasihku " jawab Eric


" Yang benar saja.... tuan Eric saya sudah bersama Emma semenjak Ia bercerai, darimana celahnya hingga kau bisa mengatakan Emma kekasih mu hah? " Sean sudah tak bisa bersabar lagi


" Sudah.. tenang dulu, sebaiknya kita masuk ke Mansion saja.. jadi tidak ada yang mendengar " ajak Daniel, akhirnya keduanya menurut... mereka pun berjalan ke dalam Mansion... tiba-tiba saja Emma pingsan


" Emma.... Emma... Sayang ada apa denganmu? " Sean panic seketika ia membopong Emma berlari ke ruang tamu


" Panggil dokter Steven!! " titah Erik pada Bruce


" Tidak usah, kami juga punya dokter " larang Sean, Sean merebahkan Emma di sofa panjang


" Emma.... bangun sayang... " mata Sean sampai berkaca-kaca, Eric pun mendekat ia juga membelai rambut Emma dan memanggil namanya, hal itu membuat Sean marah.. Ia mendorong Eric


" Jangan sentuh Emma " teriaknya, Eric tak terima... balik mendorong Sean, keduanya akhirnya saling dorong bahkan saling tampar


" Stoppp.... berhenti kalian berdua!! " Marsha akhirnya menengahi, anak buah masing-masing menahan keduanya agar tak berkelahi

__ADS_1


" Sebaiknya tunggu Emma sadar, kita dengar penjelasan dari Emma " ucap Marsha... sambil menciumkan balsem ke hidung Emma


" Sudah kukatakan denganku saja Sean..kau Malah memilih wanita bermasalah begitu... entah berapa banyak kekasihnya di luar sana " ucap Elena sambil tertawa


" Tutup mulutmu Elena, Jangan memperkeruh suasana " ucap Marsha


" Jelaskan tuan Eric mengapa kau mengatakan Emma adalah kekasihmu " tanya Daniel


Eric duduk sambil memandangi wajah cantik Emma


" Kami berpacaran 10 tahun yang lalu, waktu itu aku menjadi dosen tamu di kamus Emma. Pertama kali melihatnya aku langsung jatuh cinta, kamipun berpacaran selama aku di Indonesia " ucap Eric


" Bukankah anda sudah menikah tuan Eric.? "


" Ya.. tahun lalu aku akhirnya bisa menceraikannya istriku... itulah mengapa aku baru bisa mencari Emma lagi, aku sudah mempersiapkan semuanya... begitu aku menemukannya aku akan segera menikah dengannya " ucap Eric lagi


Emma pun sadar... Sean dan Eric sama-sama menghampirinya. Sean langsung memeluk Emma, Ia tak memberitahunya kesempatan pada Eric untuk mendekat


" Emma katakan pada Eric kau kini hanya mencintaiku Sayang " pinta Sean ...Emma memandangi Eric, Pria yang pernah mengisi hari-hari nya


" Haii Emma.. apa kabarmu? " tanya Eric


" Baik... apa yang lakukan di sini? " tanya Emma balik


" Aku mencarimu Sayang, bukankah kau berjanji akan menungguku sampai kapanpun? kini aku datang menjemputmu... kita akan menikah " jawab Eric sambil tersenyum


" Ya Eric... 10 tahun lalu aku memang berjanji padamu, setelah kau pergi aku menunggumu bertahun-tahun Eric, sampai aku mengurus skripsiku namun tak ada beritahukan darimu. Akhirnya aku memberanikan diri berkirim surat ke kampusmu di London dan setelah 1 bulan suratku pun berbalas, Kau tau apa isi balasan surat itu Eric ? " tanya Emma


" Kau mengirimiku surat? " tanya Eric


" Ya.... "


" Tapi aku tak pernah menerimanya Emma " ucap Eric


" Tapi aku menerima balasan dari kampusmu... dan kau tau apa isi surat itu? " tanya Emma dengan mata berkaca-kaca


" Apa... Sayang....? " tanya Eric


" Di surat itu mengabarkan......


Bagaimana kelanjutannya?


Pantengin terus ATM sista


Jangan lupa.. like komen dan Vote nya sista

__ADS_1


__ADS_2