
Sekedar pemberitahuan... ini eps panas... hot... hareudang....biasa otak thor lagi sengklek.... so bagi diri kalian yang merasa belum cukup umur thor harap bijak ya... jangan di baca eps ini karena spesial pake telur untuk yang dewasa ya... 🙏🙏🙏
Bagi kalian yang cukup umur monggo kita mengintip malam pertama Rangga Zahra sama-sama... 😆😆😂😂 tapi dosa tanggung masing-masing Ya.. 😅 dan kalo bintilan jangan marahnya sama thor
😻😻😻😻
Dada Rangga berdesir hebat mendengar suara pintu terbuka, ia berharap Zahra keluar tanpa memakai apapun... 😅😅 tapi ternyata Zahra menutup rapat tubuhnya dengan baju mandi yang disiapkan pihak hotel.
Jiaaahhh mas Rangga apa yang kau harapkan dari gadis lugu seperti Zahra, ngak mungkin lah Zahra begitu... ☺
Zahra memandang Rangga dan tersenyum gugup mendapat pelototan dari Rangga
" Mas mau mandi kan? adek sudah siapkan air hangatnya " ucapnya sambil tersenyum.... mau tak mau akhirnya Rangga melaju ke kamar mandi dulu.
Setelah Rangga masuk ke kamar mandi... Zahra membuka paper bag dari Fatimah, karena pesannya harus di pakai. Zahra mendapati ada 2 setel pakaian kurang bahan di tas tersebut... ini kan lingerie... ya Allah ibu Fatimah kok bisa aku di suruh beginian... ucapnya dalam hati sambil memandangi 2 pasang lingerie dengan warna berbeda itu.
Zahra menimbang-nimbang yang mana yang akan di pakainya dan apakah ia harus memakainya ???
Akhirnya Zahra memutuskan untuk memakai salah satu lingerie tersebut, ia mematut dirinya sambil tertawa geli melihat penampilannya sendiri. Zahra kemudian berdandan ala kadarnya, tanpa Zahra sadari Rangga sudah keluar dari kamar mandi
Rangga tertegun melihat penampilan Zahra yang begitu mengoda, ia baru melihat bentuk body Zahra yang ternyata begitu sexy yang selama ini tertutupi oleh pakaian muslimahnya
" Ehem... Ehem... " suara deheman Rangga mengagetkan Zahra, Zahra segera mengambil baju mandinya dan ingin memakainya
" Hentikan... jangan di pakai, biarkan seperti ini saja " ucap Rangga sambil mendekat, Zahra terdiam melihat Rangga yang hanya memakai handuk di pinggangnya dan bertelanjang dada
Glek....dengan susah payah Zahra menelan salifanya melihat pemandangan di depannya saat ini. Tubuh kekar nan berotot itu mendekat dan dalam sekejab sudah berada di depannya.
Rangga menarik pinggang Zahra hingga menempel dengannya, Zahra sampai berjinjit kedua tangannya menempel di dada Rangga
" Kau cantik sekali... " bisik Rangga di kuping Zahra membuat bulu kuduknya langsung meremang
Rangga menatap wajah cantik di depannya itu, di kecupnya kening Zahra lama.. lalu kedua matanya bergantian...pindah ke hidung mancungnya, dan terakhir ke bibir sexy Zahra. Keduanya kembali menikmati bibir masing-masing hingga sesuatu mengeras ...
" Kau merasakannya...?? " bisik Rangga kembali membuat Zahra membuka kedua matanya... ya ia merasakan sesuatu itu... tiba2 saja tubuh Zahra melayang, Rangga mengendongnya dan membawanya ke ranjang yang sudah di penuhi ratusan bunga.
__ADS_1
Berlahan Rangga merebahkan Zahra di ranjang.. ia pun menaikinya dan mengukungnya
" Kau membuat mas sangat bernafsu " ucap Rangga langsung mencumbu Zahra.. ciuman demi ciuman di layangkan ke seluruh tubuh mulus itu membuah Zahra mendesah berkali-kali.
" Mas..... " desahnya bak cacing kepanasan, ia merasakan sesuatu yang baru di tubuhnya..sebuah sensasi terasa meledak-ledak di perutnya
Hasrat Rangga sudah di ubun-ubun, ia sudah menyingkirkan semua kain yang menempel di tubuh Zahra, kini Rangga bersiap menerobos milik Zahra.
Zahra mengerang kesakitan saat Rangga melakukannya
" Sakit mas...... " cicitnya menahan dada Rangga, Rangga menarik tangan Zahra dan menahannya di samping kepala Zahra
" Di tahan ya dek.... " ucapnya sambil melanjutkan gerakannya dan akhirnya pertahanan Zahra jebol.. Rangga mendesah merasakan nikmat yang luar biasa... ia melanjutkan gerakannya yang semula pelan menjadi semakin cepat....
" Ohh dek..... ohhh..." Rangga mendesah sambil terus bergerak semakin cepat.... kenikmatan yang sangat sangat nikmat dirasakannya kini. ia tak bisa berhenti walaupun ia mendengar Zahra merintih menahan rasa sakit.
" Sebentar lagi dek... ah ah...... " Rangga terus bergerak dan bertambah cepat... kini ia sudah mencapai puncak dan..... desahan panjang Rangga menandakan pelepasan pun terjadi.
Nafas keduanya masih memburu, butuh beberapa saat untuk keduanya bisa bernafas dengan tenang. Rangga berebah di sebelah Zahra sambil menarik Zahra ke dalam pelukannya, di ciuminya kening Zahra berulang kali
🐬🐬🐬🐬
Beberapa jam berlalu, Rangga bangun lebih dulu dan langsung mandi... hari sudah hampir maghrib dan ia belum lagi sholat Ashar. Selesai sholat Ashar... Rangga tetap duduk menunggu Maghrib sambil memandangi Zahra yang masih tertidur dengan pulasnya.
Selesai sholat Maghrib.. Rangga membangunkan Zahra, dengan malas Zahra membuka kedua matanya... badannya terasa masih lemas, ia melihat suaminya sudah rapi memakai sarung dan koko
" Mas... sudah sholat? " tanyanya
" Iya... ayok adek mandi, nanti waktu Maghribnya habis " ajak Rangga, ia pun menarik selimut yang membelit tubuh Zahra dan membantu Zahra bangun. Karena kesulitan berjalan akhirnya Rangga melepas sarung dan baju kokonya lalu mengendong Zahra ke kamar mandi
" Maaf ya... " ucap Rangga... sambil meletakkan Zahra di bath up
" Bisa mandi sendiri... atau mas mandiin ? "
" Adek bisa sendiri mas.. mas tunggu di luar aja ya... " pintanya dengan wajah sedikit meringis
__ADS_1
Rangga pun keluar dari kamar, ia lalu melipat selimut... terlihat noda darah di atas ranjang, ya itu adalah noda darah perawan Zahra. Rangga menggulung spray kotor tersebut lalu mengantinya dengan spray yang baru begitu juga dengan selimutnya.
Selesai mandi... berlahan Zahra sholat maghrib, ia bahkan hanya bisa sholat sambil duduk karena merasakan sakit di daerah intimnya. Tak lama keduanya sholat isya berjamaah. Zahra senang sekali mendapatkan suami yang bisa memimpinnya sholat, doanya selama ini sudah di ijabah Allah.
Selesai makan malam keduanya duduk di atas ranjang sambil menonton tv, tak lama Zahra kembali merasa mengantuk namun Rangga tak membiarkannya tertidur
" Dek sebelum tidur.. mas minta lagi ya " ucapnya membuat Zahra melotot
" Tapi punya adek masih sakit mas... " jawab Zahra
" Sebentaaaar saja... mas janji pelan-pelan ok.. " bisiknya dan langsung menciumi leher Zahra, Rangga melakukan pemanasan lebih lama agar Zahra merasa rileks
Namun namanya juga baru pecah bujang... janji tinggallah janji, malam itu Rangga membombardir Zahra berulang kali hingga Zahra tak bisa mendesah lagi karena sangat kelelahan. Malam ini Rangga sangat bahagia, ia sangat menikmati malam pertamanya ini, berbeda dengan Zahra yang sepanjang malam harus menahan rasa sakit... bercampur enak... ha ha gimana rasanya ya, hanya yang sudah pernah menikah yang tau rasanya..... 🤗🤗
🐔🐔🐔🐔
Sudah 2 hari keduanya berada di kamar hotel. Zahra bingung dengan Rangga... jika Zahra semakin merasa lemas namun berbeda dengan Rangga yang terlihat semakin segar .
" Mas... kok mas terlihat semakin segar sedangkan adek... badannya serasa rontok, padahal adek diam aja ngak ngapa-ngapain? tanya Zahra bingung
" Kalo adek mau seger kayak mas... ya adek yang di atas, mas yang di bawah... kita tukar posisi " jawab Rangga sambil tersenyum penuh makna
" Gitu ya mas.... tapi jangan sekarang ya mas... besok aja lagi, hari ini aja mas sudah minta 3 kali " jawab Zahra dengan polosnya membuat senyum Rangga mengembang dengan sempurna.
Rangga membuka HP nya dan memperlihatkan gambar2 kiriman Romi yang berupa beragam posisi bercinta
" Astagfirullah..... " ucap Zahra melihat gambar yang di perlihatkan suaminya
" Ihhhh... mas mesum banget sih.... " omel Zahra sambil mencubit Rangga karena Rangga memperlihatkan gambar tak senonoh tersebut yang seumur hidup baru kali ini Zahra melihatnya. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus karena malu
" Ini ada 30 posisi dek... kita bisa coba setiap malam ya.... " bisik Rangga dan mulai lagi bergerilya
" Mass... udah dong, ampun deh adek sudah ngak kuat " cicit Zahra berusaha menjauh dari Rangga, namun apalah daya kekuatannya
" Sudah... adek diam aja, biar mas yang kerja... ok " bisiknya lalu mengigit kuping Zahra dan kembali beraksi
__ADS_1
Sekian deh cerita Rangga Zahra, besok kita balik ke London....melihat si kucing garong yang mau buka puasa juga... see you bye bye