Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
64. Oke... oke... oke...


__ADS_3

Jumpa lagi dengan Emma.. Sean dkk. Ngak kerasa dah eps 64 berarti dah lebih 2 bulan novelnya tayang... selamat menikmati kelanjutannya...😊😊


Dengan malas Emma berusaha duduk dari tidurnya... ahh pinggangnya sakit sekali, dasar kucing garong....aku tak akan memakai lingerie lagi.. rutuknya dalam hati. Emma kemudian berjalan berlahan ke kamar mandi, sedangkan si kucing garong masih tertidur begitu nyenyaknya dengan senyum menghiasi wajah tampannya .. 😅😅


Saat Sean membuka matanya Emma sudah memakai pakaian kerjanya.. kini Emma sedang sibuk menutupi bekas kissmarknya dengan make up. Sean menatap bidadarinya sambil tersenyum, aku masih tak habis pikir dengan mantan suamimu itu Emma... bisa-bisanya membuang berlian sebeningmu. Tapi tak apa-apa... kebodohannya adalah keberuntunganku.


Sean bangun dan mencium Emma dari belakang


" Kau sudah bangun? ayo cepatlah mandi... hari ini kita ke kantor kan " ucap Emma


" Hemm... santai saja, kita pergi dengan mobil terpisah. Biar papa pergi dengan uncle Jhon " Sean lalu masuk ke kamar mandi sedangkan Emma memilihkan Setelan untuk Sean. Emma duduk sambil memeriksa hp nya, semenjak kemaren ia tak membuka hpnya sama sekali.


Terlihat ada beberapa panggilan dari duo racun, ada apa mereka menelfonku... apakah ada kabar penting.. Emma pun menelfon balik Ida


" Hallo.. ya Da.. ada apa kau menelfon? "


" Dimana kau sekarang? "


" Aku di Inggris "


"Apaaa...?? omg, Emm... kau masih ingat Erik Major? "


" Ya.. ada apa dengannya? "


" Dia mengirim banyak anak buahnya untuk mencarimu... hati hati ya "


" Untuk apa lagi dia mencariku setelah sekian lama ? "


" Entahlah... anak buahnya tak bisa menjelaskan juga, hati hati takutnya kau bertemu dengannya nanti...apa lagi kau sekarang di negaranya " pesan Ida


" Da... inggris kan luas, sudahlah tak usah kau pikirkan okay... sampaikan salamku untuk Cece ya, bye bye " Emma lalu meletakkan hp nya di meja, ia memegang dadanya yang bergetar... padahal sudah 10 tahun berlalu, ada apa kau mencariku lagi Erik? tanyanya dalam hati.


Saat Sean dan Emma ke meja makan semua sudah lengkap kecuali Elena, Elena makan di kamar karena kurang enak badan. Setelah makan mereka berangkat ke kantor besar dengan mobil yang berbeda, semula Jhon memaksa ingin satu mobil namun Sean menolaknya dengan alasan di membawa Billy dan Suprie.


Iring-iringan mobil berlahan menuju kantor besar keluarga Brown. Sementara itu di kantor besar.. mendengar Sean akan mengunakan ruangannya lagi membuat heboh para karyawan wanita di sana, mereka berdandan secantik mungkin untuk menyambut pewaris tahta Dinasty Brown itu, siapa tau beruntung bisa memikat hati Sean... walaupun ada desas-desus Sean sudah memiliki kekasih namun mereka tetap semangat 45 😅😅.


Begitu pula dengan Susan. Susan dulu adalah sekretaris Sean selama 2 tahun sebelum Sean di tugaskan memegang anak perusahaan di Asia.


Dia satu-satunya karyawan wanita yang bisa mendekati Sean. Susan sudah merapikan ruangan Sean, ia percaya selama Sean di Inggris ia akan kembali menjadi Sekertarisnya.., kali ini ia bertekad akan mendapatkan hati Sean.


Mobil sudah berhenti di depan pintu masuk, karyawan sudah berjejer menyambut kedatangan pimpinan mereka. Pertama berjalan Daniel dan Jhon, lalu di belakangnya Sean. Sedangkan Emma berjalan dengan Billy dan Suprie. Emma takjub melihat kemegahan kantor mertuanya itu. Sean segera berjalan menuju ruangannya, Susan menyambutnya dengan Senang di pintu ruangan


" Selamat datang tuan muda Sean, senang melihat anda kembali ke Inggris " sambutnya ramah sambil sedikit menunduk memperlihatkan sebagian payudaranya


" Pagi Susan... ada apa kau di sini? " tanya Sean tanpa melihat ke arah Susan


" Saya kan sekretaris anda tuan.. wajar jika saya disini " sahutnya

__ADS_1


" Tidak perlu.. sekarang aku sudah membawa sekretaris dan asisten pribadiku, kau kerjakan saja pekerjaanmu " titahnya lalu masuk ke ruangannya


Sementara Billy terdiam sambil ternganga melihat Susan dengan pakaian yang begitu minim dan ketat , hingga payudaranya seolah berteriak tak bisa bernafas. Susan yang merasa di perhatikan lalu mendekati Billy


" Mengapa kau melihatku seperti itu? tertarik.. Sorry kau bukan typeku " ucapnya penuh percaya diri


" Iss siapa juga yang tertarik dengan nenek lampir sepertimu, lihatlah dada dan bokongmu yang membengkak seperti itu hih... dan satu lagi bulu mata anti badaimu lepas sebelah " sahut Billy lalu meninggalkan Susan dan menutup pintu dengan keras


" Pd sekali... aku naksir dia hih melihatnya saja membuatku merinding " ucap Billy lagi, Suprie dan Emma tertawa geli melihat Billy yang kegelian sendiri


" Bill itu namanya bukan pada bengkak, size nya yang besar ha ha " ucap Emma


" Hah beneran Prie begitu, tapi kalo ngak bengkak kenapa payudaranya sampai mau keluar dari bajunya seperti itu, mereka seperti sedang sesak nafas " Billy tetap berkeras


Emma dan Suprie hanya bisa mengelengkan kepala melihat kepolosan Billy


" Emma aku dan Billy akan ke ruang rapat, kau istirahat saja di sini ya... Suprie akan berjaga di depan " titahnya lalu menarik pinggang Emma hingga menempel padanya


" Minta Sangu... " ucapnya tanpa malu di depan upin ipin


" Sean malu.. "tolak. Emma, namun namanya juga sean.. ia langsung aja nyosor bahkan sebelah tangannya kini memegang tengkuk Emma hingga Emma tak bisa bergerak


5 menit sudah berlalu namun Sean tetap saja asik, sedangkan Billy dan Suprie hanya bisa menghadap tembok dengan wajah memerah dan nafas sesak karena mendengar bunyi kecupan yang tiada akhir


" Ohh Tuhan... keluarkanlah aku dari siksaan ini hik hik " doa keduanya begitu suara kecupan berganti menjadi desahan.


10 menit terpanjang dalam hidup upin ipin akhirnya berakhir juga, Sean dan Emma sama-sama merapikan pakaian mereka


" Ngak papa bos, cuma lagi meresapi penderitaan kami di atas kebahagiaan bos " sahut Billy lalu membuka pintu ruangan


" Hah... leganya " ucap ipin upin bersamaan setelah pintu terbuka. Dengan gagahnya Sean dan Billy memasuki ruangan rapat yang sudah penuh dengan jajaran Direksi dan para pemegang saham.


" Selamat pagi semua " suara Sean membuat sunyi ruangan, semua langsung berdiri dan membungkuk menjawab sapaan Sean, Sean duduk si kursi dekat dengan papanya.


" Mana Emma? " tanya Daniel


" Ada di ruanganku pa "


" Panggil kemari, dia harus mengikuti rapat ini.. Billy nanti kau ambil kursi baru saja, biar Emma duduk di sebelah Sean " titah Daniel


Billy pun berdiri lalu menjemput Emma, Emma memasuki ruangan setelah Daniel mempersilahkan.. semua mata memandang ke arah Emma dengan kagum. Kagum dengan kecantikan dan keseksiannya. Selama rapat berlangsung banyak mata lelaki tak lepas memandangi Emma membuat Sean merasa sangat cemburu.


Apalagi Jhon.. mata jhon tak sedikitpun bergeser dari wajah Emma membuat Sean kesal sekali. Di akhir rapat Daniel memberi pengumuman


" Rekan-rekan sekalian hari ini saya akan memberikan 5% saham saya dan 5 % saham Marsha pada Emma Watson calon menantu kami, jadi sekarang Emma sah memiliki 10 % saham perusahaan Brown..Selamat datang di keluarga brown sayang " ucap Daniel lalu memeluk Emma yang masih terkejut


Bukan hanya Emma yang terkejut, seluruh peserta rapat juga sangat terkejut, ternyata wanita cantik yang sedari tadi mereka pandangi adalah calon menantu bos mereka.

__ADS_1


Selesai rapat Sean mendekati papanya dan berbisik


" Pa tolong kau tegur mata saudaramu itu, Jika tidak aku yang akan mencoloknya sendiri nanti " Sean lalu menarik Emma dan meninggalkan perusahaan


Sepanjang perjalanan Sean diam saja, ia sedang dilingkupi rasa cemburu yang luar biasa.. melihat berpuluh mata mengagumi kecantikan istrinya itu.


Sean membawa Emma ke sebuah hotel terbesar di London dan memesan suit room untuk mereka berdua . Sesampainya di kamar Emma memberanikan diri bertanya


" Mengapa kita tak ke Mansion sayang? " Sean yang sedang duduk di sofa langsung menarik Emma hingga Emma duduk di pangkuannya


" Kita tak akan pulang malam ini, hari ini aku tak kak mau diganggu " ucapnya sambil. membuka jas yang di kenakan Emma


" Ada apa Sean, kau marah padaku "


" Tidak "


" Lalu "


" Entahlah selama hidupku, baru kali ini aku merasa tak percaya diri, begitu banyak pria yang mengagumimu dan terpesona oleh kecantikannmu " ucapnya penuh nada cemburu


" Sean...untuk apa cemburu, kau adalah pria yang sangat tampan, sangat kaya dan sangat perkasa... aku tak akan berpaling darimu sayang karena tak ada lelaki lain sebaik dan sesempurna dirimu " ucap Emma berusaha membuat Sean tenang


Sean mengangkat Emma ke ranjang.. ia mengukungnya dengan erat


" Emma ingat jangan pernah melihat lelaki lain... hanya aku...janji "


" Oke.... "


" Jangan lagi berpakaian sexy, kecuali bersamaku.. janji "


" oke.... "


" Jangan pernah minta cerai dariku... apapun yang terjadi..."


" Oke..... " jawab Emma sambil membuka satu persatu pakaian yang mereka kenakan


jawaban oke... terdengar sampai akhirnya mereka sudah tak mengenakan apa apa....


" Herkules siap mendarat.. apa lapangan siap... "


" Oke.... siapppp. " 😅😅😅😅


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya sista


Happy reading selalu

__ADS_1


Uncle Jhon



__ADS_2