
Setelah 6 hari di Rawat, Emma dan twins sudah boleh pulang. Kepulangan mereka menjadi sebuah drama lagi antara Sean dan Marsha.
" Tidak Mam... Sean tak setuju, kami pulang ke mansion ku saja " kekeh Sean
" Sean... mereka cucu pertama Mam, kalau kenapa-kenapa bagaimana, Emma kan juga baru pertama ini melahirkan... Ia belum ada pengalaman " balas Marsha lagi
" Tidak....!! itu alasan mam saja, mam mau menguasai anak-anakku, nanti lama-lama kami tak boleh pulang "
" Sean... jangan egois, ini demi kebaikan Emma dan juga kedua cucuku, pokoknya mereka harus ke Mansion kami... titik ngak pake lama! "
" Tidak.... sekali tidak, tetap tidak!! "
" Kau berani melawan mam... hah?? " tanya Marsha
" Mam aku bukannya berani dengan Mam, berilah kami kesempatan untuk mandiri " bela Sean... Emma dan Daniel hanya bisa saling lirik, keduanya sama-sama keras kepala.
" Daniel... kau beritahu.. anakmu yang keras kepala itu, dikiranya mudah mengurus bayi " sungut Marsha
" Papa diam saja... ini urusan aku dengan Mam " potong Sean belum sempat lagi Daniel membuka mulutnya
Sementara keduanya bersitegang, Jhon dan beberapa anak buahnya hilir mudik mengeluarkan tumpukan hadiah dari teman dan client atas kelahiran twins. Saking banyaknya hadiah harus di bawa dengan 2 mobil.
" Tuan... hadiah sudah selesai masuk mobil, mau di antar kemana? " tanya Jhon
" Ke Mansion ku " sahut Marsha dan Sean bersamaan
" Maaaammmmm..... "
" Seannnnnnn.... " kembali keduanya tak mau mengalah, membuat kepala Daniel sampai pusing
" Sudah hentikan kalian berdua... ribut saja, Marsha biar mereka pulang ke mansion mereka... nanti kita yang menginap di sana " ucap Daniel menengahi
" Tidak Daniel... mereka ke Mansion kita saja, sampai selesai acara syukuran mereka... kalau acara di adakan di Mansion Sean, kurang besar tempatnya dan rumah mereka juga akan berhamburan nantinya " bantah Marsha
" Daddy... benar kata mama, sebaiknya kita menginap barang seminggu 2 minggu di Mansion mama, baru pulang ke mansion kita... ya..., lukaku juga belum sembuh benar aku memerlukan Mam untuk membantu menjaga twins " timpal Emma....Sean terdiam mendengarnya, Ia berfikir beberapa saat... tak lama ia membuka laptopnya dan mengetik sesuatu
__ADS_1
Tak lama terdengar bunyi kertas di print...Sean mengambilnya lalu membawanya ke hadapan Marsha
" Baiklah aku mengalah... tapi Mam harus tanda tangan dulu , aku tak mau mama membodohiku nanti dengan berbagai alasan " ucapnya lalu menyerahkan surat perjanjian yang berisi Marsha tak akan menahan mereka pulang setelah acara syukuran Selesai
Marsha membacanya lalu menandatanganinya sambil mengomel
" Dasar kau anak durhaka... look Daniel kelakuan anakmu ini " omelnya... Daniel hanya bisa mengangkat kedua bahunya
" Sean... Kau sungguh tak sopan , meminta mam membuat perjanjian tertulis " protes Emma
" Kau belum tau saja kelakuan mam... Emma, jika kita biarkan kita akan di Mansion mama sampai anak kita berumur 6 bulan bahkan lebih " jawab Sean, tentu saja Sean hapal sekali dengan kelakuan Marsha, Karena dulu saja berkali-kali Sean hendak mandiri dengan tinggal di apartemen namun selalu gagal dengan beribu alasan dari Marsha.
Akhirnya setelah 30 menit bersitegang, kedua kubu sudah mendapatkan win win solution. Marsha memberikan Prince pada Daniel sedangkan Ia mengendong Princes. Wajah keduanya begitu sumringah mengendong cucu mereka. Sedangkan Sean mendorong kursi roda Emma, Jhon memperketat pengamanan karena banyak wartawan menunggu di depan Rs Ingin mengabadikan wajah penerus generasi Brown.
Namun wartawan tak bisa bertemu dengan mereka karena Mobil mereka keluar melalui pintu belakang. Iring-iringan mobil meninggalkan Rs menuju Mansion Daniel tanpa mengalami Kendala.
Sesampainya di Mansion, Marsha mengajak Emma dan Sean memasuki sebuah kamar tepat di sebelah kamar Sean. Dulu itu adalah ruang bersantai, yang terletak di antar kamar Daniel dan kamar Sean.
" Bukalah....!! " titak Marsha pada Sean, Sean pun membuka pintu tersebut.... ternyata ruang bersantai tersebut telah di renovasi menjadi kamar si Twins.....
Emma hanya bisa ternganga... bukan main, kamar tersebut sangat Indah dan mewah... bahkan lebih mewah dari kamar yang mereka persiapkan di Mansion Sean.
" Mama persiapkan kamar ini untuk penerus Brown, bagaimana Emma kau Suka? " tanya Marsha... air mata Emma menetes, betapa bahagianya ia Saat mengetahui betapa mertuanya sangat antusias menyambut keduanya anaknya
Emma memeluk Marsha
" Ohh Mam... Terimakasih, Emma sangat bahagia kalian menyambut twins dengan sangat luar biasa " ucap Emma
" Tentu saja Sayang... apapun untuk kedua cucuku, mereka pasti betah disini " jawab Marsha
" Kau lihat Emma kebakan batman yang telah mam buat... kita tak akan bisa meninggalkan Mansion ini " ucap Sean yang langsung mendapat jeweran dari Marsha
" Dasar anak nakal... tidak ada terimakasihnya sama mama... Malah berfikiran buruk, awas kau ya...Doraaaa.... mana sulaku, sudah lama aku tak menggunakannya " teriak Marsha kesal
Emma dan Daniel tertawa geli melihat kelakuan anak dan ibu yang tak pernah akur itu.
__ADS_1
" Sabar ya Emma... aku sudah mengalaminya berpuluh tahun " ucap Daniel
" Iya pah.... Emma paham saja, mereka memang terlihat selalu bertengkar padahal mereka sangat saling menyanyangi " sahut Emma
Mereka lalu menbaringkan twins di ranjang masing-masing.
" Kau lihat 2 pintu si ujung kamar yang saling berhadapan itu, jadi 1 pintu tembus ke kamar kalian dan satunya lagi pintu tembus ke kamar mam . Kamar perawat berada di sebrang kamar twins, mereka akan masuk hanya jika kita menekan tombol hijau ini... " jelas Marsha
" Sekarang kalian berdua istirahat saja, tadi pagi jam Emma sudah menompa asinya... cukup sampai besok, biar mam dan perawat yang menjaganya sampai besok pagi " usir Marsha, akhirnya Emma dan Sean pun ke kamar mereka .
Marsha tersenyum penuh kemenangan pada suaminya
" Ahhh senangnya sekarang aku bisa menguasai kedua cucuku, tanpa gangguan anak nakal itu.... Princes lekaslah besar nanti kau temani oma ke spa setelah itu kita shopping bersama... " celotehnya sambil mencoel pipi Princess
Daniel mendekatinya lalu memeluknya dari belakang
" Lalu bagaimana denganku sayang? "
" Kau nanti akan ditemani Prince... Ajarin dia bagaimana menjadi seorang pengusaha yang sukses " titah Marsha
" Siap nyonya besar, kini kau sudah senang? " tanya Daniel
" Tentu Daniel... hidupku sangat lengkap, mendapat suami yang sangat mencintaiku, anak yang tampan walau nakal... menantu yang baik dan 2 cucu yang cantik dan tampan.... kau tau semua teman2ku sangat iri padaku, apalagi pengemarmu itu... madam Sousa " ucap Marsha sambil mengalungkan tangannya ke leher Daniel
" Kau cemburu sayang...? itu tak perlu, aku hanya milikmu seorang... selamanya " balas Daniel dan segera memagutnya bibir Marsha yang sedari dulu membuatnya tergila-gila. Keduanya berciuman di depan ranjang twins....
Kletek....
" Astaga... kalian oma dan opa mesum, tidak bisakah melakukannya dikamar kamar kalian saja... bagaimana tidak tercemar nanti otak anak-anak ku " omel. Sean melihat keduanya ...Sean lalu mengambil laptopnya yang tertinggal sambil mengelengkan kepalanya
Jiahhhhh........ ketangkep basah oma opa hi hi hi... ingat umur oma opa.. 😅
See you next eps
Kamar twins di Mansion Daniel
__ADS_1