Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
222. Romi tobat


__ADS_3

Wow.. ngak nyagka bisa sampai eps cantik ini.. 222...πŸ˜…πŸ˜…, monggo di baca kelanjutannya sis.. 😘😘


β˜”β˜”β˜”β˜”


" Biar aja geger tuh otak, kagak bisa dibilangin juga kamu ya Rom... " omel bu Ami


" Ampunn bu... ampun " terdengar suara Romi yang memelas


" Bu... sudah atuh, kasian anak orang.. ntar nangis bapak ibunya " ucap Rangga


" Habisnya ngak bisa di kasih tau... dilarang malah kayak disuruh... " kembali bu Ami mengomel


" Ya udah bu... jadi menurut ibu sebaiknya gimana Rangga bu ? " tanya Rangga


" Ya kalau ibu sih, mendingan kamu konsentrasi aja ngurusin perusahaan kita nak... sebentar kalo si Zahra hamil kamu bakalan punya anak, jangan membahayakan nyawamu... kamu itu berdinas di bagian Narkoba, ibu takut kalo kamu kenapa-kenapa bagaimana nasib istri dan anak kamu nanti " ucap bu Ami


" Tapi bu kalo Rangga bersikap demikian... seolah-olah Rangga menyerah dengan keadaan bu, tidak Rangga akan berjuang hingga akhir . Lagi pula Rangga percaya Jendral bukanlah pribadi yang seperti itu... begitu pula calon suami Indah, Rangga mengenal karakter kesuanya bu.. mereka tak akan mengabulkan permintaan Indah " ucap Rangga


" Ya terserah kamu, sebaiknya kamu bertanya dengan istrimu... sekarang kamu kan sudah punya pendamping, belajarlah membagi permasalahanmu dengannya " ucap bu Ami lagi...


" Apa undangannya Indah sudah ada bu? "


" Belum... tapi kabarnya acara akan di gelar 2 minggu lagi di Jakarta, kamu mau datang? "


" Rangga harus datang... Rangga akan memperlihatkan pada semua secantik apa istri Rangga bu, biar saja di Indah keder sekalian " jawab Rangga


Selagi keduanya asik berbincang, Zahra yang sudah selesai sholat... menyusul Rangga ke balkon sambil membawakan coat untuk Rangga


" Di pake dulu mas... dingin banget rasanya, nanti masuk angin " ucapnya.. Rangga mengambil coat dari tangan Zahra dan menyerahkan ponselnya pada Zahra


" Ibu dek... " ucapnya...


" Assalamu alaikum bu.. apa kabar ibu, ibu sehat ajakan?? " sapa Zahra


" Wa alaikum salam... ibu sehat nak, bagaimana dengan Zahra di sana... sehat juga kan?? " tanya balik bu Ami


" Alhamdulillah sehat bu... cuman Zahra kesel ama mas Romi, awas aja nanti kalo balik Zahra mau goreng tuh hp nya mas Romi " adu Zahra


" Romi...?? ada apa lagi dengan kucluk satu itu, bikin masalah apa dia nak?? " interogasi bu Ami


" Hemmm itu bu..... mas Romi nakal " jawab Zahra malu


" Nakal kenapa... bilang ama ibu nanti ibu jewer dia!! " Romi yang mendengar langsung menepuk kepalanya... mampua gua... 😱😱 umpatnya

__ADS_1


" Mas Romi itu lho bu... ngirimin mas Rangga foto2 ngak genah, jadi nya Zahra yang jadi korban "


" Foto ngak genah gimana maksudnya nak?? " tanya bu Ami masih ngak ngeh


" Itu bu foto beragam posisi bercinta " bisik Zahra sambil berjalan menjauh dari Rangga


" Apaaaa.....???? dasar anak acakkadul, Romiiiiiiii......... sini kamu!! " teriak bu Ami sambil berkacak pinggang, hubungan telpon langsung terputus


" Halo... bu.. hallooo... yah putus " ucap Zahra


" Kenapa dek? " tanya Rangga


" Telfonnya putus mas " jawab Zahra lalu menyerahkan hp Rangga kembali


" Gangguan sinyal kali, sudah ngak papa.. sini dek, ada yang mas mau bicarakan " ajak Rangga


Keduanya lalu duduk di balkon, tangan Rangga merangkul bahu Zahra.. Zahra memandangi wajah tampan suaminya yang nampak galau itu


" Ada apa mas... mas ada masalah? " tanyanya


" Dek... seandainya mas di pindah dinas ke luar jawa... bagaimana pendapat adek? " tanya Rangga tanpa memberitahu alasan sebenarnya


" emmmm Gimana ya, kalau adek sebagai istri ya ikut aja kemana mas pergi. Tapi sebagai seorang anak... sebenarnya adek lebih senang berada di Jakarta atau di Bandung aja mas " jawab Zahra


" Alasannya... karena baik orang tua adek atau pun ibunya mas... sudah tua mas, kita ngak tau seberapa lama lagi kita bisa berkumpul dengan mereka... bersama dengan mereka.. bisa menyanyangi mereka.. membalas semua jasa mereka... entahlah mas, bukan berarti jika kita jauh kita tidak menyanyangi mereka, namun adek merasa jika kita dekat dengan orang tua rasanya lebih tenang... jika melihat mereka secara langsung mas " jabar Zahra panjang kali lebar


Rangga tersenyum mendengar jawaban dari Zahra... benar apa yang di katakan Zahra, usia ibunya dan mertuanya sudah senja.. alangkah lebih baik jika mereka dekat dengan anak2 mereka.


" Sekarang mas nanya satu permasalahan lagi... tolong adek jawab dengan jujur "


" Apa mas? "


" Adek lebih senang mas jadi polisi atau menjalankan perusahaan mas? " tanya Rangga lagi....


Zahra menatap wajah suaminya lagi...


" Kalau mas... suka yang mana? " tanya Zahra balik


" Mas yang bertanya... adek harus jawab dulu " tolak Rangga


" Jika adek boleh jujur...adek suka melihat mas Pake seragam polisi... mas jadi ganteng banget, tapi adek selalu was-was... adek selalu takut terjadi sesuatu pada mas " jawab Zahra dengan mata berkaca


" Jadi....?? " tanya Rangga ulang

__ADS_1


" Adek mungkin lebih tenang jika mas bekerja tanpa harus membawa senjata " ucapnya sambil memeluk Rangga..


" Tapi mas... semua adek serahkan pada mas, apapun pekerjaan yang mas suka yang penting halal " lanjutnya


Rangga mengecup mesra kening Zahra


" Terimakasih atas semua jawabanmu, mas mencintai adek melebihi diri mas sendiri...apapun keinginan adek mas akan turuti, terimakasih sudah mau mendampingi mas... sayang " ucap Rangga lagi..


" Ayok kita sarapan, setelah itu kita searching cari gaun yang paling indah untuk adek, 2 minggu lagi kita harus menghadiri sebuah acara penting, adek harus tampil gemilang di sana " ajak Rangga


🐢🐢🐢🐢


Sementara urusan Rangga dah kelar, di Jakarta... bu Ami sedang mengejar2 Romi, yang berlari kesana kemari menghindari sabetan sapu lidi bu Ami


" Berenti ngak, kalau ngak ibu telfon bapak kamu!!! " ancam bu Ami, membuat Romi mau tak mau berhenti dari pelariannya


" Berdiri hadap tembok!! " titahnya


" Siappp..... hik hik jangan kuat2 bu... " pintanya memelas


" Kamu tuh ya kurang ajar, kenapa kamu ngirimin foto2 mesum itu ke Rangga hah, katanya tiap minggu ibadah tapi kenapa otak kamu itu isinya ngak ada yang benar... kamu itu tiap minggu berdoa apa tidur di gereja hah??? " tanya bu Ami kesal sambil menjewer kuping Romy


" Aaaahhh ampun bu... Romi cuman bercanda bu sakittt..... " rengeknya


" Bercanda2... Zahra itu umurnya belum lagi 20 tahun kasihan dia... kalo menantu ibu kenapa2 kamu mau tanggung jawab hah??? plak... " sebuah sabetan sapu lidi mendarat dengan mulus ke betis Romi


" Iyaa bu Maaaffff... tobat bu ngak lagi-lagi deh... janji.. suer, kalo Romi melanggar janji buar Romi di sambar geledek deh " ucapnya sambil mengacungkan 2 hari nya ke atas


" Awas kamu ya kalau melanggar, ibu gundul kepalamu itu kalau perlu ibu kirim kamu sekalian ke saolin temple sana!! " ancam bu Ami


" Iya bu... engak lagi deh... Romi kapok, sekapok2nya... hua hua..." tangisan buayanya pun mengema


" Sudah ngak usah nangis bombay begitu, nih kartu pakai beli HP baru... pindah kartunya ke situ, nanti kalau Zahra datang kasih hp lamamu ini ke dia " titah bu Ami lalu menyerahkan black card nya pada Romi


" Lho memangnya HP Romi mau diapain sama Zahra?? " tanya Romi. bingung


" Mau di goreng!!! "


" Whattt..... 😱😱😱"


Ok sekian selipan tentang kapten Rangga.. karena kemaren ada yang kangen, eps depan thπŸ™„r masih bingung nih mau nulis siapa... πŸ€”πŸ€”πŸ€” ada ide???


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2