Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
101. Daddy


__ADS_3

" Jhonnnnn..... Malikkkkkk... dimana istriku??? " teriakan mengelegar Sean membangunkan semua penghuni villa. Jhon yang sedang duduk mengantuk langsung berdiri... derap langkah berlari para pengawalpun terdengar mendekati asal suara


" Nyonya sedang di dapur tuan!! " jawab Jhon segera


" Periksa..!!. kapan ia ke dapur...?? " bentak Sean


" sekitar 20 menit yang lalu tuan...cari nyonya di dapur " jawab Jhon sambil memerintahkan anak buahnya mencari Emma


Sean yang bertelanjang dada langsung menuju dapur ia tak sabar menunggu laporan, nafasnya memburu... jantungnya serasa hendak berhenti berdetak


" Tidak ada siapa-siapa di dapur tuan " lapor Malik makin membuat Sean pucat... matanya melotot ia sangat murka


" Apa saja kerja kalian, mengapa istriku bisa menghilang.... cari keberadaan Emma sampai ketemu, jika terjadi sesuatu pada istriku kalian semua akan menanggung akibatnya!!! " teriaknya marah, keluar sudah semua isi kebun binatang dari mulut Sean


Marsha dan Daniel berjalan tergopoh-gopoh mendengar teriakan Sean


" Ada apa son? mengapa kau berteriak di tengah malam begini?? " tanya Daniel


" Emma hilang pah... dia kabur " jawab Senn bergetar... ia terduduk di lantai.. entah mengapa badannya langsung lemas


" Apaaa...?? bagaimana bisa dia kabur, apa kalian masih berkelahi di kamar tadi.... Seannnn seharusnya kau tau istrimu itu sedang hamil, hormon dan emosinya tak seimbang mengapa kau malah membentak dan memarahinya... lihatlah jadinya " omel Marsha sambil menangis... ia takut terjadi apa-apa dengan menantunya


" Dari mana kau tau jika Emma kabur?" tanya Daniel


" Tadi Billy menelfonku, rupanya Emma menelfonnya "


" lapor tuan... penjaga pagar bilang sekitar 20 menit yang lalu sebuah mobil keluar... tanpa membuka kaca.. pengemudi hanya menekan. klakson 3 kali... saya rasa itu nyonya " lapor Jhon


" Kalian semua memang tak berguna, bisa-bisanya kecolongan... aku tak mau tau cari istriku sampai ketemu!!! " bentak Sean tanpa ampun Jhon dan Malik langsung membuka laptop masing-masing


Jhon meretas keberadaan Emma melalui no hpnya sedangkan Malik meretas cctv mengikuti perjalanan mobil yang keluar dari Villa


Marsha duduk bersama Daniel, ia menangis sambil dihibur oleh Daniel


Sean yang melihatnya hanya bisa terdiam.....


" Sean... istrimu itu sedang hamil muda... lebih bersabarlah dalam menghadapinya, kau fikir enak jadi wanita hamil hah " omel Marsha


" Ya Mam.. maaf.... "


" Jangan minta maaf padaku, minta maaflah pada istrimu... Emma itu masih dalam masa sensitif Sean seharusnya kau mencari cara terbaik jika ingin menolak keinginannya bukan dengan membentaknya.. ingat itu " lanjut Marsha


" Ya Mam....... "


🍎🍎🍎🍎


Sementara itu kegabutan terjadi di Jakarta. Setelah menelfon Sean.. Billy menelfon Suprie


" Hallo. Bill ada apa? aku mau tidur " sahut Suprie kesal...


" Kau cepat ke mari.... kita secepatnya berangkat ke Bali... Emma kabur dari Villa " ucapnya panik


" Tapi ini tengah malam Bill... mana ada pesawat jam segini "


" Sudah jangan banyak cincong... kemari saja.. cerewet, aku sudah pesan tiket... kita berangkat dengan penerbanga pertama..cepat!!! " teriak Billy


" Ya ya..... huffff " Suprie melempar hpnya ke sembarang arah lalu merubah posisinya jadi berebah yang tadinya berada di atas istrinya


" Lha kagak jadi bang... ade udah siap nih " protes Fatimah sang istri


" Tau tuh si otong langsung lemes dapet telfon dari si upin " sahut Suprie lalu berdiri dan mulai memakai pakaiannya kembali


" Memangnya Napa bang "


" Nyonya Emma kabur.... udah ade siapin gih baju abang, abang harus ke Bali "


" Lama bang? "

__ADS_1


" Kagak tau.. Napa de? "


" Kalo lama abang.. ade kasih sangu dulu.. biar di otong ngak lirik-lirik ladang yang lain.... " ucap Fatimah


" Kagak usah... ntar si Upin rese.. nelfon lagi kalo abang lama, ade tenang aja si otong mah pemilih... kagak bisa bangun dia kalo ngak sama ade " sahut Suprie sambil tertawa


" Ih abang.... awas ya kalo berani, ade injak tuh otong sampe rata ma aspal "


" Iye... iye.. udah abang pergi dulu ya, kunci pintunya " pesan Suprie


" Iye bang... hati hati " Fatimah baru menutup pintu setelah Suprie tak terlihat lagi


Back to Bali


Setelah 10 menit......


" Dapat..... " cetus Jhon, ia sudah mendapatkan titk keberadaan HP Emma


" Siapkan mobil.... 4 orang tinggal menjaga mam dan papa, yang lain ikut " titah Sean segera


" Pakai dulu bajumu Sean, ingat jangan memarahi menantuku.. bawa saja ia pulang dengan selamat " ucap Marsha sambil memberikan baju pada Sean


" Baik Mam... aku berangkat dulu " ucapnya lalu mengecup kening mamanya


Di perjalanan sangat hening... Sean memegangi dadanya yang berdegup sangat kencang... ia takut teramat takut kehilangan Emma


" Maafkan aku sayang... maafkan aku, aku janji tak akan membentakmu lagi....aku tak sengaja maafkan aku " ucapnya berkali kali dalam hati


" Kemana istriku pergi Jhon? " tanya Sean akhirnya


" Sepertinya nyonya ke rumah Mamanya tuan... saya ingat alamat ini.. " jawab Jhon


" Semoga saja...tak bisakah lebih cepat " ucap Sean... ia mengacak-acak rambutnya


" Baik tuan... " Malik segera menginjak gas di kakinya


Jhon langsung memanggil salah seorang pengawal.. dengan cekatan pengawal itu membuka pintu tanpa merusaknya. Berlahan pintu terbuka... Jhon dan Malik masuk lebih dulu


" Silahkan tuan muda.... " ucap Jhon setelah membuka salah satu kamar yang ada di rumah itu... Sean melangkah mendekati pintu. Dari pintu Sean menengok kedalam kamar.... akhirnya..... ia bisa bernafas lega


Emma sedang berebah dan tertidur dengan pulasnya sambil memeluk sebuah boneka berwarna pink. Sean menutup pintu kamar lalu menguncinya, berlahan di pandanginya wajah cantik istrinya itu.


" Syukurlah kau baik-baik saja sayang, kau tau betapa sesak nya dadaku setelah kau tinggalkan, jangan pernah lagi kau lakukan itu sayang... aku bisa mati " bisiknya sambil membelai rambut panjang Emma


Sean lalu membuka bajunya, ia naik ke ranjang dan berebah. Ditariknya tubuh Emma ke pelukannya, di pandanginya wajah cantik itu... tangannya membelai rambut halus Emma berkali-kali, di ciuminya wajah Emma tanpa henti sedangkan Emma tak merasa terusik mungkin karena kelelahan baru saja tertidur.


" Apakah kalian baik-baik saja? " tanya Sean sambil mengelus perut Emma yang sedikit membuncit,


Sean membenamkan wajahnya ke dada Emma, tempat yang paling di sukainya...iapun tertidur tak lama kemudian


Emma mengeliatkan tubuhnya... namun mengapa ia tak bisa bergerak, iapun membuka matanya... ahh bagaimana ia bisa bergerak jika Sean memeluknya seperti guling. Berlahan Emma melepaskan pelukan Sean, dipandanginya wajah tampan itu...


" Bagaimana kau tau aku ada disini... pasti kau memarahi habis-habisan semua pengawalmu " Emma kemudian berjalan ke kamar mandi lalu mandi.. badannya terasa gerah


Tak lama Sean pun terbangun...merasa tak ada Emma di sampingnya, ia langsung berdiri dan membuka pintu kamar


" Dimana istriku?? " tanyanya pada pengawal yang berada di depan kamarnya


" Nyonya tidak ada keluar dari kamar tuan " jawabnya, Sean kembali menutup kamar dan menguncinya


Kletek..... bunyi pintu kamar mandi di buka. Emma keluar dengan hanya memakai handuk di dadanya dan di kepalanya....


Glek.... Sean langsung terpana melihat tubuh istrinya yang bertambah sexy menurutnya. Emma berjalan ke meja rias... ia duduk lalu melepaskan handuk kepalanya lalu mulai mengeringkan rambutnya


" Kau sudah mandi sayang...? " tanya Sean pelan


" Hemmm " sahut Emma irit, selesai dengan rambutnya Emma berdiri melewati Sean menuju sebuah laci... ia menunduk mengambil underwearnya

__ADS_1


Glek... lagi-lagi Sean menelan salifanya melihat posisi Emma yang menunduk membelakanginya


" Shetttt.... mengapa kau begitu sexy sayang.... ahhh si boy jadi bangun kan, tapi Emma sepertinya masih marah...gimana mau minta.... " Sean berdiri dengan resah


Emma memakai underwearnya di depan Sean dengan cuek lalu berjalan lagi membuka lemari pakaian... Emma mengambil sebuah dress sederhana dan memakainya tanpa suara


Sean sudah tak karuan rasa... ingin rasanya ia menerkam istrinya itu saat ini namun ia tak berani melihat wajah dingin Emma.


" Boyyyy...jangan bangun sekarang, apa kau tak melihat kandangmu sedang marah... " cicit Sean berusaha menidurkan boy yang sedang berdiri tegak


Emma kembali duduk di meja rias.. ia mulai berdandan


" Mengapa semalam kau ke mari sayang? .... " tanya Sean lagi


" Aku tak bisa tidur di Villa, aku rindu pada mama " sahutnya sambil melirik Sean dari pantulan kaca... Emma tersenyum dalam hati melihat wajah Sean, ia sudah hapal sekali dengan jika Sean berwajah seperti itu... pasti si boy sedang bangun


" Mengapa kau tak membangunkanku, aku bisa mengantarmu " tanya Sean lagi


" Aku bisa pergi sendiri tak perlu merepotkanmu... nanti kau bilang aku lebai lagi " sahut Emma sambil memakai parfum di depannya


Sean berjalan dan duduk di sisi ranjang...


" Maafkan aku... seharusnya aku tak membentakmu, kita pulang ya " rayu Sean


" Tidak... aku tak mau pulang "


" Mengapa sayang... aku janji tak akan melakukannya lagi... Mam sudah memarahiku... kita pulang ya... please " rayunya lagi... Sean bingung harus berkata apa lagi. Ia bukanlah type perayu wanita, selama ini jika mulutnya terbuka yang keluar hanyalah perintah atau makian pada bawahannya


" Aduhhh boyyy... tidur ngak, ngak tau waktu banget " omel Sean pada si boy yang tetap tegak berdiri , Emma yang melihatnya tertawa geli walau dalam hati. Sebenarnya hatinya masih marah pada Sean... namun melihat Sean yang begitu memelas membuatnya kasihan


Emma berjalan mendekati Sean... lalu duduk di pangkuan Sean, kedua tangannya melingkar di pundak Sean. Sean langsung memeluk pinggang Emma dengan erat... keduanya saling pandang..... deg... deg... deg... hasrat Sean meronta minta pelampiasan, namun Emma belum bereaksi.. Seanpun hanya bisa menunggu....


" Daddy ingin menengok twins? " bisik Emma sensual


" Dad.... daddy.....??? " tanya Sean memastikan


" iya... apakah Daddy mau menengok twins " ulang Emma sambil tersenyum


" Glek.... mau... mau... mau....apakah boleh " jawab Sean sambil tersenyum senang


" Tentu saja daddy... tapi nanti temani aku jalan ke pantai Kuta ya.... "


" Tentu sayang... ahh aku akan memuaskanmu sayang.... " ucap Sean langsung beraksi


Dalam sekejap pakaian Emma sudah bertebaran ke mana mana.... desahan keduanya terdengar bergantian menghiasi kamar....


Yah... pagi yang indah di pulau Bali....


He yang jomlo jangan ngiri ya... buruan dah cari juga... 😆🤗🤗


ngak pake double up.. ini udah 1600 kata sis


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya sista


Love you All


Silahkan juga baca karyaku yang lain



Akhir Pelarian


My Starla


Di jamin menarik ceritanya ya sis

__ADS_1



__ADS_2