
Marsha dan Daniel sedang dalam perjalanan kembali ke Mansion. Tangan kekar suaminya tak melepaskan bahunya semenjak tadi, begitulah memang seorang Daniel.. puluhan tahun mendampingi Daniel... Marsha sudah hapal dengan sifat suaminya itu.
" Mengapa kau sepertinya sedang bahagia sekali sayang? " tanya Daniel melihat wajah Marsha yang sedari tadi selalu tersenyum
" Ya aku sedang bahagia sekali sayang, anak kita akhirnya menjadi seorang pria seutuhnya. Kau tau apa kata Emma. ? "
" Apa...? "
" Katanya anak kita sangat perkasa "
" Tentu saja sayang... kau tau seorang bagaimana kekuatan seorang Brown bukan ha ha " Daniel juga merasa sangat senang
" Jadi menurutmu kapan waktu yang tepat kita memperkenalkan Emma pada teman-teman kita ? " tanya Marsha
" Terserah padamu sayang mengapa kita tak melaksanakan resepsi saja langsung ? "
" Sayang resepsi itu perlu waktu, aku ingin secepatnya mengabarkan berita bahagia ini.. agar gosip miring tentang anak kita segera menghilang, kasihan Sean "
" Siapkan saja minggu depan kan Sean berulang tahun yang ke 28 tahun, sekalian kita umumkan pernikahan mereka " usul Daniel
" Baiklah sayang... ah aku akan sibuk sekali seminggu ini " ucap Marsha senang, Daniel memandangi wajah istri nya itu... ia pun turut merasa bahagia melihat istrinya bahagia.
" Bagaimana dengan Emma... apakah menurutmu ia cocok untuk Sean? " tanya Daniel
" Sean beruntung mendapatkan Emma sayang, untung ia cepat... aku percaya lambat sedikit saja Emma pasti di sambar lelaki lain, percayalah padaku... ia yang terbaik untuk anakmu " ucap Marsha sambil menyembunyikan wajahnya di dada Daniel
🍡🍡🍡🍡
Walau dengan mata tertutup, Emma bisa merasakan pergerakan Sean di atasnya yang sedari tak juga berhenti.... setelah beberapa saat Sean pun mengejang sambil mengerang nikmat dan kemudian berebah di dadanya dengan nafas yang ngos-ngosan.. entah ini sudah yang keberatan kali... Emma tak menghitungnya .
Sean lalu memiringkan badannya, ia menarik tubuh Emma agar merapat padanya, Emma meletakkan kepalanya di bahu Sean, keduanya masih mengatur nafas. Setelah lebih tenang, Sean mengangkat dagu Emma agar ia bisa memandangi manik mata istri cantiknya itu
" Terimakasih sayang, I love you " ucap Sean lalu mengecup kening Emma
" Emma... "
" Ya... "
" Sekarang aku adalah suamimu bukan hanya sekedar pacar... "
" Ya aku tau Sean... lalu "
" Matamu... hidungmu.. bibir sexy ini dan seluruh tubuhmu adalah milikku... kau tak boleh melirik lelaki lain, berbicara bahkan sekedar memikirkan lelaki lain selain aku... mengerti... " ucapnya sambil menatap Emma penuh dengan rasa cinta, Emma hanya diam
" Aku akan mengikatmu seumur hidup dengan cintaku.. hartaku dan tahtaku, jangan pernah sekalipun berfikir untuk pergi dariku... aku tak sanggup hidup tanpamu " lanjutnya... pernyataan Sean ini sungguh romantis menurut Emma
" Terimakasih Sean.. karena sudi mencintai aku.. menyanyangi aku.. dan menerima aku apa adanya " ucapnya lalu mencium bibir Sean yang di sambut oleh Sean. Keduanya kembali bergulat dengan tenaga yang tersisa, desahan keduanya menghiasi malam yang begitu panjang dan dingin..... skip deh 😊
Emma mulai membuka matanya, sebenarnya ia masih mengantuk dan badannya lemas sekali namun perutnya telah berbunyi.. sepertinya mereka melewatkan waktu makan Siang, ya sampai hari kedua di hotel... Sean bahkan tak membiarkannya turun dari ranjang, Sean benar-benar memuaskan hasratnya.
__ADS_1
Emma merasakan bibirnya terasa kebas, dadanya pun nyeri apalagi daerah intimnya... kalau buatan manusia aja udah lepas kale... 😅😅
Berlahan Emma bangun dan menuju ke kamar mandi, di lihatnya Sean masih terlelap. Emma berendam beberapa saat sampai badannya terasa lebih segar, setelah 30 menit ia keluar lalu memakai sebuah mini dress.. Ia mengeringkan rambutnya dengan hair dryer
Mendengar bunyi Hair dryer Sean pun terbangun, dilihatnya Emma sudah tampil cantik
" Mengapa kau berpakaian, kemarilah aku ingin memelukmu " pintanya dengan suara serak bangun tidurnya
" Tidak... kau bangunlah Sean, aku ingin dinner di luar malam ini.. bosan di kamar terus " sahutnya, Sean bangun dengan malas..dipakainya baju mandi yang tergeletak di lantai, lalu memeluk Emma dari belakang
" Hemm kau wangi sekali... ayo kita main lagi sekali.... "
" Sean... aku sudah kelaparan, lihatlah sudah jam 06 sore.. kita bahkan melewatkan makan siang tadi " protesnya
" Sudah mandi sana, aku sudah menelfon Billy ..setelah Dinner kita jalan-jalan sebentar " titah Emma, Sean mencium pipi Emma dengan gemas sebelum pergi ke kamar mandi.
Jam 19.00 tepat keduanya pergi menuju sebuah restoran terkenal di Inggris. Billy sudah menunggu di meja... ia senang sekali Emma mengajaknya dinner malam ini.
Kening Sean berkerut melihat Billy di meja
" Apa yang kau lakukan di sini? " tanyanya
" Aku yang mengundangnya makan sayang, ayo duduk " jawab Emma
Sean terua melotot ke arah Billy... perasaannya tak enak saat ingin berduaan dengan Emma... ada Billy, biasanya bakalan kacau ...Billy menunduk takut melihat wajah sangar Sean
" Jangan marah begitu, memang aku yang menyuruhnya... aku kangen sama Billy " ucapnya tambah membuat mata Sean melotot
" Apa... kau kangen sama Billy??? sudah ku...... "
" Cupppp..... Emma mencium Sean agar berhenti marah... " dan berhasil
" Dengarkan dulu sayang... kangen sebagai adik... Billy sudah ku anggap adikku, okay " bisiknya membuat Sean terdiam.. ia memandangi wajah istrinya dengan cemas
" Benar.... kau tak bohong ? "
" Apa aku harus bersumpah sayang? " tanya Emma lagi, Sean mengenggam ke dua tangan Emma dan menciumnya... ingat apa yang kukatakan setelah kita bercinta... kau tak boleh.... "
" Iya Sean aku ingat semua.. bisakah kita mulai makan, aku lapar sekali " potongnya, Billy hanya bisa menarik nafas panjang
" Bos bos sudah jadi istri masih aja di bucin berat... omg....... tolong aku, selamatkan jiwa jomloku ini " rutuknya dalam hati
Mereka dinner sambil mengobrol santai seputar pekerjaan, beberapa tamu restoran yang mengenal Sean diam diam mengambil Fotonya saat sean mencium tangan Emma dan berbisik mesra berdua.... malam ini inggris di hebohkan dengan berita yang mematahkan berita sebelumnya.
Selesai dinner Sean mengajak Emma ke toko berlian, ia berjanji akan memberikan Mamanya satu set berlian
" Sayang tolong pilihkan 2 set yang menurutmu tercantik ya... nanti baru aku pilih yang mana untuk Mam, aku ada pekerjaan dulu " ucap Sean lalu menuju meja dan membuka laptop dan melakukan vc dengan beberapa anak cabangnya di Indonesia
Sekitar 30 menit Emma sudah memilih 2 set berlian yang di pesan Sean. Sean lalu berdiri di belakang Emma sambil memeluknya dari belakang
__ADS_1
" Sudah selesai sayang? "
" Iya.. pilihkan yang mana menurutmu yang mam suka " Sean melihatnya sekilas
" Bungkus keduanya...Billy selesaikan" titahnya
" Beres boss " Sahut Billy sambil menutup laptopnya. Dengan bangga Sean mengandeng Emma keluar dari Toko lalu kembali ke mobil.
Mereka akan kembali ke hotel.. tiba -tiba mata Emma melihat sebuah objek yang sangat indah
" Sean.. apa itu... indah sekali? " tanyanya
" itu namanya london eye... sebuah roda pengamat terbesar di dunia yang berputar di atas sungai Thames sayang, apa kau mau melihatnya dari dekat? "
" Ya... tidak lama... aku janji "jawabnya senang, mobil pun berhenti di area sekitar London Eye.
" Indah sekali jika dilihat dari sini Sean " ucap Emma terkesima, Sean memeluknya dari belakang
" Tentu saja... tapi apa kau tau, ada yang lebih indah dari ini " bisiknya
" Oh ya... apa itu? " sean membalik tubuh Istri mungilnya itu.. lalu memeluknya
" Dari semua yang indah... kaulah yang terindah...istriku " ucapnya lalu mencium bibir Emma dengan mesra, keduanya berciuman lama karena terbawa suasana romantis
Tak jauh dari keduanya.. Upin ipin sedang mengawasi keduanya.
" Suprie apa kau mencium bau hangus ini? " tanya Billy sambil memandangi bos nya yang masih asik mengolah bibir
Suprie mencoba mengendus ke sana sini
" Bau hangus apa... aku tak menciumnya " jawabnya sambil terus mengendus
" Ini bau hangus dari jiwa jomloku yang terbakar melihat ciuman mesra mereka berdua " ucap Billy sambil mengelus dadanya
" ******... ******... lebai kok ngak ketulungan, dasar kambing kamu Bill " omel Suprie namun Billy tak terpengaruh omelan tersebut
" Emma ama bos berciuman kayaknya kok enak banget di liat, kenapa ciuman pertama gue malah mimisan ya Prie? " tanyanya lagi
" Mana kutehe Bill, coba aja lo ciuman lagi masih mimisan ngak "
" Mau ciuman sama siapa... pacar aja ngak punya, masa sama lho... Sorry ya Prie... gue bukan pemakan segala " sahut Billy
" Heii kambing... jelek-jelek gini gua normal tau, dasar kambing ... lama-lama ikutan sarap gue dekat ama lo. Bill " omel Suprie meninggalkan Billy seorang diri
See you next eps
Happy reading selalu
__ADS_1