
Emma sangat merasa terganggu dengan sikap Draco, untung Sean cepat kembali Emma pun bisa merasa tenang... di perjalanan pulang
" Daddy... " panggilnya pada Sean
" Ya sayang.. ada apa? "
" Bagaimana jika perjalanan kita ke Bali di percepat, aku sangat rindu dengan ibuku... please!! " pintanya sambil memandangi Sean
" Katanya mau mau janjian dengan Billy dan Elena, mereka masih di Bora-bora sayang!! " jawab Sean
" Sudah ngak papa kita duluan, lagipula temanku cece akan ul-tah.. aku ingin memberi kejutan pada Cece, boleh ya sayang " rayu Emma lagi...
" Baiklah dengan syarat... kita bawa ke tiga baby sister twins, agar kau hanya mengurusiku saja..anggaplah kita berbulan madu kembali . " pinta Sean
" Baiklah... terimakasih sayang!! " sambut Emma cepat
" Berterimakasihlah dengan benar mommy " pinta Sean.... Emma lantas menekan tombol kaca pemisah setelah sopir tak bisa melihat mereka ia pun naik menduduki si kucing garong
" As you wish daddy... " jawab Emma dan mencium bibir Sean dengan mesra, dengan senang hati Sean membalas ciuman demi ciuman yang di layangkan pujaan hatinya itu... ia tak akan pernah bosan bersentuhan dengan Emma... tak akan pernah, semakin lama rasa cintanya bukannya semakin berkurang namun malah semakin bertambah.
" Ohhhh Emma... yesssss " desahnya saat Emma menerapi boy nya kembali hal yang sudah lama tak di lakukan Emma...setibanya mobil di Mansion, Emma pun selesai dengan pekerjaannya menyenangkan si kucing garong.
Dengan senyum sumringahnya... Sean memasuki Mansion sambil memeluk pinggang istrinya, seperti biasa mereka langsung menuju kamar twins untuk menengoknya terlebih dahulu.
Keesokan harinya setelah Sean pergi bekerja, Emma pun menelfon Ida
" Haii cantik.. apa kabarmu, tumben kau menelfon? " sapa Ida
" Baik Da... Hemm begini Da.. aku tak mau panjang lebar, kau ingat teman Erik yang di suruh untuk membuat Sean cemburu di Oxford kemarin? " tanya Emma
" Ohh Draco.. ya ada apa dengan Draco? "
" Dia ada si sini.. kemarin aku bertemu dengannya, dan dia merayuku Da.. aku sangat tak tenang jadinya " ucap Emma
" Apa...??? omg, kau yakin dia tidak bercanda? " tanya Ida kaget
" Entahlah Da.. aku juga tak tahu, bisakah kau meminta Eric untuk menegurnya, kau kan tau bagaimana Sean... aku tak mau Sean nanti bertengkar dengan Draco " ucap Emma
" Baiklah Emm... aku akan berbicara dengan Eric nanti sore, itu saja? " tanya Ida lagi
" Itu saja.. Oh ya Da...dalam waktu dekat aku akan ke Bali , membawa twins "
" Oh ya.. senangnya, sayang aku belum bisa bepergian... Emm.. aku ada usul "
__ADS_1
" usul apa Da...?? " tanya Emma
" Nanti di Bali.. coba kau cari mantan mertuamu dan tunjukkan ke dua anakmu biar dia nyaho.... alias dongkol dan biar dia tau yang mandul itu anaknya bukan kamu!! " ucap Ida berapi-api
" Ha ha ha Ida...Ida.. sepertinya kau sangat marah dengan mantan mertuaku, entahlah dilihat saja nanti... dan kau apakah kau mau menitip sesuatu untuk mantan suamimu.. mas Bobby ha ha ha? " canda Emma
" Kamprettt.... ngapain juga kamu ingatkan aku dengan lelaki durjana itu " jawab Ida kesal
" Ha ha ha... habisnya kamu juga sih... ingatin aku sama mantan mertuaku segala, Oh ya Cece akan ul-tah apakah kamu mau menitip kado? "
" Boleh lah... nanti supirku akan memberikannya padamu, memang ya kapan kau berangkat? " tanya Ida
" Ini rahasia ya.. mertuaku saja tidak kuberitahu... 2 hari lagi " bisik Emma
" What.. mengapa begitu mendadak? " tanya Ida kaget
" Terus terang saja... salah satu alasannya untuk menghindari si kunyuk Draco, aku merasa tak tenang melihatnya ada di London.. mudah-mudahan Eric bisa menasehatinya... Ok aku putus dulu... twins menangis bye bye " putus Emma
🐔🐔🐔🐔
2 hari berlalu... Emma sudah selesai berkemas, Marsha yang baru di beritahu semalam langsung kebakaran jenggot ladahal ngak punya jenggot ya sista.. 😅😅, ia sangat kesal karena Sean dan Emma merahasiakan keberangkatan mereka
Kini Marsha sedang mewek si kamar... ia berkeras ingin tetap ikut dengan alasan tak mau berpisah dengan kedua cucunya, namun Daniel melarangnya karena Daniel harus mengurus perusahaan karena baik Sean maupun Billy tak berada di tempat dan Daniel tak mau berpisah dengan Istrinya itu.
Sean dan Emma saling pandang... Marsha memang wataknya keras kepala
" Pah... papah aja sudah yang mengalah, biar mam ikut denganku " jawab Sean
" Apa..?? enak saja.. lalu siapa yang mengurus papah.. menemani papah... kau kan tau papah tak bisa tidur jika mamamu tak menemani papah!! " sahut Daniel
" Pah... coba jangan lebai begitu... sudah opa-opa juga " balas Sean lagi
" Pletak... lebai katamu??? sudah begini saja biar adil, kau dan papah tinggal di sini biar mamamu dan istrimu saja yang berangkat bagaimana deal!!! " jawab Daniel kesal
" What... no pah no, istriku bisa di culik orang jika tak kukawal.. papah kan tau menantumu ini sangat cantik" tolaknya
" Karena itu.. sekarang tanggung jawab kalian berdua untuk merayu mamamu agar ngak ngambek sama papah dan mau menemani papah... titik, jika tidak bisa kau tak boleh pergi juga " tunjuk Daniel ke kepala Sean lalu pergi meninggalkan Sean dan Emma
Akhirnya keduanya mendatangi Marsha yang kini sedang berada di kamar twins... ia masih saja mewek bombay
" Mam... sudah dong meweknya.. kami kan pergi sebentar saja " rayu Sean... Marsha langaung saja melotot pada Sean
" Dasat kau anak durhaka, mengapa kau tak bilang pada mam... kalau kau bilang kan Mam bjsa merayu papahmu jauh-jauh hari!! " omel Marsha
__ADS_1
" Sean lupa mah... Emma yang tiba-tiba meminta perjalanan di percepat , setelah menyetujuinya Sean lupa mau bilang pada Mam karena Sean sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor sebelum berangkat "
" Alasan.. saja hik hik hik, kau juga Emma... mengapa kau tak memberitahu Mam.. kai sengaja ya " omel Marsha pada Emma
" Maafkan Emma Mam.. memang Emma yang salah, Emma sengaja tak memberitahu Mam... kasihan papah Mam, papah sudah tak muda lagi dan harus mengurusi perusahaan seorang diri lalu mam ikut kami.. siapa yang akan mengurus papah nanti " bujuk Emma..Marsha diam saja namun wajahnya masih saja mewek
" Kau juga mau ikut-ikutan suamimu itu.. kau mau jadi menantu durhaka hah hik hik hik " usah Marsha
" No Mam... sungguh, Emma hanya kasihan pada papah "
" Dan kau tak kasihan pada Mam?? kau tau mam tak bisa pisah dengan cucu-cucu Mam... Emma!! " rajuk Marsha
" Mam...sekaaaaliii ini saja, turutilah mau kami please " ucap Sean prustasi
" Baiklah.. Mam menuruti mau kalian tapi setelah kalian pulang dari Bali... giliran kalian yang menuruti mau Mam!! ok " pinta Marsha
" Baiklah Mam... Mam mau apa?? " tanya Sean
" Gampang dan hanya satu... kalian selamanya tak boleh pindah dari Mansion ini " ucapnya
" What Mam... you can't do that... lalu kapan kami akan mandiri Mam?? " protes Sean
" Kalau kau mau mandiri.. silahkan, tapi twins tetap di sini bersama Mam!! " kekeh Marsha... Sean hanya bisa melepak kepalanya menghadapi sikap mamanya yang sangat keras kepala itu
" Baiklah Mam... kami tak akan pindah, tapi jika sesekali kami mengunjungi mansion kami bolehkan? " ucap Emma akhirnya
" Sayang... kau tak bisa mengikuti mau Mam yang tak masuk akal itu!! " ucap sean kesal
" Daddy.... sudahlah mengalah saja, lagi pula anak kita pasti senang jika selalu bertemu dengan oma dan opanya " bujuk Emma juga pada suaminya membuat senyum Marsha langsung mengembang
" Hemmm langsung saja senyum ..tadi aja mewek.. dasar... "
" Dasar apa.. hah..?? berani kau sama Mam!! "
" Siapa takut?? " lawan Sean... Emma langsung menarik tangan suaminya itu agar menjauh dari Marsha
" Kalian berdua sama saja.. sama2 keras kepala " omel Emma sambil menarik Sean... Daniel yang mengintip dari balik pintu tersenyum senang... menantunya bisa merubah keinginan Marsha
" Aman.. aman... " ucapnya dalam hati
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee nya
__ADS_1