
Tak terasa sudah 10 hari mereka di Bali... semua kini sedang berada di atas jet dalam perjalanan pulang kembali ke London, sedangkan Suprie dah balik ke Jakarta duluan... mengapa kepulangan mereka di percepat?
Ternyata karena Jhon akan segera menyelenggarakan acara pertunangannya dengan Megan. Marsha meminta mereka cepat pulang agar bisa menghadiri acara tersebut. Elena sangat senang.. papahnya kini tak sendiri lagi. Setelah menikah Elena baru menyadari bahwa papahnya juga perlu seorang wanita untuk menemaninya dan untuk memenuhi kebutuhannya. Berulang kali Elena meminta maaf pada papahnya karena sikap egoisnya selama ini.
Emma kini sedang berbaring di dalam kamar di jet... entahlah ia merasa agak pusing. Sean dengan setia menemaninya berbaring... ia bahkan memeluk Emma selalu, sesekali Sean memeriksa suhu tubuh Emma namun suhu tubuhnya normal saja .
" Sayang....kau yakin ngak papa? " tanya Sean khawatir
" Kurasa karena aku kebanyakan main di pantai dan berjemur daddy... kepalaku jadi sedikit pusing, sudah jangan khawatir. Bangun tidur palingan aku sudah baikan " ucap Emma
" Ya sudah tidurlah.. aku akan menjagamu, kau tak boleh sakit sayang.. bagaimana aku dan anak-anak kalau kau sakit " ucap Sean sambil mengendus tubuh Emma kembali
" Daddy... menjauhkan jika kau ingin aku cepat sembuh, nanti kau malah naik lagi... sudah tau aku kurang enak badan " omel Emma melihat gelagat si kucing garong
" He he... ngak kok... aku cuman ambil tipis-tipis " jawab Sean namun tak mau menjauh dari samping Emma.
Setelah perjalanan yang melelahkan rombongan pun sampai di London, hari sudahlah malam... namun Marsha dan Daniel dengan semangat menjemput ke bandara... mereka sudah tak sabar ingin mengendong cucu mereka.
Begitu bertemu dengan twins... Marsha langsung menculik mereka dan membawanya pulang lebih dulu.
" Kalian istirahat saja dengan tenang, malam ini twins akan tidur dengan kami " ucapnya sambil melambai
Sean sih senang-senang saja... ia sudah merencanakan malam yang indah bersama Emma sesampainya di Mansion.
Sedangkan Billy dan Elena pulang ke Mansion Jhon, karena Jhon sudah menanti mereka di Mansion bersama calon istrinya.
Walau sudah agak malam... namun Jhon tetap menanti anak menantunya datang, ia sudah sangat rindu dengan Elena.. putri kesayangannya. Meja bahkan sudah penuh dengan makanan kesukaan Elena. Elena dan Billy melarang Jhon menjemput mereka.. mereka minta di jemput oleh supir saja.
Melihat ada mobil memasuki halamannya..Jhon bergegas ke pintu depan, begitu pintu mobil di buka... tangan Jhon sudah merentang, Elena dengan senyum manisnya berlari ke pelukan papanya.
" Papah... Ell kangen, papah sehat sajakan? " ucapnya dengan mata berkaca-kaca
" Tentu saja.. bagaimana denganmu? apakah bulan madumu menyenangkan? " tanya Jhon
" Menyenangkan pah ...tapi ada insiden yang menjengkelkan 😡😡" lapornya sambil melirik ke arah Billy
" Malam pah... " ucap Billy sambil memeluk Jhon dengan wajah memucat, ia harus bersiap di sidang oleh sepasang Brown ini... ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
" Memangnya ada kejadian apa selama kalian bulan madu?? " selidik Jhon yang pantang melihat anaknya menangis
" Ell... itu kan hanya masalah kecil, tak perlu di bahas lagi sayang " ucap Billy
" Apaaaa....?? kau bilang masalah kecil... masih belum puas bibirmu itu ku emek2 hah?? " ucap Elena esmosi
" Ell... sudah tenang.. ceritakan apa yang terjadi hemm " ucap Jhon
" Begini pah.... di Bora-bora... "
Flassback On
3 hari setelah sampai di Bora-bora Elena dan Billy tak ada keluar dari tempat mereka menginap, mereka menghabiskan 3 hari itu dengan bercinta sepuasnya.
Hari ke empat ...keduanya berjalan-jalan mengelilingi Bora-bora, lelah berkeliling mereka memasuki sebuah restoran untuk makan siang... asik makan siang....
" Bill.... Billy... omg ini memang kau, how are you darling... cuppp... " tiba2 seorang wanita cantik memanggil Billy dan mencium pipinya.... Billy kaget luar biasa... mampus aku.... cicitnya dalam hati... dan....
" Brak.... ayang!!!! siapa dia, berani sekali dia menciummu 😡😡" teriak Elena marah... Elena bukanlah tipikal orang yang diam melihat hal yang tidak mengenakkan hatinya... ia akan langsung action, apalagi berhubungan dengan orang yang di cintainya
" Sayang... sabar, aku juga tak tau siapa dia... sungguh " ucap Billy
" Hei hei sabar.. girl mengapa kau marah-marah, I'm just say hallo to him " ucap sang wanita tadi
" Bagaimana mungkin aku tak marah.. kau mencium suamiku si depanku, mau cari mati kau!! " jawab Elena
" What... Bill are you married... really?? " tanyanya tak percaya
" Sebentar dulu... siapa kau, mengapa kau sepertinya mengenalku? " tanya Billy bingung
" Omg Bill... I'm Anne , temanmu di University " sahutnya sambil memegang lengan Billy
" Anne... you that Anne... kau sangat berbeda sekarang... kau sangat... cantik " ucapnya
Plakkk..... sebuah tamparan nangkring di pipi Billy
" Ayaaaannng.... berani kau mengatakan dia cantik 😡😡😡" Elena sangat lah marah kini, Billy miliknya hanya miliknya... hanya boleh melihatnya... hanya boleh mencintainya... hanya boleh memujinya... tidak wanita lain
__ADS_1
" Bukan.. bukan begitu sayang... maksudku... dulu Anne saat di university sangat berbeda, kau tentu jauh lebih cantik dari Anne " ucap Billy berusaha menenangkan macan betina di hadapannya
Anne mengamati Elena dari atas sampai bawah....
" Aku tak menyangka jika kau ternyata pria tulen Bill... dulu kau sangat anti wanita, jika kutau kau normal... aku tak akan berhenti mengejarmu " ucapnya sambil tersenyum sensual melihat roti sobek Billy yang terlihat karena Billy tak mengancing atasannya.
Elena maju dan menarik Billy agar berdiri di belakangnya...
" Sekarang kau tau.. ayang Bill adalah milikku, jangan coba-coba mendekatinya... jika tidak aku akan menghancurkan wajah mu itu!!! " ancam Elena
Anne tersenyum miring
" Siapa takut... Bill yakin kau akan tahan bersama macan betina itu ? well hubungi aku jika kau berubah pikiran.. muahhh " ucapnya berlalu sambil memberikan kissbye dari jauh....
" Apa katamu.. hai pelakor.. mau kemana kau, kembali aku akan menarik rambutmu sampai kau gundul.... dasar pelakorrr " teriak Elena Namun Billy menahannya dengan melingkarkan tangannya di perut Elena hingga Elena tak bisa kemana-mana
" Ell.... sayang sudah... ia hanya bercanda.. Anne hanya mengodamu, sudah lihatlah semua orang memandangi kita " bisik Billy...Elena diam sambil menangis.. ia menarik Billy agar pulang kembali ke kamar mereka.
" Selama di Bora-bora kita di kamar saja, tidak usah keluar lagi... ingat itu Bill!! " titahnya sesampainya di kamar
" Iya sayang.. iya, aku akan menurutimu yang penting jangan marah2 lagi ya... kita kan lagi bulan madu, masa berkelahi sih... " ucap Billy mulai menciumi Elena.. entah mengapa setelah menghisap rokok yang di sarankan pemilik bar tadi... hasratnya sangat mengebu kini....
Billy terus menyosor Elena yang masih ngambek berat, ia sangat menginginkannya saat ini
" Jangan mendekat... aku masih sangat marah padamu Bill!! " ucap Elena sambil membelakangi Billy yang sedang birahi... 😂😂
Setengah jam sudah Billy merayu Elena... ia harus masuk kandang jika tidak... ia tak tau lagi... hasratnya sangat mengebu kini , 1001 rayuan sudah dilancarkannya namun Elena masih saja ngambek... akhirnya Billy berebah tertelentang dengan antena yang berdiri tegak...
" Ell... jika aku mati, jangan kau tangisi ya... aku sungguh2 tak tahan sayang " ucapnya sambil menutup matanya pasrah sudah... Elena yang mendengar kata mati langsung saja berbalik
" Ayanngggg jangan tinggalkan Ell.... " ucapnya cemas
" Kau lihatlah dia... sedari tadi mencari musuh, tapi kau tak mau... biar saja sudah aku mati penasaran " jawab Billy sambil menunjuk ke arah antenanya
" Jangan ayang.. jangan tinggalkan Ell... iya.. iya sudah... sini Ell kasih sudah sepuasnya ambil " ucap Elena sambil melepaskan semua kain yang melekat di badannya, Billy tersenyum senang... entah mengapa malam ini Billy double perkasanya ...Elena sampai mengerang dan mendesah sangat puas merasakan kekuatan Billy yang sangat berbeda malam ini.
Dari kejadian ini Billy mengetahui madalah rokok makyuss itu yang akhitnya di bawanya jadi oleh oleh 😅😅 ono ono wae mah si Billy
__ADS_1
See. you again