Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
251. Mencari mu


__ADS_3

hai hai Sista maaf ya baru up lagi... thor lagi sibuk pake bingits jadi harap maklumnya... 🤗🤗


2 hari sudah Elena dan Billy di hotel.. rencananya mereka seminggu di hotel baru akan melanjutkan bulan madu mereka ke Bora-bora terlebih dahulu baru ke Bali. Keluarga Brown yang lain juga akan ke Bali menyusul nanti karena Emma ingin membawa twins mengunjungi kubur ibu Emma.


Malam ini Elena dan Billy akan makan malam di restoran hotel karena Jhon ingin bertemu dengan mereka. Nampak Elena dengan gaun malamnya yang indah sedang mengandeng Billy menuju restoran . Jhon yang melihat keduanya datang langsung berdiri.. ia sangat bahagia melihat wajah cerah dan bahagia anaknya.


" Malam papahku sayang " ucap Elena memeluk manja Jhon.. Jhon merentangkan kedua tangannya lebar lalu memeluk erat anak kesayangannya itu


" Malam juga sayang... kau bahagia? " tanya Jhon


" Tentu saja pah.. apalagi yang paling membuat Ell bahagia selain di kelilingi 2 pria yang paling Ell sayang muah.. muah.. " jawabnya sambil mencium kedua pipi Jhon, Jhon terkekeh mendengarnya


" Malam om.. apakah om sehat saja? " salam Bil


" Malam Bill.. mengapa kau masih memanggilku om.. panggil papah seperti Ell... " protes Jhon


" Maaf sudah kebiasaan... baik papah " ralat Billy


Ketiganya lalu duduk dan memesan menu makan malam mereka.. selagi menunggu mereka pun berbincang santai....


" Ell.. Billy... papah ingin bertemu kalian karena papah mau pamit, besok pagi papah mau ke oxford " ucap Jhon


" Ke oxford pah.. setau Ell...papah atau keluarga Brown tak punya usaha di sana? " tanya Elena


" Ya karena itulah.. makanya papah ingin menjajaki.. siapa tau usaha resto papah bisa bekerja sama dengan beberapa hotel di sana " sahut Jhon


" Pah... sudahlah... tak usah lagi bekerja terlalu keras.. untuk siapa juga uangnya.. Ell kan sudah bersuami.. tak akan menyusahkan papah lagi.. ngak usah yg pah!! " larang Elena


" Iya pah... lebih baik papah mengurusi yang sudah ada saja " timpal Billy


Jhon menarik nafas panjang....


" Ell... walaupun papah sudah tua, namun papah masih ingin mencoba. Papah janji jika tak bisa.. papah akan langsung kembali ke London.. Ok " ucap Jhon lagi.. Ell manyun saja.. sebenarnya ia tak suka Jhon bekerja terlalu keras lagi.. apa lagi yang di cari...??? pikir Elena, namun karena ia akan pergi berbulan madu.. akhirnya Elena mengalah dulu


" Baiklah papah.. karena Ell masih sibuk dengan bulan madu Ell.. maka Ell izinkan papah sedikit sibuk, tapi nanti setelah Ell pulang honeymoon... kita bicara lagi.. papah janji ya!! " tegas Elena


" Iya sayang ku... papah janji " ucap Jhon senang akhirnya ia bisa berangkat ke Oxford dengan tenang

__ADS_1


" Bill... papah titip Elena ya, jika Ell rada manja harap kamu maklum ya.. karena papah tak pernah menolak keinginannya semenjak kecil, kasihan Ell besar tanpa kasih sayang seorang ibu.. itulah mengapa papah tak pernah tega menolak keinginannya " pesan Jhon dengan mata berkaca-kaca


" Iya pah.. papah tenang saja, Ell sudah mendapatkan pawang yang pas " jawab Billy membuat Elena langsung mencubit perut Billy


" Apa kau bilang.. pawang... Emangnya aku buaya.. ihh awas ya nanti malam ngak bakalan Ell kasih jatah " ucapnya marah


" Yah sayang jangan gitu dong... Gimana mau jadi kecebong kita kalau ngak rajin2 bikinnya " sahut Billy


" Bha ha ha hi hi... " Jhon tertawa ngakak melihat keduanya yang begitu lucu menurut Jhon...


" Kalian berdua ini... bikin papah sakit perut saja, ya sudah papah pulang ya. Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menelfon papah ya " pesan Jhon sebelum meninggalkan restoran


" Ayang Bill... kita jalan ke mall yuk, belikan hadiah buat baby Bella!! " ajak Elena.. Billypun mengangguk, Keduanya pun menghabiskan malam berjalan2 di Mall, sebelum kembali menghabiskan malam di atas ranjang...


🐔🐔🐔🐔


Jhon bangun dengan semangat pagi ini.. dengan berbekal keterangan dari Saosa, Jhon akan mencari anak yang dipikirnya tak pernah di lahirkan. Ia mengemas beberapa pasang pakaian, ia tak akan membawa banyak pakaian karena ia tak berencana terlalu lama di Oxford.


" Kau akan bepergian Jhon? " sapa Marsha begitu melihat Jhon membawa koper kecil saat sarapan.


" Aku akan ke Oxford beberapa hari Marsha, ada sedikit urusan " jawab Jhon


" Tidak Daniel... aku ingin mengunakan mobil saja.. aku jalan santai saja sambil menikmati pemandangan " jawab Jhon


" Baiklah... berhati-hatilah di jalan Jhon... kau sudah tak muda lagi, sebaiknya kau membawa supir " saran Marsha


" Oh Came On Marsha aku tak setua itu, aku bahkan masih bisa membuat bayi ha ha ha " ucap Jhon tergelak


" Oh ya.. lantas mengapa kau tak juga menikah jika kau masih kuat membuat baby Jhon?? " sahut Marsha


" Well kau tau.. selama ini Elena melarangku, tapi kau tau kini ia malah menyuruhku menikah.. di saat tak akan ada lagi seorang wanita yang akan tertarik padaku karena sudah terlalu tua ha ha ha " jawab Jhon sambil tertawa...


" Jhon.. kau akan menemukan Jodohmu... percayalah, kau sendiri yang mengatakan kau tak setua itu, bersenang2lah di Oxford.. siapa tau kau akan menemukan Jodohmu di sana " ucap Daniel memberi semangat pada Jhon


" Baiklah... Daniel.. Marsha, doakan saja ...aku pergi dulu " ucap Jhon lalu berangkat seorang diri mengendarai mobil kesayangannya.


Ini adalah misi rahasia..ia tak akan melibatkan siapapun di dalamnya, walaupun ia ingin sekali meneriakkan pada dunia bahwa anaknya masih hidup, tapi ia cukup tau diri.. ia tak mau menganggu jalan hidup Draco yang sudah sangat bagus. Biarlah ia menjadi pengawas saja.. bisa melihatnya secara langsung dan berjabatan tangan saja sudah lebih dari cukup bagi Jhon.

__ADS_1


Tak terasa ia pun sampai di kota yang dituju, Jhon mencari Hotel milik keluarga Bastian.. menurut isu yang beredar Draco lebih sering tinggal di hotel dari pada Mansion keluarganya.


Mata elang Jhon mengamati hotel besar di depannya... ia tersenyum.. sebenarnya ada benarnya kata-kata Saosa.. setidaknya anak mereka tak akan pernah merasakan kesusahan seumur hidupnya jika di pelihara oleh keluarga Bastian.


Langkah kaki panjangnya membahana memasuki lobby hotel, Jhon memesan kamar termahal di hotel ini karena itu artinya ia akan merasa satu lantai dengan tempat tinggal Draco dan itu otomatis akan memudahkannya untuk menemuinya.


Seorang pekerja hotel mengantar Jhon ke kamarnya sebagai bentuk pelayanan karena telah memesan kamar termahal.


" Apakah tuan Draco sering berada di hotel ini **** ? " tanyanya pada pekerja hotel setelah melihat lebel namanya


" Tuan Draco sering menginap di sini.. tapi sudah 2 minggu tuan tidak di sini.. katanya tuan sedang ke Paris, tapi saya rasa tak lama lagi akan datang karena nyonya menginap di kamar tuan Draco " jelasnya panjang lebar


" Nyonya..?? apakah maksudmu istri tuan Draco? " selidik Jhon


" Oh bukan tuan.. maksud saja nyonya Megan.. ibu nya tuan Draco " jawabnya


" Oh begitu... " ucap Jhon.. ia tak bisa lagi bertanya karena mereka sudah sampai di tujuan


Setelah pelayan pergi.. Jhon duduk di balkon kamarnya... kini ia hanya bisa menunggu sampai Draco datang ke Oxford.. ya tak ada salahnya sedikit bersenang-senang selagi menunggu.


Jhon turun ke restoran untuk makan siang.. ia malas makan di kamar. Restoran kamar viv berada terpisah dengan kamar biasa... ruangannya tak terlalu luas namun di desain dengan begitu elegan dan indah... siapapun pasti betah berlama-lama menghabiskan waktu di tempat yang terlihat begitu santai


Karena terlalu asik menikmati keindahan ruangan yang semi terbuka itu.. Jhon tak menyadari seseorang berada di depannya dan ia pun menabraknya


" Auuu.... " teriak wanita tersebut yang hilang keseimbangan karena tertabrak oleh Jhon, dengan sigap Jhon meraih pinggang wanita tersebut dan menariknya kepelukannya agar wanita tersebut tak jatuh ke lantai


Mata keduanya pun saling tatap... Jhon langsung ternganga melihat kecantikan wanita di depannya... Rambut pirang nya terlihat selaras dengan kulit putih nya, ia hanya memakai gaun hitam sederhana... namun terlihat begitu bersinar


" Maaf nyonya saya tak melihat anda, apakah anda terluka ? " tanya Jhon begitu ia sadar dari rasa terpukaunya


" Tidak apa-apa tuan.. saja baik-baik saja " ucap sang wanita terbata.. sepertinya ia juga terpana melihat ketampanan Jhon


Jiahhhh Kayaknya om Jhon ketemu Jodohnya nih kita doain aja sama-sama ya sis. biar happy ending semua... Oh senangnya hati mak outhor jika semuanya happy ending 😍😍


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya

__ADS_1


Ini foto di Draco yo..



__ADS_2