
Hari ini double up untuk kalian semua pengemar ATM ya
Ini masih + 21 ya..... harap bijak memilih bacaan bagi yang masih di bawah umur 🙏🙏
Bagi semua pembaca setiaku, author juga sudah punya 2 novel yang sudah ending, silahkan di baca juga ya sista
Akhir Pelarian
My Starla
👞👞👞👞
" Bertanggung jawab? kaulah yang pertama menciumku... mengapa jadi aku yang salah " protes Ida, Eric tak bersuara... Ia hanya memeluk Ida... perasaanya kembali mengebu, boy nya kembali mengencang....
Ida yang merasakannya langsung melepaskan pelukan Eric
" Dasar bule mesum... Kondisikan adikmu itu " tegurnya sambil melotot
Eric tertawa malu....
" Ya namanya juga lelaki normal, wajar saja he he, Ayo kita jalan-jalan saja ke pantai " ajaknya mengalihkan perhatian Ida, Erik kembali mengenggam tangan Ida dan mengajaknya menyusuri pantai
Keduanya berjalan dalam diam...
" Bagaimana permintaanku tadi.. kau belum menjawabnya " tanya Eric
" Entahlah Eric... kita belum genap lagi 2 minggu bertemu, masih terlalu dini untuk memutuskan. "
" Apa yang membuatmu sulit menerimaku... kita sama-sama single, anak kita sudah akur lalu dimana susahnya? "
Ida berhenti berjalan lalu memandang ke arah Eric....tangannya menyentuh daerah dada Eric berlahan
" Di dalam sini Emma sudah 10 tahun bersarang, aku tak yakin bisa memasukinya...aku tak mau menjadi pelarianmu Eric " ucapnya sambil menarik tangannya namun Eric menahannya
" Emma sungguh-sungguh sudah kukeluarkan Ida... kini hati ini kosong, maukah kau mengisinya " ucapnya lalu mengecup tangan Ida penuh perasaan, Ida diam saja... mereka kembali berjalan....
" Atau mungkin kau yang masih belum bisa melupakan mantan suamimu ? " balik Eric
Ida pun diam......
" Dalam rt kami tak pernah kekurangan uang, aku sukses sebagai pengacara bahkan memiliki Kantor sendiri dan suamiku seorang pemborong yang sukses, sampai 2 tahun lalu Ia selalu merugi... aku selalu menyokongnya dan membayarkan hutangnya, Namun rupanya uang tersebut di pakainya untuk mengorbitkan selingkuhannya itu yang merupakan cinta pertamanya " kisah Ida
" Kau tau Eric... saat suami Emma berselingkuh, aku juga baru mengetahui jika suamiku juga berselingkuh. Bedanya Emma langsung meminta cerai sedangkan aku masih bertahan karena Raka. Namun saat suamiku membawa wanita itu ke rumah dan bertemu Raka... Raka menangis Ia sangat sedih, akupun akhirnya melepaskannya... aku menceraikannya dan memenangkan hak asuh anakku beserta harta gonogini yang merugikan suamiku, Ia bilang aku kejam dan licik tapi aku tak perduli... Ia harus membayar karena telah menyakiti Raka " lanjut Ida
" Sekarang aku bertanya padamu Eric... lelaki seperti itu apakah layak untuk di simpan di dalam hatiku? " tanya Ida
" Tentu tidak bunda... akulah yang layak kau pertimbangkan... bukankah begitu... pria yang tampan, kekar dan kaya, aku tau kau penyukai roti sobekku ini " jawab Eric sambil memperlihatkan dada dan perutnya sispack nya pada Ida
" Huh kepedean.... " jawab Ida dengan wajah memerah, tak bisa dipungkiri Ida memang kagum dengan roti sobek Eric... membuat Eric terlihat so sexy di mata Ida. Eric mengambil kedua tangan Ida dan menyentuhkannya diroti sobeknya
__ADS_1
" Kau boleh menyentuhnya sesukamu bunda... roti sobek ini milikmu " ucapnya membuat Ida kesal lalu mencubit perut Eric
" Kau dan mulut manismu itu Eric " ucapnya lalu berlari meninggalkan Eric kembali ke Mansion karena hari sudah mulai gelap, Erik pun berlari mengejarnya
" Bunda.... wait for me!! "
" Jangan panggil aku Bunda "
" Baik sayang... "
" No. Eric.... "
" Kalau begitu bagaimana jika aku memanggilmu cinta? "
" No..... "
" Dear.....? "
" No.... "
" OK fix ini yang terakhir.... "
" What...? "
" My wife..... "
" You crazy man "
" Ya... aku tergila-gila padamu bunda.... " ucap Eric lalu menarik Ida kepelukannya
" Bagaimana kau sudah mendengarnya kan? " tanya Eric
" Tidak yang terdengar hanyalah suara cacingmu yang berdemo minta makam ha ha " Sahut Ida kembali berlari meninggalkan Eric
" Aku akan mendapatkanmu bunda... lihat saja, jika tidak aku bisa mati penasaran " ucap Eric
🍎🍎🍎🍎
Waktu makan malam telah tiba, Makanan telah disiapkan di balkon kamar utama. Malam ini Eric tampil dengan begitu tampannya, begitu juga dengan Ida. Padahal ia hanya makai dress sederhana namun tak bisa menyembunyikan kecantikan dan keseksiannya.
Keduanya makan dengan Santai... Ida sesekali tertawa geli mendengar gombalan Eric.
" Eric Berapa banyak lagi stok rayuanmu... sedari tadi tak habis-habis " ucap Ida masih tertawa geli
" Terserahmu bunda.... Mari kita berdansa " ajak Eric, keduanya lalu berdansa diiringi lagu melow.
Keduanya saling memandang dan mengagumi masing-masing orang yang berada di depannya tak ada perbincangan di antara mereka . Eric kembali mencium Ida dengan penuh kelembutan, Ida pun tak menolak.... Ia tak bisa memungkiri bahwa hatinya sudah mulai menyukai Eric.
Ciuman berlangsung cukup lama, Eric menarik Ida ke kamar dan mulai mencumbunya... Ida tak kuasa menolaknya... Ia juga menginginkannya.... Ia juga membutuhkannya....
Kini keduanya sudah berada di ranjang, ciuman Eric sudah berpindah ke area leher dan dada Ida, Eric sudah tak tahan... Ia pun mulai melepas kan pakaian Ida dan miliknya...
" Eric.... Eric.... " panggil Ida, Ericpun menghentikan cumbuannya... matanya nanar menatap Ida
__ADS_1
" Ada apa... apa kau ingin aku berhenti sekarang? " tanyanya prustasi, bagaimana tidak... ini sudah yang ketiga kalinya hari ini boy nya
menegang....
Ida tak bersuara... dilihatnya wajah penuh harap Eric membuatnya tak sampai Hati untuk menghentikannya
" Walaupun kau marah... aku sudah tak bisa berhenti Ida, aku sangat menginginkanmu...." bisiknya di telinga Ida lalu meneruskan kegiatannya memuaskan hasrat si boy yang sudah sekian lama berpuasa.
Desahan Ida akhirnya terdengar membuat Eric semakin gencar mengempurnya... malam ini adalah malam terindah bagi Eric dan tentunya juga bagi Ida. Berulang kali Eric mengeram saat ia sudah mencapai puncak dan melepaskannya bersama Ida.
Ida sudah bagaikan candu untuk Eric... Ia ingin lebih... lagi dan lagi. Walaupun matanya terpejam... Ida masih merasakan pergerakan Eric di atasnya yang tak berhenti sedari tadi.
" Eric... kapan kau akan berhenti, ini sudah lewat tengah malam... aku lelah " ucap Ida... membuat Eric tersenyum malu
" Sebentar lagi... sekali ini saja lagi, setelah itu kau bisa istirahat Sayang " jawabnya sambil meneruskan aksinya.
Akhirnya malam pertama merekapun berakhir... Ida sudah tak bersuara lagi, Eric benar-benar perkasa membuatnya ko malam ini. Keduanya pun terlelap dengan nyenyaknya .....dengan senyum di wajah masing-masing
🐓🐓🐓🐓
Suara deburan ombak mengelitik kuping Ida, Ida berusaha membuka matanya.... ahh badannya terasa sakit semua. Saat membuka matanya... Ida mencari sosok pria yang mengempurnya semalam, namun Eric tak terlihat. Ida pun bangun dan memasuki kamar mandi, nampak jakuci sudah terisi air hangat dan di penuhi bunga... Ida pun Mandi tanpa suara, senyuman tak lepas dari wajah cantiknya... mengingat kejadian semalam
" Kau begitu kuat Eric... suamiku tak ada apa-apanya di banding kau " ucapnya dalam hati
Selesai mandi Ida keluar dengan memakai baju mandinya, Ia duduk di kursi rias sambil mengeringkan rambutnya
Kletek... bunyi pintu di buka, masuklah Eric dengan membawa seikat bunga
" Pagi Sayang " sapanya dengan senyum menawannya
" Pagi Eric... kau dari mana ? " tanya Ida
" Aku dari taman memetik bunga ini untukmu " jawabnya sambil mendekati Ida... Eric lalu bersimpuh dengan sebelah kakinya hadapan Ida
" Ida.... Kurasa waktu bukanlah hal yang dapat menentukan apakah kita sudah mantap atau belum untuk bersama. Namun perasaan adalah yang terpenting, Ida dengan segala kerendahan hatiku... aku Eric Mayor memintamu untuk menjadi pendampingku. Ida menikahlah denganku please!! " ucapnya sambil menyerahkan rangkaian bunga segar di tangannya dan membuka sebuah kotak kecil yang berisi kan sebuah cincin.
Ida terdiam... Ia melihat ke arah cincin lalu menatap Eric lalu melihat cincin itu lagi
" Apa aku harus menjawab sekarang Eric? "
" Tentu saja "
" Bisakah kau memberiku waktu sebentar, aku ingin menelfon meminta restu pada seseorang " jawab Ida
" Apakah kau Ingin berbicara dengan orang tuamu... dan jika mereka merestuimu kau akan menerimaku kan? " tanya Eric penuh harap
" Beri aku waktu 30 menit... " ucap Ida, Ericpun berdiri sambil tersenyum senang
" Aku memberimu waktu 1 jam, kutunggu kau 1 jam lagi di taman untuk sarapan... okay sayang " ucapnya lalu mengecup mesra bibir Ida dan segera keluar Kamar.
Ida mengambil gawainya dan mengetik nama seseorang lalu menekan tombol Hijau
" Emma Watson....... "
__ADS_1
Nantikan kelanjutan ATM terus ya, jangan lupa untuk selalu memberikan Like, komen dan Vote kalian.
Happy Reading 😍😍😍