Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
269. Jadilah ....


__ADS_3

Dengan senyum lebar Draco membawa ibunya ke panggung yang di sediakan, namun Megan heran mengapa ada pendeta di panggung??


" Draco.. mengapa ada pendeta di sini?? " tanyanya bingung


" Suprise mah.. ini bukan hanya pertunangan mamah dan papah, ini sekaligus acara pernikahan mamah dan papah.. setelah ini kalian akan keliling Eropa menikmati bulan madu kalian berdua , spesial hadiah dariku " jawab Draco sambil berbisik


" Kau serius nak.. jangan bercanda!! " ucap Megan dengan wajah memucat.. ia sangat terkejut mendengarnya, namun ia bahkan tak sempat berfikir apa-apa lagi karena Draco sudah menyerahkannya pada Jhon.. dan Jhon langsung mengandengnya ke depan pendeta.


Megan memandangi Jhon sambil bertanya melalui sorotan matanya... Jhon mengangguk sambil tersenyum, megan sangat terkejut ia bahkan tak bisa berkata-kata lagi... Draco dan Jhon ternyata sudah merencanakan pernikahan di belakangnya. Bohong jika ia tak bahagia... ia sangat bahagia, di usia senjanya ini ia masih bisa merasakan jatuh cinta lagi...ada yang menemani hari-hari nya... ada yang mencintainya... ada anak yang di sayanginya... Tuhan sangat baik padanya, tak henti-henti nya Megan bersyukur.


Akhirnya pernikahan berjalan dengan lancar, lalu di lanjut kan dengan acara berdansa dan makan-makan. Draco berjalan mendekati Dinda,ia ingin mengajak gadis itu berdansa.. namun belum sempat menegurnya nampak seorang pelayan mendekati Dinda dan berbicara sesuatu padanya.


Dinda bergegas berjalan ke luar ruangan... Draco pun mencegat pelayan tadi


" Boy.. apa yang kau bicarakan dengan gadis tadi? " tanyanya


" Ada seorang pria yang mencarinya di luar Tuan.. dia tak bisa masuk karena tak membawa undangan " jawab sang pelayan


" Siapa namanya?? "


" Namanya tuan Rico katanya ia dari Indonesia " jawabnya


" Apaa...?? pasti laki-laki sialan itu sheet... 😡😡" Draco langsung menyusul Dinda ke luar


Sambil berlari kecil ia menerobos para tamu.... ia tak boleh terlambat... ia tak mau Dinda kembali pada lelaki brengsek itu... tunggu aku Dinda.. tunggu aku....!!!!


Sesampainya di luar Draco memelankan langkah kakinya... terlihat Dinda sedang berbicara dengan seorang lelaki... ia pun mendekat berlahan untuk mencuri dengar


" Dinda.. kembalilah padaku, aku sudah mengajukan cerai pada istriku.. begitu surat ceraiku keluar kita langsung menikah.. ya sayang!! " ucap Rico


" Bukan masalah kau akan bercerai atau tidak Rico.. aku tak bisa kembali padamu.. karena kau membohongiku.. " jawab Dinda


" Maafkan aku Din... aku tak bisa hidup tanpamu, kau fikir untuk apa aku jauh-jauh mencarimu sampai ke London jika aku tak mencintaimu " kekeh nya

__ADS_1


" Aku tidak mau jadi pelakor Rico... aku tak mau menghancurkan perasaan wanita lain, kembalilah pada istrimu dan berbahagialah... "


" Dinda..... aku... "


" Sudahlah Rico.. kau bukan anak kecil.. kau kini bahkan sudah mempunyai seorang anak, anak itu tak akan lahir tanpa percintaan kau dan istrimu... pergilah.. aku sudah tak mencintaimu lagi " usir Dinda dengan tegas


" Kau bohong Dinda.. aku tau kau masih mencintaiku "


" Aku tidak bohong Rico, urus anak dan istrimu " ucap Dinda sambil melangkah menjauh.. namun Rico menahan tangan Dinda


" Tidak Dinda... aku tak akan melepaskanmu!! "


" Lepaskan aku Rico... kita sudah selesai "


" Tidak akan Dinda.. aku mencintaimu "


" Lepaskan Rico.. kau menyakitiku! " suara Dinda terdengar kesakitan, Rico berusaha menarik Dinda kepelukannya namun Dinda terus berontak


" Lepaskan kekasihku... brengsek !!" gelegar suara macho Draco mengagetkan keduanya


" Aku adalah kekasih Dinda sekarang.. jadi jangan coba-coba mendekatinya lagi!! " ucap Draco menepis tangan Rico dan membawa Dinda ke pelukannya


" Dinda.. katakan ini bohong, kau mencintaiku... hanya aku!! " kekeh Rico


" Katakan Dinda... jika kau ingin pria brengsek ini pergi dari hidupmu.. katakan dengan lantang " ucap Draco, Dinda menarik nafas panjang.. benar apa yang di katakan Draco.. jika ia ingin Rico pergi... ia harus mengatakannya sekarang, ia beruntung Draco datang dan mau membantunya... ia tak boleh menyianyiakan kesempatan ini.


" Rico.. aku tak lagi mencintaimu karena aku suka pada Draco, jika kau tanya mengapa?? jawabannya sangat mudah karena ia single dan ia juga menyukaiku.. mengerti sekarang pergilah dari hadapanku.. se la ma nya....!!! " ucapnya sambil menatap tajam pada Rico


" Oh ya Rico.. ada lagi tambahannya, aku sangat... sangat kaya so.. pergilah dengan cara baik-baik atau aku akan melemparmu, Came On baby... kita belum sempat berdansa " ucap Draco lalu mengandeng tangan Dinda kembali ke ruangan


Draco merasa bagaimana tubuh Dinda bergetar... akhirnya ia tak jadi membawa Dinda ke ruang pesta.. ia mengajak Dinda ke lantai 2..ke sebuah balkon yang sepi. Suara tangis Dinda mulai terdengar... Draco menarik tubuh Dinda dan memeluknya


" Menangislah jika itu bisa membuatmu lega... " bisiknya sambil membelai rambut panjang Dinda.. beberapa saat Dinda menumpahkan rasa sedihnya , saat ia sudah merasa lebih baik.. ia melepaskan diri dari pelukan Draco

__ADS_1


" Terimakasih sudah menolongku " ucapnya pelan sambil menghapus air matanya dengan Tissu yang di berikan Draco


" Maaf tuan harus berpura-pura menjadi kekasihku " lanjutnya sambil memandangi Draco


" Siapa bilang aku berpura-pura "


" Maksud tuan?? "


" Aku serius mulai menyukaimu... aku single.. kau single, tak ada salahnya jika kita saling membuka diri... jadilah kekasihku yang sebenarnya Dinda.. tanpa sandiwara tanpa kepura-puraan. Aku dan kau... kita berhak bahagia, selama ini aku tak pernah beruntung dengan wanita.. mungkin kaulah wanita yang selama ini ku tunggu " ucap Draco


" Haa... Apaa...?? " hanya itu yang terucap dari bibir Dinda


" Anda.... bercanda kan?? " tanya Dinda..


" Tutup matamu... rasakan dengan mata hatimu, apakah aku bercanda atau tidak " ucap Draco lalu menarik pinggang Dinda dan menciumnya dengan mesra... Dinda memejamkan matanya.. ia merasakan bibir kenyal Draco bermain di bibirnya


Ciuman nan lembut namun menuntut... ciuman nya meminta balasan, Dinda pun membalas ciuman Draco..keduanya hanyut dalam ciuman yang membuat keduanya serasa terbang.. melayang.... tangan Sinda yang semula di dada Draco kini sudah naik ke leher Draco begitupun tangan Draco sudah berada di belakang leher Dinda... ia tak mau ciuman nikmat itu lepas.. ia masih belum puas.


Setelah ciuman usai kini yang terdengar hanya deru nafas keduanya, Draco memandangi wajah cantik Dinda yang nampak memerah, tak mau membuang waktu... Draco segera mengeluarkan kotak cincin yang di berikan Megan...


" Be mine please...!! " ucapnya sambil membuka kotak kecil tersebut... Dinda terkejut melihat Draco menyodorkan sebuah cincin si depannya , air ma ikut lolos begitu saja dari matanya.. entah mengapa? apakah karena senang atau karena tak suka... Draco tak bisa memprediksinya


" Dinda.. katakan sesuatu " pinta Draco


" Apakah ini nyata.. atau aku hanya bermimpi?? " ucapnya lagi...Draco tersenyum lalu mencium kening Dinda berlahan... tanpa menunggu jawaban Dinda, ia memasangkan cincin tersebut ke jari Dinda lalu mencium punggung tangan Dinda


" Ini nyata.. dan kau sekarang adalah kekasihku... I love you Dinda " ucapan yang membuat Dinda meleleh... air matanya meleleh kembali, keduanya berpelukan untuk kedua kalinya


" Akhirnya... aku menemukan belahan jiwaku " ucap Draco senang, sambil bergandengan tangan keduanya turun ke lantai satu dan bergabung di acara pesta... mereka berdansa sampai lelah


Thor juga dah lelah... 😂😂


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2