Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
151. Terpacu


__ADS_3

" Maaf bro.. Beneran ngak sengaja, suerrrrr " ucap Suprie sambil mengangkat kedua tangannya, Billy yang terlanjur kesal mengambil Koran di depannya lalu menggulungnya menyerupai pentungan dan memukulkannya pada Suprie, plak plak


" Maaf.. maaf tiada maaf bagimu, sekarang lepas tu separu.. plak plak " titahnya


" Lho ngapain kok di lepas.. Ntar gua pake apaan Bill... udah ampunn plak plak.... " protes Suprie


" Lepas ngak tuh sepatu!! kalo ngak kuat bogem lo Sup...." bentak Billy kesal, dengan terpaksa Suprie melepaskan sepatu kesayangannya


" Iye iye gua Lepasin... tapi jangan panggil nama gue separo gitu dong, ngak enakkan dengarnya masa Sup...ntar dikiranya gua sejenis makanan lagi " protes suprie


" Bodo... sini sepatu buluk itu, heran sudah jadi wakil ceo masih aja sepatu buluk ini di bawah kemana2 " omel Billy lalu mengangkat kedua sepatu laras Suprie hendak di lemparnya, Namun akhirnya terhenti saat melihat Zahra yang senyum-senyum geli melihat keduanya ribut....


" Eh si bening udah datang... kok diam2 aja he he " wajahnya langsung berubah dan melupakan kekesalannya pada Suprie, sepatu di tangannya pun di lepas begitu saja


" Auuuuu Kampret lo Bill..main lepas aja... sakit kaki gua kejatuhan sepatunya " gantian Suprie yang marah karena kelakuan Billy


" Ha ha ha... rasain tuh senjata makan tuan, emangnya enak...." jawab Billy tanpa dosa, Ia lalu berjalan mendekati Zahra sambil cengegesan


" Ais... lama ngak ketemu tambah bening aja , gimana perjalanannya lancar ajakan? " sapa Billy lalu duduk manja si sebelah Emma


" Alhamdulillah.. lancar tuan, Kenapa tuan Billy kok luka-luka ? " tanya Zahra


" Gimana ngak luka... aku jadi Samsaknya nyonya besar ini melahirkan, lihat Zahra... tubuhku semua dicakar sama macan betina ini " adu Billy memperlihatkan semua bekas cakaran Emma


" Ya maaf... namanya juga kesakitan Bill... mana nyadar juga, kamu boleh Minta apa saja sebagai permintaan maafku... okay " sahut Emma sambil membelai rambut Billy, Billy langsung tersenyum senang


" Okay.. kalo begitu selama di London... Zahra jadi aspri aku ya " pintanya


" Kamu ngak takut Lisa cemburu nanti cakaranmu bisa tambah banyak lho? " tanya Emma


" Enggaklah... kan mulai besok aku dah mulai kerja sekaligus menatar si culun itu...jadi Zahra harus mendampingiku, Karena aku belum sembuh benar " jawab Billy


" Hemmm... baiklah, nanti aku bilang sama Sean, Zahra.. Suprie kalian pulanglah ke Mansion.. beristirahat saja dulu, karena mulai besok kalian akan bekerja lagi " titah Marsha


" Tante.. Emma, aku juga pulang dengan mereka ya, aku istirahat di Mansion aja kan ada mereka yang menemani " ucap Billy


" Baiklah... Zahra tolong kamu urus Billy di Mansion ya " pinta Emma


" Baik nyonya... " ketiganya lalu keluar Kamar Billy dan membantu Billy berkemas


Sesampainya di Mansion Emma.... Billy memerintahkan maid memindahkan Zahra ke kamar di sebelah kamarnya, agar lebih mudah jika ia memerlukan Zahra.


" Nanti jam 7 kalian berdua harus sudah siap ya... kita jalan2 malam ini " titah Billy


" Mau jalan ke mana tuan? " tanya Zahra


" Tuh belikan si culun itu sepatu, ama makan malam di luar ... okay " jawab Billy, ketiganya lalu tidur siang mengistirahatkan tubuh masing-masing.


🐝🐝🐝🐝


Jam 07 teng Zahra sudah siap, ia sudah duduk manis di sofa ruang tamu... tak lama si Billy juga datang..ia memakai baju lengan panjang dan topi untuk menutupi bekas cakaran dan luka di keningnya. Didengarnya Zahra sedang menerima telfon dari seseorang


" Siapa? " tanya Billy


" Bapak sama Ibu " sahutnya


" Bro.... sorry ya gua ngak bisa ikutan, dari tadi bolak balik ke toilet, Kayaknya kebanyakan makan sambel deh kemaren " suara Suprie terdengar, nampak Suprie keluar dengan wajah kusutnya...Billy pun menghela nafas


" Nah itu... gegara sambel terasi jadinya penyakit kan, heran deh doyannya kok sambel terasi... kamu tau Zahra dulu kalo dia tugas di mari namanya bawa sambel itu bertoples2 kayak mau jualan sambel aja " omel Billy.. Sedangkan Suprie hanya terkekeh saja


" Ya udah.. kita pergi berdua aja yuk " ajak Billy


" Cepat sembuh ya pak Suprie, Zahra pamit dulu " pamit Zahra


" Jangan lupa sepatu gua no 42 Yaaa " teriak Suprie sebelum kembali berlari ke toilet


Billy mengajak Zahra ke garasi

__ADS_1


" Zahra pilih den mau naik mobil yang mana? " tanya Billy, mata Zahra melotot disuguhi berlusin mobil di depannya


" Mobil siapa ini tuan.. banyak sekali ? " tanyanya tanpa sadar


" Mobil ku cuman 3 sisanya punya bos lah... tapi kita boleh memakainya " jawab Billy


Mata Zahra terhenti pada sebuah mobil balap berwarna putih...


" Pake mobil ini aja tuan... cakep banget " ucapnya


" He he pinter juga kamu milihnya... Kebetulan ini mobil aku, silahkan... " ucap Billy lalu membukakan pintu mobil untuk Zahra setelah Zahra puas berselfie ria di depannya


Mobil melesat dengan lincahnya membelah kota London. Billy membawa Zahra ke pusat perbelanjaan terbesar di sana. Sesampainya di sana Billy mencarikan dulu sepatu untuk Suprie lalu mengajak Zahra ke toko pakaian muslimah


" Kamu boleh pilih pakaian untuk kerja di sini... nanti aku yang bayar " ucap Billy, ia juga memilihkan sepasang pakaian kerja dan cantik beserta aksesorisnya, saat asik memilih tlp Zahra berdenring... Ia lalu mengangkatnya


" Assalamu alaikum "


" Wa alaikum salam... maaf de mas baru bangun tidur... kamu sudah sampe? "


" Iya mas.."


" Ini lagi ngapain? " tanyanya kepo


" Zahra lagi di mall... tuan Billy nyuruh adek membeli pakaian kerja " ucapnya


" Adek pake aja kartu yang mas kasih ya...." titahnya


" Zahra... ini kupilihkan untukmu, besok kau harus pakai yang ini ya!! " suara cemprengnya Billy terdengar dari belakang zahra


" Lho adek pergi sana Billy, berdua aja?? " selidik Rangga dengan nada cemburunya


" Tadi seharusnya bertiga mas... tapi pak Suprie sakit perutnya jadi ngak ikutan " jawabnya


" Adek...... mas cemburu.... " suara Rangga terdengar marah


" Ya udah... tapi ngak boleh dekat-dekat ya... janji!! " pintanya


" Ia mas... adek bisa jaga diri kok " sahutnya


" Udah dulu ya mas... adek mau bayar, Assalamu alaikum " pamitnya


Zahra lalu menuju ke kasir dan membawa sepasang baju yang telah dipilihnya, ia mengeluarkan kartu yang di beri Rangga namun Billy menarik kartu tersebut lalu memberikan kartunya


" Kartu siapa ini Zahra? " tanyanya lalu tak sengaja melihat jemari Zahra yang kini sudah di lilit sebuah cincin berlian


" Kartunya mas Rangga " jawab Zahra


" Baiklah... sepertinya kita harus bicara" ucap Billy


Billy membawa Zahra ke sebuah Restoran.. lalu memesan makan malam. Selagi menunggu makanan datang Billy menginterogasi Zahra


" Kamu sudah tunangan? " tanya Billy


" Ya tuan... "


" Dengan Rangga si Polisi itu? "


" Ya.... "


" Baiklah.... tapi aku ragu apa ia benar tulus padamu Zahra? "


" Mengapa tuan ragu? " tanya Zahra balik


" Kalian kan bertemu baru saja... mengapa cepat sekali bertunangan, kecuali ada udang di balik batu , Seharusnya kan kalian pacaran saja dulu " jawab Billy membuat Zahra tertawa


" Memang Zahra yang ngak mau pacaran tuan... nanti bikin dosa aja, kalo dalam agama Zahra ada yang namanya ta 'aruf jadi ya setelah berkenalan ya langsung nikah " jelas Zahra

__ADS_1


" Jadi kamu akan segera menikah ? "


" Rencananya pulang dari sini, keluarga mas Rangga akan melamar Zahra " jawabnya jujur, tak lama makan pun datang.. keduanya makan dengan tenang.


" Sekarang aku tanya lagi, seandainya aku yang ngajak kamu apa tadi... oh ya... tasaruf...."


" Ta'aruf tuannn bukan tasaruf "


" Ya apalah istilahmu... kamu terima ngak? " tanya Billy penasaran


" Memangnya tuan suka sama Zahra kok mau ngajak Ta'aruf? "


" Ya Suka..... ini kan seandainya, ayo di jawab.... " Zahra terdiam sejenak


" Mohon maaf tuan.. Zahra menolak "


" Kenapa kamu menolak... aku kan lebih lama kenal denganmu dari pada Polisi itu? " protesnya


" Saya menolak bukan karena ngak suka sama tuan, tapi karena kita beda agama tuan.... " Sahut Zahra


" Kan aku bisa pindah agama... atau kamu yang ikut aku " pancing Billy


" Zahra ngak akan pindah agama "


" Kalau begitu... aku yang pindah " kekeh Billy


" Emang tuan mau di sunat...??" tanya Zahra geli


" Di sunat... apa itu? "


" Di sunat itu.... salah satu syarat untuk menjadi mualaf... itu tu.... perkututnya tuan di potong " jawab Zahra malu-malu


" What.... mengerikan sekali kok pake acara potong2 segala, trus entar aku ngak punya lagi dong " protes Billy.. Ia berfikir sejenak


" Jadi Suprie. di sunat.juga ya..... Jadi punya dia habis juga dong ha ha ha " tawanya geli membayangkan perkututnya Suprie yang ngak ada


Zahra hanya mengelengkan kepalanya


" Ngak.begitu tuan.... cuma ujungnya sedikit, bukan di potong semua " jelasnya lagi


" Ohh Begitu... he he kirain, ngak ah... takut aku, kemaren lihat Emma melahirkan aja aku pingsan... Apalagi kalo itu..... hiiii...... " ucap Billy bergidik ngeri


Selama makan Billy terus berfikir...gadis semuda Zahra saja sudah berani melangkah menuju jenjang yang lebih serius... mengapa Ia tidak...


" Ee Zahra.... mengapa kau mau menerima lelaki itu... apa yang membuatmu yakin? " selidiknya lagi


" Zahra hanya berdoa tuan... jika sudah Jodohnya makan segalanya akan di mudahkan " sahutnya sederhana saja


Billy mengagumi pola pikir Zahra yang sederhana dan tidak neko2...pikirannya melayang pada Lisa... ia sudah mengenal Lisa hampir setahun, mereka beberapa kali berciuman, mereka sudah seperti pacaran namun ya memang Billy tak pernah mempertegas hubungan di antara mereka. Bisa di bilang hubungan mereka saat ini abu abu.


" Tuan.... anda melamun? " tanya Zahra... Billy mengangguk


" Zahra... aku akan menceritakan sebuah rahasia padamu... setelah itu bantulah aku... okay " ucapnya... yang diangguki Zahra


Keduanya lalu terlibat pembicaraan yang cukup serius dan lama...apa yang mereka bicarakan....????


Thor juga ngak tau ya sista


Soalnya jauh di London thor ngak denger 😂😂😂


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote ya


Billy... kesayangan thor... 😘😘


__ADS_1


__ADS_2