
Hai sista.... kangen dah ma kalian, maaf baru up lagi, biasa thor lagi ke sana kemari cari inspirasi... ternyata menulis dengan gendre komedi lebih sulit dari pada menulis yang termehek-mehek... 😅😅
Terimakasih atas kesabarannya
💧💧💧💧
Sudah 3 hari Sean dan Emma di hotel, kini mereka bersiap untuk pulang ke Mansion karena Marsha sudah mempersiapkan dinner bersama di Mansion malam ini.
Keduanya sedang dalam perjalanan pulang ke Mansion, mata Emma memperhatikan keindahan London sepanjang perjalanan.. jiwa travelingnya meronta-ronta butuh pelampiasan, namun sekarang ia belum bisa karena mertua yang sudah menunggu. Saat Emma asik menikmati perjalanan, Sean pun sibuk memeluk dan menciumi Emma seperti biasa membuat ipin upin hanya bisa menahan nafas mendengar bunyi kecupan yang tak berhenti sepanjang jalan
" Ngak kusangka tuan Sean jadi seperti ini setelah mengenal wanita, ia berbeda 180 derajat saat bersama nona Emma... semoga kalian bahagia selalu, walaupun kuping dan mata ini harus sering berkorban 😂😂 haduh mana bini jauh lagi di Indonesia... nasip nasip " Suprie sedang asik dengan lamunannya sendiri
Begitu mobil memasuki halaman Mansion, dari kejauhan sudah nampak Marsha yang menanti.. ia sudah tak sabar melihat keduanya.
" Selamat datang Sayang, bagaimana kabarmu... apakah Sean membuatmu tidak bisa tidur nyenyak? katakan pada mama... jika ia menyakitimu.. Mam akan menghukumnya lagi " suara ribut Marsha langsung membahana begitu keduanya turun dari mobil... Emma hanya tersenyum mendengar celotehan mertuanya
" Emma baik-baik saja Mam " sahutnya
" Mam ini janjiku.. mama pilih yang mana untuk Mam, satunya nanti untuk Emma " ucap Sean sambil menyerahkan tas berisi berlian pada Marsha
Marsha langsung mengandeng Emma, ia membawanya ke kamarnya dan mengusir suaminya dari dalam kamar.. Daniel pun menemui Sean di ruang santai
" Lihatlah mama pah... baru saja pulang, ia sudah menculik istriku lagi " omel Sean
" Sudah Sean biarkan mamamu menikmati waktu menjadi seorang mertua "
" Mertua... Mam kan belum jadi mertuanya Emma pah " kilah Sean.. Daniel hanya menarik nafas... waduh keceplosan nih.. pikirnya kebingungan
" Ee... itu... anggap saja sudah menjadi menantu, kami berdua sangat menyukai pilihanmu " dalih Daniel
" Hei anak kurang ajar... sampai kapan kau mau menyembunyikan kalau kalian sudah menikah hah...!! " bentak Martha tiba-tiba dari atas tangga
Sean kaget... ternyata orang tuanya sudah tau ia sudah menikahi Emma
" Dari mana mam tau kami sudah menikah... pasti Billy si ember bocor itu... Billyyyyyyy " teriak Sean kesal. Billy yang sedang santai di sofa sampai terjatuh mendengar bentakan Sean
" Aduh... ngak usah teriak juga boss... aku lho di sini cuma 2 meter dari bos " jawabnya sambil menepuk pantatnya yang sakit, Sean menarik kuping Billy
" Sudah kubilangkan... jaga mulut Embermu itu...... " ucapnya marah
" Ampunnn boss.... " jerit Billy
" Seannn... lepaskan Billy, aku yang memberitahu Mam " bela Emma, ia tak sampai hati melihat Billy... Emma langsung menarik Billy
" Kau tak apa-apa kan Billy? " tanyanya khawatir
" Hik.. hik... sakit " adunya manja membuat Emma melotot pada Sean
" Cih.. dasar manja.. dijewernya aja me......aaaaaa Mam sakit " teriak Sean karena tiba-tiba saja Marsha menjewernya juga
__ADS_1
" itu hukuman untukmu.. anak nakal, mengapa kau tak memberitahu kami hah... kau pikir kami ini sudah mati, hingga di hari yang teramat penting itu kau tak memberitahu kami.. uh anak nakal buk.. buk.. buk... " omel Marsha sambil memukul pantat Sean dengan sula
" Ampun Mam... ampun.. habisnya "
" Habisnya apa? "
" Habisnya Sean sudah kebelet he he he " sahutnya lalu berlari bersembunyi di belakang papanya
" Lihat Daniel.. anakmu itu, benar benar membuat tensiku selalu naik , ajari dia !! " teriak Marsha
" Sudah Mam.. yang penting kan sekarang kau sudah punya menantu bahkan katamu kau mau memperkenalkannya pada teman-teman kita " Daniel. berusaha membelokkan arah pembicaraan
Akhirnya semua duduk di sofa
" Sean beberapa hari lagi kan kau ulang tahun, kami akan mengundang beberapa teman dan relasi untuk merayakannya sekalian memperkenalkan Emma " ucap Daniel
" Terserah saja.. tapi kalau bisa rahasiakan dulu kalau kami menikah, bilang saja kami bertunangan " pinta Sean
" Why son? "
" Kasihan Emma Nanti terlalu mendapat tekanan dan sorotan dari mereka... papa mama seperti tak tau saja mulut mereka " ucap Sean lagi
" Baiklah Sean.. tapi kami akan mengumumkan pernikahan kalian akan di gelar paling lama 3 bulan lagi.. okay, kalian bekerja saja.. biar mam yang urus semua " ucap Marsha
" Son besok kita ke kantor besar.. ada rapat yang harus kau hadiri " ucap Daniel
" Ok pah.. kami istirahat dulu ke kamar pah, nanti panggil saja kalau dinner sudah siap " ucapnya lalu menarik Emma ke kamar... semenjak tadi si boy sudah berkedut kedut kangen dengan sarangnya
Emma sudah berusaha menolak namun apalah tenaganya tak sebanding dengan Sean yang tak menerima penolakan... desahan Keduanya menghiasi kamar yang luas dan mewah tersebut.
2 ronde sudah berlalu.. namun Sean masih tak melepaskan Emma dari pelukannya, bahkan untuk mandi saja Sean tak mengizinkannya
" Ayolah Sean.. sebentar lagi waktunya dinner, aku tak mau mereka menunggu " mohon Emma ketika Sean sudah mulai mengendus tubuhnya kembali
" Tidak aku masih ingin.. sekali lagi baru kita mandi " kekehnya sudah siap siaga di atas Emma, Sean menahan kedua tangan Emma di samping kepalanya hingga Emma tak bisa bergerak lagi
" Sean.... nanti malam saja lagi.. please! "
" Tidak.. salah sendiri kau selalu membuatku tergoda " ucapnya dan memulai lagi pergerakannya.. Emma hanya bisa pasrah... tak lama pelayan mengetuk pintu memberitahu waktu dinner sudah tiba, namun Sean yang masih asik tak menghiraukannya
" Sean..... "
" Biarkan saja.. lagi enak enaknya ini " jawabnya keringat sudah menetes membasahi kasur
Pelayan akhirnya melapor ke ruang makan
" Maaf nyonya besar.. tuan muda tidak menyahut sama sekali " ucapnya membuat Marsha hanya bisa menahan nafas
" Anak itu... sudah siapkan saja, biar kutelfon dia " Marsha lalu menelfon Sean
__ADS_1
Di kamar Sean yang masih asik memompa terkejut mendengar dering HP nya yang berada tak jauh dari kepala Emma, di lihatnya Mam calling, tanpa menghentikan kegiatannya ia mengangkat panggilan tersebut, Emma hanya bisa menutup rapat mulutnya agar tak mengeluarkan suara
" Ya Mam.... " sahutnya setelah mengaktifkan Speaker hpnya
" Sean... kami menunggumu di meja " ucap Marsha
" Mam makan saja duluan.. nanti kami makan di kamar saja "
" Seannnn..... turun sekarang juga.. 5 menit awas kalau kau tak turun!! " bentak Marsha kesal
" 15 menit Mam... masih tanggung nih.. " sahutnya tanpa malu lalu mematikan hp nya
" Sean... ih kenapa juga sih bilang gitu sama Mam..... malu tau " protes Emma, namun Sean cuek saja.. ia terus saja menjelajah
Sementara di ruang makan, Marsha tertawa ngakak mendengar jawaban Sean.. membuat Billy dan Daniel bingung melihatnya
" Ada apa tan.. kok tiba-tiba ngakak sendiri gitu, jangan bilang tante kesurupan " tanya Billy ketakutan
" Ha ha ha... ngak Bill... Sean itu lho ha ha "
" Ada apa dengan Sean mah? " tanya Daniel penasaran
" Dia lagi kena sindrom kucing kawin ha ha hi hi oh Emma kasihan sekali kau " jawab Marsha sambil mengusap air matanya
" Prie apaan sih maksud tante " bisik Billy pada Suprie
" kamu pernah ngak perhatikan kalo kucing lagi kawin? " tanya Suprie
" Ngak Emangnya kenapa? "
" Nah lo yang kuliah aja ngak ngerti apa lagi gua " jawab Suprie seadanya
" Dasar lo Prie.. kirain ngerti... om. apaan sih maksud tante ?? " tanya Billy penasaran
" Bill.. sudah ngak usah banyak tau.. masih di bawah umur juga " jawab Marsha membuat Billy akhirnya bertanya pada mbah google saking penasarannya
Ternyata kucing jika sedang kawin.. dalam sehari ia bisa melakukan hub Sex sampai puluhan kali, Billy sampai melepas hpnya setelah membacanya
" Ya Tuhan... apakah bos semesum itu " ucapnya tanpa sadar membuat Marsha kembali tertawa sambil melihat ke arah Daniel yang memerah wajahnya
Mengapa?
Karena dulu ternyata ia juga begitu
That's why..... ada istilah
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya ya saudara saudara...
See you next eps
__ADS_1
Happy reading selalu sista