Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
116. Ranjang...


__ADS_3

Di pulau....


Selesai haha hi hi dengan kedua sahabatnya, Ida pun bersiap untuk sarapan di mana Eric telah menantinya.


Wajah gugub Eric terlihat jelas, Ia langsung berdiri menyambut Ida begitu Ida sampai. Eric menarikkan kursi dan mempersilahkan Ida duduk, mereka sarapan dalam diam. Selesai sarapan Eric mengenggam tangan Ida dan membawanya berkeliling kebun.


" Bagaimana orangtuamu merestui kita kan? " tanya Eric membuka pembicaraan


" Aku bukan menelfon orang tuaku, aku menelfon Emma "


" Emma....? mengapa " tanya Eric kaget


" Aku tak mau kedepannya memiliki masalah dengan sahabatku "


" Lalu apa jawaban Emma ? "


" Mau tau banget ya.....? he he "


" Tentu... jawaban Emma menentukan masa depan kita, aku... aku tak mau gagal mendapatkan mu " ucap Eric


Wajah Ida memerah karena senang mendengarnya....


" Jadi... katakan Sayang... "


" Kata Emma.. kau lelaki yang baik, aku harus menerimamu.... bule mesum ha ha ha " jawab Ida lalu Ida berlari karena merasa malu, Eric pun mengejar Ida.... Ida berlari ke pantai mendekati dermaga....


Keduanya lalu menaiki kapal lagi, lalu duduk di bagian kepala kapal


" Jadi lamaranku diterima kan ?" tanya Eric lagi memastikan


" Hemm ya... tapi kau harus berjanji bahwa kau tak akan selingkuh dan menyakitiku "


" Aku berjanji... "


" Dan kau juga harus menerima dan memperlakukan Raka seperti anakmu sendiri "


" Aku berjanji... itu saja? "


" Ya... "


" Baiklah... aku sanggup, kalau begitu izinkan aku mengulang lamaranku " ucap Eric


" Tidak..... "


" Tidak....? katamu... "


" Aku ingin kau melamarku di depan anak-anak kita di sertai dengan 2 janjimu tadi, jadi jika kau macam-macam... kedua anak kita itu yang akan membereskanmu... paham " ucap Ida sambil berkacak pinggang

__ADS_1


" Baiklah ibu pengacara yang tersayang, apa perlu lamaranku di ketik dan di beri materai...agar lebih resmi " ucap Eric sambil menarik Ida ke dalam pelukannya


" I love you Ida... " ucapnya lagi lalu mencium Ida dengan mesra, Eric segera menarik Ida memasuki kamar yang berada di dalam Kapal lalu mengunci kamar tersebut.


" Mengapa kau menguncinya bule mesum? " tanya Ida curiga, Eric tak menjawab... Ia maju mendekati Ida membuat Ida mundur dan terduduk di bibir ranjang.


" Eric......!! " Eric melepas jasnya dan melahap bibir Ida tanpa suara


" Eric.... ini masih pa...." suara Ida terhenti karena Eric kembali menciumnya... Eric mencumbunya tanpa suara


" Ahh... Eric hentikan..... "


" Tidak... kita harus mencoba ranjang ini enak apa tidak... jika tidak enak aku akan mengantinya " ucapnya mencari alasan dan terjadilah yang harus terjadi.... 🤗🤗


Maaf ya sista sekalian... namanya juga lama puasa, sekalinya berbuka di rapel... 😅😅😂


Kita tinggalkan si bule mesum yang lagi mabok kepayang, kita kembali ke London ya sista.... 🍓🍓🍓🍓


Selesai memborong di mall Emma dan Marsha pergi ke spa langganan mereka. keduanya melakukan perawatan dari ujung kaki sampai ujung kepala.... Enaknya ya Jadi horang kayah... Thor juga pengen lho...biarlah berhalu saja dulu.. 😆😆


Selesai dengan perawatan..keduanya melangkah keluar gedung spa... Emma kaget melihat Sean sudah menunggu mereka di luar. Sean nampak begitu tampan siang ini sedang bersandar di mobilnya.


Melihat istri dan mamanya keluar, Sean membuang rokoknya dan langsung menyambut keduanya dengan senyum Indahnya.


" Mam.. mama pulang saja dengan Suprie, aku mau mengajak Emma jalan-jalan dulu " ucapnya lalu membukakan pintu mobil untuk Emma


" Tentu Mam... pulanglah, papa ada di mobil belakang " ucap Sean lalu memasuki mobilnya.


" Kita mau kemana daddy...? " tanya Emma penasaran


" Aku mau memperlihatkan sebuah hadiah untuk menyambut kelahiran anak-anak kita... "


" oh ya... apa itu? "


" Rahasia dong... he he " ucap Sean dengan senyum misterinya


" Daddy..... twins penasaran.... give me a clue please...... "


" The clue is..... persembahan cintaku untukmu "


" Issss.... clue nya ngak jelas , daddy ngak asik " Emma merengut kesal


" Ha ha ha you so childish baby.... " Sean senang sudah bisa membuat Emma kesal


Mobil melaju ke daerah berbukit dan sedikit keluar kota... setelah beberapa Saat....


Mobil memasuki sebuah Mansion yang begitu besar dan Indah... warnanya di dominasi warna putih dan gold, memasuki mansion bunga bunga menyambut mereka.... mata Emma terbelalak melihat keindahan didepan depannya

__ADS_1


" Daddy.... mansion siapa ini? " Sean diam saja sampai mobil berhenti, Pelayan segera membukakan mobil untuk mereka berdua


" Selamat datang tuan dan nyonya muda " sambut seleret pelayan


Sean mengandeng tangan Emma lalu mulai melakukan tour mengelilingi mansion baru tersebut.


" Bagaimana kau suka sayang? "


" Ya... mansion ini lebih indah dari mansion papa... pemilihan perabotan dan dekorasinya lebih minimalis... cocok untuk pasangan muda, mansion siapa ini daddy? apakah tidak apa-apa kita melihat-lihat seperti ini tanpa di dampingi tuan rumah? " tanya Emma masih tidak ngeh dengan clue dari Sean


" Tentu saja tidak apa-apa, Ayo sekarang kita melihat kamar tidur utama " ajak Sean , keduanya lalu memasuki kamar yang besar dan begitu mewah itu...


" Indah sekali kamar ini sayang, jika kamarku seperti ini... aku tak akan mau keluar, aku pasti sangat betah di dalam sini " ucap Emma tanpa sadar


" Ya memang itu tujuanku membeli mansion ini sayang " jawab Sean tersenyum senang membuat Emma kaget


" Daddy.... ini..... "


" Ya... ini mansion kita, mulai saat ini kita akan tinggal di sini. Tak ada yang tau tempat ini adalah milikku... Jadi mantanmu itu tak akan bisa mencari dan menemukanmu....kau hanya milikku sampai akhir " ucap Sean sambil memeluk Emma


" Whattt.....??? maksudmu kau akan mengurungku di sini "


" Tidak... kita hanya akan tinggal di sini berdua, kau sendiri yang bilang akan betah berada di kamar seluas dan seindah ini "


" Tapi aku akan kesepian jika kau tinggal bekerja "


" Aku tau sayang... Makanya aku sudah mengajukan cuti bekerja selama 6 bulan kedepan.... aku akan bekerja dari mansion ini, jadi kita akan selalu bersama... tak akan ada yang memisahkan kita " ucapnya tetap memeluk Emma, Emma mengedip kan matanya tak percaya...sebegitunya kah suaminya ini????


Sean menarik Emma ke ranjang mereka


" Berebahlah di ranjang kita ini sayang, rasakanlah betapa empuknya" ucap Sean sambil menepuk-nepuk bantal di sebelahnya


" Entahlah daddy... mengapa perasaanku jadi tak enak saat kau memintaku berbaring... " ucap Emma berusaha menjauhkannya namun terlambat... Sean sudah memegang tangannya dan tersenyum mesum


" Kemarilah Sayang... tak boleh membantah suami..." bisiknya


" Ohh daddy... mengapa otakmu tak bisa Jauh dari kegiatan ranjang hik hik hik "


" Jangan salahkan aku... siapa suruh kau begitu cantik dan sexy..... " ucap si Kucing garong... 😅😅


See you next eps


Edisi Suprie pulkam yoo


Sean sedang menunggu Emma


__ADS_1


__ADS_2