
Senin lagi sista... si tunggu vote kalian untuk Emma dan Sean... 😍😍
Inggris...
Ting... hp Marsha berbunyi, si empu hp meletakkan kopinya lalu membuka hp nya
" Papa.... lihatlah Billy mengirimi foto anak kita, lihatlah ia bermanja dengan kekasihnya.. so swett " ucapnya sambil duduk di paha suaminya yang sedang membaca koran itu. Marsha menghapus tetesan air mata bahagia nya
Daniel melihat foto tersebut sambil meletakkan dagunya di bahu istrinya..
" Ya.... seleranya boleh juga " ucap Daniel
" Apa kau sudah tau latar belakangnya? " tanyanya
" Belum... tapi aku tak mau cerewet sayang, aku sudah sangat senang anak kita akhirnya bisa normal ..memiliki seorang kekasih.. Oh doaku selama ini akhirnya di jawab Tuhan " jawab Marsha
Tring.. tring... hp Daniel berbunyi , ia melihatnya rupanya saudara tirinya menelfon
" Hallo.. apa kabar? " sahutnya
" Aku baik Daniel... kami di bandara baru landing, apa kau dan Marsha ada di Mansion? "
" Ya.. tunggulah aku akan menyuruh supir menjemput kalian "
" Tidak usah Daniel... kami naik taksi saja.. sampai jumpa " ucap Jhon mengakhiri panggilannya
" Jhon dan anaknya ke sini? " tanya Marsha yang masih berada di pangkuan suaminya
" Hemm... palingan 30 menit lagi mereka sampai, suruh maid menyediakan kamar mereka sayang " pinta Daniel
Marsha kemudian beranjak ke belakang untuk menyiapkan kedatangan adik ipar dan keponakan tiri nya itu.
Sebenarnya Marsha kurang suka dengan Elena karena selalu mengejar-ngejar Sean padahal mereka kan sepupuan walaupun tiri, seperti ngak ada yang lain saja.
30 menit kemudian Jhon dan Elena sampai di Mansioan
" Auntyyy..... I miss you " teriak Elena begitu sampai, ia memeluk Marsha, Marsha pun memeluknya balik.
" Apa kabar sayang? apa kabar Jhon? " tanyanya berbasa basi
" Baik Marsha.. bagaimana denganmu? "
" Kami baik baik saja Jhon... ayo masuk aku sudah menyiapkan makan siang " ajak Marsha
__ADS_1
Daniel terlihat sudah menunggu di meja makan, ia berdiri menyambut adiknya tersebut
" Apa kabar bro.... " sambutnya sambil memeluknya
" Baik kak.. ini kubawakan oleh oleh dari Indonesia " jawab Jhon
Mereka pun makan siang sambil sesekali berbincang.
" Bagaimana keadaan usahamu di sana? " tanya Daniel
" Baik.. beberapa waktu yang lalu aku baru membuka cabang yang ke 5, sambutannya lumayan kak. Oh ya aku mengundang Sean kemarin.. dia datang " jawab Jhon
" Oh ya.. bagaimana Sean apakah ia sehat? " tanya Marsha
" Sean sangat sehat Aunty.. tapi ia membawa seorang gadis.. katanya kekasihnya.... aku tidak suka aunty " jawab Elena
" Mengapa kau tak suka Elena? bukankah bagus jika Sean mengandeng seorang wanita.. ah aku tak sabar ingin bertemu mereka " ucap Marsha sambil tertawa senang
" Jadi kalian tau Sean sudah memiliki kekasih? " tanya Jhon kaget
" Ya.. Billy mengirimi kami foto mereka, kurasa selera Sean sangat bagus " jawab Daniel
" Apakah kalian tau jika wanita itu lebih tua dari Sean dan seorang janda? " tanya Jhon
" Oh benarkah ia lebih tua dari Sean.. Kufikir seumuran dengan Elena, berarti ia awet muda dong ha ha " sahut Marsha membuat Elena melotot
" Berarti Aunty secara tak langsung mengatakan wajahku tua dong... ih sebel.. sebel "cicit nya dalam hati
" Kalau masalah janda... aku tak masalah Jhon, kau sendiri tau... aku juga dulu seorang janda saat menikah dengan Daniel " jawab Marsha
" Begini Marsha jika ia janda tidak bermasalah akupun tak keberatan... "
" Apa maksudmu Jhon? " tanya Daniel penasaran
" Dia itu bercerai karena selama 5 tahun perkawinan tak juga memiliki anak, apa kau tak takut jika wanita itu mandul.. sedangkan Sean adalah anak kalian satu-satunya " tembak Jhon
Daniel nampak berfikir, namun Marsha tak mau terjebak
" Masalah mandul apa tidak itu bisa diurus nanti, jaman sekarang kurang canggih apa bidang kedokteran. Yang penting sekarang anakku sudah memiliki kekasih.. aku gerah selama ini Sean selalu dituduh penyuka sejenis " jawab Marsha yang di angguki Daniel
" Tapi Emma umurnya sudah 30 tahun Aunty... bukannya terlalu tua untuk Sean " ucap Elena
" Elena... Sean sudah mengatakan pada Aunty bahwa ia memang menyukai wanita yang dewasa bukan gadis yang manja dan kekanak-kanakan "
__ADS_1
" uhuk.. uhukk.. uhuk maksud Aunty aku manja dan kekanak-kanakan? " tanya Elena meraju
" lho kita kan sedang membicarakan Sean sayang... bukan kau " jawab Marsha pura pura tak tau kalau Elena menyukai Sean
" Sudah.. kalau ngobrol terus kapan selesai makannya " Daniel pun menengahi perbincangan yang mulai memanas. Daniel tau Marsha mempunyai sifat yang keras, jika ia sudah memutuskan sesuatu siapapun tak akan bisa mengoyahkannya.
Saat istirahat siang di kamar mereka
" Sayang.. Kufikir benar kata Jhon, bagaimana jika kekasih Sean itu mandul... habislah keturunan kita, apa tidak sebaiknya... "
" Daniel.... jangan mendengar cerita hanya dari satu sisi, belum tentu itu benar bisa jadi suaminya yang mandul. Berilah Emma kesempatan, aku tak mau jika Sean nanti patah hati dan kembali tak mau berurusan dengan wanita " jawab Marsha
" Baiklah.. kali ini aku akan mengikuti pemikiranmu sayang, tapi jika mereka akan menikah Emma harus mau untuk di tes kesuburannya, aku tak mau keturunan kita habis sayang " ucap Daniel
" Itu urusan gampang.. serahkan saja padaku, Daniel sebenarnya aku merasa jika Jhon tidak suka jika Sean menjalin hubungan dengan Emma, bagaimana menurutmu sayang " tanya Marsha
" Sebenarnya beberapa kali Jhon ingin menjodohkan Sean dengan Elena, namun aku tak pernah menjawabnya "
" Jika kali ini dia mengucapkannya lagi, kau harus menolaknya sayang.. katakan bahwa mereka sepupu.. seperti tidak ada gadis lain saja, anaknya di sorong ke Sean "
" Sebenarnya tidak apa-apa jika mereka berdua menikah " jawab Daniel
" Tidak... aku tak mau , camkan itu Daniel " jawab Marsha keras, Daniel hanya bisa menurut.. ia sudah kapok melawan kehendak istrinya itu
Pernah suatu saat beberapa tahun yang lalu, ia masih aktif memegang perusahaan karena Sean masih kuliah. Ia tertangkap kamera sedang bertemu dengan seorang klien wanita, mereka mabuk dan akhirnya berakhir si sebuah kamar hotel.
Wartawan tersebut yang ternyata teman Marsha lalu menghubungi Marsha dan memberikan alamat hotel ia berada. Marsha tak pernah gegabah dalam menerima sebuah berita, ia membuktikan sendiri dengan mendatangi hotel tersebut.
Setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa suaminya berada di situ dengan seorang wanita, Marsha tak bersuara apapun... ia hanya diam dan pulang.
Namun diamnya Marsha adalah sebuah bencana besar bagi Daniel, begitu ia pulang Marsha sudah tak berada di Mansion dan hanya meninggalkan secarik kertas yang berbunyi
" Aku akan mengurus perceraian kita "
Secarik kertas yang sampai sekarang selalu menakutkan untuk Daniel, berbulan-bulan Daniel mengejar maaf dari Marsha.. setelah bisa membuktikan bahwa dirinya di jebak dengan meminum air yang di beri obat perangsang.. barulah Marsha mau memaafkannya itupun dengan segudang syarat.
Daniel sangat mencintai Marsha, si balik sikap keras istrinya itu.. ia adalah wanita yang sabar, baik dan tidak pernah mengungkit masa lalunya yang dulu adalah seorang playboy yang berbanding terbalik dengan Sean.
Kadang Daniel berfikir mungkin Sean begitu adalah karma dari perbuatannya yang dulu suka mempermainkan wanita..Entah berapa banyak wanita yang menyumpahinya dulu dan salah satu sumpah itu ada yang di kabulkan Tuhan... 😅😅😅.
Sekilas kisah Daniel dan Marsha akan kita lanjutkan di eps berikutnya
Di tunggu vote vote dari kalian
__ADS_1
Happy reading