
" Pak Suprie tolong pegangkan.. nanti bapak yang bayarin ya " ucap Emma sambil menyerahkan beberapa gepok uang ke tangan Suprie
" Banyak amat Non... " ucap Suprie kaget
" Ngak tau tuh Sean yang ngasih.. Katanya takutnya di pasar ngak ada alat gesek pak " sahut Emma
Mobil yang membawa Emma sampai di tempat yang dituju dalam 30 menit. Emma turun di ikuti ke lima pengawalnya. Mata Emma langsung di manjakan oleh berbagai pernak lernik aksesories khas pekan baru.
PASAR BAWAH adalah pusat perbelanjaan barang cantik, aksesories dalam dan rumah negri seperti keramik, karpet, lampu antik dan lainnya, bangunannya terdiri dari 4 lantai yang terletak di tepi sungai Siak.
Emma memborong bermacam makanan terlebih dahulu, ia memborong untuk dapat di makan di jet nanti
" Ngak kebanyakan beli kue ama keripik nya non? " tanya Suprie
" Ngak lah pak.. kan nanti dimakan sama-sama, kalian aja ada 12 orang " jawab Emma, Suprie merasa tersentuh karena Emma juga memikirkan mereka.
" Terimakasih Nona atas kebaikannya "ucapnya tulus, Emma hanya menjawab dengan senyuman
Senangnya hati Emma hari ini, Pasar Bawah serasa surga baginya yang nota bene memang hobby berbelanja. Emma berkeliling dengan semangat, entah berapa banyak sudah barang di bawa ke mobil .
Emma tiba di tempat penjual keramik antik berbagai jenis dan rupa. Matanya yang semula berbinar tiba tiba sendu, Emma berdiri terdiam sambil meletakkan kembali keramik bermotif pink di tangannya.
" Kenapa nona... motifnya bagus, apa nona tidak senang dengan motifnya, itu ada motif lain " tanya Suprie
" Ngak pak... Emma ngak jadi beli keramiknya, walaupun Emma sangat menyukainya "
" Lho Kenapa non... ini uangnya masih banyak kok "
" Enggak pak.. Emma baru sadar sekarang Emma ngak punya rumah... ntar mau di taruh di mana kalo Emma beli.. he he" jawabnya sendu
" Ya di taruh di Mansion tuan Sean non, kan nona kekasih tuan, ngak mungkin tuan Sean keberatan " ucap Suprie
" Ngak deh pak.. udah kita kesana aja, banyak kaos Unyu Unyu tuh... " Emma bergeser keluar dari area keramik, Suprie menjentikkan jarinya menyuruh anak buahnya mengikuti Emma.. sementara Suprie menelfon Sean
"Hallo.. ada apa Prie? " sahut Sean
" Tuan.. tadi... bla.. bla.. bla... " Suprie menceritakan perihal keramik pada Sean
" Belikan saja semua keramik itu, langsung taruh di jet " titahnya
" Baik tuan " Suprie segera melakukan perintah Sean, selesai lalu Suprie kembali mendatangi Emma
Emma tengah sibuk memilih aneka baju kaos di sana
" Pak Suprie pilih 12 ya buat bapak sama teman-teman, warnanya di seragaman aja hitam ama putih masing masing 2 ya pak "
" Engak kebanyakan non? "
" Engak... udah bapak pilih gih, ini Emma lagi pilihin buat Billy ma Sean " ucap Emma sambil tersenyum
__ADS_1
Tiba tiba mata Emma seperti melihat seseorang yang di kenalnya sedang memperhatikannya, namun hanya sekilas
" Kenapa nona...? "
" Eee... engak pa.. kupikir tadi seperti liat mas Arya...." cicitnya pelan
" Arya....?? " mata Suprie langsung awas... ia memberi tanda anak buahnya agar waspada.
Sementara di sudut pasar yang tak terlihat, Arya mengintip Emma yang sedang berbelanja
" Honey.. I Miss you so much " ucapnya
Setelah hampir 3 jam akhirnya Emma selesai berbelanja, mereka kembali ke mobil.
" Nona mau kemana lagi? " tanya Suprie
" Sebentar Emma mau nanya mbah google dulu pak " ucap Emma sambil meluruskan kakinya
Akhirnya pilihan Emma jatuh pada danau buatan ditengah kota yang di jadikan obyek wisata namanya DANAU WISATA BANDAR KHAYANGAN LEMBAH SARI.
" kan sudah sore pak kita ke sana aja, katanya viu sunset nya bagus " jelas Emma
" Ok nona.. kita langsung meluncur ke tkp "
Tak memakan waktu terlalu lama, mereka pun sampai. Setelah membayar uang masuk, mereka mulai berkeliling di area danau.
" Ah seandainya Sean ada di sini .... " ucap Emma tanpa sadar. Emma terus saja berkeliling, beberapa kali ia meminta Suprie untuk memotretnya sebagai kenang-kenangan.
" Apa kabarmu honey.... " sapaan seorang pria mengagetkan Emma, Emma mencari asal suara yang dikenalnya itu
" Mas..... Arya..? " ucapnya tergugu
Arya berjalan mendekat... Emma terdiam, ia tak bisa berkata-kata ataupun bergerak.
Arya berdiri 2 meter di depannya namun ia tak bisa mendekati Emma lebih karena Suprie menghalangi nya
" Pak saya mantan suami Emma, saya hanya ingin berbicara dengannya mohon beri kami waktu " ucap Arya
" Maaf tuan.. tidak siapapun boleh menganggu nona kami " tolak Suprie
" Emma tolonglah, aku jauh jauh dari Bali mencarimu.. aku ingin berbicara denganmu " mohon Arya
" Tuan silahkan pergi baik-baik atau kami seret menjauh " tegur Suprie lagi dengan nada yang lebih tinggi
" Em.... katakan sesuatu honey... " panggil Arya yang mengagetkan Emma
" Please Em... aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, setelah itu aku akan pergi " ucapnya
Emma memperhatikan penampilan Arya kini, jauh lebih kurus dan terlihat kurang terurus.. hati Emma sedih melihatnya, bagaimanapun Arya adalah belahan jiwanya dulu
__ADS_1
" Pak Suprie.. beri kami waktu untuk berbicara, mas Arya tak akan melakukan apapun padaku " ucap Emma akhirnya. Emma dan Arya lalu duduk di sebuah bangku yang menghadap danau sementara Suprie berdiri tak jauh dari mereka berdua
" Apa kabarmu honey, kau nampak tambah cantik... aku sangat merindukanmu em... " sapaan awal Arya tanpa basa basi
" Aku baik mas, kau sendiri mengapa lebih kurus.. seperti tak ada yang ngurus aja " jawab Emma
" Ya berat badanku turun 5 kg, aku selalu memikirkan mu Em... "
Emma tertunduk... hatinya galau mendengar pengakuan Arya
" Ada apa mas mencariku.. katakanlah, waktuku tak banyak "
" Emma... aku mau rujuk, aku tak bisa hidup tanpamu em... aku sudah tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun, aku juga sudah membawa mama ke rumah adikku dan aku sehat Em... ini buktinya " ucap Arya lalu menyerahkan hasil tes nya.
Emma membacanya lalu mengembalikannya lagi
" Mas semua sudah terlambat, walaupun kita rujuk semua sudah tak akan sama... lupakanlah aku, carilah wanita yang bisa memberimu keturunan "
"Tidak Em... kau tau aku sangat mencintaimu, dan aku tau jauh di dalam hatimu kau masih mencintai mas... kita akan berusaha bersama, kita bisa program bayi tabung atau mengangkat anak... apapun Emma asal bersamamu, maafkanlah mas... Emma, berilah aku kesempatan sekali lagi... please!! " mohon Arya
Air mata Emma jatuh membasahi pipi mulusnya.... Emma tak tau seperti apa perasaanya pada Arya saat ini..
Arya berjongkok di depan Emma, ia meraih ke dua tangan Emma dan menciumnya
" Emma watson... menikahlah denganku lagi honey, aku berjanji tidak akan melukaimu lagi, aku akan membayar rasa sakit hatimu dengan kebahagiaan sepanjang sisa perkawinan kita nanti, please Emma say yess....kau tau berapa aku sangat mencintaimu... " ucap Arya
Emma kembali meneteskan air matanya, sungguh ia sebenarnya sangat sedih melihat keadaan Arya sekarang .
" Tidak ada jaminan mas.. jika aku memafkanmu kau tak akan mengulangi perbuatanmu "
" Kita bisa membuat perjanjian jika kau tak percaya, jika aku berselingkuh lagi semua hartaku akan jatuh ketanganmu... bagaimana apa kau masih tak percaya? " Arya tetap berusaha meyakinkan Emma
Arya kembali mencium kedua punggung tangan Emma bergantian
" I miss you so much em.... " bisiknya
" Lepaskan tangan kotormu dari kekasihku...!! " gelegar suara kemarahan Sean mengagetkan keduanya
Ayoooooo penasaran kan 😊😅😅
Pantengin terus karyaku sista
See you next time
Happy reading selalu... 😘😘😘
Real ficture of lembah sari
__ADS_1