Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
59. Aku tidak selemah itu


__ADS_3

Hai sista masih suka dengan ceritanya... terimakasih kalau masih suka, silahkan di beri masukan untuk kedepannya jika ada yang tak berkenan dihati. Semua masukan dan komen kalian sedikit banyak pasti mempengaruhi jalan cerita... kecuali saran up ya.. ngak bisa berubah, cuma sekali sehari.. 🙏🙏


Love love deh for all of you


🌹🌹🌹🌹


Madam Sousa membaca bahasa tubuh keduanya, apakah berpura-pura atau benar apa yang diucapkan Marsha.


" Hai madam.. perkenalkan nama saya Emma Watson " sapanya ramah, Sousa menjabat tangan Emma dan mencium kedua pipinya


" Mari silahkan duduk semeja denganku sayang.. mari Marsha " sambutnya sambil menyembunyikan rasa dongkol di hatinya. Madam Sousa memanggil beberapa temannya yang bisa menjadi bala bantuan untuknya untuk memborbardir Emma dan Marsha.


Meja bundar 8 kursi itu sudah penuh. Madam Sousa berdiri dan mengangkat sebuah gelas


" Ting.. ting.. ting... baiklah semua teman-temanku, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Hari ini anakku tersayang Princess Aurora sudah menyelesaikan kuliah kedokterannya dengan nilai yang memuaskan...tepuk tangan untuk putriku tercinta... semoga kau selalu diberi kejayaan dan kegemilangan dalam hidupmu " ucap madam Sousa sambil memeluk dan mencium kening anaknya... semua tamu bertepuk tangan dan mengucapkan selamat.


" Yang kedua... saya ucapkan selamat untuk Mrs. Brown karena anaknya Sean sudah memiliki seorang kekasih bernama Emma.... kami semua menunggu undangan dari keluarga Brown untuk memperkenalkan calon menantunya " lanjut Madam Sousa mengagetkan isi ruangan


Bisik-bisik tetangga langsung membahana di ruangan tersebut.


" Emma bagaimana kau bertemu dengan Sean? pengusaha apa orang tuamu " tanya Sousa sambil mengedipkan mata pada yg lain


" Semula saya asisten Sean di Indonesia, kedua orang tua saya sudah meninggal " jawab Emma tenang


" Ooo.... hanya orang biasa yang hendak naik pangkat, kau yakin tidak menjadi kekasih kontrak untuk menutupi kekurangan Sean? " tanya yg lain


" Kekurangan Sean? apa maksud anda nyonya " tanya Emma balik


" Well... kau tau isu bahwa Sean penyuka sejenis.... "


" What... penyuka sejenis? nyonya... Sean itu normal dan dia sangat perkasa " jawab Emma sambil tersenyum mesum... Marsha diam saja, ia ingin melihat bagaimana Emma menghadapi mulut-mulut tumpis itu


" Kami tak percaya... apa buktinya kalau Sean memang normal dan kalian adalah pasangan sesungguhnya " tanya Aurora


" Kalian percaya atau tidak percaya itu bukan urusan saya, kebahagiaan saya dan Sean cukup kami yang merasakan... memangnya siapa kalian hingga saya harus memperdulikan pandangan kalian, yang penting bagi saya kedua orangtua Sean merestui kami.. itu sudah cukup " jawabnya santuy.. membuat wajah yang lain langsung memerah


" Ha ha ha.... memang kau sangat cocok untuk menjadi pendamping Sean sayang, Kufikir kau akan menangis bombay mendapat tekanan dari teman-teman mama " puji Marsha senang sambil memandangi rekannya satu meja


" Aku tidak selemah itu Mam " bisik Emma


" Dan untuk kalian ketahui... mereka di Indonesia sudah bertunangan lihatlah cincin nya... nanti aku akan mengundang kalian untuk memperkenalkan Emma lebih dekat. Dan untukmu Diana... harta kekayaan Brown tidak akan habis 7 turunan, kami tidak memerlukan menantu yang kaya raya lagi... yang penting Sean dan kami menyukainya itu sudah cukup " jawab Marsha dengan kepala tegak, tak ada lagi yang berani bersuara.. hanya bunyi dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


Tiba -tiba Billy datang sambil memberikan hp barunya pada Emma

__ADS_1


" Emma... boss vc " ucapnya, Emma lalu meletakkan hp tersebut di depannya karena ia masih makan


" Haii Sean.. ada apa menelfon? " sapa Emma


" Aku rinduuu..... kau sedang apa? " suara Sean terdengar jelas, membuat yang lain ikut menguping pembicaraan mereka


" Aku sedang makan siang dengan Mam, apakah kau sudah makan? "


" Aku tak selera makan, aku ingin memakanmu saja " jawabnya membuat Emma terbatuk


" Seannn jaga bicaramu.. ada Mam di sini..! "


" Mammmm sampai kapan mama menculik Emma, aku sangat merindukannya... menyesal aku ke Inggris...mama membuatku terpisah dari Emma " teriak Sean membuat Marsha tergelak, ia menggeser letak HP agar bisa melihat wajah Sean


" Heii anak kurang ajar, berani sekali kau mengomeli mama... mau mama perpanjangan hukumanmu hah? ancamnya


" No mam.. ampun, lihatlah mataku ini Mam.. semalaman aku tak bisa tidur karena tak ada Emma di sampingku Mam, please nanti malam kembalikan Emma padaku.. aku akan membelikan apapun yang mam mau " rayunya lagi


" Belikan mama cincin berlian... "


" Sean akan belikan Mam satu set berlian... Ok, tapi jangan culik Emma lagi nanti malam, aku tak tahan Mam.... "


" Baiklah anak nakal... mama tutup dulu vc nya ya... di sini lagi banyak orang Ok bye bye "


" Tentu honey... tunggu saja nanti malam ya bye bye "


" Mam aku masih..... tut... " suara Sean menghilang bersamaan dengan si gesernya tombol merah oleh Marsha. Emma dan Marsha saling pandang lalu tertawa bersamaan


" look Emma.. like father like son "


"Ya Mam, bereka berdua sangat lucu " jawab Emma


Mendengar vc Sean tadi membuat semua teman Marsha kaget, Sean yang selama ini selalu dingin dan kasar dengan wanita, dihadapan Emma dan Marsha sifatnya sangat bertolak belakang.... tak ada perbincangan lagi di meja.. hanya ada rasa iri dan dongkol yang kuat biasa terhadap Marsha dan Emma


Sedangkan Marsha sedang berbunga karena para mulut tumpis sudah tak bisa berkata apa apa lagi.


" Mam.. Emma mau ke toilet dulu, permisi semua " pamitnya, Marsha langsung menjentikkan jarinya pada Suprie dan Billy, 6 lelaki kekar langsung membuntuti Emma ke toilet


" Sepertinya kau sangat menjaga calon menantumu Marsha, tenang saja tak ada penjahat si rumahku ini " sindir Sousa


" Jangan tersinggung Sousa.. ini biasa saja, memang sehari hari Emma selalu dikawal, karena Sean sangat melindunginya " jawab Marsha


" Aku membawa Emma ke mari bukan tanpa tujuan " ucap Marsha lagi

__ADS_1


" Setelah kalian tau Anakku sudah memiliki kekasih, berhentilah berusaha mendekatkan anak gadis kalian pada Sean... mengerti " ucap Marsha penuh kemenangan


Sekembalinya Emma, Marsha lalu pamit.


" Terimakasih atas undanganmu Sousa, selamat Aurora.. maaf kami duluan, aku dan Emma akan pergi ke spa dulu... tunggu saja undangan dari ku oke... bye bye semua " pamit Marsha. Ia puas sekali sudah bisa membungkam mulut-mulut tumpis yang selama ini membuat kupingnya panas.


Keduanya lalu di antar ke sebuah tempat Spa yang paling terkenal di Inggris. Mereka melakukan perawatan dari ujung kepala ke ujung kaki, tak lupa juga mereka melakukan apa untuk kewanitaan mereka.


Sementara menunggu Billy bermain game si gawainya, kaki panjangnya yang merasa kram... tiba tiba tak bisa di gerakkan


" Aaaaa...... sakit..." jeritnya, memvuat seorang therapi langaung mendekatinya


" Ada apa tuan.. ada yang bisa saya bantu? " tanyanya


" Kaki ku kram.. tolong aaaahh" Billy kesakitan


Therapi tersebut lalu menolong Billy dengan menekuk telapak kaki sampai ke atas dan membiarkannya beberapa saat


" Bagaimana tuan sudah enakan? "


" Ya... lumayan... terimakasih "


" Kalau begitu saya permisi " ucapnya lalu berdiri setelah membantu Billy duduk, namun cincin Billy tersangkut di kancing baju gadis itu membuat gadis itu kehilangan keseimbangan


" Aaaaa...... " teriaknya lalu jatuh menimpa Billy, bibirnya bertemu dengan bibir Billy membuat Billy kaget bukan kepalang, matanya membulat... tangannya yang reflek langsung memeluk pinggang gadis tersebut


Saat posisi Keduanya sedang seperti itu, Suprie masuk karena mendengar jeritan....


" Billy ada apa... kau di perkosa??? "


" Ho oh..... " sahutnya tanpa sadar


Krik... Krik... Krik....


Hallo ipin upin yang benar aja kalian......... 🤔🤔🤔


See you next Eps


Happy reading selalu


Ini wajah si Billy kesayangan thor


__ADS_1


__ADS_2