
tok... tok... tok...
" Emmaaa...... aku datang!! " suara cempreng Billy terdengar membahana dari luar kamar... Emma yang sudah terpejam langsung membuka kedua matanya
" Billy.... daddy... Billy sudah datang " teriaknya senang dan berusaha melepaskan diri dari terkaman si kucing garong
" Biarkan saja dia ngak akan kemana-mana, selesaikan dulu urusan kita " ucap Sean tak membiarkan Emma lepas darinya
" Daddyyy... Inikan bisa di lanjut nanti malam, lagian sudah waktunya makan siang... ayo minggir!! " tolak Emma lalu mendorong Sean. Sean berebah sambil mengacak rambutnya
" Jika membunuh itu tak dosa, sudah ku tembak di Billy itu... selalu saja menganggu kesenanganku !!! " umpat Sean membuat Emma mendelik marah
" Daddy... jaga perkataanmu... ini kedua anakmu mendengarnya " protes Emma marah.... Sean hanya bisa terdiam dengan wajah masam bercampur marah
Setelah selesai memperbaiki penampilannya Emma lalu membukakan pintu untuk Billy, terlihat wajah lelah Billy...Emma langsung memeluk Billy, ia sangat rindu dengan si ipin ini
" Apa kabar keponakanku... apakah kalian sehat saja? " tanya Billy pada perut Emma... ia mendekati perut Emma namun....
" Aaa. aaa... aduh... sakit bos " Sean tiba-tiba menjewer kuping Billy dengan keras
" Jangan dekat-dekat dengan anak dan istriku , dasar penganggu... siapa yang menyuruhmu mari hah... " tegur Sean dengan mata melotot... ingin sekali rasanya ia memasukkan Billy ke karung dan mengirimnya ke antartika
" Lha.... kan bos yang nyuruh Billy ke London... Gimana sih bos!! " protesnya sambil meringis
" Iya aku memang menyuruhmu ke London... tapi ngak ke sini... sana kau tidur di Mansion mama saja " usir Sean
" Iyaaa bosss... aku kesini mau mengantarkan barang pesanan Emma, ih jutek banget sih... lagi pms ? " gerutu Billy sambil mengacungkan sebuah paper bag ke wajah Sean
" Mana Bill... apakah lengkap pesananku? " tanya Emma senang sambil mengandeng Billy memasuki kamarnya, mata Billy melotot melihat isi kamar yang begitu mewah dan luas
" Wow... kamarmu sangat luas dan mewah.... Emma, kapan aku punya kamar semewah ini hik hik hik " ucap Billy
" Pletak.... ngak usah lebai sama istriku " tampol Sean kesel melihat Billy yang begitu manja pada Emma
" Daddy..... kenapa sih suka banget marah sama Billy...? cup cup sakit ya? tenang saja Bill... aku sudah siapkan sebuah kamar untukmu di sini " ucap Emma lalu menarik Billy keluar kamar melewati sebuah lorong dan berhenti di depan sebuah pintu berwarna coklat tua
Billy membuka kamar tersebut dan.....
" Benar.... kamar ini untukku??? " tanya Billy senang, ia langsung memasuki kamar tersebut.... senyum lebarnya mengembang,
" Oh Emma... kau yang terbaik.... " ucapnya hendak memeluk Emma namun tatapan membunuh dari Sean membuat Billy mengurungkan niatnya
Mereka lalu menuju ruang makan, lalu makan bersama
" Oh ya. Billy... dimana Lisa? kau tidak membawa Lisa kemari " tanya Emma
" Aku belum bertemu dengannya Emm.... nanti sore jam pulang kerja aku akan menjemputnya di kantor untuk memberinya kejutan " jawab Billy sambil terus makan
" Oh ya Emma... kemaren saat aku membelikan jamu habis melahirkan pesananmu, penjualnya berpesan... katanya ingat baik2 si ibu bayi tak boleh melakukan ' itu' selama 40 hari " ucap Billy
" Itu??? apa maksudnya " tanya Sean
" Ya itu.... lah.... " ucap Billy lagi
" Pletak.... itulah.. itulah... kalau ngomong yang bener coba " tampol Sean kesal tak mengerti dengan perkataan Billy
" Maksudnya... boymu tak boleh masuk sarang selama 40 hari daddy... " sambung Emma
__ADS_1
" Whatttt...... 40 hari, bisa gila si boy, yang bener aja... Bill kamu pasti bohongkan!! " ucap Sean prustasi mendengar boy nya harus cuti selama itu. Jangankan 40 hari 2-3 hari ngak dapat jatah saja Sean sudah pusing ngak bisa tidur
" Ngak tau boss... yang ngomongkan yang jual jamu, kok marahnya sama aku sih... 😭😭😭 " jawab Billy mengelus kepalanya karena kembali mendapat tampolan dari Sean
" Daddy.... sudah duduk!! " tegur Emma
" Di Indonesia memang begitu sayang, setelah habis melahirkan kami harus minum Jamu dan istirahat beraktifitas **** selama 40 hari, agar alat reproduksi bisa kembali seperti sedia kala " jelas Emma
" Ngak bisa di tawar... kalau 20 hari aja Gimana? " tanya Sean membuat Emma tergelak
" Daddy... daddy mengapa di otakmu itu yang ada hanya Itu saja sih, nantikan ada si twins, kau pasti sibuk mengurus mereka jadi tak akan terlalu terpikirkan masalah itu ha ha " ucap Emma terkekeh melihat wajah prustasi. suaminya itu
" Tapi selama belum melahirkan masih bolehkan... daddy nengok si twins... " tanya Sean lagi
" Woy... woy... woy... bisa ngak tawar menawarnya di kamar aja, di sini ada jomlo merangkap perjaka ting-ting.... " potong Billy membuat Sean kembali melotot
" Ini Masalah hidup mati si boy, kamu pergi aja kalo ngak mau dengar " jawab Sean tanpa malu...
" Bay boy bay boy... dulu aja katanya paling malas mengurusi wanita.... sekarang Hemmmm ngak bisa jauh dari wanita, ya sudah aku mau istirahat saja menikmati kamar super duper mewahku he he " ucap. Billy sambil melangkah ke kamarnya
" Ingat... jangan menganggu jika kami sedang berdua di kamar... dilarang mengetok apalagi membuka pintu kamar kami... ingat itu!! " teriak Sean membahana membuat semua pelayan pun langsung menunduk tanda mengerti
" Iya tuan... kami mengerti " sahut mereka serempak
" Aku tak berbicara dengan kalian, aku berbicara dengan si penganggu itu. " balas Sean jengkel
Selesai makan keduanya kembali ke kamar, Emma memeriksa paperbag besar yang di bawakan Billy, ia mengeluarkan satu persatu isinya. Sean pun memperhatikan isi tas tersebut
" Madu ada, telur ayam kampung ada, jamu komplit 40 hari ada... wah apa ini cantik sekali " ucap Emma mendapati sebuah kotak perhiasan lalu membukanya, sebuah gelang emas bertahtakan Zambrut. Emma lalu memakai gelang tersebut....
" Cantik... ya kan Daddy " ucapnya
" Ya sayang... bacalah brosur jamu ini " jawab Emma. sambil memberikan kertas keterangan dari jamu. yang di beli Billy
" Tidak...aku tak tertarik membacanya "
" Lalu mengapa daddy bertanya..? "
" Tidak... hanya saja.... aku ingin melanjutkan yang tadi sayang, boleh ya " bisik Sean dan langsung membuka bajunya tanpa menunggu jawaban dari Emma
Emma hanya bisa menarik nafas.... inilah resiko menikah dengan kucing garong... tak ada puasnya, minta lagi dan lagi.... entah bagaimana sudah nanti kelakuan Sean jika harus berpuasa selama 40 hari.... Emma tak berani membayangkan.
Sore menjelang... Billy sudah tampil tampan dengan pakaian santainya , ia sedang berada di garasi Sean berkeliling memilih mobil apa yang hendak di pakainya untuk menjemput Lisa.
Satu keistimewaan yang di berikan pada Billy... ia boleh memakai yang manapun mobil Sean ataupun Daniel tanpa perlu izin.. he he enak ya kau Bill
Pilihan ya jatuh pada sebuah mobil balap yang senada dengan pakaiannya, pelayan kemudian memberikan kunci mobilnya
Sambil bersenandung riang Billy menyetir menuju kantor besar PT. Kila. sembari menuju kantor Billy menelfon Zahra
" Hallo Zahra bening... aku sudah sampai di London tadi siang " sapa Billy begitu panggilannya tersambung
" Hallo tuan, alhamdulillah tuan sampai dengan selamat " sahut Zahra senang
" Kamu lagi ngapain? " tanya Billy
" Aku lagi sarapan tuan... sebentar pergi ke kantor, tuan lagi ngapain? " tanya Zahra balik
__ADS_1
" Aku lagi di perjalanan menuju kantor besar... , okay kututup dulu ya.. aku sudah sampai " potong Billy
" Baik tuan... hati-hati , jangan lupa minum obat dan vitaminnya ya tuan " pesan Zahra
" Okay cantik bye bye "
🍭🍭🍭🍭
Zahra meletakkan hp nya kembali ke sakunya, ia hendak melanjutkan makan namun terhenti karena mendengar bunyi deheman dari Romi
" Ehem... Ehem... katanya ngak pacaran ama tuannya, kok perhatian banget sih??? " tanya Romi dengan mata melotot , sedangkan Rangga melihat ke arah Zahra dengan wajah memerah menahan rasa cemburunya
" Apaan sih mas Romi... kan yang nelfon tuan Billy bukan Zahra, lagian tuan Billy emang orangnya gitu.... sama bawahan ngak kaku " jawab Zahra tak merasa bersalah
" Iya... tapi liat-liat dong kalo jawab telfon dari cowok lain jangan di depan seseorang juga dong... tuh liat mukanya jadi macam kepiting rebus karena ......." bisik Romi... otomatis Zahra langsung melihat ke arah Rangga
" Mas Rangga Kenapa mukanya merah begitu? lagi sakit...badannya panas ya, sebentar Zahra ambilin obat ya " ucap Zahra tanpa dosa lalu berdiri menuju kotak obat
" Iya de... mas sakit.... sakit hati 😭😭 mendengat kau begitu perhatian pada pria lain " ucap Rangga dalam hati
waddaw... ada da wae si Rangga, namanya lagi bucin akut ya sista... jadi lebaiiiiiii Pake banget 😂😂😂
🍭🍭🍭🍭
Selesai menelfon Zahra... Billy memarkirkan mobilnya di depan kantor. Ia menunggu Lisa keluar lalu akan mengagetkannya. Tak lama Lisa pun keluar, ia nampak cantik dengan penampilan rambut barunya yang panjang. Lisa berjalan dan berdiri di depan kantornya
Billy mulai menyalakan mobilnya, ia mendekati Lisa... namun tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan Lisa dan Lisa pun langsung masuk ke mobil tersebut. Billy kaget sekali... siapa yang menjemput Lisa... akhirnya Billy mengikuti mobil tersebut
Mobil tersebut berhenti di toko Bakery langganan Billy, Lisa keluar dan tak lama seorang lelaki dewasa nampak keluar juga dari mobil... lelaki tersebut mengandeng Lisa... dan lisa juga balik mengandengnya mereka berdua tersenyum dan tertawa...
Deg... deg... deg... jantung Billy terasa terimpit batu yang sangat besar
" Lisa... apakah kau selingkuh? walaupun belum ada komitmen di antara kita, namun kau tau aku menyukaimu dan Kufikir selama ini kau juga menyukaiku " ucap Billy dalam hati, hatinya terasa tercabik2
Selesai dari toko Bakery, Lisa kembali melanjutkan perjalanan... kali ini mereka menuju ke rumah Lisa. Mobil memasuki pekarangan rumah Lisa, ibu Lisa menyambut mereka... mereka bertiga kemudian masuk ke rumah Lisa.
Billy hanya bisa termenung melihatnya, ia mengambil 2 kotak perhiasan yang berada di paper bag untuk Lisa, ya selain membelikan gelang yang sama dengan Emma.... Billy juga membelikan sebuah cincin indah untuk Lisa
Inikah akhirnya.....
Layu sebelum berkembang....
Ucap Billy sedih sambil mengantongi 2 kotak tadi, Billy pun akhirnya meluncur menuju Mansion Marsha dan Daniel... ia tak mau memperlihatkan wajah sedihnya di hadapan Emma
Aduhhhh anak kesayangan thor... Kenapa begini 😭😭😭😭
See you next eps
Sesuai janji 1550 kata untuk eps ini
Jangan lupa
likeeee
komenn
voteeee
__ADS_1
Wajah sedih Billy