Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
173. Kebelet.....


__ADS_3

" Aaa.... apa.... di tolak?? " ucap Rangga kaget luar biasa, dunia terasa hancur di saat Rangga mendengar lamarannya di tolak oleh orang tua Zahra.


" Mengapa pak?? apakah saya tidak pantas menjadi pendamping Zahra " tanya Rangga spontan, jiwa nya meronta minta penjelasan atas penolakan tersebut


Pak Sabeni menarik nafas panjang..ia memandang ke arah Zahra, anak bungsunya yang sangat di sayanginya.


" Begini nak Rangga... alasan penolakan bukan berasal dari nak Rangga atau keluarga nak Rangga. Bapak tau nak Rangga adalah pria yang baik dan bertanggung jawab, juga berasal dari keluarga yang sangat baik jadi nak Rangga bukannya tak pantas untuk mendampingi Zahra, namun sebaliknya.... " jelas pak Sabeni


" Maksud bapak...? " tanya bu Ami


" Begini bu.. nak Rangga, anak bontot saya ini baru juga lulus smu... umurnya masih sangat belia, saya dan ibunya takut nanti dia tak bisa menjadi istri dan menantu yang baik diusianya yang masih muda ini, Zahra masih perlu banyak belajar " jawab pak Sabeni


" Tapi saya tidak keberatan pak... saya menerima Zahra apa adanya " ucap Rangga


" Tapi kami keberatan... kami tak ingin Zahra nanti menyesal karena menikah di usia yang terlalu muda, maafkan kami " ucap pak Sabeni sambil menunduk hormat pada bu Ami dan Rangga


" Tidak bisakah di pertimbangkan kembali pak? " Rangga tetap berusaha


" Nak Rangga... kau sangat tampan dan punya jabatan bagus, carilah istri yang sesuai ...keluarga kami hanyalah keluarga biasa.. tak sebanding dengan keluarga nak Rangga "


" Tapi saya tidak pernah memperdulikan hal-hal seperti itu pak, saya sungguh sangat mencintai Zahra " kekeh Rangga dengan wajah memucat....


" Haruskah... berakhir seperti ini? " tanya Rangga dalam hati


" Rangga... kau tunggulah dulu di luar, ibu mau bicara serius dengan pak Sabeni " pinta bu Ami menengahi... ia harus membantu anaknya, apapun yang terjadi... Rangga akhirnya keluar setelah memandangi wajah Zahra yang tertunduk.


" Zahra... masuk dulu temani kakakmu di dalam " titah Sabeni


" Ya bapak.... " ucap Zahra lalu masuk dengan patuh.


" Pak Sabeni saya ingin tau alasan yang sebenarnya... saya tau usia muda Zahra bukanlah alasan yang sesungguhnya " ucap bu Ami... Sabeni memandangi istrinya


" Saya berani menjamin... Rangga akan memperlakukan Zahra dengan baik dan bapak tak akan menyesal mempunyai menantu seperti anak saya " lanjut bu Ami


Sabeni menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya....


" Baiklah bu Ami saya akan memberitahu ibu alasan nya. Begini bu... saya tahun lalu baru saja menikahkan Zainab.. anak pertama saya.. Uang tabungan kami habis untuk menikahkan Zainab... makanya Zahra tidak bisa kuliah karena tak ada biaya " ucap Sabeni lagi


" Jika saya sekarang menikahkan Zahra lagi... terus terang saya belum punya biaya bu, lagi pula Zahra masih muda.. biarlah dia menikah nanti jika sudah lebih dewasa " ucap Sabeni


Bu Ami sangat lega mendengar alasan Sabeni yang sesungguhnya.


" Begini pak... jika bapak menerima lamaran kami, bapak tak usah khawatir nanti biaya pernikahan dan resepsi semua menjadi urusan kami... bapak dan keluarga tinggal duduk manis saja " ucap bu Ami


" Tapi tidak bisa begitu bu...Zahra juga anak saya... saya sebagai bapaknya punya tanggung jawab untuk membiayai pernikahan anak saya " kekeh Sabeni


" Pak Sabeni... ibu..., tolong buatlah pengecualian untuk Rangga. Rangga kini umurnya memasuki umur 33 tahun, selama ini tidak ada perempuan manapun yang bisa mengetarkan hati anak saya itu. Namun saat bertemu dengan Zahra bulan lalu... ia langsung jatuh hati. Pak... jika Rangga putus cinta diumurnya sekarang... saya takut seumur hidup Rangga tak akan mau menikah. Bantu saya pak... pahamilah perasaan saya sebagai seorang ibu, umur saya sudah tidak muda lagi. Saya sangat menanti Rangga untuk menikah. " papar bu Ami panjang lebar

__ADS_1


" Jadi..... "


" Jadi... terimalah lamaran kami pak Sabeni, dan kami sebagai pihak laki-laki akan menanggung seluruh biaya pernikahan dan resepsi... " ucap bu Ami


" Begini bu Ami beri saya waktu sebentar untuk berdiskusi di dalam, saya dan istri akan masuk dulu... silahkan ibu panggil lagi nak Rangga ke dalam... permisi " ucap Pak Sabeni lalu masuk dengan istrinya ke kamar Zainab.


Di dalam kamar Zainab


" Zahra... bapak mau nanya dulu... jawablah dengan jujur "


" Ya pak.... "


" Apakah kamu mau menerima Rangga sebagai suamimu? " tanya Sabeni


" Ya pak... "


" Apakah kamu bersedia menikah diusiamu yang baru 19 tahun ini? " tanya Sabeni lagi.... Zahra terdiam sejenak


" Jika Bapak dan ibu mengizinkan dan memberi restu... Bismillah.. mungkin ini sudah jalannya Zahra pak. Zahra juga sudah sholat istikharoh... insha Allah mas Rangga adalah calon suami yang baik " jawab Zahra kemudian


🍮🍮🍮🍮


Sementara di kamar keluarga kecil Sabeni sedang berdiskusi, di ruang tamu Rangga dan bu Ami pun menunggu dengan cemas.


" Gimana bu... ibu berhasil ngak bujuk bapaknya Zahra ? " tanya Rangga


" Ibu sudah berusaha yang terbaik, kita berdoa saja ya nak... mudahan lamaran kita di terima " jawab bu Ami


" Hus.... jangan ngomong gitu, tega kamu mau ninggalin ibumu yang sudah tua ini? " protes bu Ami


" Assalamu alaikummmmmm" suara 2 orang wanita terdengar dari halaman, rupanya kedua adik Rangga telah tiba


" Wa alaikum salam... " sahut keduanya


" Mas.... ibu... maaf kami terlambat, ngurus anak-anak ke sekolah dulu " ucap keduanya lalu duduk di ruang tamu....


" Lho katanya lamaran.... mana seserahannya? " tanya Cindy melihat ruang tamu yang masih kosong


" Lamarannya dadakan Cin... jadi pihak perempuan masih berdiskusi, diterima atau tidak lamaran mas mu " jelas bu Ami


" What.... ada perempuan yang nolak mas Rangga... omg ini baru kejutan namanya ha ha ha " tawa Raisa adik bontot Rangga, Rangga mencubit lengan adiknya gemas


" Mas nya di tolak malah tertawa... awas kau ya, ngak ada bonus untukmu tahun ini " ucap Rangga kesal


" Au Au Au... sakit mas.. Raisa jadi penasaran secantik apa sih calon kakak iparku ini, sampai membuat mas ku ketar ketir ha ha... itu foto kemaren editan ya, kok kayaknya muda banget mas? " cerocos Raisa


" Au ah gelap.... " sungut Rangga, tiba-tiba keluarga Sabeni keluar dari kamar Zainab... mereka kemudian duduk melingkar di ruang tamu, karena memang tak ada kursi tamu ya sis

__ADS_1


" pak Sabeni... ibu... kenalkan ini adik-adiknya Rangga. Anak saya yang no 2 ini namanya Cindy sudah menikah dan punya 2 anak, yang ini Raisa anak bontot saya... sudah menikah juga , ini sedang mengandung anak ke dua nya . Maaf kedua menantu saya tidak bisa ikut karena sedang bekerja " bu Ami memperkenalkan ke dua anaknya


" Wah cantik-cantik pisan anak-anak bu Ami. Perkenalkan saya Sabeni.. ini istri saya, ini Zainab anak pertama saya. Dan ini Zahra anak bontot saya... gadis yang di lamar kakak kalian " jawab Sabeni... Mata Cindy dan Riasa melotot melihat Zahra yang ternyata memang masih sangat belia


" Ya Allah mas... Pantesan selama ini Cindy kenalkan sama teman2 Cindy.. ngak ada yang nyangkut ternyata selera mas itu abg?? " ucap Cindy


" Cindy... jaga mulutnya " tegur bu Ami


" Iya mba bener... jadi kita berdua manggilnya apa dong, kakak kok berasa adek ha ha ha, Zahra beneran kamu mau ama bujang lapuk ini ha ha" lagi2 Raisa nyablak aja..Zahra hanya tertunduk malu di goda keduanya


" Hus... Cindy... Raisa... cukup, sekarang kita dengarkan jawaban dari keluarga pak Sabeni " ucap bu Ami


" Baiklah bu Ami... bagaimana jika acara lamarannya di ulang, mumpung kedua adik nak Rangga juga hadir " ucap Sabeni


Bu Ami memerintahkan kedua anak perempuannya di bantu supir untuk mengambil seserahan yang sudah mereka siapkan dari Jakarta. Keluarga Zahra terkaget2 karena ruang tamu langsung penuh dengan bingkisan hadiah dari pihak Rangga


" Ya allah bu Ami, mengapa sampai repot2 begini " ucap ibunya Zahra


" Ngak repot kok bu, ini semua adalah tanda keseriusan kami dari pihak laki-laki. Jadi bapak... ibu... kedatangan kami keluarga besar kapten Rangga adalah untuk melamar Zahra anak bapak dan ibu . Sudi kiranya lamaran kami ini bisa di terima " ucap Bu Ami mewakili keluarganya


Sabeni menatap ke arah Zahra... lalu istrinya


" Terimakasih... atas niat baik dari keluarga bu Ami, kami merasa sangat tersanjung dengan niatan baik dari nak Rangga. Jika nak Rangga bisa menerima anak gadis saya Zahra apa adanya, dan bersedia mendisiknya agar bisa menjadi pendamping yang baik... maka saya selaku orang tua ataupun wali dari Zahra dengan ini..... " ucapan Sabeni terhenti karena Sabeni kembali menarik nafas


Sementara Sabeni menarik nafas... bu Ami dan Rangga malah menahan nafas, tak sabar sudah mendengar jawaban dari Sabeni


" Kami menerima lamaran dari nak Rangga " sambung Sabeni akhirnya membuat. Rangga bersorak


" Yes.. nyes... yes... Alhamdulillah " ucapnya tanpa sadar saking senangnya, begitu pula dengan bu Ami dan kedua adik Rangga


" Jadi kita sekarang bisa membicarakan tanggal pernikahan, nak Rangga kira-kira kapan mau menikahinya? " tanya Sabeni


" Secepatnya pak... kalau bisa minggu depan " jawab Rangga cepat, Cindy langsung mencubit Rangga


" Tau mas... mas sudah kebelet nikah, tapi jangan malu-maluin dong " ucap Cindy... membuat seisi rumah tertawa geli melihat Rangga yang sudah begitu tak sabar untuk memperistri Zahra


" Nak Rangga.... minggu depan itu sudah memasuki awal Ramadhan, sebaiknya acara pernikahan di adakan setelah lebaran saja jadi tidak menganggu ibadah di bulan puasa , bukankah begitu bu Ami? " tanya pak Sabeni


" Ya pak... saya setuju, pernikahan dan resepsi perlu banyak persiapan... hari ini kita mengadakan acara tukar cincin saja dulu " jawab bu Ami


" Yeahhhh.... nunggu lagi " ucap Rangga dalam hati, tapi setidaknya lamaranku di terima yea yea yea


Akhirnya Rangga dan Zahra melakukan acara tukar cincin, Rangga sangat bahagia...akhirnya.... kejomloannya akan berakhir... dek Zahra bersiaplah...


Akhirnya sepasang merpati happy ending ya sis... ngak double up tapi thor kasih 1500 kata... puanjanggggg kan, biar nitizen puas bacanya


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votee


selalu untuk ATM


__ADS_2