
Hai hai sista.... biasa dah hari senin lagi, dah waktunya thor koar-koar minta jatah vote nya ya.... 😘😘😘
Mungkin pembaca kadang bertanya setiap eps kok para penulis minta like komen dan terutama vote nya?
Karena Noveltoon membacanya tak berbayar... maka Apresiasi kalianlah yang menentukan penghasilan para penulis.... 😀😀 paham dah kan he he
Semakin banyak Apresiasi dari pembaca maka semakin semangat kami berkarya. Berkarya tak sekedar Ketakketik aja ya sis... kami juga harus meluangkan waktu dan pikiran yang lumayan menguras jiwaraga yang tentunya perlu dihargai juga.
Ocre cukup keluh kesah penulis... now we back to 🏧
☔☔☔☔
Hujan menemani perjalanan keduanya menuju Jakarta , mungkin alampun tau kegalauan seorang Rangga yang gagal menjalankan misinya untuk melamar Zahra. Misi pertama boleh gagal namun misi kedua harus berhasil tekad Rangga.
Selama ini Rangga tak pernah gagal dalam menjalankan misinya di kepolisian... makanya karirnya bisa melonjak cepat. Rangga menyetir sambil menyusun strategi jitu guna mencapai tujuannya. Melihat ada space untuk nangkring... Rangga langsung memarkirkan mobilnya.
" Lho kok berhenti mas? ada yang ketinggalan? " tanya Zahra... berfikir sejenak Rangga melajukan mobilnya kembali ke arah Bandung
" Lho kok putar balik mas? " tanya Zahra lagi
" Ada urusan yang belum kelar.. sebentar kita ke villa teman mas ya " jawab Rangga
" Tapi ngak lama kan mas? "
" hemmm tergantung... " jawabnya ambigu. Mobil memasuki kawasan mewah di Bandung, lalu memasuki pekarangan sebuah rumah nan sangat mewah, Zahra sampai ternganga melihatnya.
Seorang pelayan membukakan pintu sambil membawa payung untuk memayungi Rangga, Rangga mengambil payung tersebut lalu membukakan pintu untuk Zahra.
Rangga berbicara dengan pelayan tersebut dan tak lama pelayan tersebutpun menghilang meninggalkan mereka berdua.
Rangga membukakan pintu untuk mereka, setelah sampai di dalam Rangga pun duduk di sofa yang tersedia di ruang tamu.
" Mas ngak papa kita masuk gini, kok tuan rumahnya ngak ada? " tanya Zahra sambil celingak-celinguk memandang ke arah dalam rumah
" Ini rumah kosong.. punya temannya mas, kedapur dulu gih bikin teh panas....habis itu susul mas di atas " titahnya lalu meninggalkan Zahra setelah menunjukkan arah dapur.
Tanpa curiga Zahra pun membuat teh di dapur yang sangat luas itu
" Eman-eman rumah sebesar ini... ngak ada orangnya... " ucapnya sambil membuat 2 gelas teh panas untuk mereka, selesai membuat teh Zahra membawanya ke lantai 2 di balkon seperti permintaan Rangga dimana Rangga sudah menunggunya di sana.
Balkon yang merangkap taman... indah sekali, Zahra sangat terpesona melihatnya. Berlahan di letakkannya baki di meja lalu menyerahkan segelas teh di samping Rangga
" Diminum mas tehnya mumpung masih panas "
" Terimakasih... " ucap Rangga lalu menyesap teh yang masih mengepul tersebut
" Sudah selesai mas masalahnya? " tanya Zahra, Rangga meletakkan gelasnya lalu memandangi Zahra dengan intens
" Kita ngak akan ke Jakarta, jika masalah di antara kita berdua belum selesai " ucap Rangga berdiri dan duduk di sebelah Zahra
__ADS_1
" Ha... masalah... memangnya kita ada masalah apa mas ? " tanya Zahra
" Kau belum menjawab permintaan mas minggu lalu "
" Haruskah Zahra menjawabnya sekarang? "
" Sebenarnya jika kau tidak akan pergi ke London... mas tidak akan menagihnya sekarang. Mas tidak mau ade pergi dan mengantung perasaan mas " ucap Rangga
" Sebenarnya Zahra sudah 2x sholat istikharoh mas... pengennya sih 3x biar Yakin. Boleh Zahra bertanya Sama mas sebelum menjawabnya? "
" Silahkan.... "
" Apa yang membuat mas menyukai Zahra ?...Zahra hanya gadis miskin dan tamatan smu, tidak sesuai dengan mas yang karirnya begitu cemerlang " tanyanya sambil memandangi Rangga ia ingin mencari kebenaran dari mata lelaki tampan itu
" Karena hanya kamu yang mampu membuat hati mas bergetar.. membuat mas susah tidur dan mas selalu ingin bertemu denganmu, bersamamu...mas rasa itu sudah lebih dari cukup yang lain ngak penting" jawab Rangga tegas... tak ada keraguan dari jawabannya
" Berilah mas kesempatan untuk bisa bahagia bersamamu, mas janji akan membahagiakan Zahra dan juga kedua orangtua Zahra.. bagaimana, ade maukah menerima mas " todong Rangga
" Mas sudah Yakin... Zahra pilihan mas? "
" Ya mas sudah yakin... sangat yakin, jadi bagaimana? maukan jadi calon mas? " Zahra memejamkan matanya sejenak... lalu. membukanya Sambil tersenyum
" Bismillah... ya mas, Zahra terima permintaan mas " jawabnya sambil tertunduk...Rangga langsung melompat girang
" Yes.. yes... misi berhasil " teriaknya senang, membuat wajah Zahra jadi memerah
" De.. ini di pakai ya sebagai pengikat dan pengingat bahwa kau adalah calon Istri mas, sepulangmu dari London mas akan melamarmu secara resmi dan kita akan segera menikah " ucap Rangga sambil memasangkan sebuah cincin di jari manis Zahra lalu mengecup punggung tangan Zahra dengan mesra.
" Me menikah? bukannya kita ta'aruf dulu mas? "
" Apalagi yang ade tunggu, semakin lama hanya akan menambah dosa " ucap Rangga
Zahra tak bisa bergerak ataupun bersuara... dadanya sangat degdegan, Ia bingung dengan semua yang terlalu cepat menurutnya... Apalagi saat Rangga memasangkan cincin lalu mengecup punggung tangannya... Ia semakin lemas seperti jelly yang lumer, bahkan sekedar menarik tangannya dari gengaman Rangga saja ia tak mampu lagi.
" Tuhan... apakah ini jawaban dari semua doaku selama ini, Zahra memang tak ingin pacaran... inginnya langsung menikah, tapi apakah ini tidak terlalu cepat??? " cicitnya dalam hati
Melihat Zahra yang diam saja, Rangga memberanikan diri mengecup kening Zahra...Zahra sangat terkejut
" Mas Jangan... do.... "
" cuppp.... " belum kelar protesan Zahra, Rangga memindahkan ciumannya ke bibir Zahra... ia menyesapnya dengan pelan dan penuh perasaan...dadanya begitu membuncah bahagia
Zahra mendorong tubuh Rangga lalu mencubitnya marah
" Mass.... Stopp " protesnya marah
" Apaan sih mas.. main sosor aja kan belum boleh.. " omelnya Lagi, Rangga hanya tersenyum...
" Maaf... makanya mas pengen cepat nikah, takut ngak bisa nahan lagi " ucapnya lalu menarik tangan Zahra
__ADS_1
" Ayo kita pulang!! " ucapnya senang hatinya sudah plong
" Iya... Tapi Lepasin dong tangan ade..." pintanya namun Rangga hanya tersenyum tak mau melepasnya
" Biar aja dosa.. mas tak akan melepasnya sampai Jakarta " ucapnya membuat Zahra hanya bisa menahan kesal... mau gimana juga Ia ingin melepas tangannya namun tenaganya tak dibanding dengan Rangga.
Sesampainya di bawah ..sang pelayan langsung membukakan pintu mobil Sambil membungkuk
" Mari mang... saya pulang dulu " pamit Rangga
" Hati-hati di jalan tuan muda " jawabnya membuat Zahra terkejut
" Kok masih dipanggil tuan muda? "
" Ya kan mas masih muda... Ntar 20 tahun lagi baru di Panggil tuan tua " jawabnya enteng
" Gagak buntung kecebur paret... tu jawaban ngak nyambung " omel Zahra membuat Rangga tertawa geli
Rangga benar-benar tak melepaskan gengaman tangannya selama perjalanan, ia hanya melepaskannya saat menganti gigi mobil... berkali2 Zahra protes namun Rangga tetap mengenggamnya erat... sampai di lampu merah...
Rangga mengambil hp nya lalu memotho tangan mereka dengan posisi cincin Zahra terlihat, lalu mengetikkan sesuatu di hpnya
" Kok di foto mas ? " protes nya lagi, membuat Rangga gemas
" Kau dari tadi sangat ribut.... Cupp " Rangga kembali mencium bibir ranum itu, ia bahkan memegang belakang leher Zahra dan menyesap kembali dengan penuh perasaan...walaupun melakukannya solo karena tak ada balasan dari Zahra Ia tetap sangat bahagia dadanya kembali berdetak sangat kencang, menyalurkan kehangatan keseluruhan tubuhnya
Sedangkan Zahra jangan di tanya lagi... tubuhnya kembali lemas dan bahkan ia seperti tak bisa bernafas.. mendapat ciuman kedua dari Rangga, setelah puas baru Rangga melepaskannya...
" Ingat.... tangan ini... keningnya dan bibir manis ini sudah mas stempel, artinya kau hanyalah milikku.. jangan coba-coba berpindah hati.. jagalah hatimu hanya untuk mas.. mengerti " bisiknya lalu menjalankan mobilnya kembali karena bunyi Klakson yang bergantian dari belakang mobil mereka.
Zahra tersandar di kursi mobil... ia mengatur nafasnya agar kembali normal , Ia lalu menatap Rangga dari samping
" Mas... kan tau itu dosa... kok masih dilakukan sih? " tanya Zahra sambil memegang bibirnya yang terasa membengkak
" Mas Sengaja karena mas akan bertanggung jawab dengan senang hati yaitu dengan menikahimu sesegera mungkin " jawaban itu membuat Zahra terdiam...ia hanya bisa menarik nafas panjang
Sementara itu di dunia maya sedang heboh, Karena status pak pol yang mengunggah foto sepasang tangan memakai cincin dengan caption
( Akhirnya kutemukan dirimu 😍), banyak hati yang terpatah-patah karenanya 😂😂😂 terutama para polwan ya... 😅😅
Hayoooo pada mau potes ya... thor kok nulisnya gitu??? he he maaf ya Thor menulis sesuai keinginannya aja... biar dosa ya tetap aja di tulis
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote ya
Cincin dari Mas Rangga... cantik tak?
__ADS_1