Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Sarapan Bersama


__ADS_3

Devita kembali mengaktifkan ponselnya dengan harapan Daniel segera menghubungi nya, pesan Chat banyak yang masuk sala satunya dari Daniel, ada 54 pesan masuk dari Daniel yang isinya permintaan maaf dan kata-kata manisnya.


Devita menghela nafasnya dengan kasar, Daniel belum juga menghubungi nya. Ponselnya bergetar yang dia kira itu telpon dari Daniel tapi salah, itu telpon dari Jonathan yang menayangkan kabarnya karena beberapa hari ini Ia tidak bisa bertatap langsung di sebabkan mereka berbeda mata kuliah.


Malam sudah sangat larut, Devita memutuskan untuk memejamkan matanya, baru saja Ia memejamkan nya ponselnya bergetar, pesan singkat masuk yang ternyata dari Daniel yang isinya.


'Selamat Tidur sayang ku💕.' itulah isi pesan singkat dari Daniel.


Senyum Devita tersirat, jari jemarinya dengan terampil mengetik balok demi balok yang ada di layarnya untuk membalasnya.


'Ya selamat tidur juga' hanya itu balesan dari Devita, sedetik kemudian setelah warna tanda terbaca itu berubah, panggilan telpon masuk dan itu adalah Daniel, dengan ragu Devita menggeser ikon yang berwarna hijau untuk mengangkatnya.


''Vita,'' panggil Daniel dengan lembut di sebrang sana.


''Emmm,'' jawab Devita.


''Kau apa kabar, sayang.'' tanya Daniel dengan manis dan membuat Devita tersipu malu.


''Ada apa?'' Devita sengaja bersikap dingin karena ingin mengerjai Daniel.


''Sayang kau marah? besok kita bertemu ya,'' ucapnya lagi.


''Ya ya, aku mengantuk.''


''Tidurlah sayang, tapi tak usah kau putuskan sambungan nya ya.'' Pinta Daniel dan di jawab Devita hanya dengan deheman saja.


Devita menaruh ponselnya di dekat bantalnya, bermula hanya ingin pura-pura tidurbtapi rasa kantuk yang tiba-tiba menyerang membuat Devita tertidur dengan pulasnya.


Daniel yang hanya bisa mendengar nafas Devita yang mulai teratur yang menandakan Devita benar-benar tertidur, sambungan telponnya benar-benar tidak di putus sampai pagi menjelang.


Sinar matahari yang mengintip dari celah jendela kamar yang mampu membangunkan seorang gadis cantik, Ia adalah Devita.


Devita mengerjapkan matanya berulang kali dan dengan perlahan Ia bamgun dari tidurnya, merenggangkan otot-ototnya yang menimbulkan suara tulang dari sendi-sendinya sudah menjadi kebiasaan Devita.


Devita bahkan melupakan ponselnya yang masih tersambung di tepona Daniel.


''Haaahhh, tidur ku akhirnya nyenyak sekali, sudah beberapa hari ini tidur ku selalu tidak nyaman.'' Ucap Devita, dia tidak tahu kalau pinselnya masih keadaan dalam panggilan.


''Aku harus mandi, dan berangkat ke kampus, kelas pagi membuat ku bersemangat,'' Devita pun berlalu ke kamar mandi untuk berendam dengan air panas favorit nya.

__ADS_1


Dua puluh menit Devita berada di kamarandi akhirnya kluar juga dengan menggunakan baju handuknya.


Bersiap-siap dan berhias dengan tipis di wajahnya membuat Devita cantik dengan natural.


Mengambil tas serta ponselnya yang langsung Ia masukan ke saku celananya dan keluar kamar untuk sarapan bersamabsang Ayah.


Dengan langkah riangnya, Devita menuruni satu demi satubanak tangga dengan alunan lagu yang keluar dari bibir manisnya, setelah sampai ruang makan, Devita mengucapkan Selamat pagi dengan lantang pada sang Ayah.


''Selamat pagi Ayah,'' ucap Devita dengan sedikit berteriak, setelah sadar matanya membelalak kaget karena di sana buka hanya ada sang Ayah, melainkan ada dua pria yang sedang mengobrol dengan sang Ayah.


''Daniel,'' lirih Devita.


''Selamat pagi, Vita.'' Jawab Daniel dengan senyum nya.


''Selamat pagi, Nak.'' Jawab Mahendra.


Satu orang pria di antara mereka hanya meliriknya tanpa menjawab sapaan Devita, yang tak lain Ia adalah Reno, orang kepercayaan Mahendra.


''Kau sedang apa disini pagi-pagi,'' tahya Devita dengan tangan yang menarik kirsi untuk Ia duduki.


''Menumpang Sarapan dengan Calon mertua ku.'' Jawab Daniel sengaja untuk menggoda Devita.


Devita tertunduk malu, dengan pipi yang memerah.


''Ayaaahh,'' rengek Devita.


Mereka pun melanjutkan sarapannya begitu juga Devita yang hanya mengambil sepotong roti yang di lapisi slay coklat kesukaan nya sebagai sarapannya.


''Tidurnya nyenyak sekali ya,'' ledek Daniel dengan berbisik.


''Sok tahu.'' Ketus Devita.


''Kau sendiri yang mengatakan nya,'' ucap Daniel lagi.


Devita menoleh ke samping dan memasang wajah bingungnya, Daniel yang tahu Devita tengah kebingungan dengan jahilnya Ia menunjuk telinga nya yang menggunakan earphone bluetooth yang terpasang di daun telinga nya.


Mata Devita membelalak, Ia baru ingat kalau ponselnya masih tersambung dengan panggilan nomor Daniel, dengan segera Devita merogoh saku celananya untuk memastikan nya, Dan benar saja, panggilan nya masih tersambung sampai saat ini, tercatat sudah 7 jam 21 menit waktu panggilan nya.


''Kau menyebalkan, Daniel.'' Ucap Devita dengan ketus namun dalam hatinya Ia ingin sekali tertawa karena baru kali ini Daniel bersikap konyol padalnya.

__ADS_1


Sarapan telah usai, Daniel dan Devita berpamitan untuk berangkat ke kampus dengan Daniel yang mengantarkannya.


''Ayah mertua, saya pamit.'' Ucap Daniel dengan wajah yang datar.


''Belum Sah,'' ucap Mahendra.


''Ya saya tahu, tapi akan segera terlaksana,'' jawab Daniel.


''Buktikan saja dulu,'' ucap Mahendra.


''Aku sangat suka di tantang,'' jawab Daniel.


''Kalian membicarakan apa sih kok bisik-bisik,'' ucap Devita yang sudah berada di dalam mobil Daniel.


''Tidak,'' jawab Daniel dan Mahendra berbarengan.


Daniel dan Devita pun berlalu dari Mansion Mahendra.


Selama di perjalanan Devita hanya asik dengan ponselnya tanpa mengeluarkan suaranya.


''Vita kau masih marah dengan ku?'' tanya Daniel memulai pembicaraan.


''Tidak, memang nya aku marah kenapa.'' Jawab Devita dengan dingin.


Aku tau kau tengah salah paham pada ku, soal di restoran itu saat kau melihat ku bersama Nadia, sungguh kita tidak hanya berduaan tapi ada Zen juga disana. Kalau kau tidak percaya, kau bisa langsung tanyakan pada Zen.


'Aku tahu, Daniel. Aku hanya ingin melihat wajah menggemaskan mu saja,' batin Devita tertawa.


''Devita please, aku mohon jangan mendiamkan aku seperti ini,'' ucap Daniel yang masih mengemudikan mobilnya, Devita masi diam dengan mata yang melirik Daniel.


Daniel menepikan mobilnya dan langsung menatik tangan Devita dan di genggamnya dengan erat.


''Vita, jangan seperti ini. Kau membuat ku gila, sungguh.'' Ucap Daniel dengan memasang wajah puppy eyes nya, Devita mengulum senyum nya, Ia sungguh tidak tahan menahan tawanya yang sedari tadi di tahannya.


Dan pada akhirnya Devita tertawa dengan puas karena berhasil mengerjai Daniel, Daniel yang sadar tengah di kerjai langsung menggelitik pinggang ramping Devita.


''Ampun Daniel,'' ucap Devita sudah tidak tahan dengan rasa gelinya.


''Kau mengerjai ku sampai aku merasa hilang akal karena mu, kau tahu.'' Ucap Daniel yang sudah melepaskan Devita.

__ADS_1


Keduanya pun tertawa dengan Daniel mencubit pelan hidung mancung Devita.


Daniel kembali melanjutkan perjalanan nya tapi baru beberapa Meter Daniel melajukan mobilnya seorang gadis mencegat mobil Daniel, segera Daniel menginjak pedal gasnya dengan mendadak karena terkejut.


__ADS_2