
Tiga Bulan kemudian.
Perut Devita sudah mulai membesar, karena usia kehamilannya sudah mencapai 20 Minggu, dan hari ini keluarga Carroll sedang di sibukan mempersiapkan sebuah acara pertunangan untuk Kemal dan Puspa yang akan di laksanakan malam nanti di kediaman keluarga Puspa.
Daniel yang turut andil menyiapkan acara ini karena janjinya pada dirinya sendiri lah yang mengatakan kalau dia akan turun tangan langsung untuk menyatukan hubungan adik lelakinya dengan kekasih hatinya yang tak lain sahabat dari istrinya sendiri.
'' Daniel, apa aku boleh ikut pergi dengan ka Dinar ke Butik?'' isi. Devita dengan manjanya.
Sebenarnya Daniel tidak menyetujui nya tapi karena dia sangat tau sifat Devita yang manja dan suka sekali merajuk saat masa kehamilan, mau tidak mau akhirnya Daniel menyetujui nya dan mengizinkan nya dengan berat hati.
'' Ya sudah, tapi kau janji harus hati-hati dan harus berada di dekat ka Dinar, tidak boleh berjauhan dari dia,'' ucap Daniel dengan tegas.
'' Daniel kau berlebihan,'' ledek Dinar menimpali ucapan Daniel.
'' Berlebihan bagaimana ka, lihat saja kalau sampai istri ku kesusahan karena dirimu,'' ancam Daniel pada kakaknya sendiri.
'' Ihhhh, tidak sopan. Masa mengancam kakaknya sendiri,'' gerutu Dinar.
'' Aku tidak peduli,'' jawab Daniel yang mendengar gerutuan Dinar.
'' Ayo Dev, berada di sini membuat ku semakin naik darah,'' celetuk Dinar yang langsung menggandeng tangan Devita untuk ikut dengannya.
Devita tertawa geli melihat perdebatan sepele Kaka beradik itu.
'' Haahhh, kenapa kau menyetujui menikah dengan adik ku si arogan itu,'' ucap Dinar setelah masuk ke mobilnya bersama Devita.
'' Karena dia berbeda dari yang lain ka,'' timpal Devita dengan tawa kecilnya.
Dinar pun melajukan mobilnya membelah jalanan menuju butik milik nya untuk mengambil pakaian seragam mereka untuk menghadiri pertunangan Kemal dan Puspa yang akan di laksanakan di kediaman Puspa sendiri.
Di Mansion Carroll, Daniel sedang menyiapkan bawaan atau hantaran yang akan di bawa ke rumah mempelai wanita, dengan sibuknya Daniel terus saja mondar mandir memeriksa bawaan yang akan di bawanya nanti.
'' Kemal, kau sebaiknya pergi ke kamar mu, siapkan dirimu. Tiga jam lagi kita akan berangkat.'' Perintah Daniel dengan tegas.
'' Iya ka, sebentar, tanggung.'' Ucap Kemal yang fokus dengan ponsel nya karena sedang memainkan sebuah game di sana.
Dengan helaan nafas yang merasa kesal, Daniel melangkah menghampiri Kemal yang sedang merebahkan dirinya di sofa panjang.
__ADS_1
'' Mau menurut atau ku buang ponsel mu itu,'' ancam Daniel dengan tegas.
Dengan cepat Kemal bangun dari tempat duduknya dan berdiri dengan tegak menghadap Daniel. '' Siap ka, laksanakan.'' Ucap Kemal yang langsung berlalu pergi menuju kamarnya.
Keadaan saat ini sungguh membuat Kemal bahagia, ia benar-benar merasa situasi saat ini sangatlah baik untuk nya.
Apa yang di inginkan nya tercapai sudah, Kemal tidak muluk-muluk menginginkan sesuatu, dia hanya ingin berada di tengah-tengah keluarga Carroll dengan setatus keluarga sebenarnya.
Dan Kemal sangat menginginkan di akui sebagai adik oleh Daniel dan sekarang apa yang di inginkan nya sungguh tercapai, Daniel sudah mengakuinya sebagai adiknya namun ada yang kurang karena ibu Mirna yang tidak pernah mau mengakui dirinya.
'' Haaahh, andai saja Ibu mau membuka hatinya untuk ku,'' gumam Kemal yang sedang membuka pakaian nya karena ingin pergi mandi.
Di kediaman Puspa. Puspa saat ini sedang melakukan SPA di rumahnya, Mama Perly sangat bahagia karena akan memiliki besan orang yang terpandang di kotanya.
Dengan persiapan yang matang Perly menata acara demi acara dengan apik karena tidak ingin melakukan kesalahan yang akan mempermalukan dirinya sendiri di depan calon besannya.
'' Haaah, anak ku memang cerdas mencari kekasih dari keluarga terpandang seperti itu, semoga hubungan mereka langgeng.'' Harap Perly di ucapannya.
'' Periksa kembali persiapan acara nanti, jangan sampai ada yang kurang,'' perintah Perly pada pekerja yang menata acara nanti.
'' Siap nyonya,'' jawab nya.
'' Kemal, apa Zen menghubungi mu?'' tanya Dinar.
'' Tidak ka, tapi kemarin dia bilang kalau kita berangkat duluan saja nanti dia menyusul dengan seseorang katanya,'' jawab Kemal.
'' Siapa?''
'' Mungkin dengan binatu yang mengurus cucian pakaian kotornya,'' timpal Daniel.
'' Daniel, kah ada-ada saja, siapa tau Zen sudah menemukan tambatan hatinya,'' ucap Devita.
'' Kenapa kau malah membelanya,'' ketus Daniel yang tidak suka karena Devita membela Zen, menurut nya.
Semua terdiam tidak lagi ada yang membuka mulutnya.
Jantung yang berdebar bukan hanya di rasakan Kemal seorang tapi di rasakan oleh Daniel juga.
__ADS_1
Entah kenapa sedari tadi jantungnya berdegup dengan kencang, ada rasa yang tidak biasa di hatinya, tapi dia juga tidak tau apa penyebabnya.
'' Beginikah rasanya menjadi seorang Kaka,'' gumam Daniel dengan sangat pelan, raut wajahnya memancarkan kebahagiaan karena akan menyatukan kedua insan adiknya dan kekasih adiknya.
'' Aku harap dia akan merasakan kebahagiaan yang hilang karena diriku,'' lanjutnya.
Di lubuk hati Kemal, dia juga sama merasakan debaran jantungnya yang berdegup kencang itu, dan banyak harapan setelah acara pertunangan nanti.
Harapan Kemal salasatunya meminta agar kehidupan keluarga nya seperti kehidupan keluarga lainnya, harmonis dan bahagia.
Sesampainya mereka di kediaman Puspa yang sudah tertata acara dengan meriahnya, pihak dari mempelai pun menyambut kedatangan Keluarga Carroll dengan hormat nya mereka.
'' Selamat datang Tuan besar Carroll dan tuan muda,'' salam pihak dari mempelai wanita.
'' Ya, terimakasih.'' jawab Frans Carroll menyambut salam mereka.
Kemal yang berjalan di tengah Daniel dan Frans yang di hampit kedua pria yang di jadikan pedoman bagi Kemal, dan Devita yang berjalan dengan di gandeng Dinar yang membuntut di belakang.
Mereka berjalan dengan beriringan di atas karpet merah yang di sediakan pihak pesta khusus untuk keluarga besan.
Acara pertunangan Puspa dan Kemal di adakan dengan sangat meriah dan sampai masuk ke media cetak dan media televisi yang di tampilkan di setiap stasiun televisi.
Tibalah saatnya pertukaran cincin antara kedua mempelai, yang di mulai dari Puspa yang memasukkan cincin nya ke jari manis Kemal dan selanjutnya Kemal yang giliran memasukan cincin berlian di jari manis Puspa.
'' Tuan,'' sapa seseorang yang menghampiri Daniel yang sedang duduk di kursi khusus keluarga Carroll.
Semua yang duduk di sana, menoleh dengan berbarengan ke arah pemilik suara yang ternyata tak lain adalah Zen yang membawa seseorang sebagai pendamping nya.
'' Kalian?'' ucap Daniel dengan wajah datarnya namun ada rasa terkejut nya yang di sembunyikan nya.
'' Selamat malam semua,'' sapa seorang wanita berpenampilan elegan nan cantik dengan tangan yang menggandeng lengan Zen.
'' Ka Linda,'' ucap Devita dengan bahagia.
Ya Zen datang bersama dengan Linda ke pesta pertunangan Puspa dan Kemal.
Acara pertunangan kedua insan anak manusia itu berjalan dengan lancar dengan kabar bahagia yang di bawa Zen dan Linda yang mengabarkan bahwa mereka telah resmi berpacaran dan akan melaksanakan pertunangan di bulan berikutnya.
__ADS_1
TBC...