
'' Kemal,'' panggil Amaira.
'' Maira,'' lirih Kemal.
Puspa menatap Kemal dan Amaira secara bergantian.
Puspa merasa tatapan di antara mereka menyiratkan kerinduan satu sama lain.
Tanpa di duga, Kemal langsung memeluk tubuh Amaira dengan eratnya, rasa terkejut serta sakit berbarengan hinggap di diri Puspa.
Rasa sesak di hatinya sangatlah dalam, dia bertanya-tanya ada hubungan apa mereka sehingga Kemal pun melupakan kehadiran kekasihnya dan memeluk wanita lain di hadapannya.
'' Kalian?'' pertanyaan Puspa membuat Kemal segera melepaskan pelukan nya dengan segera.
'' Maaf,''
'' Kemal, aku sangat merindukan mu. Maafkan aku karena Ayah ku, kita harus berpisah,'' ujar Amaira.
'' Tidak Maira, kau tidak salah,'' jawab Kemal.
'' Bagaimana kabar mu?'' tanya Kemal dengan memegang kedua pundak Amaira.
'' Aku, aku baik. Kau?''
'' Aku juga baik,''
'' Ma-maaf, apa kalian tidak menganggap aku ada?'' ucap Puspa yang sudah berlinang airmata.
'' Kau siapa, kenapa kau bisa bersama Kemal?'' tanya Amaira tanpa menjawab pertanyaan Puspa.
'' Ak-aku,'' ucapan Puspa di potong Kemal dengan jawaban yang sangat menyakitkan bagi Puspa.
'' Dia Puspa, dia teman ku,'' jawaban Kemal membuat Puspa menatapnya dengan sedih, airmata nya menetes dengan hati yang terluka.
'' Oh ya, masuklah,'' ucap Amaira mempersilahkan keduanya masuk, Kemal sudah melangkah ingin masuk tapi tidak dengan Puspa.
__ADS_1
'' Ayo Puspa, masuklah.'' Ajak Amaira, Puspa hanya tersenyum dan menggeleng dengan pelan.
'' Tidak. Terima kasih, ibu ku menghubungi ku, aku permisi.'' Puspa pun berlalu meninggalkan Amaira yang menatap nya heran dan Kemal yang menatapnya dengan rasa bersalah.
'' Puspa,'' panggil Kemal namun tidak di gubrisnya.
Saat Kemal ingin mengejar Puspa, tangannya di cekal Amaira.
'' Sudahlah Kemal, tidak apa, mungkin Puspa benar-benar sedang ada urusan,'' ucapnya.
Puspa berjalan dengan menyembunyikan airmatanya, saat ini ia benar-benar merasa sakit karena melihat langsung di hadapan nya memeluk wanita lain tanpa mempedulikan dirinya yang masih bersetatus kekasihnya.
'' Kemal, kau sangat jahat,'' ucapnya dengan Isakan yang pilu.
Saat dia ingin memasuki lift yang terbuka ada tubuh yang tidak sengaja dia tabrak.
'' Puspa?'' panggil seseorang itu.
'' Jo, hiks.'' Puspa memeluk tubuh seseorang itu yang ternyata adalah Jonathan sahabat nya.
'' Kau kenapa, Pu?'' tanya Jonathan yang merasa bingung kenapa Puspa tiba-tiba menangis.
'' Katakanlah, ada apa? kau sudah menemui Amaira?'' tanya Jonathan dan Puspa hanya mengangguk.
'' Lantas, kenapa kau menangis?''
'' Aku ingin pulang, antarkan aku ya.'' Pinta Puspa yang sudah melepaskan pelukannya dan menghapus air mata nya.
'' Ya aku akan mengantarkan mu, tapi katakan dulu ada apa?'' Jonathan masih merasa bingung dengan apa yang terjadi, Puspa menggeleng pelan ia tetap tidak ingin mengantarkan apapun saat ini.
'' Ada yang tidak beres.'' Gumam Jonathan, akhirnya karena ingin tahu penyebab sahabat nya menangis, Jonathan menarik tangan Puspa kembali ke unit apartemen nya untuk tahu apa yang terjadi.
'' Jo, aku ingin pulang!!'' teriak Puspa namun Jonathan tidak mendengarkan nya.
Tanpa mengetuk maupun menekan bel, Jonathan masuk begitu saja karena memang itu adalah apartemen nya dan ia juga tahu pasword pintunya.
__ADS_1
Pertama kali yang di lihatnya adalah Kemal dan Amaira sedang berpelukan dengan erat, dan itu juga membuat Jonathan mengerti kenapa Puspa menagis.
'' Kemal!!'' bentak Jonathan dengan keras sampai Amaira dan Kemal sontak melepaskan pelukannya.
'' Nathan, kau mengenal Kemal?'' tanya Amaira.
'' Ya, aku mengenalnya bahkan sangat mengenalnya.'' Jawab Jonathan yang masih menggenggam tangan Puspa yang juga masih menundukkan kepalanya.
'' Puspa, aku kira kau pulang,'' ucap Amaira dengan senyuman nya.
'' Nathan kau tahu, Kemal ini adalah kekasih ku, kami di pisahkan Ayah ku waktu itu.'' Ucap Amaira dengan bahagia nya.
'' Ooh, kekasih ya. Dan kau tahu Puspa ini siapa?'' ucap Jonathan.
'' Teman mu kan? aku sudah berkenalan tadi, dia juga ternyata teman Kemal,'' jawab Amaira.
'' Kau salah, Puspa ini,'' Jonathan menggantung ucapannya dengan mata yang melirik Kemal dengan tajam, Kemal hanya diam tanpa bereaksi.
'' Siapa?'' tanya Amaira yang ingin tahu.
'' Dia adalah calon istri ku,'' pengakuan Jonathan membuat Kemal meradang dan mentapnya tajam.
Dengan langkah panjangnya ia mendekat ke arah Jonathan dan Puspa, Puspa menatap ke arah Jonathan ia nampak terkejut dengan ucapan Jonathan.
'' Apa kau bilang?'' tanya Kemal dengan wajah yang sudah merah padam.
'' Kenapa kau marah? bukannya kau sudah bersama kekasih lama mu itu, sampai kau tidak mempedulikan nya kan,'' Ucap Jonathan dengan tenang.
'' Jo, sudah. Aku ingin pulang,'' lirih Puspa yang sudah kembali meneteskan air mata nya.
'' Sebenarnya ada apa ini, Kemal, Nathan. Ada apa?'' tanya Amaira yang benar-benar tidak mengerti apapun.
'' Amaira, kau bisa bertanya langsung pada kekasih mu ya, aku akan mengantarkan calon istriku pulang,'' ucap Jonathan masih dengan nada tenang.
Ya Jonathan tipekal pria yang sangat tenang, ia tidak akan bersikap berlebihan dengan kejadian apapun.
__ADS_1
'' Ayo, Pu.'' Ajak Jonathan yang kembali menarik tangan Puspa keluar kamar apartemen meninggalkan Amaira dan Kemal.
TBC...