Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Tidak Menyangka


__ADS_3

Perpisahan Linda dan Zen tempo hari membuat Linda tidak tenang, dari ucapan Zen dan tindakan Zen selalu mengganggu pikiran Linda.


Ucapan nya yang mengatakan kalau beberapa hari tidak akan berjumpa, dan kecupan di kening yang tentunya tidak biasa itu terus saja menyiksa pikiran Linda.


Entah kenapa Linda mulai merasa khawatir dengan Zen, ada apa dengan dia? kenapa tidak ada kabar sejak hari itu, itulah yang ada di pikiran Linda saat ini.


'' Apa ada sesuatu yang terjadi?'' Linda terus bermonolog sendiri, menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi pada Zen sampai membuat pekerjaan di kantor terbengkalai sampai jam pulang kantor pun Linda tidak mengerjakan apapun, yang pada akhirnya sekertaris nya lah yang menanganinya.


Linda berjalan dengan menyeret kakinya, menendang-nendang kan kakinya, sungguh Linda hari ini terasa tidak tenang.


Sesuai ucapan Zen, beberapa hari ini tidak akan bisa berjumpa, dan benar sudah hampir dua Minggu kemarin nada usai dapat menerima kabar Zen ataupun melihat wajah Zen.


Sebelum ini dia tidak pernah memikirkan Zen ataupun berharap bertemu dengan pria dingin itu tapi kenapa sejak hari itu dia selalu memikirkannya juga berharap melihat wajah Zen barang sebentar saja.


Linda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, baru saja beberapa meter keluar dari kantor, Ponsel Linda berdering di dalam tasnya, segera ia menghentikan mobilnya di tepi jalan dan menyambar tas untuk mengambil ponselnya.


Dengan wajah yang tidak sabar ingin melihat siapa yang menelpon tapi raut wajahnya seketika berubah bingung karena nomor yang tidak tercatat di kontaknya lah yang menghubungi nya.


'' Selamat sore,'' ucap Linda setelah mengangkat panggilan masuk itu.


Setelah mendengar kan ucapan seseorang di sebrang sana, wajah Linda bagaikan syok tidak menyangka dan tidak mengerti kenapa bisa ia mendapatkan kabar seperti ini.


'' Baik, saya akan ke sana sekarang,'' ucapnya setelah mendapat berita yang sepertinya tidak bagus itu.


Semula yang Linda melajukan mobilnya dengan pelan, seketika ia mengubah kecepatan nya dengan sangat kencang.


Linda tidak mempedulikan klakson mobil orang lain yang terus saja berbunyi karena dirinya.


Wajah Linda menegang semenjak mendapatkan kabar dari si penelpon itu. Sampailah ia di sebuah gudang produksi yang tidak lagi terpakai.


Tanpa mempedulikan keanehan tempat itu, Linda segera menuju pintu masuk gudang tanpa merasa takut.


'' Paman, kau dimana!'' panggil Linda dengan khawatir.


Linda berjalan semakin jauh ke dalam, sampai pada akhirnya ia melihat suatu ruangan yang lampu nya menyalah berbeda dari yang lain, yang tidak berlampu.


Linda masuk ke ruangan berlampu itu dan terus saja memanggil-manggil 'Paman' yang entah siapa yang di maksud dengan paman itu.


'' Kau sudah datang Nona,'' ucap seseorang yang ada di belakang Linda.


Linda berbalik dan menatap orang itu dengan heran, karena Linda tidak mengenalnya siapa orang yang memanggil nya dengan kata nona itu.

__ADS_1


'' Siapa kau?'' tanya Linda.


'' Saya, saya yang akan mengurus mu,'' jawabnya dengan seringai anehnya.


'' Mengurus? apa maksudmu? dan dimana paman Arnes?'' tanya Linda yang semakin di buat bingung.


'' Kau mencari ku, keponakan ku tersayang,'' ucap seseorang yang ada di sudut ruangan itu yang ternyata dia orang yang tengah di cari Linda dengan perasaan khawatirnya.


'' Paman, kau. Kau tidak apa-apa paman?'' tanya Linda dengan khawatir.


'' Aku, tidak apa-apa, aku sehat. Jangan mengkhawatirkan aku begitu, sayang.'' Ucapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


'' Haaahhhh, syukurlah. Tapi tadi aku mendapatkan kabar, kalau paman tidak sadarkan diri di sini,''


'' Aahh, iya. Itu tadi, sekarang kau lihat, paman mu baik-baik saja kan?''


'' Iya, paman. Kalau begitu ayo paman, kita pulang,'' ucap Linda yang akan berbalik dan berlalu ingin keluar pintu ruangan itu.


Namun tiba-tiba, pintu masuk yang akan Linda tuju itu tertutup.


'' Lho kenapa tertutup'' gumam Linda yang berusaha ingin membukakannya namun ternyata pintu itu terkunci dari luar.


'' Benarkah? waah, itu artinya kau tidak boleh keluar dari sini, keponakan ku tersayang,'' ucap Arnes dengan nada bicara yang aneh.


'' Maksud paman Arnes apa?'' tanya Linda yang sudah mulai merasa aneh dengan sikap paman nya.


'' Maksud ku,'' ucapnya sengaja di jeda, dan tiba-tiba.


Braaakkkk


Arnes melempar sebuah kursi ke arah Linda, tapi beruntungnya tidak sampai mengenai Linda yang menghindar dengan cepat sampai kursi itu terbanting ke dinding dan hancur.


'' Apa yang kanan lakukan,'' ucapnya dengan panik.


'' Diam!! tidak bisa kau diam, hah!!'' ucapnya dengan nada tinggi.


Linda semakin merasa aneh dengan sikap pamannya yang berubah seratus derajat dari sebelumnya yang sangat lemah lembut tidak seperti sekarang.


'' Gara-gara kau, saat ini aku dalam masa pengejaran polisi, kau tau!!''


'' Pengejaran polisi? bagaimana bisa?''

__ADS_1


'' Ya, karena kekasih sialan mu itu!! dan sekarang kau yang harus bertanggung jawab atas apa yang menimpaku,'' ucap Arnes dengan tatapan tajam yang menyimpan amarah tak terkendali itu.


'' Kekasih? siapa yang paman maksud?'' ucap Linda.


'' Jangan berpura-pura bodoh kau anak sialan!! ini tanda balas budi mu pada ku, hah!!'' emosi Arnes benar-benar sudah tidak dapat terkendali lagi, namun anehnya expresi Linda tidak menggambarkan ketakutan di sana.


Raut wajah Linda tetap tenang seperti tidak terjadi apapun, itulah Linda yang tidak akan mudah takut dengan apapun terkecuali dengan kabar buruk orang-orang yang di sayanginya.


Memang awalnya, Linda merasa takut, namun sekarang ia mulai mengerti dengan situasi ini, ia sangat paham dengan apa yang harus dilakukan.


'' Memang apa yang di lakukan nya padamu?'' tanya Linda dengan expresi datarnya.


'' Dia menghancurkan usaha ku yang selama ini ku rencanakan dengan rapih, sekejap ia menggagalkan semuanya!!''


'' Rencana? apa yang kau maksud,''


'' Ya aku sudah mengorbankan saudara ku demi tujuan ku, tapi dengan sekejap kekasih mu malah meruntuhkan tembok yang sudah ku tata dengan rapih,''


'' Saudara?'' gumam Linda.


'' Dan sekarang kau yang harus menanggung semua nya.''


Tiba-tiba beberapa pria bertubuh besar menyergap Linda yang lengah dan mengikat tangannya dengan kencang, mendudukanya di kursi yang ada di sudut ruangan.


'' Apa yang akan kalian lakukan,'' ucap Linda dengan wajah datarnya.


'' Heh, seperti nya dia tidak merasa takut, bos,'' ucap seorang pria yang ikut mengikat tangan dan kaki Linda.


Ciiihhh


Tanpa ragu Linda meludahi wajah orang yang sedang menatap nya itu. '' Takut kau bilang,'' ucap Linda dengan senyum yang menyeringai.


'' Sial!! kau berani meludahi ku nona cantik,'' ucap orang itu yang sudah mencengkram kedua pipi Linda dengan tangan besarnya.


'' Hei, kau jangan coba-coba menyentuh keponakan ku,'' ucap Arnes dengan kencang, dan orang yang di teriakinya seketika melepaskan cengkraman nya di pipi mulus Linda.


Linda melirik Arnes yang sedang tersenyum ke arahnya. '' Jangan menyentuh nya sebelum aku memerintahkan nya,'' lanjut Arnes dengan seringai liciknya.


Linda masih saja bersikap tenang walau dia tahu bahaya itu sudah ada di depan mata, ia yakin seseorang akan datang untuk menyelamatkan nya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2