
Di butik, Dinar sedang beristirahat karena baru selesai meeting dengan klien yang akan memakai jasanya untuk mendisain gaun pengantin.
'' Sepertinya beberapa hari ini aku akan sibuk di butik. Haaahhh, keponakan mungil ku, maafkan bibi, kalau waktu bibi tidak ada untuk mu,'' ucap Dinar pada sebuah potret yang ada di galery ponselnya yang menampakkan wajah baby David di sana.
Dinar melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk di atas meja, sampai iapun melupakan makan siangnya karena pekerjaannya.
Hari sudah mulai petang, Dinar masih saja di sibukan dengan pekerjaan-pekerjaan nya, sampai seseorang datang mendatanginya.
'' Permisi,'' ucap seseorang itu yang sudah membuka pintu ruangan Dinar setelah mengetuknya terlebih dahulu.
'' Oh Nona Chloe, silahkan masuk,'' ucap Dinar dengan ramah.
Orang yang datang ya dia adalah Chloe, yang sedang ada keperluan ke butik Dinar untuk mengambil pesanan pakaian.
'' Sepertinya anda sedang sibuk ya, Nona Dinar,'' ucap Chloe yang berjalan ke arah Dinar dan duduk di kursi sebrang meja kerja Dinar.
'' Ya seperti yang kamu lihat, kamu habis ambil pesanan ya?'' ucap Dinar dengan tangan yang masih mengerjakan pekerjaannya.
'' Iya, aku tidak mengganggu mu kan, nona?''
'' Oh tentu saja tidak,''
Keadaan ruangan itu kembali sunyi, Dinar yang memang sedang bekerja dan Chloe yang merasa canggung karena sebenar nya dia menemui Dinar memang ada sesuatu yang ingin di pertanyakan.
Kesunyian ruangan itu berakhir ketika Chloe yg yang memulai pembicaraan.
'' Emmm saya ingin tanyakan sesuatu pada mu, apa boleh?''
'' Silahkan,'' Dinar masih saja mengerjakan pekerjaannya namun pertanyaan Chloe membuat dia seketika tangannya berhenti dan melirik Chloe dengan perasaan aneh.
'' Apa kau memiliki hubungan dengan tuan Reno?''
Dinar terdiam sejenak, ia merasa heran dengan pertanyaan Chloe untuk nya.
'' Emmm maaf, bukan aku lancang, hanya saja aku ingin memastikan sesuatu,'' ucap Chloe dengan perasaan yang tidak enak.
'' Memastikan sesuatu bagaimana? kamu ini ada-ada saja,'' tawa Dinar.
Chloe hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena merasa tidak enak hati.
'' Apa pertanyaan ku mengganggu mu?'' lirih Chloe.
'' Tidak, tapi aku hanya heran saja, kenapa kamu bertanya seperti itu pada ku. Begini, aku dengan Reno tidak memiliki hubungan khusus, kami hanya sekedar berteman atau bisa di bilang seperti adik dan kakak, dia adik ku dan aku kakaknya, mengingat usia ku jauh lebih tua darinya, heheh.'' Jelas Dinar dengan santai.
'' Hehe, begitu ya, maafkan aku kalau pertanyaan ku seperti itu,''
'' Tidak apa, jangan sungkan seperti itu, Emmm kalau boleh tau, kenapa kau bertanya seperti itu?''
'' Emm bagaimana ya, akan merasa nyaman dengan nya,'' ucap Chloe dengan suara pelan.
'' Waah bagus dong,''
'' Iya tapi aku tidak tahu persis bagaimana perasaan Tuan Reno pada ku,'' lirih Chloe.
'' Biar ku bantu, aku akan mencari tau, kau tenang saja,'' ucap Dinar.
__ADS_1
'' Benarkah kau ingin membantu ku?''
'' He'em, aku akan bertanya padanya, oke,''
'' Terimakasih nona muda Dinar,''
'' Dinar, panggil ku dengan nama ku saja, tidak perlu ada embel-embel lainnya, oke.''
'' Baiklah Dinar, kalau begitu aku permisi ya, sudah petang juga,'' pamit Chloe.
'' Oh iya, silahkan. Hati-hati.'' Ucap Dinar. Chloe pun berlalu keluar ruangan Dinar dan pergi dari butik dengan hati yang bahagia.
Setelah Chloe pergi dari ruangan nya, Dinar kembali mengerjakan pekerjaannya sampai ia merasakan ada sesuatu pada dirinya.
'' Astaga, aku sampai lupa untuk makan,'' ucapnya dengan tangan yang memegang perutnya karena merasakan perih di sana.
'' Lebih baik aku selesaikan ini dulu, baru pergi untuk mencari makanan,'' gumamnya.
Setelah mengerjakan pekerjaannya, Dinar memanggil manager butik untuk memberikan pekerjaan yang telah ia selesaikan untuk di berikan pada para klien nantinya.
Dinar keluar ruangan, setelah berpamitan pada karyawan-karyawan lainnya dengan ramah.
'' Rin, saya pulang ya.'' Ucapnya pada kepala butik.
'' Iya Nyonya, hati-hati.'' Jawabnya.
Dinar tipe bos yang ramah sampai karyawan-karyawan di sana pun sangat segan terhadapnya.
Dinar pergi dengan mobilnya mencari restoran yang nyaman untuk dia makan di sana, setelah menemui tempat yang di carinya Dinar menepikan mobilnya.
Rasa trauma Dinar yang pernah di alaminya dengan mendiang suaminya membuat nya sulit untuk membuka dan memulai suatu hubungan dengan siapapun itu.
Setelah selesai makan, Dinar pergi meninggalkan restoran untuk pulang ke mansion utama karena sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan keponakan tersayang nya.
Namun belum juga sampai mansion, mobil Dinar mogok dengan tiba-tiba.
'' Issshh, ada apa dengan mesin mobil ini, Ck ada-ada saja.'' Decak kesal Dinar.
Dinar keluar dari dalam mobil untuk mengecek mesin mobilnya, namun saat dia membuka cap mobil asap mengepul dari dalam mesin mobil.
'' Astaga, kenapa bisa seperti ini,'' ucapnya dengan terkejut.
Ada mobil yang tiba-tiba ikut menepi dan memarkirkan nya tepat di belakang mobil Dinar.
Seorang pria tampan keluar dengan penampilan elegan nya.
'' Ada yang bisa saya bantu,'' ucap nya, Dinar pun menoleh setelah mendengar suara tegas dari seseorang.
'' Terry,''
'' Dinar,''
Mereka berucap dengan berbarengan, ternyata mereka sudah saling mengenal.
'' Tidak ku sangka kita akan bertemu disini,'' ucap seseorang yang bernama Terry itu.
__ADS_1
'' Iya, kamu apa kabar?''
'' Baik-baik, oh ya ada apa dengan mobilmu?''
'' Entahlah tiba-tiba mogok dan mengeluarkan asap seperti ini,''
'' Emmm biar ku periksa,''
Pria bernama Terry itupun memeriksa mesin mobil, mencari sebab dari mogoknya mobil.
'' Emm sepertinya kamu jarang mengecek air radiator nya ya,'' ucap Terry.
'' Ehehe, sepertinya sih begitu,''
'' Sepertinya overheat, kamu mau pulang kan? biar ku antar dengan mobil ku saja bagaimana,'' ucap Terry menawarkan dirinya untuk mengantarkan Dinar ke mansion.
'' Boleh deh, kebetulan Daniel juga sekarang tinggal di mansion lho,'' ucap Dinar.
'' Waahh iya, sudah lama aku tidak bertemu dengan si arogan itu,''
Akhirnya Dinar pun menyetujui untuk ikut dengan Terry teman Daniel yang sudah lama tidak bertemu.
Sesampai nya mereka di mansion, Dinar mengajak Terry untuk mampir.
'' Hei bos, apa kabar kau, lama tidak bertemu,'' ucap Terry setelah bertemu dengan Daniel yang baru saja akan masuk ke dalam Mansion karena dia juga baru pulang dari kantornya.
'' Ck, sial. Sedang apa kau kesini?'' tanya Daniel dengan sikap yang seperti biasanya, ketus dan arogan.
'' Apa kau tidak merindukan ku,'' goda Terry.
'' Jangan bicara macam-macam kau, ayo masuk.''
'' Terr, aku masuk duluan ya, terimakasih bantuannya.'' Ucap Dinar yang permisi untuk masuk ke dalam.
'' Iya, tidak perlu sungkan,'' jawab Terry, Dinar berlalu masuk dan menekan lift untuk ke lantai dimana kamar Devita berada karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keponakan nya.
Mata Terry terus saja mengikuti langkah Dinar pergi sampai Daniel memukul kepala nya untuk menyadarkan nya.
'' Jaga mata mu, atau ku congkel, mau?'' ancam Daniel.
'' Astaga kau tidak berubah sama sekali,''
Daniel memanggil para maid agar membuatkan suguhan untuk teman lamanya, mereka berbincang sampai langit menggelap dan Terry berpamitan setelah mendapatkan telpon dari seseorang.
'' Kalau begitu aku pamit ya, kapan-kapan aku kesini lagi,'' ucap Terry.
'' Mau apa kau kesini lagi!!''
'' Hahah, tentu saja untuk bertemu dengan kakak mu, dia semakin cantik ya,''
'' Jaga mulut mu!!''
Terry yang sudah mengenal sikap dan sifat Daniel tidak sama sekali tersinggung dengan ucapan Daniel.
TBC..
__ADS_1