
Daniel kembali melanjutkan perjalanan nya tapi baru beberapa Meter Daniel melajukan mobilnya seorang gadis mencegat mobil Daniel, segera Daniel menginjak pedal gasnya dengan mendadak karena terkejut.
Daniel langsung keluar dari mobil menghampiri gadis yang ada di depan mobilnya.
''Kau sudah gila ya!!'' bentak Daniel.
''Daniel, maaf Daniel, mobil ku mogok. Aku juga tidak tahu kalau yang aku hadang itu kamu.'' Ucap Nadia, ya gadis itu Nadia dengan sejuta siasatnya.
''Ada apa sayang?'' teriak Devita dari dalam mobil.
Daniel dan Nadia menoleh ke arah mobil, Daniel yang memberikan senyumnya dan Nadia yang memasang wajah masamnya.
Devita turun dari dalam mobil dan menghampiri Daniel dan Nadia.
''Oh kamu, Nad. Hai.'' Sapa Devita yang memberikan senyum manisnya.
''Hai, Dev.'' Jawab Nadia dengan senyumnya juga.
''Ada apa, Daniel?'' tanya Devita yang langsung merangkul lengan Daniel.
Alis Daniel mengernyit karena heran dengan sikap Devita yang tiba-tiba agresif.
''Ini mobil Nadia katanya mogok,'' jawab Daniel yang masih memperhatikan sikap Devita.
''Ooh mogok ya, kita kasih tumpangan saja.'' Ucap Devita.
''Tapi sayang,'' ucapan Daniel langsung di potong Devita lagi.
''Sudahlah Daniel, kasihan Nadia jalanan disini juga agak sepi.'' Bujuk Devita, Daniel membuang nafasnya dengan kasar dan dengan terpaksa Ia menganggukan kepalanya.
''Terima kasih Daniel,'' ucap Nadia dengan senang.
''Kau salah mengucapkan terimakasih, aku hanya menuruti permintaan Devita.'' Daniel pun belalu menuju mobilnya dan langsung masuk.
__ADS_1
''Ayo Nad, keburu Daniel mengamuk,'' ajak Devita yang mulai melangkahkan kakinya, tapi Nadia langsung menyalip Devita untuk duduk di kursi depan samping Daniel.
Saat Nadia ingin membuka pintu mobil, Devita menahan tangan Nadiaasih dengan memasang senyum di bibirnya.
''Maaf ya Nad, tas ku dan ponsel ku semua berada di depan dan tindak mungkin aku duduk di belakang, tidak apa-apa ya kau yang duduk di belakang,'' ucap Devita dengan mengedip-ngedipkan mata bulatnya.
''Ooh iya, tidak apa-apa kok,'' jawab Nadia yang langsung berpindah tempat untuk membuka pintu kursi belakang.
Diam-diam Devita terkekeh karena berhasil membuat Nadia sadar akan posisinya.
'Aku tidak menyangka bisa bersikap seperti ini.' batin Devita yang terkekeh.
Devita masuk dan duduk dengan manisnya, Daniel tersenyum dengan sejuta makna dan di balas Devita dengan mengedipkan satu matanya.
'Vita ku sudah mulai cerdik.' Ucap Daniel dalam hati.
Daniel melanjutkan mengemudinya menuju kampus Devita.
''Nad kau bertujuan kemana?'' tanya Devita.
''Bisa, sangat bisa,'' bukan Daniel yang menjawab melainkan Devita sendiri yang menjawab pertanyaan Nadia.
Nadia tersenyum sinis karena merasa wakty berduaan dengan Daniel di dalam mobil akan terlaksana.
''Daniel, kita antarkan Nadia terlebih dulu saja ya.'' Ucapan Devita membuat Nadia membelalak kesal.
''Kau bukannya ingin pergi ke kanpus Dev, tidak apa-apa kok mengantarkan akunya setelah mengantarkan mu.''
''Tidak Nad, baru saja Puspa mengirimkan pesan singkatnya, katanya dosen di jam mata kuliah pagi sedang tidak hadir.'' Jawab Devita dengan cepat dan Nadia hanya ber'oh saja yang memasang wajah kesalnya.
Daniel menggeleng pelan kepalanya, Ia tidak menyangka Devita bisa bersikap over seperti itu menaggapi Nadia.
Suasana di dalam mobil kembali sunyi dengan sesekali Devita bersenandung karena sedang mendengarkan musik dari ponselnya dengan menggunakan earphone nya.
__ADS_1
Daniel mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Devita dengan sayang, pemandangan seperti itu yang membuat Nadia memutar matanya karena merasa muak melihat nya.
Lima belas menit perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di Mall tujuan Nadia, tanpa mengucapkan kata Terima kasih, Nadia turin dengan membanting pinti dengan kerasnya.
''Astaga, hati Nadia sedang tidak baik-baik saja, sepertinya.'' Ucap Devita dengan senyum jahilnya.
Daniel tertawa dengan kerasnya karena baru pertama kali melihat sisi lain dari kekasihnya itu.
''Daniel,'' terus Devita, sebenarnya Ia sangat merasa malu karena menunjukkan sisi jahilnya pada Daniel.
''Aku sungguh terkejut dengan sikap mu, sayang,'' goda Daniel.
''Daniel, sudaaah aku maluu,'' ucap Devita dengan manjanya.
''Kau sungguh menggemaskan, sayang.'' Daniel terus tertawa karena merasa terhibur dengan sikap Devita.
Daniel pun memutar kemudinya untuk mengantarkan Devita ke kampusnya.
''Cepat Daniel, kelas pagi ku akan segera di mulai,'' ucap Devita yang mulai panik.
''Lho katamu, kelas pagi di pending,'' goda Daniel, ya Daniel sudah tahu dengan rencana Devita untuk mengerjai Nadia.
''Daniel, cepatlah,''
''Iya, iya.'' kekeh Daniel.
Di Mansion Carroll.
Dinar sedang ikut membantu memasak dengan juru masak khusus Mansion untuk makan siang, Dinar berniat untuk mengirimkan makan siang untuk Daniel, Zen dan Kemal.
Ya Dinar melakukan kesibukan karena ingin melupakan kesedihan nya karena baru saja di tinggalkan orang yang di cintanya, ya itu suaminya sendiri. Walaupun sang suami telah berbuat jahat, Dinar tetap mencintainya walau perasaan kecewa itu ada.
''Linda, nanti tolong kau yang mengantarkan makanan untuk Daniel dan Zen ya, biar aku yang mengantarkan makanan untuk Kemal ke restoran miliknya.'' Ucap Dinar dengan menggunakan kata yang sopan.
__ADS_1
''Baik, Nona.'' Jawab Linda.
'Haaahhh, harus berhadapan dengan manusia salju,' gerutu Linda, entah yang di juluki dengan sebutan manusia salju itu siapa, hanya Linda lah yang tahu.