Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Merindu


__ADS_3

Harapan Reno tidak terpenuhi, ya pesan yang dia kirim untuk Chloe tidak sama sekali di baca maupun di balas nya.


Reno sudah bertekad untuk tidak lagi memikirkan seseorang yang mungkin saja sudah bahagia dengan kehidupannya sendiri.


Di halaman belakang dua wanita cantik masih saja berbincang dengan asiknya, meluapkan rasa rindu di antara persahabatan nya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi saudara ipar.


'' Bagaimana Dev, calon keponakan ku berjenis kelamin apa? laki-laki atau perempuan?'' tanya Puspa.


'' Belum terlihat Pu, mungkin bulan depan,'' jawab Devita yang sibuk dengan mangga mudanya.


'' Semoga saja perempuan dan pastinya dia harus mirip pada ku, yang cantik manis dan ramah,'' ucap Puspa dengan percaya dirinya.


'' Isshhh, kau saja yang hamil kalau begitu,'' ketua Devita yang tidak terima dengan ucapan sahabat nya, Puspa.


Keduanya terdiam tapi tidak berselang lama mereka tertawa dengan geli karena pembahasan mereka yang tidak berfaedah tapi membuat mereka tertarik membicarakan nya.


Persahabatan mereka memang seperti itu, tidak ada yang merasa tersinggung walaupun cara bicara di antara mereka kerap sekali berkata dengan kasar ataupun ketus.


Hari-hari berlalu tanpa Daniel, semula Devita merasa biasa saja karena dia mengira kalau dia bersama dengan ayahnya dia tidak akan merasa kesepian namun Devita tetap lah Devita yang berstatus sebagai seorang istri pastinya ada kalanya merasakan kerinduan kehadiran suami arogan nya.


Seperti hari ini, ia merasa melakukan apapun serba salah, yang ada di hatinya hanyalah Daniel, dia hanya menginginkan kehadiran Daniel.


Devita saat ini berada di kamarnya yang ada di Mansion sang ayah, pintu kamarnya di ketuk dari luar dan membuat Devita yang memang sedang tidak mood melakukan apapun merasa kesal karena di ganggu.


'' Siapa!! jangan ganggu aku dulu, aku sedang tidak mood,'' ucap Devita dari dalam kamar.


Teriakan Devita tidak di gubris orang yang mengetuk pintu itu, orang itu terus saja mengetuk pintu kamar Devita dan alhasih membuat Devita semakin kesal.


Dengan langkah lebarnya, Devita menuju pintu kamar dan membukanya dengan kasar.


'' Ada apa?'' tanya Devita dengan ketus setelah membuka pintu, matanya terbelalak setelah melihat siapa yang sedari tadi mengganggunya.


'' Daniel,'' ucapnya dengan senyum yang lebar.


'' Surprise.. Apa kau senang honey,'' ucap Daniel yang baru saja tiba di negaranya dan langsung bergegas menemui istrinya karena rasa rindunya yang sudah beberapa hari ini berpisah dengan nya.


'' Sangat,'' jawab Devita yang memang sangat senang karena orang yang di pikirkan nya benar-benar muncul.


'' Pasti kau merindukanku kan?'' goda Daniel.

__ADS_1


'' Jangan percaya diri, Daniel,''


'' Ah aku sangat yakin kalau kau sedang merindukan ku,''


'' Sudahlah, ayo masuk,'' ucap Devita yang langsung menarik tangan Daniel untuk masuk ke dalam kamarnya.


'' Woooo, sabar honey, apa kah sudah tidak tahan,'' Daniel terus menggoda Devita yang wajahnya sudah memerah.


'' Daniel, stop menggoda ku, oh ya kenapa kau tidak memberi kabar dulu kalau ingin pulang,''


'' Bukan surprise kalau aku memberi tahu mu,''


'' Issshh, oh ya kau mau makan atau mah mandi dulu?''


'' Aku ingin mandi dulu, biar bisa lanjut bermesraan dengan istri ku yang cantik ini,''


'' Ya sudah sana mandi,''


'' Oh ya honey, tolong buatkan aku kopi ya,'' pinta Daniel yang sudah melangkah ke arah kamar mandi, Devita yang mengangguk.


Setelah menyiapkan handuk juga pakaian untuk Daniel, Devita berlalu ke lantai bawah untuk membuat kopi pesanan Daniel.


'' Ah ya, tolong buatkan kopi ya, bisa tidak?'' ujar Devita pada Mimi kepala dapur Mansion Mahendra.


'' Bisa nona, nona bisa tunggu saja di kamar, biar nanti saya antarkan kopinya,'' ucap Mimi dan di angguki Devita.


Di halaman belakang dua orang pria berbeda generasi itu sedang berbincang membahas mengenai pekerjaan namun entah kenapa tiba-tiba Mahendra membahas masalah yang membuat Reno membisu karena bingung untuk menjawab nya.


'' Reno, ayah tidak bermaksud untuk ikut campur masalah pribadi mu, tapi ayah juga mau melihat mu bersanding dengan wanita yang kelak akan menjadi istri mu.'' Ucap Mahendra yang begitu berhati-hati.


'' Ya ayah, aku mengerti. Biar nanti aku pikirkan lagi,'' jawab Reno yang sebenarnya sangat tidak mau membahas perihal ini.


'' Ayah berniat untuk memperkenalkan seseorang pada mu, ayah harap kau tidak keberatan. Dan Reno, mendiang ibu mu sudah mempercayakan mu pada ayah, dan ayah bertanggung jawab atas hidup mu, ayah akan bernafas lega kalau sudah memenuhi tugas ayah sebagai orang tua mu.'' Ucap Mahendra panjang lebar.


Reno terdiam, ia berpikir apa yang harus ia katakan. '' Hemmm, baiklah Ayah, tidak masalah. Atur saja pertemuan nya.'' Ucap Reno dengan pasrah, karena ia tidak sampai hati untuk mengatakan tidak pada Mahendra.


'' Bagus kalau begitu, nanti ayah atur pertemuan mu dengan gadis pilihan ayah untuk mu itu.''


Di Kamar.

__ADS_1


'' Bagaimana pekerjaan mu di sana?'' tanya Devita pada Daniel yang baru saja selesai menggunakan pakaian nya.


'' Semua berjalan dengan lancar,'' jawab Daniel, ya Daniel tidak mengatakan yang sebenarnya tentang sebab apa dia sampai pergi ke Perancis.


Sampai saat ini pun Devita tidak mengetahui kejadian yang menimpa Linda di sana, yang dia tahu Suami nya pergi karena tugas nya bukan menyelamatkan Linda.


'' Oh ya Daniel, sudah lama aku tidak mendengar kabar ka Linda,'' ucap Devita dengan tiba-tiba sampai membuat Daniel tersedak kopinya.


'' Daniel kau kenapa?'' tanya Devita.


'' Tidak honey, kopinya masih panas,'' alasan Daniel, ya Daniel tidak mau istrinya tau tentang apa yang sebenarnya terjadi karena Devita tipe wanita yang cepat khawatir dengan kondisi apapun.


'' Hahah, pelan-pelan Daniel,'' tawa Devita yang merasa lucu karena tingkah Daniel.


Daniel ikut tertawa walau terpaksa, sebenarnya ia ingin sekali menceritakan apa yang terjadi tapi Daniel merasa itu tidaklah penting untuk di ceritakan pada istrinya.


'' Oh ya Daniel, apa kau pulang bersama Zen juga?''


'' Tidak, dia tetap tinggal di sana, nanti dia menyusul katanya, lagipula buat apa kamu bertanya soal Zen?'' Daniel sudah menekuk wajahnya, ia tidak menyukai istrinya menanyakan pria lain di depannya.


'' Tidak, aku hanya bertanya,''


'' Jangan ulangi lagi,'' ketus Daniel.


'' Ya, ya.''


Di negara Perancis.


Zen sedang bersiap untuk pulang menyusul Daniel, dan dia berniat sebelum pulang akan menemui Linda terlebih dahulu.


Zen sudah bersiap untuk pergi ke rumah Linda namun ia terkejut karena saat dia membuka pintu kamar nya, ada seseorang yang berdiri dengan membelakangi nya.


'' Siapa?'' tanya Zen.


Orang itu berbalik menghadap Zen, betapa terkejutnya Zen saat matanya melihat orang yang sudah berdiri di hadapannya.


'' Kau,'' ucap Zen.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2