Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Kesalah Pahaman yang Terselesaikan


__ADS_3


...☘☘...


Perasaan yang di permainkan sungguh tiada obatnya, tapi dengan kata maaf yang tulus akan menjadi pertimbangan.


Kemal, pria yang penyabar namun banyak gaya, tapi dengan hati yang di buat terluka dengan orang yang terkasih membuatnya seketika rapuh.


Kerjaan semua terbengkalai, restoran yang di bangunnya dari nol pu tidak dia perdulikan beberapa hari ini, pikiran nya hanya tertuju dengan satu nama, Puspa.


Gadis yang di matanya begitu sempurna, sampai Ia berani menyatakan perasaan nya dengan lantang tidak ada keraguan di dalamnya, twpi dengan satu kenyataan yang Ia tahu semua menjadi berantakan.


Sudah Dua minggu dari Ia tau kenyataan itu, sudah beberapa banyak waktu juga yang di abaikannya, beberapa kali Puspa menghubungi nya tapi dia belum mau menjawabnya karena ingin berdamai dengan pikiran dan hatinya.


Kemal saat ini sedang berada di rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaan sang Ayah atas perintah Dinar kakak perempuan nya.


Tanpa di sengaja saat Kemal dengan tidak memperhatikan jalannya menabrak seorang gadis yang sangat di kenalnya, bahkan perasaan nya sudah sepenuhnya termiliki dengan gadis itu, yang tak lain Ia adalah Puspa.


Pandangan keduanya terkunci tapi sesaat kemudian Kemal yang mengakhiri nya.


''Maaf,'' ucap Kemal dengan nada dinginnya.


''Ini punya mu,'' Kemal menyerahkan beberapa kertas yang tadi berantakan saat kejadian tabrakan itu.


Puspa menerima berkas yang di benahi Kemal dengan rasa yang sedih, karena melihat sikap dingin Kemal.


''Terima kasih,'' jawabnya dengan lirih.


''Ya sudah aku duluan.'' Kemal berlalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban Puspa.


Puspa hanya bisa melihat kepergian Kemal dengan tatapan sendunya dan perasaan bersalahnya.


''Kemal, kau berubah.'' Gumam Puspa dengan mata yang berkaca-kaca.


Puspa kembali berjalan dengan menyeret kakinya, kepala yang tertunduk lesu air mata yang di tahannya pun luruh dengan seketikaseketika, entah kenapa hatinya begitu sakit menerima perlakuan dingin Kemal.

__ADS_1


Jika di ungkit, memanglah dia bersalah tapi Puspa merasa ini bisa di selesaikan dengan baik-baik, dia ingin sekali menjelaskan tapi rasanya sia-sia, Kemal pun sudah bersikap begitu, pikirnya.


Puspa mendudukkan dirinya di bangku taman, dengan tatapan sendu dan air mata yang terus menetes, Ia sangat merutuki dirinya sendiri, menyesal, ya itulah yang di rasakan Puspa saat ini.


''Maaf,'' lirih Puspa dengan isakan tangis nya.


Saat Ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya, ada tangan yang memberikan sapu tangan tepat di depan wajahnya dan menyingkirkan tangan Puspa tanpa berkata apapun.


Pusat melihat tangan itu dan perlahan mengangkat wajahnya ingin melihat tangan siapa itu.


Ada senyum yang tersirat di wajah sang empunya tangan, senyumvyang teduh dengan tatapan harapan yang pudar.


''Kemal,'' lirih Puspa, ya seseorang itu adalah Kemal.


Kemal yang mengurungkan dirinya untuk melangkah dan berbalik menatap Puspa yang meneteskan airmatanya dengan kata yang membuat hatinya teriris.


Kemal duduk di samping Puspa, dan menarik tangan Puspa untuk memberikan sapu tanganya.


''Jangan menangisi seseorang yang tidaklah penting,'' ucap Kemal dengan nada yang biasa, namun membuat Puspa langsung menoleh.


''Kenapa kau bicara seperti itu?'' tanya Puspa.


''Maaf,'' kata itu yang terucap lagi dari mulut Puspa.


''Kau tak salah, tapi aku yang salah, karena terlalu berharap dengan sesuatu yang bahkan tidak mengharapkan ku.'' Jawaban Kemal membuat Puspa sadar, kalau Kemal telah menyerah memperjuangkannya.


''Kau tidak bisa memaafkan aku?'' tanya Puspa dengan wajah yang sendu.


''Sudah ya, aku pergi dulu, jaga kesehatan.'' Kemal beranjak dari duduk nya.


Tangan Puspa dengan refleknya memegang pergelangan tangan Kemal.


''Maafkan aku, duduklah dulu ada yang ingin ku katakan padamu.''


''Waktu itu aku ingin berkata jujur padamu, tapi kamu tidak pernah mengangkat telpon ku, dan aku juga sudah meminta tolong pada Devita agar Ia mau membantu aku dan Jonathan untuk mengagalkan perjodohan ini dengan cara Jonathan mengaku Devita lah pacarnya.'' Penjelasan Puspa membuat Kemal terkesip.

__ADS_1


''Jadi,''..


''Ya begitu, aku sudah berusaha menghubungi mu, tapi Devita bilang kau tengah sibuk mengurus Ayahnya Tuan Daniel, maka dari itu aku mengurungkan niat ku ingin meminta mu menghadap orang tua ku.'' Jelasnya lagi, Kemal ternganga tidak percaya dengan kesalah pahaman anggapannya.


Kemal langsung memeluk Puspa, dan meminta maaf dengan sungguh-sungguh.


''Maafkan kesalahpahaman aku,'' lirih Kemal, Devita membalas pelukan Kemal.


.


.


.


Di Mansion megah keluarga Carroll.


Sang Ayah yang sudah keluar dari Rumah Sakit, kini sedang terbaring istirahat, Pintu kamar terbuka dengan masuknya seseorang dengan membawa sebuah suntikan yang di sembunyikan di baju lengan panjang nya.


Seorang pria menyeringai melihat ruangan pemilik Mansion itu tengah sepi tanpa penjagaan.


''Bodoh,'' gumamnya.


Dengan langkah yang yakin bahwa Ia bisa leluasa akan bisa melancarkan aksinya Ia segera mengeluarkan suntikan itu dari lengan bajunya.


Saat Ia akan menyuntikkan nya ke lengan telanjang Tuan Frans, sebuah lemari yang menyimpan bubu-buku terbuka menjadi dua bagian.


Prok prok prok.


Beberapa tepukan tangan terdengar pria itu, Ia langsung menoleh dengan mata yang terbelalak.


''Toni,'' lirih Dinar yang sudah meneteskan air mata kecewanya.


''Sayang, aku bisa jelaskan,'' pria itu yang bernama Toni adalah suami dari Dinar yang beberapa minggu ini sudah berada di kota itu tanpa sepengetahuan Dinar dan bisa keluar masuk Mansion tanpa pemeriksaan karena penjaga di sana sudah sangat kenal dengan dirinya.


Bugh

__ADS_1


Sebuah bogeman mentah di layangkan Daniel untuknya.


''Brengsek, bedebah!!!'' maki Daniel


__ADS_2