Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Kehilangan


__ADS_3

Kian hari perlakuan Daniel pada Devita semakin posesif, Devita sangat merasakan itu dan dia merasa tidak nyaman dengan perlakuan posesif nya Daniel.


Devita berniat ingin membicarakan nya pada Daniel tapi dia sedikit takut.


Saat ini mereka sedang makan bersama di kamar Apartemen Devita.


Daniel melihat tingkah aneh Devita yang sejak tadi seperti orang yang sedang gelisah.


''Kau kenapa Vita?'' tanya Daniel.


''Aaah ti-tidak,'' jawabnya dengan kikuk.


Daniel hanya menggeleng melihat tingkah aneh Devita.


''Ayo Dev bicara, jangan takut.'' Ucap Devita menyemangati dirinya sendiri.


''Daniel apa aku boleh bicara sesuatu dengan mu,'' lirih Devita.


''Bicaralah,'' jawabnya.


''Emmm bisa tidak kau tidak terlalu mengatur ku, dan tidak perlu mencampuri urusan ku.'' Ucapan Devita membuat kegiatan makan Daniel seketika berhenti selera makannya pun menghilang.


''Apa kau tidak nyaman Vit?'' tanya Daniel dengan mata sendunya.


''Bukan, bukan begitu. Hanya saja aku merasa tidak pantas mendapatkan perlakuan manis mu.'' ..


Daniel sangat kecewa dengan ucapan Devita, ia beranjak dari duduknya dan menatap Devita dengan tatapan yang tidak biasa.


''Aku ada urusan, selesaikan makan mu.'' Setelah mengucapkan itu, Daniel keluar dari sana dan menuju ke kamar Apartemen nya yang berada di atas satu lantai dari kamar Devita.


''Apa dia marah? apa ucapan ku salah ya.'' Gumam Devita setelah Daniel keluar dari Apartemen nya.


Daniel melangkah dengan langkah yang tidak lagi gagah seperti biasanya.


''Apa perlakuanku membuat kau tidak nyaman Vit.'' Gumam Daniel setelah sampai di kamar tidurnya.


''Baiklah aku akan berusaha untuk tidak terlalu mencampuri dan mengatur mu lagi,'' lanjutnya.


.


Sejak saat itu Daniel menjaga jarak nya dengan Devita, ia tidak lagi mengunjungi Devita di kamarnya, bukan karena tidak perduli lagi hanya saja, Daniel tidak ingin membuat Devita tidak nyaman karena perlakuan nya.


Daniel menyibukkan diri di kantor nya, ia selalu pulang larut malam untuk tidak memikirkan Devita lagi.


Tapi ketahuilah ia sangat merasa tersiksa, ia tidak bisa berjauhan dari Devita, tapi apa Devita juga merasakan hal sama? ia pun tidak tahu.


Devita merasakan perubahan Daniel yang tidak lagi posesif terhadap nya, bukankah ini yang ia mau? tapi kenapa hatinya merasa kehilangan, entahlah ia pun tak tau.


''Kenapa aku memikirkan Daniel,'' gumamnya.


''Mestinya aku senang dong, karena tidak lagi mendapatkan perlakuan posesif nya lagi.'' Devita terus bermonolog sendiri dengan posisi yang terlentang di atas kasur luasnya.


Tangannya menyambar ponselnya, yang biasanya setiap 20 menit sekali seseorang mengirimkan pesan yang berisi '' Vita, kau sedang apa?'' tapi kali ini pesan itu tidak lagi ada.

__ADS_1


''Hemmmm, sepi sekali.'' Devita menghela nafasnya dengan gusar. Sadar atau tidak, saat ini Devita tengah merindukan sosok Daniel yang beberapa hari ini tidak lagi memberikan perhatiannya.


Lelah memikirkan seseorang yang telah ia tolak kehadiran nya tidak secara langsung, akhirnya Devita tertidur dengan rasa gelisah nya.


...---------...


Suara alarm membangunkan Devita yang tengah tertidur lelap, dengan tangan yang merabah nakas samping tempat tidur nya, Ia berhasil mematikan suara bising yang berasal dari jam wakernya.


Perlahan Devita mengerjapkan mata nya untuk menyesuaikan sinar dari cahaya lampu yang menyilaukan mata indah nya.


Semalam ia tertidur tanpa mematikan lampu terlebih dahulu dan lampu pun menyala sepanjang malam.


Kembali ia mengecek ponselnya, tapi ucapan selamat pagi tidak lagi ada, dengan wajah yang sendu, Devita menuju kamar mandi.


.


Teman-teman Devita merasakan sikap aneh Devita yang tidak seperti biasanya, Devita terkenal gadis yang periang, ramah dengan murah senyum.


Tapi kali ini tidak, ia berjalan dengan menyeret kakinya, langkah yang tidak bersemangat terlihat di mata sahabat nya yaitu Puspa dan Jonathan.


''Dev,'' panggil Puspa.


''Emmm,''..


''Kau kenapa?'' tanya Puspa.


''Tidak kenapa-kenapa, memang nya kenapa?'' Sungguh bukan kebiasaan Devita yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.


Devita menepis tangan Puspa dengan muka yang di tekuk.


''Aku tidak apa-apa Pu,'' sungut Devita.


Puspa terkekeh karena melihat wajah Devita yang di tekuk itu.


''Habisnya kau aneh sekali.'' Ujar Puspa, Jonatan pun sama melihat tingkah aneh Devita hari ini Ia mengiranya Devita tengah sakit tapi ternyata tidak.


.


Di CR Corp.


''Tuan, semua keperluan Tuan sudah saya siapkan, dan siang nanti jadwal keberangkatan Tuan.'' Ucap Zen yang baru masuk ke ruangan CEO Arogan itu.


''Iya baiklah, tolong kau keluar sekarang aku butuh mengistirahatkan otak ku.'' Ucap Daniel dengan suara yang tidak seperti biasa.


''Ba-baik Tuan.'' Zen berlalu keluar dengan perasaan aneh.


''Tuan mengucapkan Tolong? apa aku tidak lagi bermimpi.'' Gumam Zen, ya Zen sangat mengenal Tuannya itu, Daniel belum pernah mengucapkan 2 kata seumur hidupnya, yaitu.


Tolong dan Maaf.


''Sudah beberapa hari ini aku tidak melihat wajah dia, tapi ini keinginan nya kan.'' Ucap Daniel dengan tersenyum keluh


Ucapan Devita sangat terngiang-ngiang di pikirannya, seperti rekaman suara yang selalu berputar mengulang, kata-kata Devita membuat nya tidak lagi bersemangat seperti sebelumnya.

__ADS_1


''Apa bisa aku jauh dari mu Vit.'' Daniel mengacak rambutnya dengan gusar, saat ini pikirannya terpenuhi nama Devita, Devita dan Devita, tidak ada yang lainnya.


Siang nanti Daniel akan melakukan perjalan bisnis ke negara Paman Sam untuk Mangakuisisi sebuah Perusahaan besar.


Waktu yang tidak di inginkan Daniel berjalan dengan cepat, dan 1 jam lagi ia harus terbang dan membawa Hati yang tengah gundah gulana itu.


.


Devita berjalan dengan lesu, membuka pintu Apartemen dengan perlahan dan menjatuhkan tubuhnya di sofa empuknya.


''Apa aku hubungi saja ya.'' Devita Tengah memandang ponselnya hatinya berkata ingin sekali menghubungi Daniel untuk meminta maaf atas ucapannya yang mungkin saja telah menyakiti hati nya tempo hari itu.


Dengan meyakinkan dirinya Devita menempelkan ponsel ke telinganya menghubungi nomor yang tak lagi pernah menghubunginya.


Dengan wajah yang kecewa Devita menjauhkan ponsel dari telinga nya dia kecewa karena Suara oprator yang menyambutnya.


''Di luar jangkauan, apa dia sengaja,'' pikirnya.


''Apa ucapan ku tempo hari itu membuat dia marah pada ku.''..


''Aahh lebih baik aku hampiri ke kamarnya.'' Devita beranjak dari duduknya dan berjalan menuju keluar kamarnya untuk menghampiri Daniel yang Bahkan dia tidak tahu kalau Daniel sudah terbang ke negara tetangga.


Sudah beberapa kali Devita memencet tombol bel tapi tidak ada yang membukanya, pikiran-pikiran buruk menghantui Devita.


'' Hanya dia yang saat ini aku punya, tapi Dengan bodohnya aku yang meminta dia menjauh,'' gumamnya,


''Apa pantas orang sebaik Daniel aku sakiti dengan perkataan ku.''..


'' Aku memang manusia yang tidak tahu berterima kasih.'' Devita terus merutuki kebodohannya, ya karena dirinya meminta untuk Daniel tidak mencampuri urusannya nya serta tidak mengaturnya lagi.


Dengan langkah yang gontai Devita kembali ke kamarnya, air mata yang mengembang di mata cantiknya dengan perlahan luruh.


Satu minggu berlalu, Daniel benar-benar tidak memberi kabar pada Devita, setiap hari Devita pergi ke kamar Daniel tapi Daniel tidak lagi pernah ada di sana.


Ingin pergi ke kantor Daniel tapi Devita tidak tahu di mana alamatnya, satu nama Yang diingat Devita saat ini untuk mengetahui keberadaan Daniel yaitu, Zen.


Tapi Devita sadar dia pun tidak mengetahui nomor ponsel Zen serta alamatnya pun tidak tahu dimana lantas bagaimana ia akan menghubungi Zen, entahlah.


Memang seseorang harus merasakan kehilangan dahulu untuk merasakan pentingnya kehadiran seseorang itu, dia tidak merasa nyaman dengan perlakuan manisnya tapi saat yang memperlakukan manis itu menjauh Ia baru tersadar betapa pentingnya keberadaan orang itu disampingnya.


...Bersambung......


Hay Hay Reader Ku tersayang, terimakasih atas dukungan kaliann,,


Oh ya selagi menunggu CINTA CEO ARROGANT Up kalian bisa mengunjungi novel-novel Author juga



Manisnya Cerita Cinta, ga kalah serunya kok..


mohon dukungannya juga ya Kaka kakak😘😘😘


Terima kasih😘💕🙏

__ADS_1


__ADS_2