
Sadarnya Kemal membuat Daniel bernafas lega, sekarang dia sudah meyakinkan dirinya untuk melakukan sesuatu.
'' Honey, aku tinggal sebentar ingin menghubungi seseorang,'' ucap Daniel dan di angguki Devita, Daniel pun berlalu pergi untuk menghubungi seseorang.
'' Halo, kau dimana?'' tanya Daniel.
''Siapkan beberapa berkas yang aku pinta kemarin dan kumpulkan juga para wartawan di aula kantor besok siang,'' ucap Daniel lagi dengan seseorang di sebrang sana dan menutupnya setelah merasa sudah mengatakan semuanya.
'' Ini janji ku pada mu,'' gumam Daniel dengan menatap langit-langit rumah sakit.
Di sudut rumah sakit ada dua orang lawan jenis masih berdebat yang bahkan mereka berdua tidak mengetahui apa yang sebenarnya di perdebatkan.
'' Kau menyebalkan,'' ketus Linda.
'' Biar, memangnya kenapa?'' jawab Zen yang tak kalah ketusnya.
Saat Linda ingin pergi lagi-lagi Zen menghalanginya. '' Ingat ucapan ku kan,'' ucapnya dengan nada dingin.
'' Tidak,'' Linda pun pergi meninggalkan Zen.
'' Dia benar-benar menguji kesabaran ku,'' gumam Zen namun ada yang aneh, ada senyuman yang terlukis di wajah Zen walau hanya sesaat.
.
.
Di ruang aula perusahaan, telah terkumpul beberapa wartawan dan Zen juga sudah menyiapkan berkas-berjas yang di pinta Daniel kemarin.
Daniel sudah duduk dengan Zen di samping nya menghadap beberapa kamera yan menyorot langsung ke arahnya.
'' Baik, berdirinya saya disini akan mengumumkan sesuatu yang selama ini tidak ada yang tahu bahwa saya mempunyai seorang adik laki-laki.'' Ucapan Daniel membuat kisruh semua orang yang ada di aula, jepretan kamera pun terus menyoroti Daniel.
'' Maaf Tuan Carroll, apa yang anda katakan itu adik kandung?'' tanya seorang wartawan dari stasiun televisi swasta.
Daniel terdiam, dengan wajah tenang nya ia menatap ke satu titik.
__ADS_1
'' Apa yang anda katakan itu anak yang di hasilkan dari kasus Skandal Tuan besar Carroll beberapa tahun silam,'' ucap seorang wartawan lainnya.
Zen meradang mendengar nya, saat ia ingin melangkah menghampiri wartawan itu, Zen di tahan Daniel agar tetap tenang.
'' Skandal? dari sudut mana kalian menganggap itu adalah kasus Skandal?'' tanya Daniel dan wartawan yang tadi bersuara hanya diam.
'' Dia adik laki-laki saya, yang selama ini hidup mandiri karena pesan seseorang pada saya agar mendidiknya agar lebih dewasa dan kuat menerima kecaman orang nantinya,'' ucap Daniel lagi.
'' Siapa seseorang itu Tuan?'' tanya wartawan lagi.
'' Saya kira kalian tidak perlu tahu itu siapa, saya memberi kalian kesempatan untuk mengekspos kehadiran adik laki-laki saya bukan untuk mengetahui masalah pribadi saya.''
'' Maaf Tuan,''
'' Zen,'' panggil Daniel yang memberi kode agar membawa seseorang ke atas panggung agar bergabung bersama nya.
'' Baik Tuan,'' Zen pun berlalu pergi menuju ke satu ruangan.
Beberapa saat kemudian Zen datang bersama seseorang yang berada di kursi roda yang ternyata tak laun dia adalah Kemal sendiri.
Jepretan kamera terus tertuju ke arah Kemal yang terlihat bingung dan gugup.
'' Kakak mu sedang berbuat apa yang selama ini kau inginkan,'' bisik Zen.
'' Yang ku inginkan?'' gumam Kemal.
'' Kemarilah,'' ucap Daniel.
'' Dia lah yang saya maksud, dia adik laki-laki saya yang selama ini tidak ada yang mengetahui kehadiran nya,'' ucap Daniel.
Ucapan Daniel membuat Kemal terkejut sekaligus terharu, apa yang di impikan nya selama ini, hari ini terjadi.
'' Kakak,'' lirih Kemal.
Daniel yg hanya menatapnya sekilas dan menatap Zen lagi seolah-olah memberi kode yang hanya mereka lah yang mengetahui nya.
__ADS_1
Zen mengangguk dan melangkah menuju ke sudut ruangan mengambil sesuatu yang di pegang seorang wanita cantik yaitu istri dari Daniel sendiri, Devita.
Semua gerak-gerik Zen, Daniel juga Kemal tersorot kamera tanpa henti dan tersiar langsung ke penjuru negeri.
Di Sebuah kamar, seorang wanita paru baya menyaksikan semuanya dengan amarah.
'' Anak haram itu sedang tersenyum senang di sana. Cih, darah daging ku sendiri malah melawan ku,'' ucap nya dengan emosi.
'' Dia anak dari wanita jalang itu, tapi kenapa kalian malah terus membelanya, aaaakkkhhhh!!!'' dia terus mengamuk, semua isi kamar ia porak-poranda kan untuk meluapkan emosinya.
'' Aku selama ini diam saja, tapi diamnya ku bukan berarti kalian bisa berbuat seenaknya, aku harus membuat anak haram itu menyadari posisinya,'' ucapnya.
Ya dia adalah Mirna, ibu dari Daniel dan Dinar yang selama ini sangat membenci kehadiran Kemal, karena dia menganggap Kemal adalah musuh beratnya.
Karena Kemal lah, Frans ayah dari mereka tidak lagi memperdulikan nya, pikir Mirna.
Yang Mirna tahu, apa yang di miliki Kemal itu adalah milik Frans, yang ternyata adanya Kemal lah yang berjuang sendiri dengan bantuan ibunya sewaktu hidupnya.
Acara tanya jawab serta mengumumkan nya kehadiran Kemal telah usai, Kemal yang memang belum pulih betul harus kembali ke rumah sakit dan Devita yang pulang bersama Dinar karena kondisi nya yang sedang mengandung di takutkan akan kelelahan.
'' Apa kau senang?'' tanya Puspa.
'' Sangat, aku tidak menyangka, kalau keinginan ku terwujud hari ini,'' jawab Kemal dengan bahagia.
'' Awalnya aku juga tidak menyangka kalau kamu adik dari ka Daniel, tapi karena ia Linda menceritakan semuanya, aku baru paham,'' ucap Puspa.
'' Oh ya, ka Linda kemana?'' tanya Puspa yang baru menyadari kalau hari ini ia tidak melihat Linda.
'' Linda sudah balik ke negaranya,'' timpal Daniel yang duduk di kursi depan.
Ucapan Daniel membuat Zen yang menyetir mobil seketika langsung menginjak pedal rem ya. '' Linda sudah pergi?'' tanya Zen dengan wajah terkejutnya.
'' Sialan, bisa tidak, tidak perlu mengerem mendadak seperti ini,'' omel Daniel.
'' Iya maaf, jawab Daniel! Linda sungguh telah pergi?'' tanya Zen tanpa menggunakan bahasa formal.
__ADS_1
Kemal dan Puspa yang duduk di kursi belakang hanya bisa melebarkan matanya karena terkejut mendengar ucapan Zen yang berani berkata dengan keras pada Daniel.
TBC...