
Sebuah perasaan yang sulit sekali merasakan adanya cinta percayalah seseorang itu akan menjadi pribadi yang teguh akan pendiriannya setelah mengenal sebuah kata Cinta.
Dinar, wanita yang sangat sulit membuka hatinya untuk siapapun namun kali ini merasa ada yang aneh pada dirinya sendiri, karena sebuah kata dari adiknya dan juga sebuah postingan yang kemarin di lihatnya membuat dirinya goyah akan keukeuh nya menutup hati.
Di sebuah ruang baca. Lamunan Dinar buyar ketika sebuah kulit kacang menimpa wajah mulusnya. '' Daniel, kau ini apa-apaan sih,'' ketus Dinar yang tidak terima dengan kejahilan adiknya.
'' Sedang memikirkan apa?'' tanya Daniel dengan cueknya.
'' Tidak,''
'' Kak, tau tidak gejala yang akan kau rasakan ketika sebuah rasa hadir dalam diri mu?'' ucap Daniel dengan kata teka-teki nya.
'' Maksud mu apa? bicara yang benar,''
'' Haahh usia sudah tua tapi tetap saja otaknya selalu dungu,'' gumam Daniel yang mendapatkan timpukan bantal dari Dinar.
'' Kurang ajar kau!!''
'' Aku bisa meramal sesuatu yang ada dalam dirimu dan akan menimpa padamu,'' ucap Daniel lagi namun Dinar tidak menjawab nya, ia hanya memicing menunggu Daniel melanjutkan ucapannya.
'' Ada empat gejala yang akan kau rasakan, pertama Merasa kehilangan, kedua merasa kesepian ketiga merasa cemburu dan ke empat jatuh cinta.'' Ucap Daniel yang langsung pergi meninggalkan Kakak nya.
Sejenak Dinar terdiam menelaah kata-kata Daniel namun sedetik kemudian, Dinar tersadar kalau Daniel telah mengusilinya lagi.
'' Daniel!! awas kau ya,'' teriak Dinar.
'' Pegang ucapan ku kak!!'' balas Daniel yang berteriak dari arah luar.
'' Wajah boleh seram tetap saja bisa berbuat usil,'' gerutu Dinar dengan kesal.
Hari ini Dinar memaksakan dirinya untuk pergi ke butik nya walau keadaan nya sedang tidak baik-baik saja karena fertigonya sedang kambuh.
'' Mom, aku ikut boleh?'' ucap Davin.
'' Jangan ya Davin, kau dirumah saja, adik David dan adik Emily juga akan datang kesini,'' bujuk Dinar.
'' Benarkah? baiklah Mom aku tidak jadi ikut,''
'' Anak pintar, kalau begitu Momy berangkat dulu ya,'' ucap Dinar yang berpamitan pada anaknya dan berlalu dengan mobilnya.
Setelah sampai di butik, Dinar segera masuk ke butiknya namun seseorang yang duduk di sofa yang ada di ruangan vip membuat dia merasa canggung.
'' Nona Lim,'' sapa Dinar dengan canggung.
'' Hay Nona Dinar, apa kabar?''
'' Baik, ada perlu apa nona menunggu ku?''
'' Haahhh tentu saja seperti biasa, aku ingin meminta kau yang merancang sebuah gaun untuk ku, tapi gaun ini berbeda dari biasanya, karena gaun ini akan ku kenakan pada acara pertunangan ku.'' Ucap seorang wanita bernama Lim itu.
Ucapan Nona Lim sejujurnya membuat Dinar terkejut pasalnya yang kemarin dia lihat di sebuah postingan nya nona Lim yang mengatakan kalau dia mengagumi sosok Reno membuat Dinar berspekulasi sendiri tentang siapa yang akan bertunangan dengan Nona Lim, pelanggan setianya.
'' Bertunangan?''
'' Ya, aku juga sudah membawa undangan untuk kau,'' ucapnya yang memberikan sebuah kartu undangan pada Dinar.
'' Untuk ku? waaahhh terima kasih ya, apa tunangan mu seseorang yang baru kemarin kau posting?'' tanya Dinar ingin tau.
'' Ya kau benar, tampan bukan? dia pengusaha muda yang sukses, walau perkenalan kita cukup singkat tapi tetap saja kita sudah berkomitmen bersama untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.'' Jawab nona Lim.
Dada Dinar berdebar tidak karuan, lututnya terasa lemas dan tidak mampu untuk berdiri lagi, apa yang terjadi padaku? batin Dinar bertanya-tanya.
Setelah menyebutkan tema acara dan mengucapkan ciri-ciri gaun yang di inginkan nya akhirnya nona Lim berpamitan setelah memberikan sebuah cek untuk uang muka nya.
Seperginya Nona Lim, Dinar terduduk lemas di kursinya, mata yang ia pejamkan sesaat tidak juga mampu membuat ia tenang.
'' Apa yang ku dengar ini apa benar adanya?'' gumam Dinar dengan nafas yang tersengal-sengal.
Kepalanya berdenyut semakin kencang dengan berbarengan debaran jantungnya yang berdegup, entah kapan ia tidak sadarkan diri, ketika membuka matanya saat ini Dinar sudah berada di kamar bercat serba putih dengan sebuah jarum infus yang tertancap di punggung tangan nya.
__ADS_1
'' Astaga sakit sekali, aku ada dimana?'' gumam Dinar.
'' Kak kau sudah sadar?'' tanya seseorang yang berada di kursi samping ranjangnya.
'' Kemal? kakak kenapa ada disini?'' tanya Dinar dengan lirih.
'' Kemarin kakak pingsan di butik,'' jawab Kemal.
'' Oh astaga, kepala kakak sakit Kem,''
'' Kakak tidur saja, kata dokter kakak kelelahan di tambah fertigo kakak yang kambuh,'' ucap Kemal membantu Dinar merebahkan kepalanya lagi.
'' Kakak harus mengerjakan disain gaun customer kakak Kem.'' Ucap Dinar.
'' Ya setelah kakak pulih ya, tidak baik kalau di paksakan dengan keadaan kakak yang seperti ini,''
'' Benar apa yang di katakan dia, kau bukan lagi anak kecil bisa kan mengerti bahasa sederhana itu,'' ketus seseorang yang baru saja masuk yang bukan lain adalah Daniel adik laki-laki tertua yang selalu berbicara pedas.
'' Niel sebaiknya kau keluar, hadirnya kamu disini membuat kepala ku serasa ingin pecah,'' balas Dinar.
'' Ck, kalau bukan aku yang membawa mu kesini kau sudah terbujur kaku di ruangan kerja mu.'' Ucap Daniel dengan ketus
Kemal yang ada di tengah-tengah Dinar dan Daniel tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menjadi pendengar dan saksi perang kata antara mereka.
'' Sudahlah aku jadi ikut pusing,'' ucap Kemal berniat menengahi perdebatan Dinar dan Daniel.
'' Kem, kau urus kakak mu itu, hati-hati lepas keluar dari sini otak mu tinggal setengah dimakan dia.'' Bisik Daniel yang langsung pergi meninggalkan Dinar bersama Kemal.
Dua hari Dinar berada di rumah sakit, dua hari itu juga Dinar selalu menyempatkan diri untuk membuat disain yang di minta nona Lim padanya.
Setelah selesai membuat disain, Dinar segera mengirimkan gambar yang di buatnya melalui email ke nona Lim langsung untuk mengkonfirmasi pesanannya, cocok atau tidaknya hasil gambarnya.
'' Aku tidak peduli siapa yang akan bersanding dengan nya, aku cuma harus profesional dengan tugas ku.'' Gumam Dinar.
.
Hari dimana acara pertunangan nona Lim telah tiba, karena Dinar yang mendapatkan undangan nya langsung dari nona Lim, mau tidak mau Dinar terpaksa menghadiri acara itu walau dengan berat hati.
Puncak acara telah di umumkan, para tamu di perintahkan untuk berkumpul di aula karena kedua mempelai akan bertukar cincin namun Dinar yang merasa sesak dan tidak ingin menyaksikan nya akhirnya mengasingkan diri ke tepi kolam.
Suara MC terdengar mengatakan kalau kedua mempelai sudah selesai bertukar cincin, dada Dinar seakan berhenti berdetak, dengan susah payah ia mengambil nafas panjang mencari oksigen yang telah hilang.
'' Yang di katakan Daniel benar, namun saat ini aku ada di gejala nomor Lima, sakit hati karena keegoisan ku sendiri.'' Gumam Dinar.
Dinar duduk di kursi taman menyaksikan para tamu yang sedang berdansa ria dengan senyum kecutnya.
'' Sedang apa kau disini?'' tanya seseorang dari arah samping yang sontak membuat Dinar menolehkan kepalanya.
'' Kau? kau yang sedang apa disini?'' tanya balik Dinar.
'' Aku?'' ucapnya dengan menunjuk dirinya sendiri dan memasang raut heran.
'' Hah sudahlah apa peduli ku, lagipula ini kan memang acara mu, terserah kau berada dimana saja,'' ketus Dinar yang sudah beranjak dan berniat untuk pergi dari sana namun cekalan tangan orang itu yang tidak lain adalah Reno membuat Dinar terkejut.
'' Lepas kalau kau tidak ingin orang-orang yang ada disini salah paham atas tindakan mu,'' ucap Dinar sedikit berbisik.
'' Salah paham? apa maksudmu?''
Dinar tidak menjawab nya, matanya memicing tajam ke arah Reno, hentakan tangan Dinar berhasil melepaskan nya dari cengkraman tangan kekar Reno.
Tanpa mengucapkan apapun, Dinar berlalu pergi dari pesta itu dan menuju dimana mobilnya terparkir.
Saat ketika ia ingin membuka pintu mobilnya, lagi-lagi ada tangan yang menahannya, Dinar menghela nafasnya dengan panjang untuk mengontrol emosi nya yang sejak tadi tertanam di dirinya.
'' Ren, saya mohon jangan berbuat di luar batas, kembalilah ke acara mu jangan pedulikan aku lagi,'' ucap Dinar dengan dada yang terasa sesak.
'' Sebenarnya apa maksud mu, Dinar?'' tanya Reno lagi.
Kali ini Dinar benar-benar sudah tidak bisa mengontrol dirinya, air matanya tiba-tiba menetes tanpa ia duga.
__ADS_1
'' Singkirkan tangan mu!'' bentak Dinar dengan wajah yang memerah menatap Reno dengan air mata yang sudah berderai.
Reno terus memasang wajah bingung nya terlebih lagi sikap Dinar yang tiba-tiba aneh.
'' Kau ini kenapa, sejak tadi aku bertanya tapi tidak sama sekali kau menjawab pertanyaan ku,'' ucap Reno.
'' Reno aku mohon, kembalilah ke samping tunangan mu, aku tidak ingin orang-orang memandang ku dengan tatapan mata yang menilai ku tidak baik.'' Ucap Dinar yang sedikit menurunkan nada bicaranya tapi dengan air mata terus saja menetes.
'' Hei, kau ini bicara apa? sudah jangan menangis,'' ucap Reno yang langsung memeluk Dinar dengan hangat.
'' Ren jangan seperti ini,'' lirih Dinar dengan isakan tangisnya.
'' Dinar dengarkan aku, ini bukan acara ku, dan bukan pula pertunangan ku,'' ucap Reno dengan lembut.
'' Jangan mengatakan itu Ren kalau hanya untuk membuat ku tenang,'' ucap Dinar.
'' Astaga, Dinar. Aku bicara yang sebenernya, lihat papan nama itu,'' tunjuk Reno kesebuah papan nama kedua mempelai.
'' Lim Aiko dan Romeo?'' lirih Dinar mengeja kata yang tertulis di papan yang ada di pintu masuk.
'' Ya, itu nama kedua mempelai, lihat baik-baik itu bukan nama ku,'' ucap Reno lagi.
'' Jadi? bukan kau yang bertunangan dengan Nona Lim?'' Reno hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum yang di kulumnya karena merasa gemas dengan wajah Dinar.
'' Ooohhh aku tau, kau sedang ada di fase cemburu ya,''
'' Cemburu?''
'' Ya, cemburu itu tanda cinta, berarti kau menyukai ku kan?'' tebak Reno yang membuat wajah Dinar semakin memerah.
'' Ti-tidak siapa yang cemburu, sudah aku mau pulang,'' ucap Dinar dengan sisah malu nya karena telah salah sangka.
Tapi saat Dinar berbalik dan ingin membuka pintu mobil tiba-tiba Reno memeluk Dinar dari belakang.
'' Aku bahagia karena kau telah membalas perasaan ku, dan maafkan aku telah membuat mu meneteskan air mata berharga mu, aku hanya ingin kau tau kalau aku benar-benar mencintai mu.'' Ucap Reno dengan lembut ke telinga Dinar yang tentu membuat Dinar menegang.
'' Mungkin kau mengira kalau apa yang aku katakan sebuah bualan dan hanya mempermainkan perasaan mu, tapi yakinlah dengan ketulusan ku, aku benar-benar mencintai mu, bahkan bukan hanya dirimu tapi anak mu juga, walaupun aku baru mengenalnya tapi aku sudah merasa dekat dengannya, beberapa hari ini pun aku terus bertukar kabar dengan nya.'' Ujar Reno dengan tulus.
'' Tapi usia kita,'' ucap Dinar menggantung ucapan nya.
'' Aku sudah bilang kan, aku tidak peduli dengan jarak usia kita, aku hanya tau bahwa perasaan ku terhadap mu sungguh dalam,'' timpal Reno.
Perlahan Reno membalikkan badan Dinar untuk menghadap ke arah nya agar dapat dengan mudah menatap langsung wajah cantik Dinar.
'' Apa kau belum juga percaya dengan apa yang aku katakan?''
Dinar menatap lekat wajah dan mata Reno mencari kebohongan dan ketidak sungguhan Reno, tapi yang di lihatnya hanya kejujuran yang terlukis di wajah tampan Reno.
Senyum Dinar tersirat, dengan mata yang berbinar Dinar langsung memeluk tubuh Reno dengan erat.
'' Terima kasih Ren, Terimakasih.'' Lirih Dinar, yang di rasakan Reno bukan hanya senang tapi ia sangat merasa bahagia karena akhirnya cintanya terbalaskan dengan apik.
'' Apa kau menerima ku?'' tanya Reno memastikan dan Dinar hanya mengangguk di dalam pelukan Reno.
Kebahagiaan ku ada di sebuah balasan cinta seorang wanita yang bersifat dingin dan keras kepala, walaupun usia kita terpaut jauh dengan dia yang lebih tua dari ku aku tidak mempermasalahkan nya sama sekali, aku juga menerima nya dengan anak nya juga, aku bertekad mencintai ibunya dan aku juga harus mencintai anaknya.
Aku tidak peduli tanggapan orang lain mengenai kami, aku hanya ingin fokus ke hubungan kami yang baru saja berubah setatus menjadi sepasang suami istri.
Impian Ayah kami masing-masing juga telah terwujud, mereka tidak sama sekali menentangnya, mereka hanya ingin kami bertiga bahagia dengan kehidupan baru kami.
......SEKIAN.......
...πΈπππΈ...
TERIMA KASIH UNTUK PARA PEMBACA KU YANG SETIA, YANG SELALU MENDUKUNG KARYA KU INI, YANG SELALU STAY DI NOVEL KU INI, TANPA KALIAN, NOVEL INI TIDAK AKAN SAMPAI KE BAB INI. SEKALI LAGI TERIMAKASIH ππππ₯°ππ
Sayang kalian semuaπ€..
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA KU YANG MASIH UP YA (HANYA ISTRI PURA-PURA) Mohon dukungan nya jugaππ..
__ADS_1
MARHABAN ya Ramadhan, Mohon Maaf lahir batinππ€ππ**..