
Pertanyaan Dinar di jawab dengan jawaban yang berbeda dari Reno dan Chloe, Reno yang menjawabnya 'iya dan Chloe yang menjawabnya dengan jawaban sebaliknya yaitu 'tidak.
Dinar menatap kedua manusia itu yang saat ini sedang bertatap dengan tatapan yang bahkan tidak membuat Dinar mengerti.
'' Kalian kenapa? ah sudahlah terserah, aku permisi pergi untuk makan siang dulu, mari.'' Ucap Dinar dengan sikap dewasanya yang memang usia Dinar yang dewasa ketimbang mereka berdua.
Sepeninggal nya Dinar, Reno dan Chloe kembali terdiam, Reno yang menatapnya heran karena jawaban Chloe tadi yang mengatakan kalau dirinya tidak mengenal Reno.
'' Kenapa kau berbohong,'' tegur Reno dengan tegas menuntut jawab dari Chloe.
'' Maaf, aku takut kau canggung kalau aku menjawab nya 'iya.'' Jawab Chloe dan di iyakan Reno.
'' Kalau begitu aku masuk dulu ya, aku ingin bertemu teman ku,'' ucap Chloe yang sudah melangkah masuk ke dalam butik.
Reno hanya menatap nya dengan tatapan datarnya, namun tiba-tiba yang di lakukan Reno sungguh aneh, pasalnya Reno seperti sedang memeriksakan detak jantungnya sendiri.
'' Kenapa seperti di pergoki seorang kekasih,'' gumam Reno.
'' Tapi ada yang aneh? kenapa tidak seperti dulu saat pertama kali bertemu,'' ucapnya lagi yang masih memeriksa detak jantungnya.
Harapan perasaan yang terus saja di abaikan bisa lenyap bersamaan dengan lalunya waktu yang terasa lambat namun ia tetap berjalan.
Itulah yang di rasakan pria 31 tahun itu, setiap langkah nya ia terus bertanya pada detak jantungnya. '' Kenapa detak mu berbeda saat dulu dan sekarang?'' itulah yang selalu terucap dengan sendirinya dari mulut Reno.
Reno mengendarai mobil nya dengan pikiran yang bahkan tidak ada disana, bagaikan jiwa dan jasad saling berjauhan, jiwanya seakan berada di dimensi lain dan jasad nya sedang terfokus dengan jalanan senggang.
'' Ka Reno, menyetir lah yang fokus!!'' teriak seseorang dari dalam mobil yang sengaja memepet mobil Reno, yang ternyata Puspa dan Kemal
Alis Reno menyatu merasa tidak asing dengan suara dan wajah yang menongolkan kepalanya di kaca mobil yang terbuka.
'' Astaga, anak nakal, masukan kepala mu!!'' teriak Reno.
'' Heh kau tunangannya kan, bagaimana bisa kau membiarkan dia berbuat seperti itu,'' omel Reno pada seorang pria yang tengah menyetir mobil yang di taiki wanita yang tadi menteriakinya.
'' Kau tidak perlu mengajarkan ku bagaimana menjaga tunangan ku,'' ketus Kemal yang langsung melajukan mobilnya mendahului mobil Reno.
'' Astaga, anak jaman sekarang.''
__ADS_1
'' Wahh kenapa hari ini aku bertemu dengan manusia dari kutub Utara semua, apa akan terjadi kiamat?'' gumam Reno yang dia sendiri bergidik ngeri setelah mengatakan itu semua.
Di sebuah Apartemen yang cukup besar, seorang wanita sedang mengolah sesuatu di atas meja dapur dengan wajah yang banyak noda tepung.
'' Hari ini ulang tahun Nathan, aku harus membuat kue untuk nya,'' gumam wanita itu yang ternyata dia adalah Amaira.
Senyumnya tidak pernah luntur menghiasi wajahnya saat membuat kue, tiga puluh menit kemudian akhirnya kue buatan nya pun jadi.
'' Waah cantik sekali kuenya.'' Gumam nya setelah mengeluarkan kue dari dalam open dan menghiasnya dengan cantik.
Setelah memastikan kuenya sudah siap tidak ada yang kurang satupun, Amaira berlalu pergi menuju kamar nya untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah membersihkan diri, Amaira duduk di sofa ruang tamu menunggu kehadiran pria yang selama ini telah menjaga nya.
'' Apa ini perasaan suka?'' gumamnya.
'' Bagaimana pun aku adalah seorang wanita yang bersifat alami nya pasti akan cepat tersentuh oleh perhatian seorang pria yang selama ini sudah menjaganya,''
Menit demi menit, jam pun berlalu cepat namun orang yang di tunggu nya belum juga datang, hari sudah mulai gelap dan jarum jam sudah menunjukkan di angka sembilan namun harapan kedatangan seseorang itu belum juga luntur, ia terus berharap dan sampailah suara pintu terbuka yang membuat Amaira langsung beranjak mengambil kue yang di buatnya dan menuju pintu masuk.
'' Happy birthday Nathan,'' ucapnya pada seorang pria yang baru saja masuk.
Setelah membuat permohonan dan meniup lilin yang menyala itu, mereka duduk di sofa ruang tamu untuk menikmati kue buatan Amaira.
'' Biasanya setiap hari ulang tahunku, Devita dan Puspa selalu mengucapkan selamat tepat di jam dua belas, namun sekarang berbeda,'' ucapnya dengan senyum yang miris.
'' Semua karena aku, maafkan aku Nathan,'' ucap Amaira yang merasa bersalah.
'' Tidak, ini memang sudah jalannya sebuah hubungan yang di namakan persahabatan, ada masanya kita tidak saling berbicara dan aku yakin, semua akan kembali seperti sedia kala nantinya,''
Jonathan menghela nafasnya dengan berat, matanya menatap lembut wajah Amaira yang sudah memerah karena tersipu malu di tatap Jonathan. '' Maira, aku harap kau bisa menjaga dirimu,'' cetus Jonathan.
Dengan cepat Amaira mengangkat kepalanya dan menatap langsung wajah Jonathan.
'' Maksud mu berkata seperti itu apa?'' tanyanya.
'' Aku akan berkuliah di London,'' bagai sebuah anak panah menusuk dadanya, Amaira tertunduk sedih.
__ADS_1
'' Kenapa? kenapa harus pindah ke sana,''
'' Ini semua karena orang tua ku yang memintanya, dan aku juga ingin menenangkan pikiran dan perasaan ku setelah hancur dan berantakan di terpa badai,''
'' Maksudnya?''
'' Iya, aku belum bercerita banyak padamu, sebenarnya aku sangat mencintai Devita, sulit sekali menerima kenyataan bahwa dia telah menjadi milik orang lain, aku berusaha tenang dan berusaha melupakannya namun semakin aku berusaha melupakan nya perasaan itu semakin kuat.'' Lagi-lagi bagai ada benda tajam yang menghantam jantungnya, perasaan Amaira remuk mendengar penuturan Jonathan.
'' Ap-apa ku tidak pernah menyukai seseorang selain Devita?''
'' Aku rasa tidak, hatiku sudah tersimpan nama wanita yang sudah milik orang lain itu dan apalagi sekarang dia sudah mengandung, sulit bagiku untuk memperjuangkan cinta ku.''
'' Ap-apa kau pernah berpikiran akan menghancurkan hubungan mereka?''
'' Ya, aku pernah berpikiran seperti itu namun saat aku mendengar dia tengah mengandung, niat itu seakan tidak lagi ada.''
'' Tapi apa kau tidak pernah merasa ada seseorang yang peduli terhadap mu dan berharap perasaan nya terbalas,''
'' Tidak, siapa?''
'' Aku! aku Nathan, ku pikir selama ini kau menyukai ku karena sikap mu yang begitu lembut padaku dan juga terus menjaga ku,'' ucapan Amaira sungguh membuat Jonathan tercengang tidak percaya.
'' Tapi Amaira,''
'' Heh, tapi aku mengerti Nathan, oh ya kapan kau berangkat ke London?'' ucap Amaira mengalihkan pembicaraan.
'' Besok, aku kesini hanya untuk berpamitan padamu,'' jawab Jonathan dengan perasaan yang tidak enak.
Kecanggungan menyergap keduanya, Amaira yang merasa tidak enak karena merasa dia yang merusak suasana hanya bisa tertunduk malu.
'' Emm kalau begitu aku pamit pulang dulu,'' ucap Jonathan hang sudah beranjak dari duduknya.
'' Iya, besok hubungi aku kalau kau sudah mau ke bandara,'' Jonathan hanya mengangguk kecil dan berlalu pergi dari sana.
Setelah Jonathan keluar dari apartemen, Amaira terduduk lemas, di kursinya dengan tatapan nanar nya.
'' Berarti selama ini aku salah paham menyikapi sikapnya, tapi apa aku salah jika berharap lebih,'' gumamnya.
__ADS_1
TBC..