Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Debaran Aneh


__ADS_3

Zen memutuskan sambungan telepon dan menatap Linda dengan tatapan aneh.


Linda yang di tatap hanya bisa menyatukan alis nya karena heran.


'' Kenapa?'' tanya Linda yang tidak ada jawaban dari Zen.


'' Itu Daniel? ada apa? apa terjadi sesuatu?'' Linda memberikan beberapa pertanyaan pada Zen dengan wajah khawatir nya.


'' Daniel?'' ucap Zen yang heran dengan Linda karena tidak biasanya Linda memanggil Daniel dengan namanya langsung.


'' Iya Daniel, kenapa dengan dia?''


'' Ada pertanyaan yang mesti kau jawab,'' ucap Zen dengan serius.


'' Pertanyaan apa?


'' Sebenarnya kau ini siapa?'' tanya Zen.


'' Aku, aku Linda,'' jawab Linda yang belum mengerti maksud Zen.


'' Ya aku tahu kau ini Linda, bodoh. Tapi kau sebenarnya siapa?'' tanya Zen lagi.


Linda terdiam sejenak. '' Apa Daniel tidak mengatakan apapun pada mu tentang siapa aku?'' tanya Linda dan Zen hanya menggeleng kan kepalanya.


'' Lebih baik tanyakan langsung saja pada Daniel, tapi terlebih dahulu katakan padaku, tadi Daniel kan yang menghubungi mu, dan dia mengatakan apa padamu sampai kau terkejut seperti tadi.'' Ujar Linda.


'' Nona Devita mengidam,'' jawab Zen.


'' Ya terus?''


'' Dia sangat ingin bertemu dengan mu, dan meminta ku untuk membawa mu ke sana,'' jawaban Zen membuat Linda terbelalak.


'' Hah?''


'' Tapi kan bisa lewat vidio call,''


'' Nona Devita hanya ingin bertemu langsung padamu,''

__ADS_1


'' Astaga,'' gumam Linda yang tidak mengerti dengan mengidamnya Devita itu, kenapa harus dia, kenapa mesti bertemu langsung, pertanyaan itu mengelilingi otak Linda.


'' Bagaimana?'' tanya Zen dan Linda menarik nafasnya lalu menganggukan kepalanya.


'' Baiklah, tolong urus kepulangan ku, kita segera terbang ke sana,'' ucap Linda dan Zen berlalu keluar.


Setelah mengurus kepulangan Linda, Zen kembali ke kamar rawat Linda, dan melihat Linda yang sudah tidak ada di atas ranjang.


'' Kemana dia,'' gumam Zen dengan panik.


Zen keluar lagi dari kamar untuk mencari Linda. '' Ponsel?'' Zen mencari ponselnya namun tidak ada di sakunya. '' Astaga, tertinggal dikamar Linda,'' gumam Zen yang kembali ke kamar.


'' Tuan Zen,'' panggil Linda yang baru saja keluar dari kamar mandi dan membuat Xen bernafas lega.


'' Kenapa?'' tanya Linda yang melihat Zen seperti sedang panik.


'' Kau kemana saja, aku lelah mencari mu,'' omel Zen.


'' Aku habis dari kamar mandi, membersihkan diri,'' jawab Linda.


'' Dia membuat ku panik,'' gumam Zen dan terdengar ke telinga Linda dengan samar-samar.


Mereka sudah meninggalkan rumag sakit, saat ini mereka sedang neraabdi dalam mobil menuju rumah Linda.


'' Apa kau yakin ingin ikut dengan ku?'' tanya Zen tanpa menoleh ke arah Linda.


'' Ya, karena mengidamnya ibu hamil itu harus di turuti kalau tidak bayinya akan ileran,'' ucapan Linda membuat Zen bergidik jijik membayangkan nya.


'' Iiishhh tidak perlu kau jelaskan seperti itu,'' ucap Zen.


'' Hahah, nanti juga kau akan mengalaminya saat sudah menikah dan istri mu hamil,'' ucapan Linda membuat Zen terdiam.


'' Menikah, aku saja belum memikirkannya,'' ucap Zen dengan pelan.


'' Ya kau pasti akan menikah nantinya,''


'' Dengan siapa? dengan mu?'' ceplos Zen dan membuat Linda terkejut dan seketika langsung salah tingkah namun Zen hanya bersikap biasa saja.

__ADS_1


'' Kenapa harus dengan ku, cari saja sana wanita lain,'' ucap Linda dengan pipi juga telinga yang memerah.


'' Kenapa wajah mu merah begitu?'' tanya Zen dan membuat Linda semakin salah tingkah.


'' Diamlah!'' bentak Linda, Zen terperanjat kaget dan dia kembali diam.


'' Kenapa dia tiba-tiba menjadi galak,'' gumam Zen dalam hati.


Tibalah mereka di pelataran rumah Linda.


'' Kau diam disini saja, aku kedalam sebentar,'' ucap Linda yang langsung keluar dari mobil.


Beberapa saat kemudian Linda kembali dengan koper kecil di tangannya.


'' Kau menyiapkan ini cepat sekali,'' ucap Zen yang keluar dari dalam mobil.


'' Tidak bukan aku tapi Bi Surti yang menyiapkan nya,'' jawab Linda dan Zen hanya ber'oh ria.


Mereka pun menuju Bandara, sepanjang perjalanan mereka hanya diam tidak ada yang memulai pembicaraan.


Tibalah mereka di Bandara saat Linda dan Zen berjalan dengan beriringan tidak dengaja bertabrakan dengan seorang wanita yang berjalan dengan sombong nya.


'' Hei, apa kau punya mata!'' bentak Zen pada Wanita yang menabrak tubuh Linda.


'' Maaf, anda bicara dengan saya?'' tanya wanita itu dengan rasa tidak bersalahnya.


'' Apa kau tidak apa-apa?'' tanya Zen pada Linda dan Linda hanya menggeleng kan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Zen.


'' Lain kali pakai matamu untuk melihat jalan,'' ucap Zen dengan dingin.


'' Ada apa ini?'' tanya seseorang yang baru saja tiba dan membuat Linda juga Zen terkejut.


Linda dan Zen saling menukar pandangan, seakan Zen mengerti maksud dari tatapan Linda dan sebaliknya Linda pun mengerti maksud tatapan Zen.


Zen mengangguk dan tiba-tiba Zen menggandeng tangan Linda yang tentunya membuat Linda terkejut.


'' Ayo,'' ucap Zen dengan lembut.

__ADS_1


Tapi saat Linda dan Zen sudah melangkah untuk pergi, panggilan seseorang yang baru saja datang itu membuat keduanya menghentikan langkah nya.


TBC...


__ADS_2