Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Datang nya Daniel


__ADS_3

Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊


Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya 😊😊😊..


Banyak maunya yaaπŸ˜„ iya emang πŸ˜†πŸ˜†


eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupa😁✌✌


Serta tipsnya bila perluπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Nglunjak kata orang sunda mah yaa...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...



**Happy Reading πŸ“–..


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


''A-ayah,'' lirih Devita.


Pria paruhbaya itu adalah Tuan Mahendra Huang yang tidak lain adalah Ayah kandung dari Devita sendiri.


Senyum ter'ulas dari wajah Mahendra, dengan langkah yang perlahan Ia menghampiri Devita, tapi senyum itu perlahan surut karena Sikap Devita yang berbeda dari harapan nya.


Dengan perlahan Devita memundurkan langkahnya rasa keterkejutan nya membuat Ia tidak tau apa yang harus dia expresikan, senang kah atau sedih? entahlah.


''Tidak, tidak mungkin,'' Devita terus menggelengkan kepalanya, dengan rasa ketidak percayaan apa yang di lihat nya.


''Ayah sudah meninggal 12 tahun lalu,'' lirih Devita, ucapan Devita membuat Mahendra sedih.


''Nak, ini Ayah,'' ucapnya dengan lembut.


''Ayah sudah tidak ada!!'' Teriak Devita, kestabilan mentalnya terganggu lagi.


Dengan nafas yang sesak Devita terus berteriak, sampai datanglah Seorang pemuda yang masuk begitu saja dan langsung menenangkan Devita.


''Ka, tenang lah ka, beliau memang Ayah kaka.'' Ucapnya yang berusaha untuk menenangkan Devita.


Devita menoleh ke asal suara itu, matanya membelalak seakan tidak percaya apa yang di lihat nya kali ini, kenyataan apa lagi ini.


''O-Oji,'' lirih Devita.


''Iya ka, aku Oji yang kaka kenal,'' jawabnya.


''Jadi selama ini kamu,''..

__ADS_1


''Kaka tenang saja dulu, nanti Oji ceritakan semuanya,'' ucapan Oji membuat Devita sedikit lebih tenang.


''Nak, ini Ayah,'' lirih Mahendra.


''Dua belas tahun yang lalu, saat mobil Ayah terjerembab ke dasar jurang, Ayah terpental keluar dari mobil itu, Ayah di selamatkan warga setempat dan di bawa ke rumah salasatu warga untuk di rawat karena pada saat itu keadaan Ayah cukup parah dan Ayah koma selama 3 tahun, lepas Ayah bangun dari koma, ingatan Ayah hilang sampai beberapa tahun lamanya, dan setelah ingatan Ayah pulih, Ayah baru paham dengan apa yang terjadi.'' Mahendra menceritakan apa yang dia alami selama ini dengan sangat singkat.


Devita mendengarkan dengan seksama walau hatinya merasakan sakit karena baru mengetahui semuanya, tapi Ia mencoba percaya apa yang Ayah nya ucapkan.


''Dan Mama,'' lirih Devita.


''Mama mu ikut serta di mobil yang meledak itu.'' Tangis Mahendra pecah mengingat istri tercintanya harus pergi dengan cara mengenaskan seperti itu.


''Mansion ini? milik siapa?'' tanya Devita lagi.


''Mansion ini peninggalan kakek mu yang di wariskan untuk Ayah tanpa sepengetahuan Paman mu yang serakah itu.'' Jawab Mahendra dengan wajah yang memancarkan kemarahan yang sangat besar.


Tanpa di duga Devita langsung berlari menghampiri sang Ayah dan memeluknya dengan segenap kerinduan yang mendalam.


''Ayah, Devi sangat merindukan Ayah.'' Tangis Devita pecah di pelukan sang Ayah, begitu pula Mahendra Ia pun tak dapat menahan haru karena bisa memeluk kembali anak gadisnya itu.


''Ayah juga sangat merindukanmu, Nak.'' Balas Mahendra yang ikut memeluk anak gadisnya itu.


''Ayah sangat marah setelah tau, kamu hidup menderita dengan Paman mu itu, tapi Ayah merasa senang setelah tau kamu bisa keluar dari jeratan mereka dan hidup bahagia karena seorang pria.'' Ujar Mahendra yang masih memeluk anak gadisnya, Devita.


''Oji, Ayah bertemunya saat di rumah sakit dan Ia menceritakan semuanya,'' ucapnya dengan mata yang melirik ke arah Oji yang tengah tersenyum kearahnya.


Meninggalkan Suasana haru itu di tempat lain, Daniel dan Kemal sedang berusaha menyelinap masuk ke Mansion tempat Devita berada. Dan sayangnya seorang penjaga melihat mereka berdua yang tengah mengendap-endap untuk memasuki pagar samping jalan khusus pekerja.


Baku hantam terjadi, Daniel yang memang ahli bela diri tidaklah sulit untuk menghadapi beberapa orang, juga dengan Kemal.


Tapi bukannya mengurang, penjagaan itu semakin banyak jumlahnya. Saat ini Daniel sudah berada di ruang tengah Mansion dan sedang berkelahi dengan 5 orang penjaga yang memang sulit juga untuk di kalahkan.


Suara tembakan terdengar ke ruangan kerja, sampai membuat Devita dan Sang Ayah serta Oji terkejut karena nya.


''Apa itu Ayah,'' tanya Devita panik.


''Kita lihat.'' Mahendra berlalu keluar ingin melihat apa yang terjadi, dan tentunya Devita dan Oji membuntut dari belakang.


Berdiri di atas lantai 2 untuk melihat asal dari suara keributan itu, yang ternyata berasal dari perkelahian penjaganya dengan Daniel dan Kemal.


Mata Devita berbinar setelah melihat pria yang di rindukan nya beberapa hari ini, tapi rasa khawatir seketika hadir saat melihat ada darah di bahu kiri Daniel.


''Ayah, itu Daniel. Dia orang yang aku kenal,'' ucap Devita dengan panik.


''Kamu tenanglah dulu, kita lihat seberapa dia bisa memperjuangkan mu, Nak.'' Ucapnya dengan tenang.

__ADS_1


''Tidak Ayah, Daniel terluka. Lihat bahu kiri nya berdarah.'' Tanpa Menghiraukan tanggapan sang Ayah Devita berteriak sekuat tenaganya.


''Daniel!!'' Teriak Devita.


Perkelahian itu seketika terhenti karena teriakan Devita yang menggema.


Pandangan Daniel dan Devita bertemu, rasa kerinduan mereka sangat terlihat dari tatapan keduanya.


''Vita,'' lirih Daniel yang menahan sakit karena peluruh yang bersarang di bahu kiri nya.


Box Smile yang di miliki Daniel sangat menawan di mata Devita, senyum itu yang di rindukan nya.


Tangana Mahendra memberi isyarat Stop pada penjaganya, Daniel berjalan dengan tertatih untuk menghampiri gadis nya yang sangat di rindukan nya itu.


''Kau tidak apa-apa?'' di saat terluka Daniel malah bertanya keadaan Devita.


''Kau terluka, Daniel.'' Air mata Devita menetes saat tangannya menyentuh darah yang berasal dari luka tembakan di bahu kiri Daniel.


''Aku tidak apa-apa, Vita.'' Jawabnya msih dengan senyum khasnya.


''Melawan mereka saja tidak mampu, bagaimana kau bisa menjaga Anak gadis orang.'' Ucap Mahendra menyindir Daniel.


Alis Daniel mengernyit menatap heran pada Mahendra, ya Daniel tidak begitu mengenali wajah Mahendra yang sekarang karena sedikit berbeda dari foto yang dia punya.


''Ka, itu Ayah nya Devita,'' bisik Kemal.


''Ayah? ternyata dia Ayahnya Vita,'' gumam Daniel dalam hati.


''Maksud Paman menculik Devita apa?'' tanya Daniel dengan tatapan menyiratkan peperangan.


''Ck, mana ada seorang Ayah menculik anaknya sendiri.'' Ucap Mahendra dengan santai.


''Tapi kemarin,'' ucapan Daniel terpotong dengan Mahendra.


''Kemarin aku hanya menyelamatkan anak ku, karena kau tak bisa menjaganya,'' sindir Mahendra.


''Kenapa dirimu yang terkenal sangat pintar dan berwibawa seketika menjadi bodoh seperti ini sih Ka,'' ucap Kemal dalam benaknya.


''Jangan meledek ku, Kemal.'' Ketus Daniel melirik Kemal.


''*Dari mana dia tau.''


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁*


*MOHON DO'A NYA, PEMILIK AKUN INI SEDANG SAKIT,DAN MAAF INI UPDATE TERAKHIR NYA, TAPI NANTI SETELAH KEADAANNYA SUDAH MEMBAIK,DIA AKAN MELANJUTKAN NULISNYA, TAPI ENTAH TAU KAPAN. INI SAYA BANTU UPDATE KARENA SUDAH ADA DI DAFTAR DRAFT.SEMENTARA WAKTU ISTRI SAYA AKAN ISTIRAHAT TOTAL.JADI MOHON DO'A DAN SUPORT NYA.TRMKSH**πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™*

__ADS_1


__ADS_2