Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Dosen Pembimbing


__ADS_3

Rasa tak percaya dan terkejut menyelimuti kedua gadis cantik itu, beberapa kali mereka saling pandang dan sesekali juga saling mencubit untuk meyakinkan bahwa mereka tidaklah mimpi.


'' Dev, ini bukan mimpi kan?'' tanya Puspa madih dengan keterkejutan nya.


'' Tidak Pu, ini bukan mimpi,'' jawab Devita.


Seorang pria yang sedang menjadi pusat perhatian tersenyum ramah pada seluruh mahasiswa yang meneriakinya namun saat matanya bertemu dengan kedua wanita yang menatapnya terkejut ia seakan sedang menahan senyum nya.


'' Baik perkenalkan saya Kemal Lee, saya yang akan membimbing kalian untuk menyelesaikan study kalian secepat mungkin.'' Ucap pria berpakaian rapih yang ternyata dia adalah Kemal.


'' Bagaimana bisa dia menjadi dosen,'' gumam Puspa.


'' Bisa saja dia kan lulusan Magister,'' timpal Devita.


'' Benarkah? kenapa aku sampai tidak tahu,''


Selama kelas berlangsung Puspa tidak sama sekali fokus karena pikiran nya selalu terganggu dengan dosennya yang tak lain kekasihnya sendiri.


Kelas telah selesai, rasa ingin sekali bertanya di diri Puspa sangat menggebu-gebu, seluruh mahasiswa telah keluar kelas Puspa dan Devita sengaja berdiam diri di karena ingin bertanya langsung dengan yang bersangkutan.


'' Ekhemm,'' Puspa berdehem dengan tangan yang dilipat di atas perut.


Kemal yang paham dengan deheman Puspa karena ingin meminta penjelasan nya hanya mengulum senyum saja. Perlahan ia melangkah mendekati Puspa yang tengah menatapnya tajam.


'' Sayang, kau terkejut tidak?'' tanya Kemal.


'' Stop sayang-sayangannya, biarkan aku keluar dahulu,'' sela Devita yang langsung berlalu keluar membawa tasnya.


'' Kenapa kamu bisa menjadi dosen ku,'' tanya Puspa dengan pelan.


'' Karena aku ingin terus bersama dengan mu,'' jawabnya dengan enteng.


'' Lalu pekerjaan mu?''


'' Ada Reksa yang menangani nya,'' jawab Kemal, Puspa menghela nafasnya dengan kasar. '' Ya sudah jangan cemberut seperti itu, kau terlihat buruk kalau terus memasang wajah seperti itu,'' goda Kemal yang berhasil membuat Puspa tersenyum.


Merekapun keluar kelas yang sudah ada Devita yang berdiri menunggu mereka selesai berbincang.


'' Sudah selesai,'' tanya Devita dan di angguki Puspa.


Mereka berjalan beriringan menuju kantin namun gerombolan mahasiswi menghadang jelan mereka.


'' Mr, kenapa mau berjalan dengan mereka? dari pada dengan mereka lebih baik dengan kami saja,'' ucap salasatu wanita yang menghadang itu.

__ADS_1


'' Memang nya kenapa kalau Mr, Kemal berjalan bersama kita berdua?'' tanya Puspa.


'' Karena tidaklah cocok,'' ledek para wanita itu.


Puspa sudah sangat ingin meremas mulut para wanita itu namun Kemal sebisa mungkin menengahinya. '' Maaf para ladies saya mempunyai urusan penting dengan mereka, bisa kalian beri jalan untuk kami,'' ucap Kemal dengan ramah.


Para wanita itupun memberi jalan walau dengan wajah yang kecewa.


'' Aku tidak mau tahu, besok kau tidak perlu datang ke kampus lagi,'' ucap Puspa dengan ketus.


'' Lho kenapa Pu, bukannya bagus ya kau bisa bertemu setiap hari dengan kekasih mu itu,'' timpal Devita.


'' Benar kakak ipar, Puspa memang tidak peka,'' keluh Kemal. Mata Puspa memicing menatap Kemal dan Devita bergantian.


'' Dev, kau sebenarnya sahabat siapa sih,'' ketus Puspa.


Devita tertawa geli melihat Puspa menunjukkan kecemburuan nya, karena menurut nya itu sangatlah menggemaskan.


Ponsel Devita berdering yang ternyata dari suami nya yang sudah menunggu nya di parkiran gedung kampus.


'' Daniel sudah di parkiran, ayo,'' ajak Devita, mereka pun melangkah menuju parkiran.


'' Maaf lama ya,'' ucap Devita yang langsung memeluk Daniel. '' Menunggu satu abad pun aku siap,'' jawabnya.


'' Kau sudah mengetahui nya?'' tanya Devita.


'' Tentu tahu lah, kalau bukan suami mu yang tidak turun tangan, aku mana mungkin bisa mengajar disini,'' jawab Kemal.


'' Kenapa kau tidak memberitahu ku,'' ketus Devita dan Daniel hanya mengusap kepalanya dengan sayang.


'' Sudah, sudah. Ayo kita makan siang,'' ajak Daniel yang langsung membukakan pintu untuk istrinya.


Dari kejauhan ada sepasang pria dan wanita sedunia memperhatikan mereka yang berlalu dengan mobilnya.


'' Kemal menjadi dosen pasti karena Puspa,'' ucap Amaira dengan raut sendu.


'' Sudahlah lebih baik kau lupakan perasaan mu itu pada Kemal, karena dia sudah bahagia dengan kekasihnya,'' ucap Jonathan memperingati.


'' Ya kau benar,'' jawabnya.


Jonathan menatap wajah Amaira yang terus menatap parkiran dengan tatapan kosong dengan perasaan nyang aneh.


Kenapa dengan perasaan ku ini, pikir Jonathan.

__ADS_1


Jonathan pun mangajak Amaira ke mobilnya untuk pergi makan siang bersama, sepanjang perjalanan Amaira tetap diam dan Jonathan tahu karena wpa dia berdiam seperti itu.


'' Apa kau masih memikirkan Kemal?'' tanya Jonathan, Amaira menoleh kearah nya dengan senyum yang di paksakan nya dan menjawab,'' tidak.''


'' Aku tau persis dengan apa yang kau rasa, tapi jika kita berusaha untuk mengabaikan rasa itu, percayalah dalam waktu singkat kau akan benar-benar melupakan nya,'' ucap Jonathan yang matanya tetap fokus ke jalanan.


'' Apa segampang iti?'' Jonathan mengangguk. '' Baiklah, aku akan berusaha,'' ucapnya lagi.


'' Bagus,'' ucap Jonathan dengan tangan yang spontan mengelus lembut kepala Amaira dan membuat nya tersipu malu dengan di barengi debaran jantung yang tidak biasa.


Ada apa dengan dadaku, kenapa dia berdebar seperti ini. Pikir Amaira memegang dadanya.


'' Kenapa?'' tanya Jonathan, Amaira menggeleng dengan cepat. '' Tidak, tidak apa-apa,'' jawabnya cepat.


Di Rumah Sakit, Reno masih saja menjaga Chloe yang belum juga di perbolehkan pulang karena Dokter mengatakan kalau Chloe harus bed rest.


'' Aku mau pulang, Tuan,'' ucap Chloe.


'' Ya, nanti ya, jika Dokter sudah menyarankan untuk pulang barulah kita pulang, oke,'' jawab Reno dengan lembut.


'' Tapi pekerjaan ku,''


'' Pekerjaan mu sudah beres, kau tidak perlu khawatir,''


Ponsel Reno berdering menyela pembicaraan nya, '' Sebentar ya,'' ucap Reno yang berlalu keluar kamar.


Setelah mengangkat telpon matanya tidak sengaja melihat seseorang yang membuat darahnya mendidih dengan alasan Reno mengakhiri perbincangan nya di telpon dan segera mengejar orang itu.


Ia mengejar ke arah tadi orang itu tuju, namun orang itu tidak lagi terlihat, Reno tidaklah menyerah ia terus mencari keberadaan orang itu namun belum juga di temuinya.


'' Kemana dia,'' gumam Reno.


Saat ingin berbalik untuk kembali ke kamar Chloe matanya melihat orang yang tdi di cari-carinya yang sudah memasuki lift bersama seorang wanita.


'' Sial, aku terlambat,'' Reno kembali berlari menuju lift itu namun pintu lift itu sudah tertutup sebelum Reno sampai.


'' Sial,'' maki Reno pada dirinya sendiri.


Reno menekan tombol lift yang berada di sebelah dengan tidak sabarnya ia terus menekannya berulang kali.


'' Lambat sekali,'' Karena masih berada di lantai jauh dari lantai yang ia berada saat ini, akhirnya Reno berlari menuju tangga darurat dengan bekal melihat dimana lift yang di naiki orang itu berhenti.


'' Aku akan menangkap mu,'' geramnya.

__ADS_1


__ADS_2