Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Boutique


__ADS_3

Kehidupan mereka sangatlah rumit namun mereka semua percaya akan ada matahari terbit setelah gelapnya malam, dan terbukti lah sekarang. Cinta yang Kemal harapkan semua sudah terlaksana, Cinta keluarga juga cinta dari sang kekasih hati semua sudah ia dapatkan.


Dan perjuangan Zen yang tidak mengkhianati hasilnya, ia rela melakukan apapun hanya demi memastikan perasaan nya pada seorang wanita yang mulanya ia sangat benci namun berjalannya waktu ternyata takdir mengubah rasa kebencian itu menjadi rasa Cinta yang tak berujung untuk wanita yang bersifat dingin yang bernama Melinda Carrollin.


Itu semua tidak lepas dari campur tangan seorang Daniel Carroll, pria arogan yang selalu bertindak sesuai apa yang dia inginkan, pria egois yang akan mementingkan perasaan orang lain ketimbang dirinya sendiri.


Di sebuah butik yang di beri nama Boutique CR.


Yang pemilik nya tak lain adalah Dinar Carroll sendiri, seorang wanita cantik yang berstatus single parent sedang di sibukan dengan mendisain gaun pengantin yang membeludak, wanita yang bersifat tertutup itu namun aslinya penyayang itu tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia hanya berpikir tentang hari ini.


Ketukan pintu membuat wanita dewasa itu berdecak kesal karena ia sangat tidak menyukai kala waktu sibuknya di ganggu siapapun.


'' Masuk!'' teriak Dinar.


Masuklah seorang wanita muda dengan perut buncitnya yang tak lain adik iparnya sendiri, Devita Maharani istri dari Daniel Carroll.


'' Astaga ku pikir siapa, sini sayang, hati-hati.'' Ucapnya dengan lembut pada adik iparnya yang sedang mengandung seorang bayi yang akan menjadi keponakan pertamanya.


'' Kaka sedang sibuk ya,'' tanya Devita setelah mendudukkan bokongnya ke sofa yang ada di ruangan kerja Dinar.


'' Iya Dev, kamu dengan siapa kesini?''


'' Ka Reno, ka.'' Jawab Devita yang terus melihat-lihat hasil desain gaun kakak iparnya.


'' Reno? kakak? memangnya kau punya kaka? ih apa dia kakak sepupu mu begitu,'' ucap Dinar dengan rasa bingung nya.


'' Bukan, bukan kak. Dia kaki tangan ayah ku dan ayah bilang dia sudah seperti anaknya sendiri dan memang usianya jauh di atas ku, berarti dia kakak laki-laki ku.'' Ujarnya.


Mendengar penuturan Devita, Dinar hanya menganggukkan kepalanya dengan mulut yang membentuk huruf o.


'' Lalu dimana dia?'' tanya Dinar.


'' Ka Reno menunggu di mobil ka. Oh ya ka, apa ada dress yang ukuran tubuh ku, kakak lihat sendiri perut ku semakin membesar.'' Ucapnya dengan manja.


'' Oh ada, tunggu sebentar, kebetulan aku sudah membuatkan nya khusus untuk mu.'' Jawab Dinar yang langsung mencari paper bag yang berisikan beberapa dress yang memang sudah di buatkan khusus untuk adik iparnya.


'' Kakak membuat kan nya untuk ku?''


'' Iya, sudah siap semua, tapi kemana ya, aku lupa meletakkan nya dimana,'' ucapnya yang terus mencari dress milik Devita.


'' Biar aku bantu carikan,''


Dua wanita itu terus saja mengobrak-abrik isi ruangan hanya untuk mencari paper bag yang isinya dress milik Devita.

__ADS_1


'' Astaga, aku lupa, sudah aku taruh di mobil. Kau tunggu disini sebentar ya.'' Ucap Dinar yang langsung berlalu pergi menuju parkiran meninggalkan Devita yang memutuskan untuk duduk dan menghubungi suami nya.


'' Halo Daniel, tebak aku sedang berada dimana?'' ucap Devita setelah telponnya terhubung.


'' Memangnya kau dimana honey?'' tanya Daniel dengan lembut.


'' Sedang di boutique kakak,'' jawab Devita.


'' Di Boutique? sedang apa kamu disana honey, kenapa tidak memberi tahu ku kalau ingin pergi ke tempat kakak,'' balas Daniel dengan sedikit rasa kesal, bukan karena apa-apa, Daniel sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya yang tengah mengandung anaknya, dia tidak mau istrinya bepergian tanpa dirinya di samping istrinya.


'' Daniel tenang dulu, aku hanya ingin meminta buatkan dress khusus untuk ku, pakaian ku di lemari sudah tidak nyaman lagi di kenakan karena perut ku sudah semakin membesar.''


'' Ya tapi kau bersama siapa ke sana?''


'' Ka Reno,''


'' Reno? ah sial, kenapa harus dia,'' umpat Daniel yang selalu merasa cemburu dengan kedekatan Devita dan Reno.


'' Kau mengucapkan sesuatu, Daniel?'' tanya Devita yang mendengar samar-samar umpatan suaminya.


'' Ah tidak honey, ya sudah aku akan menyusul mu kesana, bye sampai jumpa honey.'' Daniel pun memutuskan sambungan telponnya dengan segara.


'' Menyusul untuk apa,'' gumam Devita.


'' Ah sial, kenapa tidak mau terbuka,'' gerutu Dinar yang terus berusaha membuka bagasi mobilnya.


'' Mungkin pintunya tersangkut,'' Ucap seseorang yang berada di dalam mobil yang terletak di samping mobil miliknya.


Dinar menoleh ke arah suara itu berasal, alis matanya mengernyit, memperjelas penglihatannya yang terhalang kaca mata yang dia kenakan.


Seperti tidak peduli dengan ucapan pria itu, Dinar terus saja berusaha membuka pintu bagasinya.


'' Mari saya bantu,'' ucap seseorang lagi yang ternyata pria yang sama tadi yang sedang berada di dalam mobil dan sekarang sudah berada di samping Dinar.


'' Hemm, terimakasih, saya bisa sendiri,'' tolak Dinar.


Tanpa mempedulikan tolakan Dinar, pria itu tetap membantu untuk membuka bagasi mobil milik Dinar, dan hanya sekali sentakan akhirnya pintunya pun terbuka.


'' Terimakasih,'' ucap Dinar dengan bernada dingin.


'' Hemm, saya permisi,'' Jawab pria itu.


'' Ya,'' jawab Dinar dengan singkat.

__ADS_1


Namun saat pria itu akan pergi, langkahnya terhenti. '' Ada apa lagi?'' tanya pria itu tanpa berbalik.


'' Ada apa, apa?'' tanya Dinar yang tidak mengerti ucapan pria itu.


'' Ya kenapa kau malah menghentikan langkah ku,'' ucap pria itu yang langsung berbalik menghadap Dinar.


Dinar mengulum senyumnya, ia menahan tawanya karena ternyata pria itu telah salah paham, yang menghentikan langkahnya bukan dirinya melainkan jas pria itu tersangkut di pintu mobil milik Dinar.


Wajah pria itu sudah memerah karena malu sudah salah paham pada Dinar. '' Oh maaf,'' ucap pria itu.


Karena sudah tidak tahan lagi akhirnya Dinar tertawa dengan lepas, mentertawakan kelakuan pria yang baru saja ia temui nya.


Wajah yang selalu tegang di depan orang asing kali ini tertawa lepas dengan cantik nya, hidung yang mancung dengan mata yang lentik yang terhalang kaca mata yang bertengger di hidung nya, sungguh membuat siapapun terpesona melihat nya.


'' Berhenti mentertawakan ku,'' tegur pria itu yang baru saja tersadar dari lamunan nya yang seperti tersihir melihat wajah cantik Dinar.


'' Ah ya sorry,'' ucap Dinar dengan sisah tawanya.


'' Kakak lama sekali,'' teriak seseorang dari arah pintu masuk butik.


'' Ah ya Dev, sebentar.''


Devita berjalan ke arah Dinar dan seorang pria yang terhalang bagian belakang mobil.


'' Kenapa kau harus repot-repot menyusul, Dev.'' ucap Dinar.


'' Tidak ka, aku bosan sekali.'' Ucap Devita yang menjeda ucapan nya


'' Lho ka Reno,'' lanjutnya.


'' Apa sudah selesai?'' tanya pria itu yang ternyata dia adalah Reno yang sedari tadi bersama Dinar.


'' Belum ka, sebentar ya.''


'' Oh ya kak, dia kak Reno yang tadi aku ceritakan padamu,'' ucap Devita memperkenalkan Reno pada Dinar.


'' Oh, saya Dinar kakak ipar Devita,'' ucap Dinar.


Di sela-sela perbincangan mereka, sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mereka dan turunlah seorang pria berkarisma tinggi dengan wajah tampannya yang tidak lain dia adalah Daniel Carroll.


'' Honey, kalian sedang apa di parkiran? apa ada masalah.'' Ucap Daniel yang langsung menghampiri mereka yang tengah menatapnya.


TBC..

__ADS_1


__ADS_2