Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Aib Bagiku


__ADS_3

Reno masih menatap lekat wajah Chloe, entah kenapa ia merasa candu melihat wajah manis Chloe, memang dulu Reno pernah membenci Chloe saat Chloe masih dengan sifat jahatnya, namun sekarang itu semua bagaikan berbalik.


Suara klakson yang tidak sengaja ia tekan berbunyi nyaring dan membuat ia tersadar dari terpesona nya ia menatap Chloe.


Reno melanjutkan kembali perjalanannya, entah kenapa bibirnya terus terangkat sendiri saat ia mengingat tawa Chloe yang tadi dilihatnya.


'' Tuan, apa bisa berhenti di depan sana,'' pinta Chloe menunjuk sebuah toko tempat yang menjual keperluan baby dan lainnya.


'' Kau mau apa?'' tanya Reno.


'' Kehamilan ku sudah semakin membesar, aku akan membeli keperluan baby,'' jawabnya dengan sesekali tangannya mengelus perut buncitnya.


Tanpa bertanya lagi, Reno menepikan mobilnya dan memarkirkan nya di parkiran khusus pelanggan.


Chloe turun dari mobil namun ia merasa heran karena Reno juga ikut turun dari mobilnya.


'' Tuan ingin kemana?''


'' Ingin masuk juga, kenapa? tidak boleh?'' jawabnya dengan pertanyaan lagi.


'' Boleh saja, lagipula ini kedai bukan milik ku, tapi Tuan mau apa?''


Reno terdiam, mencari jawaban yang tepat.


'' Ahh iya, Keponakan ku baru saja lahir, aku akan membelikan hadiah untuk nya,'' jawabnya, Chloe hanya ber'oh ria dan menganggukkan kepalanya.


Kakinya melangkah masuk tapi tangga kecil yang dipijak nya ternyata basah karena tetesan air hujan yang tersisah tadi malam membuat Chloe tergelincir.


Tapi nasib baik masih berpihak pada Chloe karena Reno dengan sigapnya langsung menangkap tubuh Chloe yang nyaris saja terjatuh jika Reno tidak tanggap.


'' Hati-hati,'' ucap Reno dengan Lembut.


Chloe merasa syok, entah bagaimana kalau Reno tidak menolong nya, pikirnya.


'' Terima kasih, Tuan.'' Lirih Chloe, Reno menganggukan kepalanya, tapi sesaat kemudian rahang Reno mengeras dan berteriak memanggil penjaga kedai itu.


'' Penjaga!!!'' teriak Reno dengan emosi.


Seorang pria bertubuh gempal berlari ke arah Reno dengan tergesa-gesa.


'' Ya Tuan, ada apa?'' tanya penjaga itu dengan nafas yang memburu.


'' Apa kau buta, apa kinerja kalian seperti ini, hah!! panggilkan meneger toko ini.'' Ucap Reno dengan emosi yang meledak-ledak.

__ADS_1


'' Ta-tapi tuan, memang nya ada apa?'' tanya penjaga itu dengan gugup.


'' Panggilkan meneger toko ini, apa kau tuli!!'' bentak Reno lagi pada penjaga toko itu.


'' Ada apa ini?'' tanya seorang pria dewasa keluar dari toko dengan pakaian biasa namun terkesan elegant.


'' Bos, Tuan ini tiba-tiba berteriak,'' ucap penjaga itu pada pria yang ternyata bosnya.


'' Maaf Tuan, saya pemilik toko ini, ada yang bisa saya bantu?'' tanyanya sopan.


'' Apa kau tidak mempunyai karyawan untuk bagian kebersihan, lihat tangga ini basah dan licin, hampir saja dia terjatuh,'' jelas Reno masih dengan emosinya.


'' Tuan, sudah. Aku tidak apa-apa,'' bisik Chloe yang sedari tadi menenangkan Reno.


Mata si pemilik toko melihat ke arah lantai yang memang sangat basah lalu ke Chloe dan turun ke perut buncit nya. Si pemilik toko baru mengerti kenapa pria di depannya sangat marah.


'' Maafkan atas kelalaian kami Tuan, akan saya tindak untuk kecerobohan karyawan kami,'' ucapnya dengan sesal.


'' Maafkan kami Nyonya, tapi anda tidak apa-apa kan, jika terjadi sesuatu kami akan bertanggung jawab,'' ucapnya lagi.


'' Apa kau sedang mendoakan dia agar terjadi sesuatu,'' ucap Reno yang kembali emosi.


'' Bu-bukan seperti itu tuan,''


'' Sudahlah,'' hela Chloe.


'' Baik nyonya, maafkan kami sekali lagi.''


'' Ya sudah, ayo kita pergi,'' ajak Chloe pada Reno namun Reno menahannya.


'' Apa kau tidak jadi berbelanja?'' tanya Reno.


'' Silahkan Tuan dan Nyonya, kami akan menunjukkan barang-barang yang bagus untuk calon anak kalian,'' ucapan Pemilik toko membuat Chloe dan Reno terdiam membisu dengan seketika.


'' Tuan, Nyonya, mari.'' Ucap pemilik toko itu lagi.


'' Ah tidak, kau duluan saja, kami akan menyusul,'' ucap Reno dengan wajah dinginnya.


'' Baiklah Tuan, kami permisi,'' pemilik toko dan penjaga itu berlalu pergi meninggalkan Reno dan Chloe yang masih diam.


'' Chloe,'' panggil Reno tanpa menggunakan kata Nona.


'' Tuan, sebaiknya Tuan pergi saja, aku tidak mau kau terseret ikut ke dalam aib ku, maafkan aku karena aku, kau di kira suami ku.'' Ucap Chloe dengan senyum yang di paksakan karena hatinya kembali rapuh.

__ADS_1


'' Dengar. Aku tidak merasa keberatan sama sekali walaupun orang-orang mengira aku ini suami mu, biarlah mereka berbicara apa yang di lihatnya, kau tidak perlu khawatir,'' ucap Reno dengan lembut.


Chloe tersenyum, entah kenapa hatinya merasa nyaman dengan apa yang di katakan Reno barusan.


Mereka pun masuk ke dalam toko dan berbelanja keperluan baby Chloe.


Di tempat lain.


Du kediaman Carrol.


Zen yang masih diam di sana karena harus memantau kesehatan Tuan besarnya selalu mencari masalah dengan seorang wanita yang tak lain adalah Linda.


Seperti hari ini, hari ini jadwal Linda libur karena Linda meminta izin untuk keluar karena ada urusan tapi Zen yang entah merasa iri atau apa ia menggagalkan rencana Linda.


'' Kau sangat menyebalkan, Tuan.'' Maki Linda.


'' Menyebalkan bagaimana, Tuan besar memang membutuhkan mu, lalu jika kau tidak ada, siapa yang akan menjaganya,'' jawab Zen dengan gaya cueknya.


'' Tapi kan ada suster yang menjaga Tuan besar, aku hanya izin sebentar saja,''


'' Tidak bisa, aku tidak percaya dengan suster itu, bagaimana kalau kejadian beberapa bulan yang lalu terulang kembali.'' Ucap Zen yang mengingatkan Linda tentang kejadian percobaan pembunuhan pada Tuan besarnya.


Linda menghela nafasnya.


'' Baiklah terserah apa katamu,'' ucap Linda yang langsung berlalu kembali ke kamar nya untuk mengganti pakaian kerjanya.


Bibir Zen terangkat sedikit, ada rasa kepuasan di hatinya karena berhasil menggagalkan rencana Linda.


'' Apa-apaan dia, selalu saja mencari akal untuk menyiksa ku,'' gerutu Linda dengan kesal.


Setelah selesai mengganti pakaian nya, Linda keluar dari kamarnya menuju kamar Tuan besarnya.


Namun langkah nya kembali terhenti karena deheman seseorang yang berasal dari ruang tamu.


'' Bisa buatkan aku kopi,'' ucap seseorang itu yang ternyata Zen yang sedang duduk dengan menyilangkan kaki nya.


Karena tidak ingin lagi membuang-buang tenaganya untuk berdebat dengan Zen, Linda hanya mengangguk dan berlalu untuk membuatkan Zen kopi sesuai perintah nya.


'' Ada apa dia, tumben sekali tidak membantah,'' gumam Zen yang melanjutkan pekerjaan nya di laptop nya.


Ponselnya berdering ternyata yang menelpon adalah Tuan mudanya, Daniel.


Setelah mengangkat dan menjawab nya, tanpa pikir lagi ia langsung menutup laptopnya dan berlalu keluar karena rasa khawatir nya.

__ADS_1


Linda yang sudah selesai membuatkan kopi persenan Zen berjalan ke arah dimana Zen berada namun saat dia sudah sampai ruang tamu, Zen sudah tidak ada di sana.


'' Dasar menyebalkan, tadi menyuruh ku membuatkan nya kopi sekarang dia malah pergi begitu saja,'' gerutu Linda dengan kesal.


__ADS_2