
Chloe mengeluarkan beberapa berkas dan beberapa kunci dari dalam tasnya, tatapan Devita dan Puspa saling menyiratkan tanya tentang apa yang di lakukan Chloe.
'' Ini Paman, aku kesini untuk menyerahkan ini semua.'' Ucap Chloe setelah ngeluarkan benda-benda yang ada di dalam tasnya.
'' Apa maksud dari ini semua, Chloe?'' tanya Mahendra yang masih bingung dengan apa yang Chloe lakukan.
'' Ini beberapa Sertifikat dan beberapa kunci mobil yang keluarga ku rebut dari kalian, aku sadar semua yang kami lakukan sangat salah, dan aku akan kembali ke kota lahirku membawa papih dan mamih kesana.'' Jawab Chloe dengan yakin.
'' Rupanya dia benar-benar mendapatkan hidayah,'' bisik Puspa ke telinga Devita.
'' Dimana orang tua mu?'' pertanyaan Mahendra membuat Chloe membisu, dia menundukkan kepalanya dalam-dalam.
'' Mamih sedang masa pengobatan karena mengalami gangguan di mentalnya, itu semua karena aku.'' Suara isakan tangis terdengar sangat lirih dari Chloe, tangisan yang terdengar sangat pilu di sana.
'' Chloe, Bibi Sari kenapa? ada apa sebenarnya?'' tanya Devita yang ingin tahu.
'' Waktu itu aku bekerja sama dengan Fedrick untuk merencanakan menghancurkan Daniel Carroll dan aku juga dengan dia sudah menjadi sepasang kekasih tapi setelah aku tahu aku hanya di manfaatkan, aku mulai sadar, sebulan aku berpisah dengan nya, aku mendapatkan kenyataan yang membuat Mamih jatuh sakit.'' Tangis Chloe kembali pecah dengan diiringi ceritanya.
'' Aku hamil anak Fedrick tapi dia tidak mau bertanggung jawab dan itu juga yang membuat keadaan Mamih memburuk,dan Papih sakit-sakitan.'' Lanjutnya, Devita beranjak dari duduknya dan menghampiri Chloe yang sedang menangis, Devita berusaha menguatkan Chloe, walau dirinya pernah di perlakuan buruk oleh Chloe, tetap saja Devita tetaplah Devita, gadis baik dan penyayang itu tidak akan tega mendengar sesuatu yang menyedihkan.
'' Lalu apa yang ingin kau lakukan? dan bagaimana dengan anak mu?'' tanya Devita.
''Aku mengharapkan dia baik-baik saja,'' jawab Chloe.
__ADS_1
'' Maksudnya?'' kali ini yang bertanya Puspa, walau hatinya sangat membemci Chloe tapi rasa iba itu juga ada pada dirinya.
'' Ya karena kemarin aku mengalami pendarahan karena stress tapi dokter bilang anak ku baik-baik saja, tapi jika sekali lagi aku mengalami pendarahan entahlah apa yang akan terjadi.''
Setatus wanita tak bersuami tapi dalam keadaan mengandung itu adalah setatus yang membuat pandangan buruk terhadap setiap wanita yang menyalami nya. Chloe hanya bisa berpasrah diri dengan apa yang di alaminya saat ini, di hanya ingin hidup dengan tenang tanpa memikirkan siapa yang akan mau menerimanya sebagai seorang istri impian para wanita kelak.
Chloe hanya ingin merawat kedua orang tuanya dan merawat anaknya kelak, dan apa yang di alaminya saat ini Chloe menganggap sebuah karma untuk keluarga nya karena perbuatan kejinya di masa lalu.
'' Lalu kau mempunyai rencana apa di kota kecil sana?'' tanya Mahendra lagi.
'' Aku akan memulai usaha ku Paman, usaha kecil-kecilan yang dulu di geluti Papih saat masih tinggal disana,'' jawab Chloe yang sudah sedikit lebih tenang.
Rasa iba yang ada di diri Devita Puspa serta Mahendra menyeruak, mereka meminta Chloe untuk tetap tinggal di kota ini, tapi Chloe tetap keukeuh dengan keinginanya untuk memulai kembali dari nol.
Chloe pun berpamitan untuk pergi dari sana, lagi lagi Chloe meminta maaf dengan kesalahan nya di masa lalu, ya kalu ini Devita dan yang lainnya benar-benar percaya dengan rasa bersalah nya seorang Chloe.
'' Aku pamit ya, Paman, Devita Puspa.'' Chloe berlalu melangkahkan kakinya menuju pintu tapi pertanyaan Mahendra membuat Chloe menghentikan langkahnya.
'' Chloe, kau pulang dengan menaiki apa?''
'' Taxi, Paman.''
'' Taxi di jam sekarang tidak ada yang lewat, dan kalau untuk memesan nya pun akan sulit karena sedang jam makan siang.''
__ADS_1
'' Reno, tolong antarkan Chloe ke tempat tujuannya.'' Suruh Mahendra pada orang kepercayaan nya.
'' Baik Tuan, mari Nona.'' Reno berjalan duluan ke arah halaman depan rumah.
'' Paman, tidak perlu.'' ucap Chloe menolak tawaran Mahendra.
'' Tidak nak, pergilah. Reno sudah menunggu.''
Chloe sudah tidak bisa lagi menolak nya, ia berpamitan dan berlalu keluar dan sudah ada Reno yang berdiri di samping mobil untuk menunggunya.
'' Kau ingin duduk dimana? di kursu belakang atau depan?'' tanya Reno dengan wajah tanpa expresi nya.
'' Kalau boleh aku duduk di belakang,'' jawabnya.
'' Silahkan,'' Reno membukakan pintu untuk Chloe masuk.
Mereka sudah berada di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
'' Kemana tujuan anda, Nona?'' tanya Reno, Chloe pun menjawabnya dan menyebutkan alamat yang di tuju nya.
Mereka kembali berdiam diri, Chloe yang terus melihat kearah luar jendela dan Reno yang terfokus dengan kemudinya.
Sesekali Reno melihat Chloe yang duduk di kursi belakang dari kaca spion mobil, Reno bisa melihat airmata Chloe yang kembali menetes, air mata kesedihan dari seorang gadis.
__ADS_1
Ada yang menggelitik di hati Reno saat melihat air mata itu menetes, tapi Reno menepisnya dan menganggap itu hanya bagian dari rasa manusiawi nya.