Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Di Tinggal


__ADS_3

Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊


Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya 😊😊😊..


Banyak maunya yaaπŸ˜„ iya emang πŸ˜†πŸ˜†


eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupa😁✌✌


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Daniel terus menghubungi nomor Devita, tapi tak kunjung di angkat, dan pada akhirnya Daniel hanya mengirimkan sebuah pesan singkat pada Devita.


''Jaga diri baik-baik, aku akan kembali seminggu lagi, I love you.''


Itu lah isi pesan Daniel untuk Devita, 1 jam lagi pesawat akan take off dan Daniel saat ini sudah berada di bandara.


.


.


Di Toko yang di beri nama Depu Flowers, Dua orang gadis sedang sibuk menata berbagai jenis bunga, Ada bunga Mawar yang berbagai macam warna, bunga Lily, Anggrek dan masih banyak lagi, dengan semangat nya Devita sampai melupakan ponselnya yang entah di taruh dimana.


Saat Puspa ingin mengambil ponselnya, Ia melihat ponsel Devita yang bergetar.


''Dev, ponsel kamu begetar, sepertinya ada panggilan masuk,'' teriak Puspa.


''Aahh, iya, iya.'' Devita berlari ke arah pintu belakang yang akan di jadikan kebun bunga.


Saat Devita membuka pola ponselnya, matanya melebar karena ada panggilan yang tidak terjawab 53 kali, dan pesan chat 3 kali.


''Daniel,'' ucapnya merasa heran.


Dan saat melihat isi pesan raut wajah Devita berubah murung dan itu tidak lepas dari mata Puspa. ''Kenapa? siapa yang menelpon?'' tanya Puspa.


''Daniel, dia pergi ke luar negri.'' Jawabnya dengan lesu.


''Kenap dia pergi ke luar negri?''..


''Perjalanan bisnis.'' ..


''Ya ampun, Devita. Daniel pergi untuk perjalanan bisnis bukan untuk prewedding dengan wanita lain kan.'' Kekeh Puspa, dan yang pasti mendapatkan sentilan di keningnya dari Devita.


*Pletak


*Aaawwww*


''Sakit Devita.'' Jerit Puspa.

__ADS_1


''Kamu sih, mendoakan Daniel bersama dengan wanita lain.'' Cebik Devita.


''Ya maaf, bukan itu maksud aku.'' Ucap Puspa membela diri.


Tidak ada jawaban dari Devita, dia hanya menekuk wajahnya, dan itu membuat Puspa tertawa melihatnya.


''Kenapa kamu tertawa seperti itu.'' Ketus Devita.


''Tidak, aku hanya geli melihat wajah murung mu itu, sepertinya ada yang mulai jatuh cinta nih,'' ledek Puspa dengan tawanya.


''Menyebalkan kamu, Pu.'' Devita berlalu meninggalkan Puspa yang masih tertawa.


''Devita, jangan merajuk seperti itu, wajah mu akan cepat keriput.'' Teriak Puspa.


Tidak ada jawaban dari Devita, Puspa pun menyusul Devita ke ruang depan.


''Dev, kau sungguh marah pada ku,'' tanya Puspa hati-hati.


Devita tetap diam. ''Devita,'' panggil Puspa lagi.


Namun Devita tetap bungkam dengan tangan yang di sibukan dengan menata para bunga.


''Devita, jangan seperti ini, ku mohon maafkan aku.'' Ucap Puspa dengan membalikan tubuh Devita agar menghadap nya dan menunjukkan puppy eyes nya.


Devita yang melihat muka Puspa yang memohon merasa tidak tega, dengan tawanya Devita menoyor kepala Puspa.


Di sela-sela candaan dua gadis itu, lonceng berbunyi menandakan ada seseorang yang membuka pintu, sontak keduanya pun menoleh ke arah pintu masuk.


''Maaf, kami belum buka ka.'' Ucap Puspa pada seorang gadis.


''Iya aku tau kok, aku ingin bertemu dengan Devita.'' Ucapnya melirik Devita yang sedang melihat nya juga.


''Seperti tidak asing.'' Gumam Devita.


''Kau masih mengingat ku kan, Devita.'' Ucap gadis itu dengan ramah.


''Aahh Iya, kau Nadia kan.'' Ucap Devita.


''Nadia?'' gumam Puspa yang belum mengingatnya.


''Iya, untung kau masih mengingat aku.'' Jawab Nadia dengan senyum manisnya.


''Ssstt, Nadia siapa sih?'' bisik Puspa.


''Nadia, teman kecil Daniel, yang kemarin bertemu di restoran, masa kau lupa.'' Bisik Devita menjawab pertanyaan Puspa.


Puspa hanya menganggkukan kepala karena sudah mengingat nya.

__ADS_1


''Mau apa dia, kesini. Dan tau dari mana dia tempat ini.'' Batin Puspa.


''Iya, maaf tadi aku sedikit lupa. Oh ya silakan duduk.'' Jawab Devita menuntunnya ke arah sudut ruangan yang terdapat ada dua kursi dan satu meja.


''Oh ya, Terima kasih.'' Dengan anggun nya, Nadia berjalan berlenggak-lenggok dan duduk di kursi yang di tunjukkan Devita.


''Isss dia kira ini Red karpet, segala berjalan penuh gaya seperti itu.'' Batin Puspa.


Puspa ikut bergabung namun dia hanya menjadi pendengar saja.


''Ada apa kau datang ke sini?'' tanya Devita ramah.


''Tidak, aku hanya mampir saja.'' Jawab Nadia.


''Oh ya, kau mau minum apa?'' tanya Devita.


''Tidak, tidak usah, Aku kesini hanya ingin berbincang sedikit dengan mu, karena suntuk juga harus berdiam diri di Mansion sebesar itu.'' Ujar Nadia.


''Emmm, kalau kau suntuk kau bisa menemui aku kok.'' Ucap Devita.


''Benarkah? apa tidak mengganggu waktu mu.''..


''Tidak, Aku malah senang.'' Jawab Devita dengan sangat ramah.


Mereka pun berbincang-bincang dengan asik sampai melupakan waktu, yang semula Puspa hanya menjadi pendengar dan Ia pun turut serta masuk ke dalam obrolan-obrolan itu.


Ya mereka berbincang tentunya dengan melanjutkan Aktivitas nya yang tertunda tadi.


Hari sudah mulai sore, Nadia pun pamit pulang pada Devita dan Puspa.


''Aku pamit ya, takutnya Ka Dinar mencari aku.'' Ucap nya.


''Iya, sampaikan salam ku untuk ka Dinar ya.'' Ucap Devita.


''Iya, nanti akan ku sampaikan salam mu.'' Jawab Nadia.


Nadia pun berlalu dengan mobil yang di yakini bukanlah mobil miliknya melainkan mobil keluarga Carroll.


Devita san Puspa masukbkembali setelah mobil yang di kendarai Nadia menjauh.


''Dev, apa kau tidak curiga dengan Nadia.'' tanya Puspa.


''Curiga kenapa? dia sepertinya gadis baik.'' Jawab Devita yang tidak ada kecurigaan di hatinya.


''Ya sepertinya sih baik, tapi aku sedikit curiga dengan nya, dari mana dia tau kalau kita membuka toko disini.'' Ucapan Puspa membuat Devita sadar dengan keanehan Nadia yang tiba-tiba tau tempat mereka membuka toko.


''Oh iya, dari mana Ia tau.'' Devita tengah berpikir keras perihal Nadia yang tau tempat usahanya.

__ADS_1


__ADS_2