Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Bujukan Puspa


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Devita belum juga membuka matanya, ia masih betah di alam bawah sadarnya tanpa memikirkan ada orang yang selalu mengharapkan mata bulatnya terbuka dengan indah.


Daniel tidak pernah keluar dari ruangan Devita, Dinar dan Zen yang selalu bolak-balik mengantarkan pakaian dan makanan untuk Daniel, kursi yang berada di samping ranjang Devita lah menjadi tempat ternyamannya saat ini.


Tubuh yang sudah mulai kurus, dan wajah yang sudah mulai tirus, pola tidur dan makan yang tidak terjaga membuat faktor itu semuanya.


Mahendra selalu menawarkan diri untuk menggantikan Daniel menjaga Devita, tapi dengan sopan Daniel menolaknya, ia hanya ingin di saat Devita membuka matanya dan kembali ke dunia realnya, Daniel ada di sampingnya.


Hari ini Puspa dan Jonathan kembali berkunjung untuk menjenguk Devita, Puspa sangat merasa bersalah, jika saja waktu itu ia bisa menyelamatkan Devita mungkin ini semua tidak akan terjadi.


Jonathan yang masih menaruh hati untuk Devita, melihat Daniel yang selalu ada di samping Devita merasa iri, tapi dia ikut senang karena ada pria yang benar-benar tulus menjaga wanita yang di cintainya.


''Ka Daniel, maaf kalau aku lancang, sebaiknya kakak istirahat agar kaka fresh kembali, pasti kakak kurang makan kan beberapa hari ini? makanlah ka, jangan membuat Devita tidak mengenali kaka saat dia membuat matanya kelak, karena penampilan kakak yg jauh berbeda dari biasanya dia lihat.'' Ucap Puspa yang mengumpulkan keberanian untuk berbicara panjang lebar, kakak? kenapa Puspa memanggilnya kakak, karena Daniel sendiri yang menyuruhnya.


'Apa iya penampilan ku seburuk itu,' pikir Daniel dalam hati.


''Kaka bisa mempercayakan aku untuk menjaga Devita sebentar, untuk kakak menyegarkan diri kakak,'' ucapnya lagi.


''Saya tidak mau saat Devita membuka mayanya, saya tidak ada di sini.'' Jawab Daniel tanpa melihat ke lawan bicaranya.


''Aku yakin deh ka, Devita juga menginginkan hal yang sama.'' Ujar Puspa yang terus meyakinkan Daniel.


''Benarkah?'' Puspa mengangguk dengan cepat.


''Baik, kalau begitu saya mempercayakan Devita untuk kau jaga sebentar, dan jangan membiarkan pria lain menyentuh tubuh Devita,'' ucap Daniel dengan mata yang melirik ke arah Jonathan yang sed berdiri di samping Puspa.


''Siap ka, aku akan pastikan itu,'' jawab Puspa menaruh tangannya di pelipis kirinya bak hormat macam prajurit.

__ADS_1


Daniel mengusap pipi Devita dan mengecup keningnya dengan sayang, dan setelah itu ia berlalu keluar dari ruangan tempat Devita du rawat, banyak pengunjung Rumah Sakit dan para suster wanita yang melihat nya dengan tatapan memuja ke arah Daniel, walaupun penampilan nya tidak seperti biasa tapi aura tampannya dia tidak luntur sedikitpun.


''Aku harus bergerak cepat, benar kata Puspa, aku harus berpenampilan seperti biasa agar Devita tetap mengenali ku,'' gumam Daniel dan ia mempercepat langkahnya menuju pintu keluar setelah keluar dari dalam lift.


''Kaa,, eeh Tuuann,'' teriak Kemal yang meralat panggilan nya.


Daniel menghentikan langkahnya setelah mendengar panggilan Kemal yang baru saja turun dari mobilnya.


''Kau mau kemana?'' tanya Kemal setelah mendekat ke arah Daniel.


''Pulang, kau masuklah, ikut awasi pemuda tengik itu, jangan sampai dia menyentuh Vita ku,'' ucap Daniel, alis Kemal menyatuh karena tidak mengerti maksud Daniel.


''Dan satu lagi, kau harus hati-hati. Gadis mu terlalu sering bersama dengan pria lain,'' ucap Daniel yang langsung berlalu pergi dengan mobilnya meninggalkan Kemal yang masih terpaku di tempat.


''Gadis ku? Puspa. bersama pria lain? Jonathan.'' Kemal yang baru saja sadar dengan ucapan Daniel langsung berlari masuk ke Rumah sakit dan menuju lift untuk ke lantai tempat kamar inap Devi berada.


Kemal membukabpintu Devita dengan kerasnya sampai membuat penghuni kamar itu terlonjak kaget kecuali Devita yangasih stia memejamkan matanya.


''Kemal, kau kenapa?'' tanya Puspa dengan heran.


Kemal melihat Puspa yang duduk di samping ranjang Devita dan Jonathan yang sedang duduk di sofa yang berjarak sekitar lima meter dari ranjang Devita yang sedang asik dengan ponselnya.


''Kamu membuka pintu dengan keras dan mengejutkan aku, dan kamu datang dengan nafas yang seperti habis berlari, kau kenapa?'' tanya Puspa lagi, Kemal melangkah mendekat dan masih mengatur nafasnya.


''Tidak apa-apa, kau baru datang?'' tanya Kemal yang mengalihkan pembicaraan karena malu untuk mengucapkan hal bodoh yang di lakukannya.


'Ka Daniel mengerjai ku' ucap Kemal dalam hati, kesal? pasti, tapi Kemal cukup senang karena Daniel yang sudah mulai welcome dengan dia.

__ADS_1


''Iya aku baru saja datang bersama Jonathan,'' jawab Puspa.


''Kenapa tidak menghubungi ku?'' tanya Kemal yang sedikit jealous karena lagi-lagi dia melihat Puspa yang bersama dengan Jonathan.


''Aku berfikir kau masih sibuk di restoran,'' alasan Puspa cukup membuat Kemal mengerti karena sifat Puspa yang tidak ingin merepotkan nya.


''Aku tidak akan merasa terganggu hanya karena kau mengabari ku dan meminta ku untuk mengunjungi Devita, Mpus.'' Ucap Kemal dengan tangan yang mengusap lembut surai rambut Puspa.


''Berlebihan,'' cetus Jonathan yang masih fokus dengan game di ponselnya.


''Apa kau bilang!!'' ucap Kemal yang meninggikan suaranya.


''Kemal sudah, kasian Devita karena suara mu nanti dia terbangun,'' ucap Puspa.


''Lho bagus dong, kan kiga mengharapkan Devita bangun,''..


''Buka itu maksud ku, ka Daniel mau saat Devita membuka matanya ada dia di samping Devita,'' jelas Puspa, Kemal hanya mengaggukan kepala, dan berjalan menuju sofa tempat Jonathan berada.


''Oh iya Kemal, bagaimana dengan pelaku yang menabrak kita berdua? sudah ketemu?'' tanya Puspa yang mengungkit pelaku itu yang tidak lain adalah Nadia sendiri tanpa Puspa tau siapa dia.


''Dia? sudah beres,'' jawab Kemal dengan santai.


......................


Terima kasih untuk para readers ku yakin setia🙏🙏..


'Maafkan aku jika tidak bisa membalas komen kalian satu satu tapi percayalah aku selalu menekan ikon jempol di komentar kalian yang menandakan aku selalu membacanya🤗🤗🤗🤗..

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca karya kuu😉😉


__ADS_2