
Daniel menatap Reno dengan tajam, seolah-olah dalam tatapannya mengartikan sebuah ancaman untuk menjauh dari miliknya, Reno yang di tatap pun menatap balik dengan tak kalah tajamnya.
'' Kenapa kau? mau ku congkel biji mata mu,'' ucap Reno yang tentu membuat Daniel melebarkan matanya karena ada yang berani berkata seperti itu padanya, itu sama saja mengibarkan bendera perang padanya.
'' Apa kau bilang!!'' bentak Daniel.
'' Hei!! kalian mau bertengkar jangan di depan butik ku,'' tegur Dinar dengan bentakan.
'' Kakak dan adik sama saja,'' gumam Reno.
'' Daniel, kau mau apa kesini?'' tanya Dinar. Selagi Dinar berbicara dengan Daniel juga Devita, entah kenapa mata Reno tertarik melihat inci demi inci wajah cantik Dinar yang tengah berbicara pada yang lain.
(visual Dinar ππ)
Dari alis yang terukir indah, mata yang lentik dan hidung yang mancung, juga bibir berwarna merah mudanya, semua ia perhatikan dengan seksama, satu kata yang tiba-tiba terucap dari mulut Reno '' Cantik,'' celetuknya.
(Visual Reno ππ)
Karena mendengar celetukan Reno, Dinar Daniel dan Devita menoleh ke arah Reno yang masih tetap menatap wajah Dinar.
'' Siapa yang kau sebut cantik!!'' bentak Daniel yang mengira kalau Reno memuji istrinya.
Karena bentakan Daniel, Reno segera tersadar dari lamunannya dan merasa malu karena terpergok sedang menatap ke satu titik.
'' Hah? Cantik, siapa? aku tidak mengatakan apa-apa,'' elak Reno.
'' Jangan coba-coba menuju istri ku,'' Reno hanya memutar malas bola matanya karena sangat tidak mungkin meladeni posesif nya Daniel yang di anggapnya sangat berlebihan itu.
'' Devita biar pulang bersama ku,'' ucap Daniel lagi.
'' Tapi aku belum mencoba dress yang di buatkan ka Dinar,'' rengek Devita.
'' Bawa saja, nanti bisa mencobanya di apartemen,'' akhirnya Devita mengalah dan ikut Daniel pergi karena kalau berlama-lama disana Devita takut Daniel akan beradu mulut lagi pada Reno.
Setelah berpamitan, Devita dan Daniel pun berlalu pergi meninggalkan Dinar dan Reno yang masih di parkiran. '' Kalau begitu saya pergi juga,'' ucap Reno yang giliran dia berpamitan.
Dinar hanya berdehem menjawab ucapan Reno yang sudah melangkah menuju mobil nya, tapi tiba-tiba ada mobil yang melintas dan melewati genangan air dan secara tidak sengaja mengenai sebagian pakaian Reno.
__ADS_1
'' Heiiii. Brengsek!!!'' teriak Reno yang tidak di pedulikan sang pengemudi yang melajukan mobilnya dengan ugal-ugalan itu.
'' Shiittt!!'' umpat Reno dengan kesal, bagaimana tidak kesal, celana bagian belakang Reno basah karena cipratan air yang keruh itu.
Dinar yang menyaksikan kejadian itu, lagi-lagi hanya bisa menahan tawanya lagi.
'' Dia benar-benar sial,'' ejek Dinar dengan bergumam.
'' Hei kau, apa kau mau ku bantu, kalau mau masuklah ke butik ku, kalau tidak mau silahkan pergi.'' Ucap Dinar yang sudah berlalu pergi masuk ke butik milik nya.
'' Sial! mimpi apa aku semalam harus merasakan doble sial hari ini,'' gerutu Reno yang dengan berat hati melangkah kan kakinya menuju butik Dinar.
Reno masuk ke butik yang langsung di sambut karyawan Dinar yang sudah di beritahu kalau pria yang ada di parkiran adalah temannya.
'' Silahkan Tuan, nona Dinar sudah menyiapkan pakaian ganti untuk tuan,'' ucap salasatu karyawan Dinar yang menuntun jalan untuk Reno agar menuju ruangan dimana sudah ada Dinar disana.
'' Ya, terimakasih,'' balas Reno.
'' Pakaian gantinya sudah ada di kamar kecil,'' ucap Dinar tanpa menoleh ke arah Reno karena sedang fokus membuat disain gaun pesanan.
Tanpa mengucapkan apapun Reno memuji kamar kecil yang di tunjuk Dinar dan segara membersihkan dirinya dan juga segera mengganti pakaian nya yang basah.
'' Di lihat dari wajahnya sangat kontras dari wajah adiknya yang tidak ada bagus-bagusnya, namun saat di lihat dari sifatnya seperti satu orang yang sama,'' gumam Reno yang masih berbetah diri di dalam kamar mandi yang sedang mengaitkan kancing pakaiannya.
'' Bagaimana? sesuai dengan ukuran tubuhmu?'' tanya Dinar setelah mendengar pintu kamar mandi nya terbuka dan suara langkah kaki yang dia tau itu pasti Reno tanpa melihat langsung ke arahnya.
'' Lumayanlah, dari pada aku harus menggunakan pakaian kotor ku,'' jawab Reno.
'' Hemm, baguslah. Ya sudah silahkan anda pergi dari ruangan saya, saya sedang sibuk.'' Ucap Dinar dengan lantang dan membuat Reno melebarkan matanya karena terkejut mendengar ucapan Dinar yang sangat jelas mengusirnya tanpa basa-basi.
'' Kau mengusir ku,''
'' Ya anggap saja begitu,''
'' Astaga, ternyata kau dan adik mu sama-sama manusia kutub,'' celetuk Reno yang sudah melangkah pergi dari ruangan Dinar.
Dinar hanya meliriknya dan menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan mencoret alat tulisnya di sebuah buku gambar.
Saat Reno akan pergi dari butik, tidak sengaja ia bertubrukan dengan seorang wanita dengan penampilan formalnya. '' Maaf Nona, apa kau tidak apa-apa?'' tanya Reno yang merasa bersalah.
__ADS_1
'' Ah tidak,'' jawab wanita itu.
'' Kau!'' ucap Reno dengan wajah terkejutnya.
'' Tuan Reno, apa kabar?'' tanya wanita itu yang ternyata dia adalah Chloe dengan penampilan yang sangat kontras dari sebelumnya.
Mata Reno melirik ke arah perut Chloe yang seharusnya besar namun itu tidak sama sekali.
'' Bukannya kau sedang hamil, apa kau sudah melahirkan? tapi bukannya usia kandungan mu belum sampai sembilan bulan?'' Reno terus memberondong pertanyaan-pertanyaan untuk Chloe jawab.
Ada raut wajah sedih di wajah manis Chloe, dengan lirih ia menjawab, '' Aku mengalami keguguran dua bulan yang lalu.''
'' Keguguran? bagaimana bisa?''
'' Kandungan ku lemah, oh ya tuan sedang apa di sini?'' ucap Chloe yang berniat mengalihkan pembicaraan.
Reno tidak menjawab nya karena ada yang ingin dia tanyakan lagi namun Reno berpikir apa mungkin ia akan menayangkan masalah sensitif seperti itu pada Chloe, tapi ia benar-benar penasaran dan pada akhirnya Reno pun mengajak Chloe agar ikut dengan nya ke kursi yang ada di samping pintu butik itu.
Mereka berbincang dengan canggung dan yang paling terlihat kecanggungan itu ada pada Reno sendiri. '' Apa aku boleh bertanya sesuatu?'' tanya Reno hati-hati.
'' Apa??''
'' Apa kau menerima pesan singkat ku?''
'' Pesan singkat?''
'' Iya, tempo hari aku mengirimkan pesan singkat ke nomor mu,''
'' Aaahh, nomor itu ada di Ponsel yang telah hilang,''
'' Ohh begitu.''
''Memangnya kau mengirim pesan apa ke nomor ku?'' tanya Chloe yang tadi sejenak terdiam.
'' Aku hanya menanyakan kabar mu,''
'' Kau masih disini?'' potong seseorang yang baru saja keluar dari butik yang sudah di pastikan itu adalah Dinar.
Keduanya menoleh, '' Ooh Nona Chloe sudah datang, kenapa tidak langsung masuk,'' ucap Dinar lagi.
Dinar menoleh ke arah Reno yang duduk di kursi sebrang Chloe. '' Apa kalian saling mengenal?'' tanya Dinar yang tidak segera di jawab keduanya.
__ADS_1
TBC...