Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Flashback


__ADS_3

Linda masih saja bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa sang paman bisa berubah sepenuhnya menjadi jahat seperti ini tidak seperti yang dia kenal sejak kecil itu.


Flashback


Beberapa hari yang lalu, saat Zen pergi meninggalkan Linda di depan restoran, Zen yang mendapatkan kabar kalau perusahaan cabangnya mengalami masalah karena seseorang langsung bergegas pulang ke negara asalnya.


Daniel yang sudah mengabari Zen pun sudah bersiap untuk melakukan tindakan.


'' Kita harus bergegas Zen,'' ucap Daniel pada Zen.


'' Tuan, saya mencurigai seseorang,'' ucap Zen setelah dia diam sejenak.


'' Siapa yang kau maksud?'' Tanya Daniel.


Zen melirik ke arah Devita, dan Daniel pun mengerti kalau pembicaraan ini tidak patut di dengar Devita karena mungkin pembicaraan yang akan mereka bahas agak sensitif bagi wanita.


'' Honey, aku ingin makan nasi goreng domba buatan mu, apa bisa kau membuatkannya untuk ku,'' ucap Daniel pada Devita yang sedang menonton drama Korea di ponselnya.


'' Heemmm, baiklah. Akan aku buatkan,'' ucap Devita yang sudah berlalu pergi ke arah ruang dapur apartemen nya.


'' Katakanlah,'' ucap Daniel setelah memastikan kalau istrinya sudah berjalan menjauh dari ruang tamu.


'' Kah ingat, aku pernah mengatakan waktu tiga tahun lalu kalau paman Arnes yang kita kenal sejak kecil sangat berbeda dengan yang sekarang,'' ucap Zen.


Daniel terdiam mengingat-ingat waktu itu, saat mengingat nya ia hanya mengangguk dan berdehem pelan.


'' Aku yakin dia orang yang berbeda dari orang yang kita kenal waktu kecil,'' ucapnya.


'' Aku juga merasakannya, tapi ku pikir semua orang pasti akan berubah, tapi sejak kejadian ini aku sangat yakin memanglah dia orang yang berbeda,'' timpal Daniel.


'' Ya pasti dia orang yang berbeda,'' ucap Zen dengan yakin.


'' Kenapa kau sangat yakin?''


'' Astaga Daniel, kau bayangkan saja, waktu dia melihat ku di kantor Linda, dia sama sekali tidak mengenali ku,'' ucap Zen dengan suara yang agak kencang.


Daniel yang mendengar ucapan Zen yang menyebutnya dengan nama sedikit agak kesal namun dia memaklumi nya karena hanya ada mereka berdua saja.


'' Tunggu, dia tidak mengenali mu? apa kau yakin?''


'' Ya, aku sangat yakin, dan aku memastikannya pada Linda, dan setelah aku bertanya pada Linda aku semakin yakin kalau dia orang yang berbeda,'' ucap Zen.

__ADS_1


Setelah berbincang dan Devita telah selesai memasak pesanan Daniel, mereka pun makan bersama dengan keheningan.


'' Honey, aku akan pergi ke Perancis, sementara waktu kau tinggal di mansion saja bagaimana?'' ucap Daniel setelah menyelesaikan makan nya.


'' Ke Perancis? apa lama kau disana?'' tanya Devita.


'' Mungkin sekitar tujuh hari,''


'' Kalau begitu antarkan aku ke mansion ayah Mahendra saja, sudah lama juga aku tidak bertemu ayah,'' ucap Devita, dan Daniel pun menyetujui nya.


Sementara pasangan suami istri itu sedang berbincang dan Zen hanya menjadi pendengar saja pastinya membuat dia bosan.


'' Lagi-lagi aku di jadikan obat nyamuk,'' gumam Zen.


Keesokan nya, setelah mengantarkan Devita ke kediaman orang tuanya, Daniel dan Zen segera berangkat ke negara Perancis untuk mencari tahu kebenaran nya.


Setelah sampai dan menginjakan kakinya di negara sana, Daniel dan Zen membagi tugasnya masing-masing dengan di bantu orang suruhan mereka yang bekerja sebagai mafia kejam di sana.


'' Kau pastikan dia tidak akan bertindak lebih jauh dari ini,'' ucap Daniel dan di iyakan Zen.


'' Aku akan mencari bukti kuat untuk kasusnya,'' ucap Daniel lagi.


Berhari-hari Zen terus saja mengintai pergerakan orang yang di maksud mereka, tapi saat dia lengah orang yang di intinya hilang entah kemana.


Di sisi lain, Daniel yang sudah mendapatkan bukti kalau dia bukan orang yang sama dengan yang dia kenal, ia segera mengumpulkan bukti-bukti dan menyerahkannya ke kantor polisi.


Karena ini bukan negara asalnya sampai ia tidak bisa bertindak sendiri sehingga di haruskan melibatkan kepolisian untuk bertindak, memanglah membutuhkan waktu lama tapi setidaknya ia bisa menyelamatkan sepupunya dari orang-orang licik, pikir Daniel.


flashback off.


Pada sampai hari ini, Daniel dan Zen mengira kalau pelaku sudah di tahan yang ternyata dia dapat meloloskan diri dari aparat kepolisian yang sudah menahan nya.


Tapi saat mereka berdua sedang berbincang di sebuah restoran, ada suara ponsel yang membuat Daniel merasa heran karena orang yang menghubungi nya adalah Linda.


'' Zen, Linda menelpon ku,'' ucap Daniel.


'' Angkatlah, lalu rekam,'' usul Zen.


Saat Daniel mengangkat, tidak ada suara Linda di sana yang ada hanya suara seorang pria yang sangat ia kenal siapa pemilik suara itu.


Zen terbelalak setelah mendengar suara orang itu. '' Linda dalam bahaya,'' ucap Zen, mereka pun segera pergi dari sana dan melajukan mobilnya ke arah GPS tempat Linda berada.

__ADS_1


Di Gudang lama itu, Linda masih dengan keadaan yang diikat tangan dan kakinya.


'' Cepat! tanda tangani ini,'' bentak Arnes.


'' Aku tidak akan mentanda tanganinya, karena ini semua milik ku,'' ucap Linda dengan tatapan tajam nya.


'' Anak sialan!! cepat lakukan atau kau akan kehilangan yang paling berharga yang ada dalam dirimu,'' ancamnya dengan seringai liciknya.


'' Ciihh!! biadab!! memangnya kau pikir aku akan bergetar karena ketakutan atas ancaman mu, heh, ingat ini. Aku Merlinda Carrollin, gadis yang tidak pernah mengenal takut.'' Ucap Linda menantang Arnes tanpa rasa takut.


'' Oh kau tidak takut ya, baiklah. Hei kalian, lucuti dia dan nikmatilah tubuh gadisnya, pastikan kalian puas dengan tubuh moleknya,'' perintah Arnes dengan keji.


Linda tetap tenang walau beberapa pria yang yang di perintah Arnes untuk melakukan hal keji padanya sudah semakin mendekat.


Pakaian Linda yang memang menggunakan kemeja panjang sudah koyah karena pria suruhan Arnes merobeknya dengan bringas.


Linda tetap duduk dengan tenang walaupun perasaannya sudah mulai gelisah.


Pria yang lain sudah bertindak dengan mendaratkan lidahnya di leher jenjang Linda, lidah menjijikkan itu terus saja menyusuri leher depan dan belakang Linda.


Air mata Linda menetes karena mendapatkan perlakuan seperti itu, sampai ia tidak tahan lagi dengan amarahnya, Linda pun berteriak dan memanggil nama seseorang.


'' Zeennnn tolong aku!!!!'' teriak Linda sangat kencang.


Tawa semua orang yang ada di sana menggelegar, mentertawai Linda yang berteriak memanggil nama seseorang itu.


'' Teriaklah dengan kencang, sampai pria yang kau panggil itu datang dengan gayanya yang seperti pahlawan,'' ucap Arnes dengan di akhiri tawa meledeknya.


Namun tiba-tiba, pintu baja yang tertutup itu rubuh karena hantaman sebuah benda berat sejenis kontraktor yang mampu meruntuhkan apapun yang menghalanginya.


Semua terperangah karena terkejut, mereka tidak mengira kalau alat kontraktor bisa sampai ke sana.


Brakkkk


'' Siapa kau,'' ucap Arnes pada seseorang yang mengendalikan alat berat itu.


Dan dua orang yang ada di dalam alat berat itu turun dan berjalan ke arahnya.


'' Kalian,'' lirih Arnes yang gemetar ketakutan.


'' Apa kau tidak mengenali ku, paman.'' Ucap orang yang baru saja tiba.

__ADS_1


TBC...


__ADS_2