Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Perjuangan yang Tersembunyi


__ADS_3

Di sebuah taxi menuju bandara seorang pria tampan sedang duduk tenang dengan terus menatap layar ponsel nya, ya dia adalah Zen Batla pria kelahiran Asia Selatan, pria yang tidak mengenal cinta sejak beberapa kali di tinggal oleh para wanita yang di sayangi nya.


Dari mulai ibu, adik sampai calon istrinya, semua meninggalkan nya dan membuat nya menjadi seseorang yang dingin dan tidak berbalas kasih pada siapapun.


Tapi saat hatinya mulai luluh pada seorang wanita, wanita itu ternyata bukan tercipta untuk nya melainkan untuk sahabat nya yaitu Daniel Carroll.


Sebisa mungkin ia berusaha melupakan wanita itu sampailah pada seseorang yang membuat nya selalu tertarik masuk ke kehidupan orang itu bahkan berawalan dengan rasa kebencian namun sekarang yang ia rasa adalah takut kehilangannya.


Dia pun tidak tahu rasa apa itu, tapi yang dia tau hanyalah ingin terus melihat wajahnya walau dengan jalur perdebatan.


'' Terima kasih,'' ucap Zen setelah memberikan ongkos taxi beserta tipsnya pada driver taxi itu.


Zen menggeret koper kecil di tangannya menuju gerbang keberangkatan setelah melakukan pengecekan tiket.


Jadwal penerbangan sudah tiba, setelah masuk ke dalam pesawat dan duduk di bagian First Class yang dimana Zen memang menyukai ketenangan dan First Class lah yang cocok dengannya dari pada kelas lainnya.


Hanya beberapa jam ia duduk di kursi nyamannya dan tibalah ia di negara yang dia tuju yaitu Perancis. Dengan gagahnya ia berjalan sampai membuat beberapa pramugari dan penumpang lainnya terpesona dengan aura yang ada di dalam dirinya.


Pandangan memuja sangat terlukis di mata beberapa wanita yang menatapnya, namun Zen yang bahkan tidak mempedulikan nya sama sekali hanya berjalan cuek tanpa menoleh maupun menyapa para wanita yang menatapnya.


Zen menaiki sebuah taxi yang sudah tersedia dan berbicara pada seorang driver untuk mengantarkan nya ke suatu tempat.


'' Emmène-moi dans un hôtel par ici.'' Ucapnya menggunakan bahasa negara itu.


( Antarkan saya ke hotel yang ada di sekitar sini).


Hanya memerlukan waktu lima belas menit Zen pun sampai di sebuah hotel berbintang.


Hari juga sudah menjelang sore, Zen yang cukup lelah karena perjalanan nya memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu tapi sebelum itu ia sudah memesan makanan untuk di antarkan ke kamarnya.

__ADS_1


Setelah sudah cukup beristirahat juga sudah menyelesaikan makan nya Zen bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya agar lebih segar dari sebelumnya.


Sudah selesai mandi juga berpakaian, Zen pun keluar kamar dan menuju sebuah penyewaan mobil untuk selama dia berada di sana karena menurutnya menyetir mobil sendiri lebih nyaman ketimbang harus di setiri seorang driver.


Zen mengemudikan sebuah mobil berjenis BMW berwarna hitam menuju sebuah perumahan dan berhenti di sebuah rumah mewah bergaya Eropa itu yang dulu pernah ia datangi.


Dengan meyakinkan dirinya Zen pun turun dan menuju pintu besar dan menekan tombol bel yang terletak di samping pintu itu.


Tidak memerlukan waktu lama, seorang wanita paru baya membukakan nya dan melihatnya dengan tatapan heran karena merasa tidak asing melihat wajah tampan Zen.


'' Tuan yang waktu itu kesini kan, pasti tuan mencari nona muda Linda kan,'' ucap wanita paru baya itu.


'' Ya benar, apa Linda nya ada?'' tanya Zen.


'' Nona Linda nya sedang keluar bersama tuan besar,''


'' Tuan besar?''


'' Kalau boleh tau, kemana perginya Linda?'' pertanyaan Zen membuat wanita tua itu terdiam, dari raut wajahnya seperti bingung untuk menjawab nya.


'' Emmm, maaf tuan saya tidak tau,'' jawaban nya itu membuat Zen memicing curiga karena gerak gerik yang ia yakini seperti menyembunyikan sesuatu darinya.


'' Kemana dia bi?'' tanya Zen sekali lagi.


'' Sa-saya tidak tau tuan,''


'' Saya tau, anda berbohong, tolong beritahu saya kemana Linda, apa ada masalah?''


'' Mmmm, sebelum itu apa boleh saya bertanya?''

__ADS_1


'' Apa?'' jawab Zen yang semakin yakin kalau ada sesuatu yang membuat pembantu rumah Linda bahkan menjawab nya dengan gugup seperti itu.


'' Apa tuan menyukai nona Linda?''


Bammmm,, pertanyaan pembantu itu membuat Zen seketika terdiam, ia bahkan bingung harus menjawab apa, tapi kenapa pembantu itu sampai bertanya demikian, pikir Zen.


'' Beritahu saya bi, kemana dia pergi?'' tanya Zen lagi yang sudah sangat penasaran dengan jawaban pembantu Linda.


'' Sebenernya, Nona Linda akan dijodohkan dengan seorang pria dari keluarga terpandang dengan tuan besar Arnes, dan malam ini mereka akan melakukan pertemuan sekaligus pertunangan nona Linda.'' Bummm. jawaban pembantu itu lagi-lagi membuat Zen mematung dengan perasaan yang tidak bisa ia gambarkan lagi.


'' Di jo- jodohkan?''


'' Iya Tuan, sebab saya bertanya apa tuan menyukai nona Linda karena nona Linda seperti terkekang menerima perjodohan ini, dan saya minta tuan melakukan sesuatu untuk nona muda saya itu.''


Dunia seakan berhenti berputar mendengar jawaban pembantu Linda itu, kakinya seakan melemas dan membuat nya oleng dan bersandar di tiang besar penyangga rumah mewah itu.


'' Tuan, apa tuan tidak apa-apa?'' tanya pembantu itu panik.


'' Bi, pertemuan itu di lakukan dimana?'' tanya Zen dengan suara pelan.


'' Di sebuah restoran yang ada di hotel Le Bristol,''


'' Hotel itu kan tempat aku menginap,'' gumam Zen.


'' Baiklah, kalau begitu saya permisi,'' ucap Zen yang sudah melangkah untuk pergi dari sana tapi langkahnya terhenti dan menoleh kembali ke belakang.


'' Dan terima kasih atas info dan dukungan nya,'' ucap Zen dengan ramah serta senyumannya yang langka itu.


Zen pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk kembali ke hotel tempat dia menginap itu.

__ADS_1


TBC...


__ADS_2