Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Kesempatan


__ADS_3

Perkelahian terjadi dan membuat seisi kampus ikut menyaksikan nya tanpa ada yang melerainya.


Penjaga kampus pun tidak berani untuk ikut campur karena yang terlibat perkelahian anak salasatu donatur terbesar di sana.


Jonathan yang belum siap memulai perkelahian itu terlihat sangat babak belur di area wajahnya, namun tidak sedikit juga lawannya terluka karena perlawanan Jonathan.


Perkelahian terus berlanjut, Puspa, Kemal, Devita dan Amaira mencoba melerai namun tidak ada yang bisa, Devita yang memang mempunyai riwayat trauma dengan kekerasan hanya bisa menangis dan menutup indra pendengarannya dengan rapat di bantu Puspa yang sangat memahami nya.


Dan tibalah seseorang dengan menggunakan mobilnya, turun dengan raut emosi karena melihat orang yang di sayangnya duduk dengan ketakutan.


Daniel, ya dia adalah Daniel. Daniel sangat tahu dengan kondisi sikis Devita yang tidak bisa melihat terjadi nya kekerasan di depan matanya, Daniel langsung melerai dengan caranya sendiri.


Dia menghajar keduanya, Jonathan dan pria yang menyerang Jonathan, menghajar dengan dua kali pukulan sampai membuat mereka tersungkur dengan lukanya masing-masing.


'' Apa kalian gila!!'' bentak Daniel dengan nyalang.


'' Anda siapa?'' tanya pria yang menghajar Jonathan dengan wajah angkuhnya.


Daniel menghela nafas nya dengan kasar menahan emosinya yang akan membuat Istrinya semakin ketakutan.


Dengan langkah yang panjang, Daniel menghampiri Devita yang masih duduk dengan menutup telinganya rapat-rapat.


'' Sayang, kau tidak apa-apa?'' tanya Daniel dengan lembut.


Bukannya menjawab, Devita malah berteriak dengan histeris dan terjatuh tidak sadarkan diri sampai membuat Puspa dan mahasiswa yang ikut menyaksikan nya ikut panik.


Dengan gagah Daniel membopong Devita dengan sekali hentakan dan membawa nya menuju mobilnya, tapi langkahnya terhenti saat melewati Jonathan dan pria yang masig duduk dengan lukanya masing-masing.


'' Ini karena kalian, jika terjadi apa-apa dengan istri saya, kalian akan saya cari,'' ucap Daniel yang langsung berlalu dengan mobilnya membawa Devita ke Rumah Sakit.


Sepeninggalnya Daniel yang membawa Devita dengan keadaan tak sadarkan diri, para mahasiswa kampus berbisik-bisik membicarakan Devita yang tidak bisa mengontrol diri.


Puspa melihat Jonathan dan Pria yang madig terdiam iti dengan tajam, ia menghampiri dan langsung menampar pria itu serta Jonathan juga.


'' Apa kalian pikir ini tempat gulat, iya?'' bentak Puspa.


'' Karena kalian, Trauma yang ada di dalam diri Devita kembali lagi, kalian tau!!'' ucapnya lagi, Kemal menghampiri Puspa yang tengah emosi itu dan berusaha menenangkan nya.


'' Sebenarnya kalian qda masalah apa?'' tanya Kemal dengan baik-baik.

__ADS_1


'' Jangan ikut campur kau, ini masalah kami,'' ucap pria yang menyerang Jonathan, dengan sombong nya.


Jonathan berusaha bangkit dan langsung menghampiri lawannya.


'' Memangnya apa masalah kamu dengan ku,'' tanya Jonathan.


'' Karena kau sialan, aku terkena masalah dengan hukum,'' jawabnya dengan tajam.


'' Maksud dia apa Jo?'' tanya Kemal.


'' Dia pelaku yang berbuat pelecehan pada Amaira, dan aku sudah melaporkan nya ke pihak kampus,'' jawab Jonathan yang menahan sakit di rahangnya karena pukulan Daniel.


Rahang Kemal mengeras, Kemal langsung menghajar Pria itu dengan beringas.


'' Pria yang berbuat gal sekeji itu, bukanlah pria sejati, dasar pengecut,'' maki Kemal setelah menghajar pria itu.


Puspa langsung menarik Kemal menuju mobilnya, hati Puspa kembali sesak karena melihat Kemal yang membela Amaira, namun Puspa berusaha tenang karena berusaha memahami posisi Amaira.


Entah Puspa berkata apa, Kemal langsung tenang dan mereka berlalu dengan mobil mninggalkan kampus.


Amaira masih diam dengan tangisnya, Jonathan menghampiri Amaira dan langsung memeluk nya berusaha menenangkan Amaira yang saat itu merasa bersalah karena dia menganggap ini semua terjadi karena dirinya.


'' Jika ingin melanjutkan yang belum selesai temui aku di tempat yang kau ketahui itu tempat ku,'' ucao Jonathan yang sembari membawa Amaira ke arah mobilnya.


Air mata Chloe kembali menetes ia tidak mengira kalau perbuatan nya dan orang tuanya pada Devita menyisakan luka sampai sekarang, bahkan membuat rasa trauma yang mendalam seperti itu.


'' Maafkan aku, Dev.'' Lirihnya dengan tangisnya.


'' Aku memang pantas mendapatkan karma dari perbuatan ku di masalalu,'' lanjut nya.


Chloe berjalan menuju halte bus, ia duduk dengan menutup wajahnya bertujuan menutupi wajah yang penuh air mata itu dari siapapun.


Rasa bersalah itu benar-benar menyelimuti dirinya. '' Aku sudah banyak dosa,'' gumamnya.


'' Apa ada kesempatan untuk pendosa seperti ku,'' Chloe terus meracau, hatinya benar-benar teriris saat melihat Sepupunya seperti itu.


'' Siapapun tidak ada yang bisa menghakimi kesalahan seseorang di masalalu, apalagi orang itu sudah berusaha menjadi lebih baik lagi,'' ucapan seseorang membuat Chloe tersentak.


'' Kau,''

__ADS_1


'' Ya, aku tidak sengaja lewat di sekitar sini, dan aku melihat mu,'' ucap orang itu yang ternyata dia adalah Reno.



Tatapan dinginnya membuat kesan bahwa dia pria yang tidak memiliki rasa, namun hati dan raut wajahnya berbeda sangat jauh, Reno tipe pria penyayang namun memang ia akan kejam pada orang yang mengusik hidupnya dan hidup Orang-orang terkasihnya.


Chloe menghapus air matanya dan berdiri dari duduknya.


'' Kalau begitu saya permisi,'' ucap Chloe berpamitan.


'' Tunggu, kau mau kemana?'' tanya Reno menahan kepergian Chloe.


'' Aku ingin pulang,''


'' Dengan berjalan kaki?'' Chloe mengangguk pelan.


'' Kau gila, dengan kondisi mu saat ini sama saja kau ingin menyiksa anak mu,'' entah kenapa Reno malah memarahi Chloe yang bahkan merasa aneh dengan sikap Reno.


'' Tidak maksud ku, aku akan pergi ke suatu tempat dahulu barulah aku akan naik taxi untuk pulang ke rumah ku,'' ucap Chloe meluruskan.


'' Ya sudah, biar ku antar,'' ucap Reno yang langsung menarik tangan Chloe yang masih kebingungan dengan sikap Reno yang aneh.


'' Tuan, tidak perlu,'' tolak Chloe namun tidak di gubris Reno.


Reno tetap membawa Chloe ke dalam mobilnya walau Chloe terus menolaknya, Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan bahkan sangat pelan, sampai membuat Chloe benar-benar merasa bingung.


'' Tuan, apa ada masalah di mesin mobilnya?'' tanya Chloe.


Reno menggeleng pelan, ia juga bingung kenapa Chloe bosa bertanya seperti itu.


'' Tidak kenapa kau bertanya seperti itu?''


'' Kenapa kau melajukan mobilnya dengan lambat?'' tanya Chloe.


Dengan enteng nya Reno menjawab,


'' Agar tidak menyakiti mu,'' jawaban polos dari seorang Reno membuat Chloe tertawa terpingkal-pingkal.


'' Tuan, aku belum mau melahirkan,'' ucap Chloe yang sedang berusaha menahan tawa namun tidak bisa.

__ADS_1


Reno menghentikan mobilnya, dan menoleh ke wajah cantik Chloe yang sedang tertawa menambah kadar kecantikan nya, tatapan yang tidak bisa di artikan itu terus tertuju ke wajah Chloe.


Tbc..


__ADS_2