
Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang ππ
Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya πππ..
Banyak maunya yaaπ iya emang ππ
...eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupaπββ...
...ππππππ...
Daniel tidak menjawab pertanyaan Devita, rasanya Ia belum siap untuk mengungkapkan yang sebenarnya.
''Kau istirahatlah, tolong percayalah pada ku.'' Setelah mengucapkan kata itu, Daniel mencium puncak kepala Devita dan berlalu pergi keluar.
''Kenapa Daniel tidak ingin membicarakan nya, apa aku salah ingin tahu yang sebenarnya.'' Gumam Devita.
Daniel ternyata pergi ke unit Apartemennya, pertanyaan Devita terus berputar di otak Daniel.
Kemal memang lah adik nya tapi bukan adik kandungannya melainkan, Kemal adalah anak dari istri kedua dari Ayah nya, Daniel sangat membenci istri kedua Ayah-nya itu tapi Ia bersikap biasa dengan Kemal.
Sebenarnya Daniel ingin sekali menceritakan semuanya pada Devita tapi hatinya tak kuat mengucapkan nya.
Di Restoran, Kemal masih bersama Dinar dan Nadia. ketiga nya asik dengan obrolan nya.
''Jadi yang bernama Devita itu pacarnya Daniel?'' tanya Dinar.
''Aku tidak tau pasti, tapi yang jelas mereka memang sudah sangat dekat,'' jawab Kemal.
''Jika memang mereka berpacaran, ya tidak apa-apa, keduanya terlihat cocok menurut aku sih, iya kan Nad.'' Ucap Dinar dan sekalian meminta pendapat pada Nadia.
''Hah, iy-iya mereka sangat cocok.'' Jawab Nadia dengan kikuk.
''Iya terlihat dia juga seperti wanita berpendidikan, bukan wanita sembarangan.'' Ucap Dinar lagi.
''Iya Ka, Devita wanita yang baik dan polos, maka dari itu Daniel menyukainya.'' Timpal Kemal dengan semangat menceritakan diri Devita.
''Kau sepertinya menyukai Devita juga, Kemal.'' Sergah Nadia dengan menelisik.
''Awalnya iya, tapi sekarang hati ku sudah tertuju pada seseorang.'' Jawabnya dengan pandangan jauh ke depan.
__ADS_1
''Ellleeehh, kau memang pencinta banyak wanita, Kemal.'' Tawa Dinar pecah dengan mengejek Kemal.
''Itu tidak benar Ka,'' jawab Kemal tidak terima
''Kau memang seperti itu, Kemal.'' Timpal Nadia, Dinar dan Nadia terus mengejek Kemal.
''Sudah-sudah, kalian memang senang sekali mengejek ku, sekarang aku ingin bertanya pada kalian.''..
''Kalian ingin pulang kemana? ke Mansion atau ke Apartemen?'' tanya Kemal.
''Aku merindukan Ayah, sepertinya aku pulang ke Mansion saja, bagaimana Nad?''..
''Aku ikut dengan mu ka.'' Jawab Nadia.
''Baiklah, kalian menaiki taxi saja, soalnya aku tidak memakai mobil ku.'' Ucapnya.
''Tapi kau ikut mengantarkan kami kan?'' tanya Dinar ke Kemal.
''Iya, aku akan mengikuti taxi yang kalian taiki.'' Ucap Kemal dengan malas.
''Aku harus menebalkan telinga ku, pada saat di Mansion.'' batin Kemal.
Dinar dan Nadia menaiki taxi dengan di ikuti Kemal menggunakan motor Sportnya.
''Ka Dinar, apa iya gadis yang bernama Devita itu, cocok bersanding dengan Daniel.'' Ucap Nadia memulai pembicaraan.
''Aku rasa sih cocok, memangnya kenapa?'' jawab Dinar dengan pertanyaan lagi.
''Tidak, hanya saja seperti nya Devita terpaut jauh dibawa usianya dengan Daniel.'' Ucap Nadia.
''Ah todak juga, seperti nya usianya sama dengan kamu.''..
''Ooh iya yah, Ka,''ada raut aneh di wajah cantik Nadia.
Taxi yang di tumpangi Dinar dan Nadia sudah memasuki gerbang utama yang menjulang tinggi itu, yang di jaga Dua security dan memang langsung mengenali Dinar sebagai nona muda nya.
Kemal yang menggunakan motor harus di cegah terlebih dahulu karena pakaiannya yang sangat tertutup.
''Hiissshh, terlalu repot untuk datang ke kediaman milyader.'' Gerutu Kemal yang sedang membuka Helmnya.
__ADS_1
''Astaga Tuan Muda Kemal, Maafkan kami Tuan Muda atas kelancangan kami.'' Ucap penjaga gerbang utama dengan hormat.
''Tidak apa Pak Tun.'' Jawab Kemal dengan ramah.
Dinar dan Nadia di sambut oleh para maid dengan hormat, ''Ayah dimana, Linda'' tanya Dinar pada ketua pelayan.
''Tuan besar sedang berada di kamarnya, Nona.'' Jawab Linda.
''Kalau Dia, dimana?'' tanya Dinar lagi menanyakan seseorang dengan tidak menyebutkan namanya.
''Nyonya besar sedang keluar bersama Nona Windy, Nona.'' Jawab Linda, ya yang di tanyakan Dinar ternyata ibunya sendiri.
''Bahkan tidak ada berubahnya.'' Gumam Dinar tanpa terdengar siapapun.
'' Ya sudah, aku akan ke kamar Ayah, kamu siapkan minum untuk Nadia dan Kemal saja.'' Perintag Dinar dengan lembut.
''Baik Nona muda.'' Linda pun berlalu pergi menuju dapur.
''Nad, Kakak ke kamar Ayah dulu ya, kamu istirahat saja di ruang keluarga.'' Ucap Dinar yang di angguki Nadia.
Dinar menuju kamar Ayahnya yang berada di sebelah ruang keluarga, Dinar mengetuk pintu dan mendapatkan sahutan dari dalam, Dinarpun masuk dengan rasa rindu pada Ayah-nya.
Terlihat sang Ayah sedang duduk di kursi rodanya menghadap kaca yang menampilkan langsung taman belakang.
''Ayah.'' Panggil Dinar dengan lembut.
Sang ayah menoleh karena mendengar suara yang langsung di kenalinya. '' Dinar,'' ada binar bahagia di mata sang Ayah.
Di luar tepatnya di ruang keluarga Nadia dan Kemal sedang mengobrol dengan jus serta cemilan sebagai temannya.
Suara langkah kaki terdengar nyaring menuju ruang keluarga. ''Oohh ternyata ada tamu.'' Ucap seorang wanita yang ternyata Mirna ibu kandung dari Daniel dan Dinar.
Nadia dan Kemal berdiri untuk tanda menghormati. ''Mamah Mirna.'' ucap Kemal menyapa.
''Heh, anak harram.'' Ucap Mirna dengan suara pelan.
''Tante Mirna,'' sapa Nadia.
''Ya ya, lanjutkan obrolan kalian, Aku ingin istirahat.'' Ucap Mirna yang berlalu pergi.
__ADS_1