Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Siapa Linda?


__ADS_3

Sesampainya di Mansion keluarga Carroll, Daniel yang memang bersikap posesif pada istri setelah mengetahui kalau ada janin di perut rata istrinya itu melarang keras Devita untuk membuka pintu mobil sendiri karena harus dia yang membukakan pintu untuk istrinya itu.


" Daniel aku bisa sendiri," rengek Devita namun tidak ia pedulikan, Daniel tetap melakukan apa yang dia inginkan.


Dinar yang mengetahui bahwa adik dan adik ipar nya datang dari pelayan dia segera menghampiri nya karena sudah menjadi kebiasaan di keluarga kalau siapapun yang datang harus ada yang menyambutnya.


Namun alis Dinar mengernyit karena bingung dengan apa yang di lihatnya, matanya tertuju ke adik iparnya matanya mengelitik dari ujung kaki sampai kepala.


Merasa ada yang aneh dengan apa yang di kenakan Devita, ingin bertanya namun perasaan nya tidak enak karena takut menyinggung perasaan nya.


'' Daniel, Devita, kalian datang, ayok,'' ucap Dinar dengan mata yang terus melirik penampilan Devita yang tidak seperti biasanya.


Tingkah Dinar di sadari Devita karena Devita melihat Dinar yang terus meliriknya.


'' Pasti ka Dinar merasa aneh dengan penampilan ku kan,'' ucap Devita pada Dinar yang salah tingkah karena terpergok memperhatikan Devita sedari tadi.


'' Haah? ti-tidak Dev,'' jawab Dinar yang kelabakan menjawab ucapan Devita.


'' Kakak jangan berbohong, ini semua ulah Daniel ka,'' ucap Devita dengan manja.


'' Daniel?'' Devita mengangguk.


'' Honey, itukan demi kenyamanan anak kita,'' ucap Daniel dan sudah pasti Dinar terkejut mendengar nya.


'' Anak?'' tanya Dinar.


'' Iya Kak, Devita saat ini sedang mengandung, aku kesini juga untuk memberitahukan kabar baik ini pada kalian,'' ucap Daniel dengan senyum yang sumringah.


Dinar ternganga mendengar nya, perasaan bahagia dan terkejut menjadi satu.


'' Apa itu benar, Dev?'' tanya Dinar pada Devita dan di jawab hanya dengan anggukan oleh Devita.


'' Waahhh syukurlah, berarti aku akan menjadi seorang bibi, astaga ini kabar baik Ayah harus tau,'' ucap Dinar dengan senang.


'' Ayah dimana ka?'' tanya Daniel.


'' Ayah sedang di halaman belakang sedang berbincang dengan Linda,'' jawab Dinar dan mereka pun berlalu menuju halaman belakang untuk menenui sang Ayah.


Di halaman belakang, Linda yang sedang membicarakan perihal pengunduran dirinya pada bos besarnya.

__ADS_1


'' Apa kau sudah memikirkan lagi keputusan kau, Linda?'' tanya Frans untuk memastikan kalau keputusan Linda sudah pasti.


'' Sudah Paman, keputusan ku juga sudah bulat, lagipula orang tua ku menitipkan aku padamu hanya sampai aku mampu berdiri sendiri kan, dan sekarang aku sudah mampu,'' ucap Linda.


'' Baiklah jika memang kamu sudah yakin dengan keputusan mu, tapi ingat jika kamu memerlukan sesuatu jangan segan-segan hubungi aku, bagaimana pun kau tetap keponakan ku,'' ucap Frans dengan tulus.


'' Terima kasih paman, tolong restui aku,'' Frans mengangguk dan mengusap lembut kepala Linda.


'' Kalau begitu aku akan bersiap untuk pergi ke bandara,'' ucap Linda yang ternyata telah di dengar Dinar, Daniel dan Devita.


'' Ke Bandara? memangnya kamu ingin kemana, Linda?'' tanya Dinar dengan heran.


Linda dan Frans menoleh berbarengan, Linda terdiam namun Frans lah yang mengambil alih untuk menjawab pertanyaan Dinar. '' Linda akan pergi ke luar negeri,'' jawab Frans.


'' Keluar negeri? maksudnya Linda akan berhenti bekerja disini?'' tanya Dinar lagi.


'' Ya Nona Dinar,'' jawab Linda dengan ramah.


'' Memangnya kenapa, apa kau tidak lagi betah tinggal disini Linda, apa ada sikap kami yang membuat mu ingin pergi dari sini, Linda?'' tanya Dinar dengan benyak pertanyaan.


Linda terdiam ia bingung untuk menjawab beberapa pertanyaan Dinar.


'' Adik sepupu?'' ucap Daniel dengan pelan.


'' Ya, dia adalah anak dari Paman dan Bibi mu yang telah wafat delapan tahun yang lalu karena kecelakaan pesawat, Paman dan Bibi kalian menitipkan Linda pada Ayah sewaktu Linda masih berkuliah di Indonesia,'' jawaban Frans membuat Kedua kakak beradik itu sungguh terkejut.


'' Kenapa kalian menyembunyikan ini?'' tanya Dinar.


'' Maaf Nona, karena ini permintaan ku, aku hanya ingin kelian memperlakukan aku dengan biasa saja tanpa ada sikap istimewa untuk ku,'' jawab Linda.


'' Astaga Linda maafkan kakak, dan jangan memanggil ku dengan sebutan Nona muda atau Tuan Muda, karena kita keluarga,'' ucap Dinar dengan lembut.


'' Tapi kenapa kamu mau pergi dari sini?'' tanya Dinar lagi.


'' Ya dia akan meneruskan usaha orang tuanya di Perancis, karena memang sudah waktunya dia yang akan mengambil alih perusahaan Ayah nya yang selama ini di pegang orang kepercayaan orang tuanya,'' lagi-lagi Frans lah yang menjelaskan nya.


Mereka terus berbincang sampai melupakan bahwa Daniel dan Devita datang untuk memberikan kabar baik.


Mereka saat ini sedang berbincang di sebuah saung di halaman belakang tepatnya di atas kolam ikan.

__ADS_1


'' Astaga Ayah aku lupa kalau Daniel dan Devita akan memberikan kabar baik pada Ayah,'' ucap Dinar.


'' Kebar baik apa?''


'' Kalau Ayah akan menjadi seorang kakek dari anak mereka,'' ucap Dinar.


Frans tercengang, ia benar-benar bahagia mendengar nya. '' Ayah akan menjadi kakek lagi?'' ucap Frans dengan bahagia.


'' Iyah Ayah,'' sahut Dinar.


'' Selamat sayang, pokoknya menantu ku ini harus di jaga ya Daniel, dia tidak boleh kelelahan, Ayah percayakan padamu,'' ucap Frans pada Daniel.


'' Sekarang aku tau, sifat siapa yang mengalir di diri Daniel,'' guama Devita dalam hati.


'' Ayah kau tenang saja, aku akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga ku,'' jawab Daniel dan membuat semuanya tertawa.


'' Tapi apa ka Linda benar-benar akan pergi, terus nantinya jika aku merindukan kakak, bagaimana jika aku merindukan kakak?'' ucap Devita den dengan manja.


'' Honey, kau tidak boleh merindukan orang lain kecuali aku,'' protes Daniel.


'' Daniel kau berlebihan,'' cetus Dinar.


'' Nona muda jika ingin berbincang pada ku telpon saja aku, aku akan selalu menjawab panggilan mu kapanpun itu,'' jawab Linda.


'' Linda sudah ku katakan jangan memanggil kami dengan sebutan itu,'' omel Dinar.


Linda hanya tersenyum karena memang lidah nya sudah terbiasa memanggil penghuni Mansion dengan sebutan Tuan dan Nona serta Nyonya.


'' Maaf Kak, sudah terbiasa,'' jawab Linda.


'' Jadi kapan kau akan berangkat, Lin?'' tanya Daniel.


'' Aku akan berangkat besok, karena paman Arnes sudah menghubungi aku terus,'' jawab Linda.


'' Ya sudah kau jaga diri baik-baik di sana, jika membutuhkan sesuatu langsung saja hubungi aku,'' ucap Daniel lagi dan di angguki Linda.


'' Ya sudah, kami permisi pergi ya, karena kami akan pergi ke rumah Ayah mertua ku juga untuk membagikan kabar baik padanya,'' ucap Daniel.


Setelah berpamitan mereka berlalu menuju kediaman Mahendra.

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2