
Bulan berlalu begitu cepat dan hari ini Gadis 24 tahun itu akan menjadi seseorang ibu yang sesungguhnya, ya hari ini tepat usia kehamilan Devita 9 bulan 10 hari dan Devita juga Daniel sudah bersiap untuk menghadapi persalinan normalnya.
Sejak tadi pagi Devita merintih kesakitan karena kontraksi yang di alaminya, saat ini Devita sudah berada di ruang persalinan dengan di temani Daniel yang sudah sangat siap untuk melihat pujaan hatinya merasakan kesakitan walaupun sebenarnya ia tidak mampu.
'' Yang kuat ya honey, aku ada disini,'' ucap Daniel memberikan kekuatan sang istri.
'' Sakit Daniel,'' rintih Devita.
'' Ya aku tau, maafkan aku ya,'' nada Daniel sudah berbeda dari sebelumnya, suaranya bergetar menahan tangisnya.
'' Sstttt, sakit sekali,'' Devita terus merintih karena memang proses pembukaan jalan lahir sangat lambat.
'' Dok tolong lakukan apapun yang terpenting istri ku tidak merasakan kesakitan seperti ini,'' ucap Daniel dengan wibawa yang berbeda, ia mengucapkan kata 'tolong' pada orang lain tanpa sadar.
'' Tuan rasa sakit ini sudah biasa di rasakan para ibu bersalin, anda bantu doa dan bantu tenangkan nyonya muda saja ya biar kami yang akan mengurusnya,'' ucap dokter itu yang langsung melakukan pemeriksaan kembali.
'' Bagus nyonya, pembukaan sudah lengkap, waktunya sudah tiba.'' Ucap dokter itu yang sudah bersiap dengan posisinya.
Daniel yang mendengarnya ikut merasakan ketegangan, perlahan ia menghela nafasnya dengan panjang dan menggenggam tangan Devita bertujuan memberikan kekuatan nya.
'' Aku tau kau pasti bisa,'' bisik Daniel ke telinga Devita.
'' Siap Nyonya?'' tanya dokter yang memberikan aba-aba untuk prosesnya.
'' He'em,''
'' Oke kalau saya bilang dorong tolong mengejan sesuai instruksi saya ya nyonya,''
'' Satu, dua, tiga, dorong!'' tegas dokter itu dan Devita pun mengikuti sesuai instruksi dokter.
Suasana di depan ruang persalinan sangatlah tegang terutama dua calon kakek yang merasakan kecemasan menanti kabar baik dari dalam ruangan itu.
'' Ayah, tuan Mahendra sebaiknya kalian duduk, ingat kesehatan kalian,'' ucap Dinar yang berusaha menenangkan ayahnya dan ayah Devita walau dirinya sendiri juga sedang cemas.
Suara langkah kaki yang berlarian ke arah mereka terdengar jelas dan tibalah beberapa orang yang langsung datang setelah mendapatkan kabar kalau Devita akan melahirkan.
'' Ka bagaimana keadaan Devita?'' tanya seorang wanita muda yang datang bersama dua orang pria.
'' Adik ipar, kau berlarian kesini? Hissss Kemal kau ini kan suaminya sudah tau istrimu sedang hamil muda!!'' omel Dinar pada adik laki-laki nya.
'' Kakak seperti tidak tau Puspa saja, dia begitu setelah mendengar sahabat nya akan melahirkan,'' bela Kemal pada dirinya sendiri agar sang kakak berhenti mengomeli nya.
'' Sudah-sudah jangan berdebat, aku memang berlarian ka, tapi aku tidak apa-apa kok, bagaimana keadaan Devita?'' ujar Puspa menyela perdebatan adik dan kakak itu.
Ya Puspa dan Kemal sudah menikah dua bulan yang lalu dan Puspa saat ini sedang mengandung dengan usia kandungan nya baru menginjak tiga Minggu.
'' Devita masih di dalam kita tunggu saja dan bantu doa,'' jawab Dinar.
__ADS_1
'' Lalu Daniel ka?'' tanya seorang pria dengan penampilan formalnya yang tidak lain adalah Zen Batla.
'' Daniel juga ada didalam menemani Devita, oh ya kemana istri mu?'' jawab Dinar dengan pertanyaan lagi.
'' Linda ada meeting penting ka, mungkin nanti menyusul kesini,'' jawab Zen.
Suasana seketika hening dengan perasaan cemasnya masing-masing, mereka cemas bukan tanpa alasan ya karena Devita yang berada di ruang persalinan sudah tiga jam lamanya dan sampai saat ini belum juga keluar dari ruangan itu.
Dinar semakin merasakan cemas, mengingat ini kali pertama Devita melahirkan dan kali pertama Daniel menghadapi dan melihat langsung seorang ibu bertaruh nyawa nya demi satu nyawa yaitu keturunan mereka sendiri pastinya membuat Dinar ikut merasakan kecemasan yang adiknya alami.
owaaaaaaaaaak
Suara tangisan dan jeritan makhluk kecil yang baru saja dilahirkan di dunia ini terdengar jelas ke telinga orang-orang yang menunggu di depan ruangan, mereka seketika merasa terharu juga bisa bernafas lega.
'' Haaahhh syukurlah,'' ucap Dinar dengan penuh syukur.
'' Selamat besan kau sudah menjadi kakek,'' ucap Mahendra pada Frans.
'' Kau juga, selamat sudah menjadi seorang kakek,'' ucap Frans, kedua pria rentah itu berpelukan meluapkan rasa harunya.
'' Sayang, kita sudah menjadi seorang bibi dan paman,'' ucap Puspa yang Sudah meneteskan air mata harunya dan langsung memeluk suaminya, Kemal.
Tangis haru buka saja di rasakan dengan orang-orang yang menunggunya di depan pintu ruangan itu tapi tangis haru juga di rasakan seorang wanita tua yang bersembunyi di balik dinding.
'' Aku sudah menjadi seorang nenek,'' ucap wanita tua itu dengan suara yang bergetar karena menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh siapapun.
'' Kau! Sstttt jangan katakan kalau aku ada disini,'' ucap wanita tua itu.
'' Bi, cucu mu sudah lahir, apa kau ingin seperti ini terus menerus, darah daging mu, keturunan mu sudah lahir ke dunia ini, bagaimana pun kau tidak bisa menghindari kenyataan itu.'' Ucap wanita cantik itu lagi yang ternyata adalah Linda.
'' Kau tau apa dengan urusan ku, dasar bocah.'' Ketus Mirna ibu kandung Daniel yang langsung berlalu meninggalkan Linda yang terus memperhatikan langkah Mirna yang kian menjauh.
'' Haaahhhh, aku berharap kau segera menyadari nya Bi,'' gumam Linda.
Pintu ruangan bersalin terbuka dan keluarlah beberapa perawat dan dokter dengan mendorong sebuah ranjang baby dan ranjang yang ada Devita di atasnya dengan keadaan tidak sadarkan diri.
'' Astaga mungil sekali,'' gumam Puspa yang gemas melihat makhluk kecil yang ada di dalam ranjang baby.
'' Devita,'' lirih Dinar yang khawatir melihat Devita dengan keadaan tidak sadarkan diri.
'' Aahh Daniel,'' ucap Dinar yang melihat Daniel keluar dari ruangan dengan langkah yang lemas.
'' Daniel kenapa Devita tidak sadarkan diri?'' tanya Dinar dengan cemas.
'' Devita tidak apa-apa, dia hanya kelelahan.'' Jawab Daniel.
Semua menghela nafasnya dengan lega, setelah mendengar penuturan Daniel.
__ADS_1
'' Ayah,'' lirih Daniel yang langsung memeluk dua pria tua itu sekaligus.
'' Nak' selamat kau sudah menjadi seorang Ayah,'' ucap Frans ayah Daniel
'' Iya Daniel, selamat ya,'' timpal Mahendra ayah mertuanya.
'' Aku sudah menjadi orang tua,'' ucap Daniel dengan tangisnya, semua tercengang mendengar dan melihat langsung seorang Daniel bisa menangis bak seperti anak kecil mengadu pada orang tuanya.
Tangis Daniel begitu lirih sehingga membuat semua orang yang ada di sana ikut menangis haru dengan bersamaan.
'' Hei Daniel kah begitu cengeng,'' ledek Zen bertujuan mencairkan suasana.
Daniel segera melepaskan pelukannya pada kedua ayahnya, dan melirik tajam ke arah Zen yang meledeknya.
'' Awas kau kalau aku lihat kau menangis karena melihat istrimu kesakitan karena kontraksi,'' ancam Daniel.
'' Tidak akan, aku kan pria kuat,'' ucap Zen dengan percaya dirinya.
'' Daniel aku turut bahagia,'' timpal Linda yang baru saja datang dan bergabung.
'' Terimakasih,'' jawab Daniel yang kemabli dengan nada dinginnya.
'' Hiisss, so cool,'' gerutu Zen yang langsung mendapatkan pukulan di kepalanya dari Daniel karena mendengar ucapan Zen.
'' Ka selamat ya,'' kali ini yang berucap adalah Kemal.
'' Ya terimakasih, nanti giliran kau, kamu harus menyiapkan diri mu,'' jawab Daniel dengan wejangannya.
'' Siap!'' tegas Kemal.
Semua tertawaan bahagia bersama.
'' Sayang, kau baru datang?'' bisik Zen ke telinga Linda.
'' Aku datang dari tadi, kau saja yang tidak menyadari nya,'' jawab Linda.
Linda terdiam lagi, ia berpikir akan mengatakan nya pada Daniel kalau ibunya datang untuk melihat keadaan cucunya tapi sepertinya memang malu untuk mengutarakan tujuan nya.
Devita sudah di pindahkan ke bangsal ruangan dengan pemulihan begitu juga sang anak yang berada di ruangan baby.
Semua tersenyum bahagia melihat makhluk kecil yang sedang tertidur dengan menggemaskannya dari balik kaca pembatas ruangan.
'' Aku akan ke ruangan Istri ku,'' ucap Daniel yang sudah berlalu.
'' Zen, aku ikut Daniel sebentar,'' ucap Linda yang menyusul langkah Daniel.
'' Ada apa dengan Linda,'' gumam Zen yang merasa ada sesuatu di dalam diri istrinya.
__ADS_1
TBC...